26
ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS PADA PT. POLYCHEM INDONESIA TBK. PERIODE 2017-2018
Revi Candra¹, Khairulis Shobirin2, Annisa Fadila3 Institut Agama Islam Negeri Batusangkar123
[email protected]1, [email protected]2 ,
ABSTRAK
The problem in this research is where the cash sources available at PT. Polychem Indonesia TBK, what is the use of cash at PT. Polychem Indonesia TBK and how to analyze the sources and use of cash at PT. Polychem Indonesia TBK for the period 2017-2018. The purpose of this study was to determine where the cash sources of PT. Polychem Indonesia TBK and what cash is used for PT. Polychem Indonesia Tbk 2014-2018 period. The research method used in this research is descriptive with a quantitative approach. The subjects in this study were PT. Polychem Indonesia Tbk which is listed on the Indonesia Stock Exchange. This study uses secondary data in the form of financial reports obtained from the financial statements of PT. Polychem Indonesia Tbk on the Indonesia Stock Exchange in the 2017-2018 period through the website www.idx.co.id.
The results of this study indicate that the analysis of the sources and use of cash at the company PT. Polychem Indonesia Tbk in the 2014-2016 period there was an inappropriate use of funds because long-term funding needs were met by short-term funding needs. In the 2017-2018 period PT. Polychem Indonesia Tbk has been spending properly due to the existence of long-term excess funds even though there are some long-term funds that cover part of the short-term funds.
Key Words : Cash Sources; Cash Usage
PENDAHULUAN
Sejak awal perusahaan didirikan, para pemimpin perusahaan sudah menetapkan maksud dan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan. Tujuan ini disusun baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, pemimpin perusahaan harus melaksanakan fungsi-fungsi manajemen diantaranya meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian secara baik (Hafulyon, 2010:2).
Tujuan manajemen kas adalah untuk mengoptimalkan mekanisme pengumpulan kas dan pendistribusian kas. Kas sebagai aktiva yang paling tinggi likuiditasnya, menunjukkan bahwa semakin besar jumlah kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya. Akan tetapi suatu perusahaan yang mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi karena adanya kas dalam jumlah yang besar berarti tingkat perputaran kas tersebut rendah dan mencerminkan over investment dalam kas dan berarti perusahaan kurang efektif dan mengelola kas. Jumlah kas yang relatif kecil akan diperoleh tingkat perputaran kas yang tinggi dan keuntungan yang diperoleh akan lebih besar, tetapi suatu perusahaan yang hanya mengejar keuntungan (rentabilitas) tanpa memperhatikan likuiditas akhirnya perusahaan itu akan berada dalam keadaan tidak likuid apabila sewaktu-waktu ada tagihan (Jumingan, 2011:97)
KAJIAN PUSTAKA Kas
Kas merupakan mata uang dan koin yang ada di tangan perusahaan dalam laci petty cash, cash register, atau dalam rekening cek dan pasar uang (Martin, 2010:270). Pengendalian Kas perusahaan harus melakukan prosedur yang baik untuk mengendalikan kas, yaitu:
1. Menyetorkan uang kas ke bank minimal satu kali sehari. Semua tagihan yang diterima oleh perusahaan harus disetorkan kebank, paling sedikit satu kali sehari. Hal ini dapat mengecilkan kemungkinan terjadi kecurangan dalam penggunaan kas.
27 2. Membentuk sistem kas kecil. Untuk pembayaran yang tidak terlalubesar jumlah uangnya dikeluarkan dengan uang kas kecil. Metode pencatatan kas kecil terdiri dari dua metode, yaitu sistem dana tetapdan sistem berubah/fluktuasi.
3. Setiap pembayaran kepada pemasok dan penerimaan pembayaran sebaiknya di transfer lewat rekening bank.
4. Digunakan CCTV untuk pengawasan terhadap kas.
5. Menggunakan sistem voucher untuk setiap pembayaran, sehingga setiap pembayaran melibatkan lebih dari satu karyawan.
6. Melakukan cek fisik uang kas secara mendadak.
7. Melakukan rekonsiliasi kas.
Manajemen Kas yang Efisien
Strategi dasar yang harus digunakan oleh perusahaan dalam mengelola kasnya adalah sebagai berikut:
1. Membayar utang dagang selambat mungkin asal jangan sampai mengurangi kepercayaan pihak supplier kepada perusahaan, tetapi memanfaatkan setiap potongan tunai (cash discount) yang menguntungkan dalam perusahaan.
2. Mengatur perputaran persediaan secepat mungkin tetapi hindarilah risiko kehabisan persediaan yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan pada masa-masa selanjutnya (konsumen kehilangan kepercayaan kepada perusahaan).
3. Kumpulkan piutang secepat mungkin tetapi jangan sampai mengakibatkan kemungkinan menurunnya volume penjualan pada masa yang akan datang karena ketatnya kebijaksanaan- kebijaksanaan dalam penjualan kredit dan pengumpulan piutang (Syamsudin, 2013:234).
Analisis Sumber dan Penggunaan Kas
Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salahsatu unsur modal yang paling tinggi likuiditasnya, berarti bahwa semakin besar jumlah kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya. Akan tetapi suatu perusahaan yang mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi karena adanya kas dalam jumlah yang besar berarti tingkat perputaran kas tersebut rendah dan mencerminkan adanya over investment dalam kas dan berarti perusahaan kurang efektif dalam mengelola kas. Jumlah kas yang relatif kecil akan diperoleh tingkat perputaran kas yang tinggi dan keuntungan yang diperoleh akan lebih besar, tetapi suatu perusahaan yang hanya mengejar keuntungan (rentabilitas) tanpa memperhatikan likuiditas akhirnya perusahaan itu akan berada dalam keadaan likuid apabila sewaktu-waktu ada tagihan. Dari uraian tersebut terlihat bahwakas sangat berperan dalam menentukan kelancaran kegiatan perusahaan (Jumingan, 2011:97).
Dengan analisis sumber dan penggunaan kas akan diketahui struktur pembiayaan perusahaan periode bersangkutan, sehingga dapat diketahui ketepatan (efektivitas) penggunaan kas.
Disamping itu pihak stakeholder juga dapat mengetahui aliran dana yang terjadi terutama bagi kreditur dan pemegang saham. Dengan analisis sumber dan penggunaan kas membutuhkan laporan keuangan dari dua periode akuntansi kemudian memperhatikan perubahan-perubahan dari elemen-elemen laporan keuangan tersebut (Nofrivul, 2008:42).
Sumber Penerimaan Kas
Sumber penerimaan kas dapat dipenuhi dari berbagai sumber yang ada. Hanya saja untuk memilih salah satu atau lebih dari sumberkas yang ada harus memiliki kriteria tertentu yang telah ditetapkan manajemen, terutama yang berkaitan dengan untung ruginya menggunakan sumber penerimaan kas yang dipilih. Oleh karena itu, pihak manajemen terutama tugas seorang manajer keuangan untuk mencari sumber kas agar kebutuhan kas dapat segera terpenuhi.
Berikut ini beberapa sumber penerimaan kas yang dapat dipenuhi diluar dari pinjaman yang disediakan kreditor yaitu:
1. Penjualan barang secara tunai 2. Pembayaran piutang oleh pelanggan
28 3. Hasil penjualan aktiva tetap
4. Penjualan saham dalam bentuk kas 5. Pengeluaran surat utang jangka pendek 6. Pengeluaran surat utang jangka panjang 7. Penerimaan dari sewa
8. Penerimaan dari sumbangan
9. Pengembalian kelebihan pajak. Artinya adanya kelebihan pembayaran pajak pada masa lalu akibat salah perhitungan dan kemudian dikembalikan ke perusahaan (Kasmir, 2011: 195- 196).
METODE PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah studi komparasi, kegiatan yang dilaksanakan adalah dengan membandingkan 2 laporan keuangan untuk mengetahui perubahan masing masing elemen laporan keuangan. Langkah-langkahnya dalam menganalisis data sebagai berikut:
1. Mengelompokkan perubahan perubahan tersebut dalam golongan yang memperbesar kas dan golongan yang memperkecil kas
2. Menganalisa darimana sumber kas berasal dan untuk apa penggunaan kas 3. Menyusun laporan sumber dan penggunaan kas
HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN
Analisis sumber dan penggunaan kas merupakan analisis yang dilakukan untuk melihat aliran kas yang terjadi dalam perusahaan selama periode analisis, baik aliran kas masuk maupun aliran kas keluar. Dengan analisis sumber dan penggunaan kas akan diketahui struktur pembiayaan perusahaan periode bersangkutan, sehingga dapat diketahui ketetapan (efektivitas) penggunaan kas.
Analisis sumber dan penggunaan kas membutuhkan laporan keuangan dari dua periode akuntansi kemudian memperlihatkan perubahan-perubahan dari elemen-elemen laporan keuangan tersebut. Pembahasan ini akan dilakukan perhitungan dari masing-masing pos dalam Laporan Posisi Keuangan yang diperbandingkan atara periode sebelumnya dengan periode sesudahnya.
1. Analisis Sumber dan Penggunaan Kas untuk Periode Dimulai dari tahun 2016-2017 Berdasarkan table laporan posisi keuangan PT. Polychem Indonesia Tbk yang diperbandingkan, maka dapat dilihat perubahan setiap akun-akunnya sebagai berikut:
Tabel 1. PT.Polychem Indonesia Tbk
Laporan Perubahan Posisi Keuangan
Periode 31 Desember 2016-2017 (Dalam USD)
Akun Tahun Pertumbuhan %
2016 2017
Aset Lancar
Kas Dan Setara Kas 20,157,821 27,434,955 7,277,134 36 Aset Keuangan Lainnya 3,339,759 7,823,557 4,483,798 134 Piutang Usaha pihak Berelasi 15,989,890 15,218,383 (771,507) -5 Piutang Usaha pihak Ketiga 23,101,261 26,053,491 2,952,230 13 Piutang Lain pihak Berelasi 483,883 494,143 10,260 2 Piutang Lain pihak Ketiga 231,678 689,195 457,517 197
Persediaan 57,819,311 61,916,793 4,097,482 7
Uang Muka 2,849,192 1,356,741 (1,492,451) -52
Pajak Dibayar Dimuka 8,005,109 8,060,970 55,861 1
29
Biaya Dibayar Dimuka 466,626 516,558 49,932 11
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap 245,681,622 219,511,077 (26,170,545) -11
Aset Pajak Tangguhan Bersih 2,616,894 4,564,781 1,947,887 74 Uang Muka Pembelian Aset Tetap 54,185 380,899 326,714 603
Lain-Lain 50,291 88,760 38,469 76
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha pihak Ketiga 31,321,568 33,102,149 1,780,581 6 Utang Lain pihak Berelasi 18,481,280 21,134,898 2,653,618 14 Utang Lain pihak Ketiga 6,183,434 184,998 (5,998,436) -97
Utang Pajak 454,517 362,738 (91,779) -20
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 1,706,507 1,839,383 132,876 8 Uang Muka Penjualan 1,367,361 3,633,529 2,266,168 166
Wesel Bayar 11,739,303 9,229,634 (2,509,669) -21
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Pajak Tangguhan Bersih 2,069,744 327,980 (1,741,764) -84 Utang Lain pihak Berelasi 48,262,568 47,863,586 (398,982) -1 Liabilitas Imbalan Paska Kerja 13,802,735 16,839,529 3,036,794 22
Ekuitas
Pendapatan Komprehensif Lain (4,987,171) (2,176,468) (2,810,703) -56 Saldo Laba/ Defisit Ditentukan
Penggunaannya 1,527,983 1,527,983 - 0
Saldo Laba/ Defisit Tidak
Ditentukan Penggunaannya (25,773,443) (33,911,526) 8,138,083 32 Kepentingan Non Pengendali (32,270) (571,516) 539,246 1671 Sumber: Data diolah
Tabel 2. PT. Polychem Indonesia Tbk
Laporan Sumber dan Penggunaan Kas
Periode 31 Desember 2016-2017 (Dalam USD)
Sumber Kas Penggunaan Kas
Akun Jumlah Akun Jumlah
Piutang Usaha pihak Berelasi 771,507 Aset Keuangan Lainnya 4,483,798 Uang Muka 1,492,451 Piutang Usaha pihak Ketiga 2,952,230 Aset Tetap 26,170,545 Piutang Lain pihak Berelasi 10,260 Utang Usaha pihak Ketiga 1,780,581 Piutang Lain pihak Ketiga 457,517 Utang Lain pihak Berelasi 2,653,618 Persediaan 4,097,482 Biaya Yang Masih Harus
Dibayar 132,876 Pajak Dibayar Dimuka 55,861
Uang Muka Penjualan 2,266,168 Biaya Dibayar Dimuka 49,932 Liabilitas Imbalan Paska Kerja 3,036,794 Aset Pajak Tangguhan Bersih 1,947,887 Pendapatan Komprehensif
Lain 2,810,703 Uang Muka Pembelian Aset
Tetap 326,714
Lain-Lain 38,469
Utang Lain pihak Ketiga 5,998,436
Utang Pajak 91,779
Wesel Bayar 2,509,669
30
Liabilitas Pajak Tangguhan
Bersih 1,741,764
Utang Lain pihak Berelasi 398,982
Saldo Laba/ Defisit Tidak
Ditentukan Penggunaannya 8,138,083
Kepentingan Non Pengendali 539,246
33,838,109
Penambahan Kas 7,277,134
Jumlah 41,115,243 Jumlah 41,115,243
Sumber : Data diolah
Dari laporan sumber dan penggunaan kas diatas telihat bahwa jumlah kas masuk (sumber kas) adalah sebesar U$.41,115,243 sedangkan pengeluaran kas selama tahun 2017 adalah sebesar U33,838,109. Karena sumber kas lebih besar dari penggunaan kas, maka menyebabkan penabahan nilai kas. Dari tabel data diatas terlihat bahwa nila penambahan kas sebesar U$.7,277,134. Untuk membuat analisis sehubungan dengan sumber dan penggunaan kas tersebut diatas maka perlu dicari terlebih dahulu penggunaan kas untuk kebutuhan jangka panjang dan penggunaan jangka pendek.
1. Penggunaan dana jangka panjang adalah (Dalam U$):
Aset Pajak Tangguhan Bersih 1,947,887 Uang Muka Pembelian Aset Tetap 326,714
Lain-Lain 38,469
Liabilitas Pajak Tangguhan Bersih 1,741,764
Utang Lain pihak Berelasi 398,982
Saldo Laba/ Defisit Tidak Ditentukan Penggunaannya 8,138,083 Kepentingan Non Pengendali 539,246
Jumlah Pengunaan Dana Jangka Panjang 13,131,145
Sumber dana jangka panjang adalah (Dalam U$):
Aset Tetap 26,170,545
Liabilitas Imbalan Paska Kerja 3,036,794 Pendapatan Komprehensif Lain 2,810,703
Jumlah Sumber Dana Jangka Panjang 32,018,042
Kelebihan Sumber Dana Jangaka Panjang 18,886,897 Jumlah penggunaan dana jangka panjang adalah sebesar U$.13,131,145 dan sumber dana untuk jangka panjang adalah sebesar U$.32,018,042. Dengan demikian sumber dana jangka panjang masih tersisa sebesar U$.18,886,897, yang nantiya dapat digunakan Sentara waktu untuk pemenuhan kebutuhan dana jangka pendek.
31 2. Penggunaan dana jangka pendek adalah (Dalam U$):
Aset Keuangan Lainnya 4,483,798
Piutang Usaha pihak Ketiga 2,952,230 Piutang Lain pihak Berelasi 10,260 Piutang Lain pihak Ketiga 457,517
Persediaan 4,097,482
Pajak Dibayar pihak Dimuka 55,861 Biaya Dibayar pihak Dimuka 49,932 Utang Lain pihak Ketiga 5,998,436
Utang Pajak 91,779
Wesel Bayar 2,509,669
Jumlah Pengunaan Dana Jangka Pendek 20,706,964 Sumber dana jangka pendek adalah (Dalam U$):
Piutang Usaha pihak Berelasi 771,507
Uang Muka 1,492,451
Utang Usaha pihak Ketiga 1,780,581 Utang Lain pihak Berelasi 2,653,618 Biaya Yang Masih Harus Dibayar 132,876
Uang Muka Penjualan 2,266,168
Jumlah Sumber Dana Jangka Pendek 9,097,201
Kekurangan Sumber Dana Jangka Pendek (11,609,763) Kelebihan Sumber Dana Jangaka Panjang 18,886,897
Penambahan Kas 7,277,134
Sumber dana jangka pendek kurang sebesar U$.11,609,763 dan diambil dari sisa sumber dana jangka panjang, kelebihan sisa sumber dana jangka panjang menyebabkan kas perusahaan meningkat sebesar U$.7,277,134.
Sumber dana jangka panjang dapat memenuhi kebutuhan dana jangka panjang sehingga pembelanjaan dana jangka panjang didanai dengan sumber dana jangka penjang dan kebutuhan dana jangka pedek didanai oleh kebutuhan jangka panjang. Dengan memperhatikan analisis sumber dan penggunaan kas pada tahun 2017 dapat disimpulkan bahwa struktur pembiayaan/pembelanjaan yang dilakukan oleh PT.Polychem Indonesia Tbk ini sudah tepat. Berdasarkan pendekatan konservatif yang mensyaratkan bahwa pembelanjaan dana jangka panjang didanai dengan sumber jangka panjang dan pembelanjaan jangka pendek didanai oleh sumber jangka pendek atau jangka panjang.
Sehingaa pada rekaning kas mengalami kenaikan sebesar U$.7,277,134.
2. Analisis Sumber dan Penggunaan Kas untuk Periode Dimulai dari tahun 2017-2018 Berdasarkan table laporan posisi keuangan PT. Polychem Indonesia Tbk yang diperbandingkan, maka dapat dilihat perubahan setiap akun-akunnya sebagai berikut:
Tabel 3. PT. Polychem Indonesia Tbk.
Laporan Perubahan Posisi Keuangan
Periode 31 Desember 2017-2018 (Dalam USD)
Akun Tahun Pertumbuhan %
2017 2018
Aset Lancar
Kas Dan Setara Kas 27,434,955 14,090,912 (13,344,043) -49
Aset Keuangan Lainnya 7,823,557 14,786,629 6,963,072 89
32 Piutang Usaha pihak Berelasi 15,218,383 23,529 15,194,854) -100 Piutang Usaha pihak Ketiga 26,053,491 24,226,311 (1,827,180) -7
Piutang Lain pihak Berelasi 494,143 184,707 (309,436) -63
Piutang Lain pihak Ketiga 689,195 353,416 (335,779) -49
Persediaan 61,916,793 56,746,999 (5,169,794) -8
Uang Muka 1,356,741 6,891,996 5,535,255 408
Pajak Dibayar Dimuka 8,060,970 6,328,222 (1,732,748) -21
Biaya Dibayar Dimuka 516,558 547,700 31,142 6
Aset Tidak Lancar
Piutang Lain Pihak Ketiga - 2,654,498 2,654,498 100
Aset Tetap 219,511,077 147,589,985 (71,921,092) -33
Aset Pajak Tangguhan Bersih 4,564,781 5,198,623 633,842 14 Uang Muka Pembelian Aset Tetap 380,899 989,233 608,334 160
Lain-Lain 88,760 67,094 (21,666) -24
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha pihak Ketiga 33,102,149 20,456,228 (12,645,921) -38 Utang Lain pihak Berelasi 21,134,898 165,300 (20,969,598) -99
Utang Lain pihak Ketiga 184,998 31 (184,967) -100
Utang Pajak 362,738 616,355 253,617 70
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 1,839,383 1,246,490 (592,893) -32
Uang Muka Penjualan 3,633,529 1,263,538 (2,369,991) -65
Wesel Bayar 9,229,634 2,715,540 (6,514,094) -71
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Pajak Tangguhan Bersih 327,980 - (327,980) 100
Utang Lain pihak Berelasi 47,863,586 - (47,863,586) -100
Liabilitas Imbalan Paska Kerja 16,839,529 10,440,410 (6,399,119) -38 Ekuitas
Pendapatan Komprehensif Lain (2,176,468) 4,411,295 (6,587,763) -303 Saldo Laba/ Defisit Ditentukan
Penggunaannya 1,527,983 1,527,983 - -
Saldo Laba/ Defisit Tidak Ditentukan
Penggunaannya (33,911,526) (36,914,645) 3,003,119 9
Kepentingan Non Pengendali (571,516) 27,923 599,439 -105
Sember: Data diolah
Tabel 4. PT. Polychem Indonesia Tbk
Laporan Sumber dan Penggunaan Kas
Periode 31 Desember 2017-2018 (Dalam USD)
Sumber Kas Penggunaan Kas
Akun Jumlah Akun Jumlah
Piutang Usaha pihak Berelasi 15,194,854 Aset Keuangan Lainnya 6,963,072
Piutang Usaha pihak Ketiga 1,827,180 Uang Muka 5,535,255
Piutang Lain pihak Berelasi 309,436 Biaya Dibayar Dimuka 31,142 Piutang Lain pihak Ketiga 335,779 Piutang Lain Pihak Ketiga 2,654,498
Persediaan 5,169,794 Aset Pajak Tangguhan Bersih 633,842
33 Pajak Dibayar Dimuka 1,732,748 Uang Muka Pembelian Aset Tetap 608,334 Aset Tetap 71,921,092 Piutang Lain Pihak Ketiga 12,645,921
Lain-Lain 21,666 Aset Pajak Tangguhan Bersih 20,969,598
Utang Pajak 253,617 Uang Muka Pembelian Aset Tetap 184,967 Pendapatan Komprehensif
Lain 6,587,763 Utang Usaha pihak Ketiga 592,893
Kepentingan Non Pengendali 599,439 Utang Lain pihak Berelasi 2,369,991
Utang Lain pihak Ketiga 6,514,094
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 327,980
Uang Muka Penjualan 47,863,586
Wesel Bayar 6,399,119
Saldo Laba Tidak Ditentukan
Penggunaannya 3,003,119
103,953,368 117,297,411
Pengurangan Kas 13,344,043
Jumlah 117,297,411 Jumlah 117,297,411
Sumber: Data diolah
Dari laporan sumber dan penggunaan kas diatas telihat bahwa jumlah kas masuk (sumber kas) adalah sebesar U$.103,953,368 sedangkan pengeluaran kas selama tahun 2018 adalah sebesar U$.117,297,411. Karena sumber kas lebih kecil dari penggunaan kas, maka menyebabkan nilai kas mengalami pengurangan. Dari tabel data diatas terlihat bahwa nila pengurangan kas sebesar U$.13,344,043. Untuk membuat analisis sehubungan dengan sumber dan penggunaan kas tersebut diatas maka perlu dicari terlebih dahulu penggunaan kas untuk kebutuhan jangka panjang dan penggunaan jangka pendek.
1. Penggunaan dana jangka panjang adalah (Dalam U$):
Piutang Lain Pihak Ketiga 2,654,498
Aset Pajak Tangguhan Bersih 633,842
Uang Muka Pembelian Aset Tetap 608,334
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 327,980
Uang Muka Penjualan 47,863,586
Wesel Bayar 6,399,119
Saldo Laba/ Defisit Tidak Ditentukan Penggunaannya 3,003,119
Jumlah Penggunaan Dana Jangka Panjang 61,490,478 Sumber dana jangka panjang adalah (Dalam U$):
Aset Tetap 71,921,092
Lain-Lain 21,666
Pendapatan Komprehensif Lain 6,587,763
Kepentingan Non Pengendali 599,439
Jhumlah Sumber Dana Jangka Panjang 79,129,960
Kelebihan Sumber Dana Jangka Panjang 17,639,482
Dari data diatas terlihat jumlah sumber dana jangka panjang adalah sebear U$.79,129,960 dan kebutuhan dana jangka panjang adalah U$.61,490,478. Dengan demikian sumber dana jangka panjang masih tersisa sebesar U$.17,639,482 yang masih bisa digunakan untuk kebutuhan jangka pendek.
34 2. Penggunaan dana jangka pendek adalah (Dalam U$):
Aset Keuangan Lainnya 6,963,072
Uang Muka 5,535,255
Biaya Dibayar Dimuka 31,142
Piutang Lain Pihak Ketiga 12,645,921
Aset Pajak Tangguhan Bersih 20,969,598 Uang Muka Pembelian Aset Tetap 184,967
Utang Usaha pihak Ketiga 592,893
Utang Lain pihak Berelasi 2,369,991
Utang Lain pihak Ketiga 6,514,094
Jumlah Penggunaan Dana Jangka Pendek 55,806,933 Sumber dana jangka pendek adalah (Dalam U$):
Piutang Usaha pihak Berelasi 15,194,854
Piutang Usaha pihak Ketiga 1,827,180
Piutang Lain pihak Berelasi 309,436
Piutang Lain pihak Ketiga 335,779
Persediaan 5,169,794
Pajak Dibayar Dimuka 1,732,748
Utang Pajak 253,617
Jumlah Sumber Dana Jangka Pendek 24,823,408
Kekurangan Sumber Dana Jangka Pendek (30,983,525) Kelebihan Sumber Dana Jangka Panjang 17,639,482
Kekurangan Kas (13,344,043)
Dari data diatas terlihat bahwa kekurangan sumber jangka pendek adalah sebesar U$.30,983,525 sedangkan kelebihan sumber dana jangka panjang adalah sebesar U$.17,639,482. Dengan demikian sumber dana jangkapanjang tidak bisa mentupi pembiaan jangka panjang. Sehinga pada laporan posisi keuangan terlihat bahwa kas mengalami penurunan sebesar U$. 13,344,043.
Dengan memperhatkan analisis sumber dan penggunaan kas pada tahun 2018 dapat disimpulkan bahwa struktur pembiayaan/pembelanjaan yang dilakukan oleh PT. Poychem Indonesia Tbk ini sudah tepat, meskipun tidak menutupi semua kebutuhan dana jangka pendek tapi penggunaan dana jangka panjang yang memenuhi kebutuhan jangk apnedek dianggap sudah tepat, karena berdasarkan pendekatan konservatif yang mensyaratkan bahwa pembelanjaan dana jangka panjang didanai dengan sumber jangka panjang dan pembelanjaan jangka pendek didanai oleh sumber jangka pendek atau jangka panjang.
HASIL ANALISA DAN PEMBAHASAN
Dari analisis yang telah dilakukan penulis pada PT.Polyhem Indonesia Tbk dapat diketahui yaitu terjadinya kekurangan jumlah kas selama periode analisis. Karena lebih besar uang yang digunakan untuk membiayai kegiatan perusahaan daripada sumber yang diperoleh. Sehingga setiap penerimaan dan pengelolaan kas harus dilakukan secara baik, karena terjadinya kukurangan uangkas dalam memenuhi kewajiban akan berakibat hilangnya kepercayaan piahk luar/Investor terhadap perusahaan tesebut.
Penggunaan sumber dana PT. Polychem Indonesia Tbk pada tahun Sumber dana jangka panjang dapat memenuhi kebutuhan dana jangka panjang sehingga pembelanjaan dana jangka panjang
35 didanai dengan sumber dana jangka penjang dan kebutuhan dana jangka pedek didanai oleh kebutuhan jangka panjang. Dengan memperhatikan analisis sumber dan penggunaan kas pada tahun 2016-2017, struktur pembiayaan/pembelanjaan yang dilakukan oleh PT.Polychem Indonesia Tbk ini sudah tepat, karena merujuk kepada pendekatan konservatif yang mensyaratkan bahwa pembelanjaan dana jangka panjang didanai dengan sumber jangka panjang dan pembelanjaan jangka pendek didanai oleh sumber jangka pendek atau jangka panjang. Pada tahun 2017-2018 PT. Polychem Indonesia Tbk telah melakukan pembelanjaan dengan tepat karena adanya kelebihan dana jangka panjang walapun ada sebagian dana jangka panjang yang menutupi sebagian dana jangka pendek. Kelebihan atau kekurangan dana baik jangka panjang maupun jangka pendek akan mengakibatkan kenaikan ataua penurunan kas.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwal aporan Sumber dan Penggunaan kas atau aliran kas dibuat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan bagaimana kebutuhan dana tersebut dibelanjai. Pembelanjaan danajangka panjang didanai dengan sumber dana jangka panjang dan pembelanjaan jangka pendek didanai oleh sumber jangka pendek atau jangka panjang, hal tersebut berdasrakan pendekatan konservatif. Dengan demikian akan dapat dinilai apakah penggunaan sumber dana yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk pembelanjaan sudah tepat.
Pengugunaan sumber dana pada PT. Polychem Indonesia Tbk pada tahun 2017 sudah tepat. Hal ini disebabkan seluruh pembelanjaan dana jangka panjang didanai dengan sumber dana jangka panjang. Kelebihan sumber dana jangka panjang pada tahun 2017 adalah sebesar U$. 18,886,897 bisa untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek.
Pengugunaan sumber dana pada PT. Polychem Indonesia Tbk pada tahun 2018 suda tepat. Hal ini disebabkan seluruh pembelanjaan dana jangka panjang didanai dengan sumber dana jangka panjang. Kelebihan sumber dana jangka panjang pada tahun 2018 adalah sebesar U$. 17,639,482 walaupun tida bisa untuk memenuhi seluruh kebutuhan dana jangka pendek.
DAFTAR PUSTAKA