Modul Ajar
IDENTITAS DAN INFORMASI UMUM
1. Nama Guru : Anggoro Adji Pangestu
2. Nama Sekolah : SMA Milangkori Surakarta
3. Tahun Ajaran : 2024/2025
4. Jenjang : SMP
5. Kelas : IX (Fase D)
6. Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
7. Materi Pokok : Cerita Wayang Ramayana lakon Anoman Duta 8. Alokasi Waktu : 1x pertemuan (2 x 45 menit)
9. Kata Kunci : Wayang Purwa, Ramayana, Anoman Duta A. Kompetensi Awal
1. Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu membaca teks sastra wayang epos Ramayana lakon Anoman Duta dari teks visual dan audio visual.
2. Profil Pelajar Pancasila : 1. Bernalar Kritis 2. Mandiri
3. Gotong Royong
4. Berkebhinekaan Global
3. Sarana dan Prasarana : Gawai, laptop, bahan ajar, LKPD, internet, LCD Proyektor, You Tube.
4. Target Peserta Didik : 1. Peserta Didik Reguler/Tipikal : umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar
2. Peserta Didik dengan Kesulitan Belajar : memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb
3. Peserta Didik dengan Pencapaian Tinggi : mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai ketrampilan berpikir tinggi (HOTS),
dan memiliki ketrampilan memimpin.
5. Sumber Belajar : 1. Materi bahan ajar (Lampiran 1) 2. Kamus Bausastra Jawa online
dengan alamat
https://www.sastra.org/leksikon 3. Video dari Youtube @mulinnatus
https://youtu.be/qomxWlcqxzA?si=_
drwOFdmDPOdcfl8
https://youtu.be/ZacjwcIQXTk?si=k xM_EiegiA_FAjzC
B. Kompetensi Inti
1. Tujuan Pembelajaran : Dilengkapi komponen Audience (A), Behaviour (B), Condition (C), dan Degree (D):
1. (C)Dengan model pembelajaran Problem Based Learning, peserta didik(A)mampu menganalisis(B)unsur intrinsik yang terdapat dalam wacana wayang Ramayana
“Anoman Duta” dengan tepat (D)(C4) 2. Melalui kegiatan membaca teks cerita
wayang Ramayana lakon Anoman Duta (C) peserta didik (A) dapatmenguraikan(B) kata-kata yang sulit dengan tepat (D) (C4) 3. (C )Dengan model pembelajaran Problem
Based Learning, peserta didik(A)mampu menyimpulkan(B)nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita Ramayana “Anoman Duta” dengan menggunakan Bahasa Jawa yang baik dan benar .(D) (C5)
2. Pemahaman Bermakna : 1. Peserta didik dapat memahami nama-nama tokoh dalam cerita Ramayana.
2. Peserta didik dapat mengambil pesan baik dari cerita Anoman Duta.
3. Peserta didik dapat meningkatkan rasa percaya diri dengan sering tampil memberikan tanggapan.
3. Pertanyaan Pemantik : 1. Apa kang kok bayangne nalika krungu tembung wayang?
2. Menurut sapangertenmu epos Mahabarata lan Ramayana luwih dhisik sing endi?
3. Apa sing kok ngerteni saka carita wayang Ramayana?
4. a. Model Pembelajaran b. Metode
c. Pendekatan d. Media
: : : :
Problem Based Learning Studi Kasus
Ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penugasan Salindia, video YouTube, Quizziz
5. Persiapan Pembelajaran :
1.
Menyiapkan materi/konsep pembelajaran2.
Meyiapkan lembar kerja peserta didik3.
Menyiapkan lembar instrumen peformance assesmen yang diperlukan4. Menyiapkan alat-alat dan bahan yang digunakan 6. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (10 menit)
1. Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran.
2. Guru melakukan presensi kehadiran peserta didik.
3. Guru melakukan apersepsi , menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, tujuan yang akan dicapai, dan metode belajar yang akan ditempuh.
4. Guru mengulang kembali materi yang sudah diajarkan pada pertemuan sebelumnya secara singkat.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada peserta didik berkaitan dengan materi paramasastra.
6. Peserta didik mampu menyampaikan jawaban menggunakan bahasa Jawa krama sesuai unggah-ungguh dan tata krama.
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai.
Kegiatan Inti (70 menit)
Tahap 1
Orientasi peserta didik pada masalah.
1. Peserta didik membaca materi dasar tentang wayang yang telah disediakan melalui salindia.
2. Guru memberikan pertanyaan terkait materi wayang.
3. Guru menyajikan video tentang cerita Ramayana “Anoman Duta”.
4. Guru memberikan LKPD sebagai tugas individu siswa.
Tahap 2
Mengorganisasi- kan
5. Peserta didik dibentuk menjadi lima kelompok.
6. Peserta didik bersama dengan kelompoknya menerima LKPD serta bahan ajar materi yang sesuai dengan materi pelajaran cerita
pembelajaran. wayang Ramayana lakon Anoman Duta.
7. Guru mendampingi peserta didik bersama dengan kelompoknya berdiskusi mencari dan menganalisis unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam cerita wayang Ramayana lakon Anoman Duta.
(C4)
8. Peserta didik dapat menguraikan arti kata-kata sulit di dalam cerita wayang Ramayana lakon Anoman Duta. (C4)
9. Peserta didik dapat menyimpulkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita wayang Ramayana lakon Anoman Duta.(C5)
10.
Tahap 3
Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
11. Peserta didik dalam bimbingan guru melakukan diskusi dan menemukan arti kata-kata yang sulit dengan bantuan kamus https://www.sastra.org/leksikon
12. Guru bersama dengan peserta didik melakukan kegiatan bertanya jawab tentang unsur intrinsik cerita wayang Ramayana lakon Anoman Duta..
Tahap 4
Mengembang-ka
n dan
menyajikan hasil karya.
13. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja individu mengartikan kata-kata sulit
14. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok menganalisis unsur-unsur intrinsik cerita wayang Ramayana lakon Anoman Duta.
15. Guru meminta kelompok lain untuk memberikan tanggapan secara santun.
Tahap 5
Menganalisis dan
mengevaluasi proses
pemecahan masalah.
16. Guru meminta peserta didik secara individu untuk membacakan hasil diskusi terkait materi unsur intrinsik cerita wayang Ramayana lakon Anoman Duta
17. Guru meminta kelompok lain menganalisis bahasa dan menanggapi atas hasil diskusi kelompok lain.
18. 16. Guru memberikan penguatan hasil presentasi.
Kegiatan Penutup (10 menit)
1. Peserta didik bersama guru mereview kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan.
2. Peserta didik bersama dengan guru menyimpulkan unsur-unsur intrinsik cerita wayang Ramayana lakon Anoman Duta.
3. Guru bersama siswa melakukan refleksi dari materi yang sudah didiskusikan
4. Umpan balik diberikan kepada peserta didik melakukan evaluasi akhir materi dengan menggunakan media quizizz terkait dengan materi yang sudah didiskusikan.
5. Guru menyampaikan pembelajaran yang akan datang rencana
6. Guru bersama dengan siswa mengakhiri pembelajaran dengan berdoa 7. Guru mengakhiri peretemuan di kelas dengan mengucap salam.
7. Asessmen Asessmen Diagostik
Dilakukan diawal pembelajaran dengan bentuk pertanyaan lisan.
Assesmen Formatif(Proses)
1. Penilaian sikap (profil pelajar pancasila) berupa observasi saat melakukan pengamatan (sopan santun), saat berdiskusi (menghargai pendapat orang lain,mandiri) 2. Penilaian performa saat presentasi (kreatif dan bernalar kritis)
Assesmen Sumatif
Memberikan kuis untuk mengetahui pemahaman peserta didik mengenai teks cerita Ramayana lakon Anoman Duta
8. Pengayaan dan Remidial Pengayaan
Apabila peserta didik mendapatkan nilai sama dengan KKM atau lebih tinggi dari KKM (75) maka peserta didik diberikan pengayaan.
Remidial
Apabila peserta didik mendapatkan nilai dibawa KKM (75) maka peserta didik tersebut diberikan remidi.
9. Refleksi Peserta Didik dan Guru
Refleksi dilakukan dengan meminta peserta didik memberikan pendapatnya terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan baik terkait materi yang dipelajari maupun cara atau metode pembelajaran yang digunakan.
Refleksi Guru
1. Apakah tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik oleh peserta didik ?
2. Perbaikan apa saja yang harus dilakukan untuk pembelajaran kali ini ?
3. Apakah kegiatan belajar berhasil ? 4. Apa yang menurutmu berhasil ?
5. Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar ?
Refleski Peserta Didik
1. Apakah kamu menyukai pembelajaran ini ?
2. Bagian mana menurut kamu yang mudah dalam pembelajaran topik ini ?
3. Bagian mana menurut kamu yang sulit dalam pembelajaran topik ini ?
4. Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu ?
5. Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran yang sulit?
Lampiran 1. Bahan Bacaan Guru dan Siswa 2. Media
3. LKPD
4. Kisi-Kisi, Evaluasi, Instrumen dan Rubrik Penilaian
Glosarium Wayang : Bayangan
Epos : Cerita kepahlawanan Wanara : Kethek (kera) Prabu : Ratu/ Raja
Surakarta, 11 Maret 2024 Mengetahui,
Kepala SMP Milangkori Surakarta, Guru Mata Pelajaran,
Basuseno , M.Pd. Anggoro Adji Pangestu
NIP. NIM. K4220067
LAMPIRAN Lampiran 1
Bahan Ajar
Apa iku Wayang?
Wayang yaiku sawijining wujud seni pertunjukan drama sing khas. Seni swara, seni sastra, seni musik, seni tutur, seni lukis, lan sapanunggalane kamot ana ing kesenian iki. Ana panganggep yen pertunjukan wayang ora mung kesenian, nanging ngemot pralambang. Saora-orane wiwit abad 19 nganti saiki, wayang wis dikaji lan diteliti para ahli. Minangka kesenian rakyat utawa keraton, wayang akeh banget jenise. Ana wayang golek sing kagawe saka kayu, ana wayang kulit kagawe saka kulit sapi utawa lembu, wayang klithik kagawe saka kayu, wayang beber digambar ana ing kertas utawa kulit lan sapiturute. Cerita wayang Sumbere cerita saka Ramayana lan Mahabarata, cerita-cerita Menak, cerita-cerita Panji, utawa syair-syair kepahlawanan utawa kreasi anyar sing nyritakake bab prastawa anyar.
Saliyane kuwi werna-wernaning wayang iku uga ana wayang wong, sing dipragakake dening uwong. Wayang wong iki wis ana wiwit abad kaping 18. Wayang iki entuk sambutan sing apik saka masyarakat, mula ing jaman sateruse ketok akeh perkumpulan wayang wong. Cerita wayang iku duwe struktur formal. Struktur kuwi kedadeyan saka unsur-unsur sing ana hubungane antara siji lan sijine. Unsur-unsure yaiku tokoh, watak,alur, tema, latar, lakon, pesen sing kamot, pitutur (pesan moral) sing kakandhut sajroning cerita wayang
Unsur Carita Wayang
Kaya karya sastra liyane, cerita wayang uga nduweni unsur-unsur pambangun. Unsur-unsur kasebut yaiku tema, latar/setting, paraga lan watak, alur, amanat, lan punjering cerita/sudut pandang.
Tema / underaning cerita
Tema yaiku gagasan ide utawa underan pokok sing dibahas sajerone cerita wayang. Tema minangka dhasar lumakune cerita wayang.
Setting / latar
Setting yaiku latar sing nyengkuyung lumakune cerita wayang. Setting ana 3, yaiku setting wayah, setting papan lan setting swasana.
Sudut pandang / punjering cerita / cara pamawas.
Unsur iki nuduhake papane panulis ing jerone cerita. Ing unsur iki, panulis bisa mapan ing 2 sudut pandang, yaiku:sudut pandang wong kapisan (pertama). Ciri saka sudut pandang iki yaiku nggunakake tembung sesulih wong kapisan: aku/ dak / tak, nyritakake apa sing dilakoni lan ngandharake rasa pengrasa pribadi kanthi tembung aku. Sudut pandang wong katelu. Ciri utamane yaiku nggunakake tembung sesulih wong katelu
yaiku dheweke / wonge lan sapanunggalane.
Alur / plot / lumakuning cerita
Alur yaiku rerangken kedadean sing dumadi sajerone cerita wayang. Alur diperang dadi 3 yaiku alur maju, alur mundur lan alur campuran.
● Alur maju yaiku alur sing nuduhake laku progresif (maju)
● Alur mundur nyritakake peristiwa flashback, dene alur campuran nyuguhke persitiwa acak, kadang maju lan kadang mundur.
Tokoh penokohan / paraga lan watak
Paraga lan watak iku unsur sing ora bisa dipisahke. Paraga yaiku tokoh pelaku sajeroning cerita wayang, dene watak yaiku sifat sing diduweni paraga. Paraga ana 3, yaiku protagonis (tokoh apikan) tokoh antagonis (tokoh penentang protagonis) lan tokoh netral (tritagonis).
Gaya Bahasa / Lelewaning Basa
Lelewaning Basa yaiku gaya cerita panulis. Lelewaning basa iki bisa arupa majas lan purwakanthi. Majas sing umum digunakake ing cerita wayang yaiku majas sarkasme (basa kasar) lan eufisme (basa alus) ing basa krama alus. Saliane majas kasebut, ana uga majas majas hiperbola, metafora lan sapanunggalane.
Amanat/ Piwulang/ Pitutur
Amanat yaiku piwulang utawa pitutur sing ana sajeroning cerita wayang. Amanat iki ora kudu padha saben pawongan sing maca cerita. Bisa wae amanat sing ditampa pamaca siji lan liyane beda.
Nilai-nilai Sajeroning Cerita wayang
Sajeroning karya sastra cerita wayang, mesthine ana nilai-nilai sing bisa ditrapake dening pamaca. Nilai-nilai kasebut antarane yaiku:
1. Nilai budaya ana gayute karo gagasan pamikiran, asil cipta rasa karsane manungsa.
2. Nilai sosial minangka nilai sing ana gandheng cenenge karo brayane manungsa ing alam donya.
3. Nilai pendidikan minangka dalan perubahan manungsa dadi luwih apik.
4. Nilai moral sing jumbuh karo norma masyarakat bebrayan.
5. Nilai religius jumbuh karo tuntunan agama lan kepercayaan
6. Nilai Etika, Nilai Politis, Nilai estetis lan nilai-nilai liyane sing ana hubungane karo panguripane manungsa.
Lampiran 2
MEDIA PEMBELAJARAN
1.
Tuladha Video You Tubehttps://youtu.be/qomxWlcqxzA?si=_drwOFdmDPOdcfl8 https://youtu.be/ZacjwcIQXTk?si=kxM_EiegiA_FAjzC
2. Materi ajar dengan menggunakan power point.
3. Evaluasi pembelajaran dengan media quizziz.
Lampiran 3 Lembar Kerja
A. LAMPIRAN DIAGNOSTIK
Peserta didik diajak berdiskusi mengenai cerita wayang Ramayana lakon Anoman Duta dengan pertanyaan pemantik.
1. Apa kang kok bayangne nalika krungu tembung wayang?
2. Menurut sapangertenmu epos Mahabarata lan Ramayana luwih dhisik sing endi?
3. Apa sing kok ngerteni saka carita wayang Ramayana?
B. LAMPIRAN FORMATIF
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD
)1. Tugas Individu Nama :
Kelas : Presensi:
Sapa wae asmane paraga wayang ing ngisor iki banjur andharna wataké!
No Paraga Asmane Watak
1.
2.
3.
4.
5.
Kunci Jawaban
No Asmane Watak
1. Prabu Rama Bela kautaman, belani tumindak leres,
jejegaken prakawis kanthi adil, ngayomi para brahmana miwah para kawula.
2. Anoman Santosa ing tekad, jujur, kendel, bekti lan
setya dhateng Gusti.
3. Kumbakarna Gadhah jiwa satriya, jujur, bela tumindak leres, tansah ngrungkepi pertiwi
4. Rahwana/ Dasarata Sumungah sesongaran, wengis lan kejem, licik.
5. Dewi Sinta Setya dhateng garwa, temen, prasaja,
sabar, narima.
2. Tugas Kelompok
Nama Kelompok :
Anggota Kelompok : 1. ………
2. ………
3. ………
4. ………
5. ………. ……..
Kelas :
Gladhen Kelompok
Wacanen teks deskripsi cerita wayang Ramayana lakon Anoman Duta ing ngisor iki!
ANOMAN DHUTA
Prabu Rama lagi duka amarga Dewi Shinta, garwane, didustha dening Rahwana. Anoman banjur diutus budhal menyang Ngalengka kanggo mapag lan nggawa bali Dewi Shinta nanging katekan wanara liya kang jenenge Anggada. Anggada kepengin dadi utusane Rama kanggo mapag Dewi Shinta, sakloron padu padha pamer kakuwatan. Minangka solusine, Prabu Rama banjur menehi sayembara kanggo Anoman lan Anggada. Nalika ditakoni sepira suwene wektu kang ditempuh kanggo menyang Ngalengka Anoman mangsuli butuh wektu sepuluh dina, nanging Anggada bisa nempuh mung pitung dina bae. Anoman ngudhunake dadi limang dina lan Anggada mangsuli telung dina. Pungkasane Anoman menang sayembara amarga dheweke saguh teka ing Ngalengka kanthi wektu sedina. Anoman banjur budhal dikancani dening Semar, Petruk, lan Bagong.
Anoman kepengin cepet-cepet banjur punakawan dilebokake neng kancing gelung Anoman.
Wiwitane Anoman budhal menyang kahyangan kanggo nemoni Bathara Surya lan matur supaya srengengene diendheg. Kanthi cara mangkono dinane bakal awan terus lan Anoman bisa teka ing Ngalengka sedina bae kaya janjine. Sawetara suwi mikir, Bathara Surya pungkasane gelem ngendheg lakune srengenge, iku bae amarga Semar kang nyuwun marang Bathara Surya. Sawise iku Anoman mudhun maneh nanging lagi bae midak lemah, dheweke kesedhot segara. Jebule kang nyedhot Anoman iku Ditya Wil Kataksini kang njaga segara Ngalengka banjur diuntal menyang jero wetenge. Anoman ngupaya metu saka jero wetenge Wil Kataksini kanthi mbedhah wetenge nganggo kuku Wajane. Wil Kataksini mati lan Anoman nerusake lakune.
Anoman kang diuntahake Wil Kataksini tiba ing gunung lan semaput. Punakawan banjur nggawa Anoman menyang gowa Windu kang ing kono ana wong wadon tapa jenenge Dewi Sayempraba. Dewi Sayempraba banjur nulungi si Anoman lan punakawan, diwenehi panganan lan ngombe. Anoman ora bae waras saka larane nanging uga kepranan marang dewi kasebut.
Sawise krasa cukup suka pari suka karo Dewi Sayempraba, Anoman pamit budhal nerusake laku menyang Ngalengka. Metu saka gowa Anoman dadak ora bisa ndeleng, dheweke dadi wuta.
Anoman lan punakawan sedhih karo kahanan kaya mangkono amarga dianggep Anoman bakal gagal menyang Ngalengka kanggo nggawa bali Dewi Shinta kaya kang wis diutus Rama.
Anoman dikancani punakawan mbacutake lakune kanthi grayah-grayah nganti pungkasane Anoman ketemu karo Garuda Sempati. Garuda Sempati iku kadange Garuda Jatayu kang dipateni Prabu Dasamuka kanthi pedhang Menthawane nalika nolungi Dewi Shinta. Garuda Sempati banjur nulungi Anoman lan punakawan nggunakake idune lan ndedonga marang Dewa.
Anoman lan punakawan kasil ndengka pralambang yen Dewi Shinta ngenteno banget tekane Ramawijaya. Nalika Anoman cecaturan kalawan Dewi Shinta dumadak kapriksan para prajurit Ngalengka banjur dikepung Indrajid lan prajurite. Anoman digujer tanpa bisa nglawan. Dheweke digawa menyang pasewakan. Prentahe Dasamuka kang mangerteni bab kasebut, Anoman dicencang tangn lan sikile kanggo diobong. Tanpa diweruhi liyane, Togong, jelmaan Sang Hyang Antaga menehi Anoman banyu sacegukan kanthi kesepakatan yen omahe Togog dijaga saka anane bahaya.
Prabu Dasamuka kang mimpin pembakarane Anoman nyumet geni ngobong kayu. Ora disangka-sangka dhuwure geni kasebut ora kasil mateni Anoman. Malah Anoman mabur kanthi nggawa geni neng awake. Geni kang digawa banjur diawut-awut neng pojok-pojoke praja nganti sanagara kobong kabeh. Akeh prajurit mati saka pangamuke Anoman. Sawise Ngalengka kobong Anoman banjur mulih saprelu sowan marang Prabu Ramawijaya ing Pancawati. Ing pinggirane segara kang misahake Ngalengka lan Pancawati, Anoman nemokake Raden Wibisana (adhine Prabu Dasamuka) kang semaput amarga dikepruk kangmase dhewe banjur diusadhani dening Anoman. Minangka rasa panuwune, Anoman diterake bali menyang Pancawati dening Raden Wibisana. Sabanjure teka ing Pancawati Raden Wibisana diangkat dulur enom dening Ramawijaya lan didadekake penasihat raja. Mengkone saka Raden Wibisana kasebut Prabu Ramawijaya bisa mangreteni titik lemahe para senopati Ngalengka. Anoman kang slamet bali maneh menyang Pancawati banjur crita ngenani lakune menyang Ngalengka lan nuduhake susuk
kondhene Dewi Shinta kang mratandhakake gelem baline Dewi Shinta yen dipapag Prabu Ramawijaya.
Wangsulana pitakonan ing ngisor iki kanthi bener lan trêp!
1. Saka carita Anoman Duta ing ndhuwur, golekana unsur intrinsik ana ing sajroning carita kasebut!
2. Golekana tembung kang angel kok mangertèni banjur golekana tegese ana ing leksikon bausastra online!https://www.sastra.org/leksikon
3. Tulisen wos utawa untu carita ana ing ndhuwur!
4. Jlentrehna nilai-nilai kang kaandhut ana ing carita kasebut!
Rubrik Penilaian Kelompok
C. LAMPIRAN SUMATIF
● Soal Evaluasi dengan media quizziz
https://quizizz.com/admin/quiz/660ed670b6d51c78c8963e49?source=quiz_share 1. Garwane prabu Rama yaiku…
a. Dewi Kunthi b. Dewi Sinta
c. Dewi Sarpakenaka d. Dewi Kekayi
2. Sinten asmane kethek putih kang dados utusane prabu Rama…
a. Anoman b. Leksmana c. Semar d. Baladewa
3. Jeneng liya/ dasanamané saka prabu Dasamuka yaiku…
a. Jlamprong b. Kumbakarna c. Rahwana d. Wibisana
4. Radèn Rama Wijaya asalé saka negara…
a. Ayodya b. Alengka c. Kosala
d. Guwa Kiskenda
5. Prabu Dasamuka saka ing nêgari…
a. Ayodya b. Alengka c. Dhandhaka d. Mantoli
6. Sakwise Anoman kapethuk karo Dewi Sinta. Banjur Anoman sowan dhateng Prabu Rama ing nêgara…
a. Ayodya
b. Alengka c. Pancawati d. Dwarawati
7. Sapa jenengé Garudha sing nulungi Anoman….
a. Jatayu b. Pancasila c. Wibisana d. Sempati
8. Nama garudha sing mbiyantu Dewi Sinta saka Rahwana yaiku….
a. Wibisana b. Anoman c. Jatayu d. Kumbakarna
9. Nama wayang ing inggil yaiku…
a. Dasamuka b. Ramawijaya c. Kumbakarna d. Wibisana
10. Nama wayang ing inggil yaiku…
a. Dewi Kekayi b. Dewi Supraba c. Dewi Sinta d. Dewi Kunthi Kunci Jawaban
1. B 2. A 3. C 4. C 5. B 6. C 7. D 8. C 9. B 10. C
Rubrik Penilaian
Skor jawaban benar : 10 Skor jawaban salah : 0 Total soal : 10 Pedoman penilaian Jumlah benar × 10 : 100