Nama : Anggie Agustiani Putri NIM : 122220140
Kelas : R44 RESUME 6
AGAMA DAN AKHLAK DALAM KEHIDUPAN
A.
AGAMA SEBAGAI SUMBER MORAL Spirituality
Hubungan intim dan intim dengan Tuhan atau aspek spiritual lainnya disebut spiritualitas. Ini melibatkan upaya seseorang untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa arti hidup, bagaimana kita hidup, dan bagaimana mereka berhubungan dengan aspek yang lebih tinggi. Spiritualitas dalam Islam adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, dzikir, meditasi, dan refleksi. Ini juga melibatkan meningkatkan moral dan etika, serta mengendalikan nafsu dan mengikuti prinsip-prinsip ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Religion
Dalam Islam, "agama" merujuk pada ajaran yang ditemukan dalam Al-Quran dan Hadis, serta norma dan kebiasaan yang diterapkan dalam Islam. Agama juga mencakup aspek-aspek seperti ibadah ritual (seperti shalat, puasa, zakat, haji), hukum Islam (syariah), keyakinan tentang Tuhan, akhirat, nabi, dan sebagainya.
B.
KLASIFIKASI AGAMA DI DUNIADalam mengklasifikasikan agama, Muller tidak menggunakan ungkapan “agama-agama dunia”
melainkan berpendapat bahwa delapan agama besar dibangun atas kitab-kitab suci dunia.
Berdasarkan pendapat Max Muller klasifikasi agama-agama besar di dunia yaitu :
Semit : Yahudi, Kristen, Islam
Arya : Hindu, Buddha, Zoroastrianisme
Turanian/Mongolia : Konfusianisme, Taoisme, Shintoisme
C.
PEMBAGIAN AGAMA BERDASARKAN MANUSIA SEBAGAI PENGANUT Agama Wahyu dan Nonwahyu
Agama wahyu menghendaki pada rukun Islam dan pada rukun iman contohnya adalah Yahudi, Kristen dan Islam. Agama nonwahyu tidak memandang esensial penyerahan diri manusia.
Contohnya adalah Hindu, Buddha, Kong Hu Chu.
Misionaris dan Non-misionaris
Agama misionaris mengharuskan penganutnya menyebarkan agama ke semua manusia.
Contohnya adalah agama Islam. Agama non misionaris tidak mengharuskan penyebaran agama.
Contohnya adalah Kristen dan Buddha.
D.
HUBUNGAN AGAMA DENGAN MORAL, SUSILA, BUDI PEKERTI, AKHLAK, DAN ETIKA Moral
Moral berasal dari bahasa Latin, mores, bentuk jamak dari "more", yang berarti "adat atau kebiasaan."
Susila
Susila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu "su" dan "sila", yang berarti "baik" atau "bagus", dan
"sila" berarti dasar, prinsip, standar, atau aturan hidup.
Akhlak
Kata "akhlak" berasal dari kata jamak khuluk dalam bahasa Arab. Pengertian akhlak didefinisikan oleh Ibnu Miskawaih (1961), alGhazali (2004), dan Anis (1972). Mereka mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang ada dalam jiwa yang menggerakkan dan mewujudkan berbagai perbuatan mazmumah (terpuji) dan mahmudah (tercela) tanpa mempertimbangkan apa pun.
Etika
Etika adalah disiplin ilmu yang berkaitan dengan cara manusia mengembangkan sifat-sifat yang memungkinkan segala tindakan yang berasal dari keinginannya menjadi adil dan layak diapresiasi.
Budi Pekerti
"Budi pekerti" adalah gabungan dari kata "budi" dan "pekerti". Kata "budi" berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti "sadar", "menyadarkan", dan "alat kesadaran". Istilah "Budi" mengacu pada apa yang ada pada manusia yang terkait dengan kesadaran yang didorong oleh akal dan pekerti yang terlihat pada manusia karena dorongan perasaan. Budi pekerti adalah kombinasi dari hasil akal dan rasa yang tampak pada karsa (kehendak atau niat) dan tingkah laku manusia.
E.
HUBUNGAN AGAMA DENGAN MORALSemakin seseorang mempererat hubungannya dengan keyakinan agama mereka, semakin sulit bagi mereka untuk mengabaikan prinsip-prinsip moral yang bersifat konseptual. Akibatnya, mereka cenderung lebih mempertimbangkan keuntungan dan kerugian secara praktis saat membuat keputusan. Berikut merupakan keterkaitan antara moral dan agama
1) Agama akan menstabilkan moralitas masyarakat.
2) Komitmen agama menentukan komitmen moral seseorang.
3) Perintah ilahi juga merupakan seperangkat aturan yang menunjukan apa yang benar bagi seorang individu beragama.
F.
LANDASAN MORAL 1) Kepedulian atas keadilan2) Kepedulian terhadap bahaya dan kasih saying 3) Kesucian dan kemurnian
4) Penghormatan dan ketataan pada otoritas 5) Sikap empati terhadap kesetiaan pada kelompok
G.
PERAN PENTING AKHLAK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MANUSIAIslam sangat menjunjung tinggi pendidikan akhlak kepada umatnya untuk berperilaku baik.
Penyelenggaraan pendidikan akhlak memerlukan usaha yang terus menerus sepanjang hayat.
ٍمْيِظَع ٍقُلُخ ىٰلَعَل َكّنِاَو
Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Al-Ghazali berpendapat bahwa akhlak mencakup semua aspek kehidupan, termasuk aspek zahiriah (khalqu), yang merupakan bentuk fisik, dan aspek batin (khuluk), yang merupakan sifat- sifat batin seperti kehendak, inspirasi, jiwa, dan lain-lain.
H.
PUSAT AKHLAK1.
Al-Hikmah : Kebijaksanaan2.
Al- Adlu : Adil3.
Al-Shaja’ah : Keberanian4.
Al-‘Iffah : KebajikanI.
JENIS AKHLAK TERPUJI 1. Taubah (Pertobatatan) 2. Khauf (takut kepada Allah) 3. Syukur4. Ikhlas 5. Tawakal
6. Mahabbah (Patuh, tunduk kepada Tuhan) 7. Ridha
8. Zikru Al-Maut (Mengingat kematian) 9. Sabar
10. Zuhud (Materi Duniawi)
J.
KARAKTERMiskawaih menyatakan bahwa karakter terkait dengan budi pekerti dan etika. Namun, karakter bukanlah bakat, jiwa, atau bahkan perilaku. Karakter adalah keadaan jiwa yang mendorongnya (jiwa) untuk bertindak, yang diperoleh melalui latihan dan latihan. Di sisi lain, jiwa adalah bawaan sejak lahir dan merupakan bagian dari fitrah manusia. Karakter yang baik melakukan hal-hal yang baik, sedangkan karakter yang buruk melakukan hal-hal yang buruk.