KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... I DAFTAR ISI... II
BAB I PENDAHULUAN... 1
1. Latar Belakang... 1
2. Rumus Masalah... 2
3. Tujuan... 2
BAB II PEMBAHASAN... 3
A. Pengertian pendapatan nasional... 3
B. Manfaat perhitungan pendapatan nasional... 3-4 C. Konsep Pendapatan Nasional... 4-7 BAB III PENUTUP... 8
A. Kesimpulan... 8
II
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Untuk mengukur keberhasilan perekonomian suatu negara salah satunya dapat dilihat dariangka pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Pertumbuhan ekonomi (economic growth) dapatdiukur dari kenaikan besarnya pendapatan nasional (produksi nasional) pada periode
tertentu.Oleh karena itu, nilai dari pendapatan nasional (national income) ini merupakan gambaran dariaktivitas ekonomi secara nasional pada periode tertentu. Tingginya tingkat pendapatan nasionaldapat
mencerminkan besarnya barang dan jasa yang dapat diproduksi.
Besarnya kapasitasproduksi tersebut dapat menunjukkan tingginya tingkat kemakmuran masyarakat dalam suatunegara. Baik negara yang sedang berkembang maupun negara-negara maju, semua
mengiginkantingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Pendapatan Nasional (national income) merupakan tolak ukur yang paling baik untukmenunjukkan keberhasilan dan kegagalan perekonomian suatu negara, dari tingkat kesempatankerja, tingkat harga barang, dan posisi neraca pembayaran luar negeri, serta pendapatan perkapitanya. Jika faktor-faktor yang memengaruhi tersebut menunjukkan posisi yang sangatmenguntungkan atau positif, maka tingkat keberhasilan atau tingkat kemajuan ekonomi suatunegara akan mudah tercapai, dan begitu pula sebaliknya. Dalam perhitungan ekonomi Islamterdapat prinsip yang harus dipegang teguh dalam perhitungan pendapatan nasional agar tujuannegara dapat terlaksanakan dengan baik dan masyarakat mendapatkan kesejahteraan dankebahagiaan dalam bernegara.
B. Rumus Masalah
1. Apa itu pendapatan nasional?
2. Bagaimana Pedoman Pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional?
3. Konsep Perhitungan Pendapatan Nasional?
4. Apa itu Produk domestik bruto (PDB)?
5. Bagaimana Perhitungan Pendekatan6. Apa Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional.
1
C. Tujuan
D. Untuk mengetahui Apa itu pendapatan nasional.
E. 2. Untuk
mengetahui
Bagaimana Pedoman Pendekatan
Perhitungan Pendapatan F. Nasional.
G. 3. Untuk
mengetahui Konsep Perhitungan
Pendapatan Nasional.
H. 4. Untuk
mengetahui Apa itu
Produk domestik bruto (PDB).
I. 5. Untuk mengetahui Bagaimana Perhitungan Pendekatan.
J. 6. Untuk
mengetahui Apa Faktor yang
Mempengaruhi
pendapatan nasional.
K. Untuk mengetahui Apa itu pendapatan nasional.
L. 2. Untuk
mengetahui
Bagaimana Pedoman Pendekatan
Perhitungan Pendapatan M. Nasional.
N. 3. Untuk
mengetahui Konsep Perhitungan
Pendapatan Nasional.
O. 4. Untuk
mengetahui Apa itu
Produk domestik bruto (PDB).
P. 5. Untuk mengetahui Bagaimana Perhitungan Pendekatan.
Q. 6. Untuk
mengetahui Apa Faktor yang
Mempengaruhi
pendapatan nasional.
1. Untuk mengetahui Apa itu pendapatan nasional.
2. Untuk mengetahui Bagaimana Pedoman Pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional.
3. Untuk mengetahui Konsep Perhitungan Pendapatan Nasional.
4. Untuk mengetahui Apa itu Produk domestik bruto (PDB).
5. Untuk mengetahui Bagaimana Perhitungan Pendekatan.
6. Untuk mengetahui Apa Faktor yang Mempengaruhi pendapatan nasional.
2
BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan nasional adalah jumlah nilai barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatunegara dalam jangka satu tahun. Pendapatan nasional merupakan seluruh pendapatan yangditerima oleh seluruh anggota masyarakat atau seluruh rumah tangga keluarga (RTK)
dalamsuatu negara dengan kurun waktu tertentu, biasanya dalam waktu satu tahun. Pendapatannasional dapat juga diartikan sebagai hasil produksi nasional, yang berarti nilai hasil produksiyang dihasilkan oleh seluruh anggota masyarakat suatu negara dalam waktu tertentu, biasanyasatu tahun
B. PEDOMAN PENDEKATAN PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
1.
Pendekatan Produksi (Product Approach)
Perhitungan pendapatan nasional dengan
pendekatan produksi adalah denganmenjumlahkan nilai tambah (value added) semua barang dan jasa yang
diproduksi tiapproses produksi disuatu negara dalam satu tahun.
Dimana : Y = Σ Pi Qi Y = Pendapatan Nasional
Pi = Harga Jual Produk (Output) Qi = Faktor Produksi (Input) Y = Σ Pi Qi
2.
Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach) Dari sisi pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkanpengeluaran atau expenditure dari masing – masing sektor perekonomian, yaitu :
1) Pengeluaran konsumsi (C), meliputi semua pengeluaran rumah tangga keluarga danperseorangan serta lembaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang dan jasadalam memenuhi kebutuhan.
2) Pengeluaran investasi (I), meliputi semua pengeluaran domestik (dalam negeri) yang3
dilakukan oleh swasta untuk mendirikan bangunan, mesin – mesin, perlengkapan, danjumlah persediaan perusahaan.
3
3) Pengeluaran pembelian pemerintah (G), meliputi pembayaran pensiun, bea siswa,subsidi dalam berbagai bentuk dan transfer pemerintah.
4) Ekspor netto (X – M), meliputi keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diekspor dandiimpor. Jika ekspor lebih besar dari impor maka ekspor netto bertanda positif (+),
jugasebaliknya.Y = C + I + G + (X-M
3.
Pendekatan Pendapatan (Income Approach)Dalam pendekatan ini, pendapatan nasional diperoleh dari
penjumlahanpendapatan yangditerima oleh faktor produksi yang disumbangkan kepada rumah tangga produsen
selamasatu tahun, yang terdiri dari :- Sewa tanah/alami (rent income) = r- Upah (wage and salary income) = w- Bunga (interest income) = i- Laba usaha (profit income) = pY = r + w + i + p
C. KONSEP PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
1. Produk Domestik BrutoProduk domestik bruto (Gross
Domestic Product, GDP) adalah jumlah produk berupabarang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi dalam suatu negara (domestik)selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini,
termasuk juga hasil produksi barang danjasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau orang asing yang beroperasi di wilayah
Negarayang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belumdiperhitungkan
penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggapbersifat bruto atau kotor
2. Produk Domestik Netto
Produk neto (net output) berarti nilai tambah yang diciptakan dalam suatu prosesproduksi. Dengan demikian, cara kedua untuk menghitung pendapatan nasional ini adalahcara menghitung dengan menjumlahkan nilai tambah
4
yang diwujudkan oleh perusahaan-perusahaan. Penggunaan cara ini dalam menghitung pendaatan nasional mempunyai duatujuan penting :1. Untuk mengetahui besarnya
sumbangan berbagai sektorekonomi di dalammewujudkan pendapatan nasional2. Sebagai salah satu cara menghindari perhitungan dua kali yaitu dengan hanyamenghitung nilai produksi neto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi3.
3. Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional (National Income, NI) adalah pendapatan agregat yangdiperoleh oleh faktor – faktor produksi. Pendapatan nasional mengukur pendapatanagregat yang diterima oleh faktor – faktor produksi sebelum pajak (direct taxes) danpembayaran transfer (transfer payments). Pendapatan nasional dapat diperoleh, produkdomestic netto dikurangi pajak tidak langsung dan kewajiban bukan pajak, pembayarantransfer oleh perusahaan, ditambah subsidi pemerintah dan
dikurangi lagi dengan surplusyang diperoleh perusahaan (BUMN).
4.
Pendapatan Perorangan
Pendapatan perorangan (Personal Income, PI) adalah pendapatan agregat yang secaraaktual diterima oleh seseorang atau rumah tangga (house hold). Menghitung pendapataperorangan dengan pendapatan nasional dikurangi laba perusahaan (corporate profittakes), kontribusi asuransi sosial (social insurance
contributions), dan bunga netto(undistributed
corporate profits), kemudian ditambah pembayaran transfer (transferpayment) dan laba pemegang saham (dividends).PI = NI – (CPT + SIC + UPC) + (Div + TR)5.
5.
Pendapatan Disposibel
5
Pendapatan disposibel (Disposable Income, DI) adalah jumlah pendapatan yang secaraaktual tersedia bagi rumah tangga yang siap untuk dibelanjakan atau digunakan.Pendapatan disposible diperoleh dengan cara pendapatan nasional dikurangi pajak
perorangan (personal taxes) dan kewajiban – kewajiban bukan pajak (nontaxesliabilities). Termasuk pajak perorangan adalah pajak pendapata, estate and gift, dan pajak– pajak kekeyaanperorangan. Sedangkan kewajiban bukan pajak antara lain, passportfess, fines and pinalties, dan donations.
D. PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)
dapat diartikan sebagai nilai barang – barang dan jas –jasa yang
diproduksikan di dalamnegara tersebut dalam satu tahun tertentu. Di dalam sesuatu perekonomian di negara-negaramaju maupun di negara – negara berkembang, barang dan jasa diproduksikan bukan sajaoleh perusahaan milik penduduk negara tersebut tetapi oleh penduduk negara lain.Penggunaan produk domestik bruto ( PDB ) untuk mengukur pertumbuhan ekonomidilakukan oleh semua negara di dunia (termasuk Indonesia ). PDB Indonesia, merupakannilai tambah yang dihitung bedasarkan seluruh aktivitas ekonomi tanpa membedakanpemiliknya ( dilakukan oleh warga negara Indonesia dan warga negara asing ), sejauh prosesproduksinya dilakukan di Indonesia, nilai tambah yang diperoleh merupakan PDBIndonesia, sehingga pertumbuhan tersebut sebenarnya semu, karena tambah adalah milikwarga Negara asing yaitu nilai tambah dari aktivitas ekonomi yang menggunakan faktorproduksi ( modal dan tenaga kerja ) milik asing, seperti lembaga
keuangan/perbankan, jasakomunikasi, eksplorasi tambang, dan aktivitas ekonomi lainnya.
Pengeluaran-pengeluaran dalam penggunaan produk domestik bruto yaitu :
1. Konsumsi rumah tanggaNilai perbelanjaan yang dilakukan oleh rumah tangga untuk membeli berbagaijenis kebutuhannya dalam satu tahun tertentu dinamakan pengeluaran konsumsi rumahtangga. Pendapatan yang diterima rumah tangga akan digunakan untuk
membelimakanan, membeli pakaian, membiayai jasa pengangkutan 6
membayar pendidikananak, membayar sewa rumah dan membeli kendaraaan. Barang – barang tersebutdibeli rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya dan perbelanjaan tersebutdinamakan konsumsi. Kegiatan rumah tangga untuk membali rumah diolonkansebagai investasi.
2. Pengeluaran pemerintahPembelian pemerintah dibedakan menjadi dua yaitu konsumsi pemerintah daninvestasi pemerintah. Konsumsi pemerintah adalah pembelian atas barang dan jasa yang akan
dikonsumsikan, seperti membayar gaji guru sekolah, membali alat –
alattulis dan kertas untuk digunakan serta membeli bensin untuk kendaraan pemerintah.Sedangkan investasi pemerintah adalah pengeluaran untuk membangun prasaranaseperti jalan, sekolah, rumah sakit dan irigasi.
3. Pembentukan modal tetap sektor swastaPembentukan modal tetap sektor swasta atau yang lebih dinyatakan sebagaiinvestasi, pada hakikatnya berarti pengeluaran untuk membeli barang modal yangdapat menaikan produksi barang dan jasa di masa yang akan datang. Membangungedung perkantoran, mendirikan bangunan industri, membeli alat – alat memproduksiadalah beberapa bentuk pengeluaran yang tergolong sebagai investasi.
4. Ekspor netoEkspor neto adalah nilai ekspor yang dilakukan sesuatu negara dalam satu tahuntertentu dikurangi dengan nilai impor dalam periode yang sama. Ekpor suatu negara,seluruh atau sebagian dari nilainya, merupakan barang dan jasa yang dihasilkan didalam negeri E. PERHITUNGAN PENDEKATAN
Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh
pendapatan (upah, sewa,bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satuperiode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepadaperusahaan.
a.
Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P R = rent = sewa
W = wage = upah/gaji I = interest = bunga modal
P = profit = laba
7
Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkansuatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa dan niaga selama satu periode7
tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barangjadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
b.
Pendekatan produksi : Y = Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +...(PXQ)n P = harga
Q = kuantitas
Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untukmembeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periodetertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaranyang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu:
Rumah tangga(Consumption), pemerintah (Government),
pengeluaran investasi (Investment), danselisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M).
c.
Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M) C = konsumsi masyarakatI = investasi
G = pengeluaran pemerintah X = ekspor
M = impo
F. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NASIONAL “Permintaan dan penawaran agregat” yaitu Permintaan agregat
menunjukkan hubunganantara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkatharga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akandibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaranagregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasayang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.-
“Konsumsi dan tabungan” yaitu Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperolehbarang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanyasatu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidakdikeluarkan untuk konsumsi. Antara
8
konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erathubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan
psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsijika dihubungkan dengan pendapatan.- “Investasi” yaitu Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen pentingdari pengeluaran agregat.
9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendapatan nasional merupakan seluruh pendapatan yang diterima oleh seluruh anggotamasyarakat atau seluruh rumah tangga keluarga (RTK) dalam suatu negara dengan kurun waktutertentu, biasanya dalam waktu satu tahun. Pendapatan nasional dapat juga diartikan sebagaihasil produksi nasional, yang berarti nilai hasil produksi yang dihasilkan oleh seluruh anggotamasyarakat suatu negara dalam waktu tertentu, biasanya satu tahun. Selain beretujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untukmendapatrkan data-data yang terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatunegara dalam satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain,diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional
10