• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PUTUSAN PA BLITAR PADA PERKARA WARIS ISLAM

N/A
N/A
Dhimas wahyu ciputra

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS PUTUSAN PA BLITAR PADA PERKARA WARIS ISLAM"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PUTUSAN PA BLITAR PADA PERKARA WARIS ISLAM (Studi Putusan Nomor 2637/Pdt.G/2023/PA.BL)

Dhimas Wahyu Chiputra / 20071010193

1. Pihak Yang Berperkara A. Penggugat

Nama : Novita Primadhyni Putri binti Drs. Siswanto Adi Alamat : Dusun Kepuhrejo Bendosari Kabupaten Blitar Umur : 36 Tahun

Memberikan Kuasa Kepada Slamet Riyadi, S.H.M.H.,

B. Tergugat 1

Nama : Tri Hastuti binti Drs. Siswanto Adi Alamat : Tulunganggung Kabupaten Blitar Umur : 31 Tahun

C. Tergugat 2

Nama : Whendry Rakhmad Purnama, S.E bin Drs. Siswanto Adi Alamat : Srengat Kabupaten Blitar

Umur : 34 Tahun

D. Tergugat 3

Nama : Setiawan Cielo Volatie bin Drs. Siswanto Adi

(2)

Alamat : Srengat Kabupaten Blitar Umur : 32 Tahun

2. Kronologi

Suyatno Bapak dari Para Pihak yang berperkara meninggal pada tahun 2012 dan Meninggalkan sebidang tanah yang terletak di Desa Bendorejo RT/RW 002/002 Kecamatan udanawu Kabupaten Blitar Seluas 5.445 Meter Persegi atas nama Muryadi dengan Batas Bata Lokasi Sebagai Berikut:

Sebelah barat : Rumah / Tanah milik Riana dan Rumah / Tanah milik Andriono Sebelah selatan : Rumah / Tanah milik Hariadi

Sebelah timur : Jalan Raya Branjangan

Sebelah utara : Rumah / Tanah milik Ambiyah

Maka sesuai Pasal 830 KUHPerdata Harta waris tersebut turun kepada anak2nya yaitu para Pihak.

Pada Tahun 2021 Penguggat Ingin membagi tanah waris sesuai hukum yang berlaku dengan para Tergugat akan tetapi Para Tergugat enggan untuk menandatangai surat Pernyataan Waris dan Akta Pembagian Hak Bersama (APHB), Maupun Surat surat yang berkaitan dengan Pembagian warisan tersebut. Dikarenakan hal tersebut Penguggat merasa bahwa Para Tergugat menguasai tanahnya seorang diri tanpa adanya pembagian warisan yang resmi. Akan tetapi pada saat ingin mengurus persyaratan surat2 dari harta warisan tersebut dikuasai oleh Para Tergugat. Sehinga Penggugat tidak bisa mengurus secara resmi harta warisan tersebut

3. Gugatan

Isi dari Gugatan yang dilayangkan kepada Para Tergugat oleh Penggugat ada 13 Pokok yang ada di Primer dalam gugatan tersebut berisi permohonan penggugat untuk mendapatkan kemudahan dalam mengurus Surat Surat dalam kepengurusan Harta Warisan mengingat harta warisan tersebut telah dikuasai oleh para Tergugat.

4. Putusan Pengadilan

1) Menerima dan mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya;

(3)

2) Menyatakan Pewaris yaitu Drs. SISWANTO ADI bin M. Soeradi telah meninggal dunia pada tanggal 2 Mei 2012 dan HILVIA SA binti R.S Soerjawinata telah meninggal dunia pada tanggal 18 April 2021

3) Menetapkan pembagian harta-harta peninggalan atau harta warisan kepada masing- masing para ahli waris yaitu PENGGUGAT, TERGUGAT I, TERGUGAT II dan TERGUGAT III sesuai dengan ketentuan Hukum Islam yang berlaku ;

4) Menghukum PENGGUGAT, TERGUGAT I, TERGUGAT II dan TERGUGAT III untuk tunduk dan patuh terhadap putusan ini ;

5. Analisis Hukum

Menurut Pandangan Penulis Putusan dan Pertimbangan Hakim sudah sesuai dengan Hukum islam Yang Berlaku, Menyatakan bahwa Menghukum Tergugat untuk menyerahkan surat surat demi kepengurusan Harta Warisan menjadi Kunci dari Putusan ini dikarenakan Para Tergugat yang tidak mau membagikan warisan dengan Penggugat yang Secara sah penggugat adalah Anak dari Yang Mewariskan Tanah,

Referensi

Dokumen terkait

Dalam ketentuan yang termuat di atas maka kita dapat menafsirkan bahwasannya gugatan yang sudah dilayangkan oleh penggugat untuk tergugat di Pengadilan Agama

bahwa berdasarkan dalil-dalil gugatan Para Penggugat, dan dalil bantahan dari Tergugat yang didukung keterangan saksi-saksi baik saksi dari Para Penggugat

Menimbang, bahwa yang menjadi dalil pokok dari gugatan para Penggugat adalah bahwa para Penggugat mengajukan gugatan waris terhadap harta peninggalan kedua orang tua

Menimbang, bahwa yang menjadi pokok permasalahan dalam perkara ini adalah Penggugat mengajukan gugatan cerai agar Pengadilan menjatuhkan Talak Satu Khul’i dari Tergugat terhadap

Menimbang, bahwa Penggugat mengajukan gugatan cerai terhadap Tergugat dengan alasan yang pada pokoknya bahwa dalam rumah tangga Penggugat dan Tergugat selalu terjadi

Menimbang, bahwa yang menjadi alasan pokok gugatan penggugat adalah rumah tangga penggugat dan tergugat tidak rukun sering terjadi perselisihan dan pertengkaran

Menimbang, bahwa yang menjadi pokok masalah dalam perkara ini adalah Penggugat mengajukan gugatan cerai terhadap Tergugat dengan alasan antara Penggugat dengan

Menimbang, bahwa yang menjadi pokok masalah dalam perkara ini adalah Penggugat mengajukan gugatan cerai terhadap Tergugat dengan alasan antara Penggugat dan