ANALISIS YURIDIS PASAL 30 PERATURAN DAERAH JAKARTA TENTANG VAKSINASI DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG HAK
ASASI MANUSIA SKRIPSI
Disusun Oleh :
ISNA DYAH SAFIRAWATI NIM : 02117036 FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA SURABAYA
2021
i
HALAMAN JUDUL SKRIPSI
ANALISIS YURIDIS PASAL 30 PERATURAN DAERAH JAKARTA TENTANG VAKSINASI DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG HAK
ASASI MANUSIA
Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Program Studi Ilmu Hukum
Fakultas Hukum
Universitas Narotama Surabaya
Diajukan Oleh : ISNA DYAH SAFIRAWATI
NIM : 02117036 FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA 2021
ii
iii
iv
v
vi
vii
viii
ix
x
xi
xii
xiii
xiv
xv
xvi
xvii
xviii
xix
xx
xxi
xxii
xxiii
xxiv
xxv
xxvi
xxvii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia tiada henti, membimbing dengan kasih-Nya sehingga penulis sampai pada tahap ini, khususnya dengan selesainya skripsi ini.
Penulis sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung dalam menyelesaikan skripsi ini. Ucapan terima kasih penulis tujukan kepada:
1. Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM. selaku Rektor Universitas Narotama.
2. Dr. Rusdianto Sesung, S.H., M.H. selaku Dekan Fakultas Hukum, Universitas Narotama yang telah memberikan izin kepada penulis dalam menyusun skripsi ini.
3. Bambang Arwanto, S.H., MH.selaku Ketua Program Studi Ilmu Hukum yang telah memberikan izin kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini sekaligus dosen yang telah menuntun dan memberikan dukungan atas kegiatan dan perkuliahan penulis.
4. Evi Retno Wulan , S.H., M.Hum. selaku dosen pembimbing dan juga anggota penguji skripsi Dr. Woro Winandi, S.H.,M.Hum. dan M.Yuzron Mz,S.H.,M.H.
yang dengan begitu sabar dan ikhlas dalam membimbing penulis menyusun skripsi, apa yang telah Bapak dan Ibu berikan begitu berharga dan tidak bisa dibalas dengan apapun, hanya kata terima kasih yang dapat diucapkan. Semoga bapak selalu mendapat lindungan dan kesehatan dari Tuhan yang maha esa.
5. Ayahanda tercinta Riwo Sukandi dan Ibunda tercinta Sumiati yang telah memberikan semangat moril dan materiil hingga dapat terselainya skripsi ini dengan baik.
xxviii
6. Saudara kandung tercinta Rizka Ayu Novita dan Hendra Cahaya Putra atas semangat dan doanya.
7. Sahabat senasib Rosa Oktavia Iskandar, Rantika Dinda Sastriyanti, Elsa Marhaeni Damayanti yang telah memberikan motivasi penulis selama tiga setengah tahun terakhir ini.
8. Teman-teman seperjuangan yang selalu memberikan semangat dan saran dalam menyelesaikan skripsi ini.
9. Pihak-pihak lain yang turut membantu selesainya skripsi ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis yakin skripsi ini masih sangat jauh dari kata sempurna, sehingga masukan dan kritik akan selalu penulis harapkan untuk memperbaiki skripsi ini.
Akhir kata penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam proses pembuatan skripsi ini penulis melakukan kesalahana baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa mengampuni kesalahan kita dan berkenan menunjukan jalan yang benar.
Surabaya, Februari 2020 Penulis
Isna Dyah Safirawati
xxix ABSTRAK
Isna Dyah Safirawati, NIM : 02117036, Judul : Analisis Yuridis Pasal 30 Peraturan Daerah Jakarta tentang Vaksinasi Ditinjau dari Undang-Undang Hak Asasi Manusia.
Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia. Kendatipun demikian namun pelanggaran HAM masih sering terjadi.
Tercermin seperti dalam kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah Jakarta yaitu Peraturan Daerah Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 tentang penanggulangan Covid-19 pasal 30 yang berbunyi “ setiap yang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi Covid-19, dipidana dengan pidana denda maksimal Rp.5.000.000,-“ yang seakan memaksa warga Jakarta menerima vaksin Covid-19 yang belum teruji klinis keamanan dan kehalalannya. Yang menjadi permasalahan adalah bertentangan atau tidaknya peraturan tersebut dengan Undang-Undang Hak Asasi Manusia Nomor 39 Tahun 1999 dengan memaksa warga Jakarta menerima vaksin Covid-19 tanpa pengecualian dan menjantuhi sanksi pidana denda maksimal Rp.5.000.000,-. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan memperluas pengetahuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan perbandingan, dan pendekatan konseptual, Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Peraturan Daerah Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 tentang penanggulangan Covid-19 pasal 30 yang mengaharuskan warga Jakarta tidak boleh menolak pemberian vaksin Covid-19 bertentangan dengan Undang-Undang Hak Asasi Manusia Nomor 39 Tahun 1999 pasal 4 yang menegaskan bahwa setiap orang mendapat “ hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun. Dan Peraturan Daerah Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 tentang penanggulangan Covid-19 pasal 30 dengan menjatuhi sanksi denda maksimal Rp.5.000.000,- kepada warga Jakarta yang menolak pemberian vaksin Covid-19 bertentangan dengan Undang-Undang Hak Asasi Manusia Nomor 39 Tahun 1999 pasal 4 yang menegaskan bahwa setiap orang mendapat “ hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun.
Kata Kunci : Peraturan Daerah Jakarta, Vaksin Covid-19, Perlindungan Hukum, Pelanggaran Hak Asasi Manusia.
xxx ABSTRACT
Isna Dyah Safirawati, NIM: 02117036, Title: Juridical Analysis Article 30 of the Jakarta Regional Regulation on Vaccination in terms of the Human Rights Law.
Human rights are rights inherent in the nature and existence of humans. Even so, human rights violations still occur frequently. This is reflected in the policy issued by the Jakarta Regional Government, namely the Jakarta Regional Regulation Number 2 of 2020 concerning the prevention of Covid-19 article 30 which reads "Anyone who deliberately refuses to receive Covid-19 treatment and/or vaccination, will be punished with a maximum fine of Rp.5,000,000, -
"which seems to force the citizens of Jakarta to receive the Covid-19 vaccine which has not been clinically tested for its safety and halalness. The problem is whether or not this regulation is against the Human Rights Law Number 39 of 1999 by forcing Jakartans to receive the Covid-19 vaccine without exception and imposing a maximum fine of Rp. 5,000,000. This research is expected to enrich and expand knowledge. The method used in this research is normative research with a statutory approach, a comparative approach, and a conceptual approach.
From this research it can be concluded that the Jakarta Regional Regulation Number 2 of 2020 concerning the prevention of Covid-19 article 30 which requires Jakarta residents not to refuse giving The Covid-19 vaccine contradicts Human Rights Law Number 39 of 1999 article 4 which states that everyone has the “right to life, the right not to be tortured, the right to personal freedom, thought and conscience, the right to religion, the right not to be enslaved , the right to be recognized as individuals and equality before the law, and the right not to be prosecuted on the basis of retroactive law are human rights that cannot be reduced under any circumstances and by anyone. And the Jakarta Regional Regulation Number 2 of 2020 concerning the prevention of Covid-19 article 30 by imposing a maximum fine of Rp. 5,000,000 to Jakarta residents who refuse to give the Covid-19 vaccine contradicts the Human Rights Law Number 39 of 1999 article 4 which affirms that everyone has “the right to life, the right not to be tortured, the right to personal freedom, the mind and conscience, the right to religion, the right not to be enslaved, the right to be recognized as a person and equality before the law, and the right not to be prosecuted. based on retroactive law are human rights that cannot be reduced under any circumstances and by anyone.
Keywords: Jakarta Regional Regulation, Covid-19 Vaccine, Legal Protection, Violation of Human Rights.
xxxi DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iii
LEMBAR PENGESAHAN ... iv
HALAMAN PENGESAHAN ... v
LEMBAR SKRIPSI ... vi
FORM PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI ... vii
SURAT TUGAS ... ix
KARTU BIMBINGAN PROPOSAL SKRIPSI ... x
SURAT KETERANGAN LULUS UJI PLAGIAT ... xii
FORM PENGAJUAN UJIAN PROPOSAL SKRIPSI ... xiii
KARTU KEHADIRAN UJIAN PROPOSAL SKRIPSI ... xiv
KARTU BIMBINGAN SKRIPSI ... xx
SURAT KETERANGAN LULUS PLAGIASI NASKAH SKRIPSI ... xxii
FORM PENGAJUAN UJIAN SKRIPSI ... xxiii
PERSETUJUAN PERBAIKAN PENILAIAN NASKAH SKRIPSI ... xxv
xxxii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... xxvi
KATA PENGANTAR ... xxvii
ABSTRAK ... xxix
ABSTRACT ... xxx
DAFTAR ISI ... xxxi
BAB I : PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 3
1.3. Tujuan Penelitian ... 3
1.4. Manfaat Penelitian ... 4
1.5. Tinjauan Pustaka ... 5
1.6. Orisinalitas Penelitian ... 13
1.7. Metode Peneliian ... 14
1.8. Sistematika Penulisan ... 16
BAB II : AKIBAT HUKUM PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 YANG BERTENTANGAN DENGAN HAK ASASI MANUSIA ... 18
2.1. Covid-19 Sebagai Bencana Nasional ... 18
2.2. Upaya Pemerintah Sebagai Penanggulangan Covid-19 ... 31
2.3. Pandangan Hukum Tentang Keharusan Menerima VaksinCovid-19 ... 43
xxxiii
BAB III : AKIBAT HUKUM PEMBERIAN SANKSI TERHADAP WARGA
JAKARTA YANG MENOLAK PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 ... 77
3.1. Dasar Pelanggaran Hak Asasi Manusia ... 77
3.2. Bentuk Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Pasal 30 Peraturan Daerah Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 ... 90
3.3. Pandangan Hukum Mengenai Pemberian Sanksi Denda Terhadap Warga Jakarta Yang Menolak Pemberian Vaksin Covd-19 ... 101
BAB IV : PENUTUP ... 121
4.1. Kesimpulan ... 121
4.2. Saran ... 121
DAFTAR PUSTAKA ... 123