• Tidak ada hasil yang ditemukan

apresiasi al-qur'an terhadap perempuan - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "apresiasi al-qur'an terhadap perempuan - Digilib UIN SUKA"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan kamu yang telah menciptakan kamu daripada diri yang satu (Adam), dan daripadanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan daripada. Konsonan ganda kerana tasydi>d ditulis dua kali:. tertulis muta'aqqidi>n tertulis 'iddah. ketentuan ini tidak disyaratkan bagi kata-kata Arab yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti zakat, doa dan sebagainya, kecuali diperlukan lafaz asli). Apabila ia dihidupkan, kerana ia adalah rangkaian dengan kata lain, ia ditulis t:. tertulis ni'matullah tertulis zaka>tul-fit}ri. fathah) ditulis contoh ditulis d}araba (kasrah) ditulis dalam contoh ditulis fahima (dammah) ditulis u contoh ditulis kutiba V.

ميِ حَ رّلا

Latar Belakang Masalah

5 Sebagaimana dikemukakan Fatima Mernissi yang dikutip Abdul Mustaqim, Paradigma Interpretasi Feminis dalam Membaca Al-Qur'an Melalui Lensa Perempuan, Kajian Pemikiran Riffat Hasan tentang Isu Gender dalam Islam, (Yogyakarta: Logung Pustaka, 2008), hal. Beberapa aktivis feminis bahkan menuding Islam mendiskriminasi perempuan, dengan wacana bahwa Islam tidak memberikan ruang leluasa bagi perempuan untuk beraktivitas,6 dengan batasan-batasan yang tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadits. 15 Kuraish Shihab, Konsep Perempuan Menurut Al-Qur'an, Hadits dan Sumber Ajaran Islam (Kerjasama Indonesia-Belanda dalam Studi Islam, 1991), hal.

19 Tim Penulis Lajnah Pentashih Mushaf Al Qur'an, Status dan Peran Wanita (Tafsir Al Qur'an Tematik) (Jakarta: Lajnah Pentashih Mushaf Al Qur'an, 2009), hal. Sementara itu, pertimbangan pemilihan judul yang fokus pada kajian salah satu surat dalam Al-Qur'an, yaitu Surat Al-Nisa>' yang artinya perempuan, memiliki beberapa alasan. Baca Abdul Mustaqim, Paradigma Tafsir Feminis Membaca Al-Qur'an dengan Optik Perempuan Kajian Pemikiran Riffat Hasan tentang Isu Gender dalam Islam (Yogyakarta: Logung Pustaka, 2008), hal.

Inilah yang menjadi kekhususan dan yang membedakan Al-Qur’an dengan kitab-kitab lainnya. 24 Tim Penulis Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur'an, Kedudukan dan Peran Wanita (Tafsir Tematik Al-Qur'an, hal.). Oleh karena itu, dengan latar belakang tersebut, menarik bagi penulis untuk mengkaji bentuk-bentuk apresiasi yang sebenarnya telah diterapkan. dikemukakan dalam Al-Qur'an, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an?

Sebab, menurut penulis, dirasa paling tepat bila membahas secara detail bentuk-bentuk penghargaan yang terkandung dalam Al-Qur'an terhadap perempuan.

Rumusan Masalah

Namun baru-baru ini mendapat rawatan yang serius, contohnya kitab tafsir berjudul Al-Tafsir Al-Wadih karya Muhammad Mahmud Al-Hijazi dan Nahwu Tafsir Maudhu'i Li Suar Al-Koran Al-Karim karya Muhammad Al-Ghazali, dan seterusnya.30 .

Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Telaah Pustaka

Sehingga dari permasalahan tersebut Al-Quran dijadikan sebagai landasan untuk merekonstruksi pemikiran Islam mengenai perspektif gender, karena pada kenyataannya salah satu penyebab bias gender yang muncul adalah produk pemikiran tradisional yang memiliki bias gender. Skripsi ini membahas mengenai tanggapan Al-Sya'rawi mengenai permasalahan gender yang kemudian dikaitkan dengan Al-Qur'an sehingga berdampak pada hasil penafsirannya. Kecemasan akademis yang dipaparkan dalam karya ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa perkembangan dalam masyarakat mengenai status dan peran perempuan terbagi dalam dua kutub yang berlawanan. Menurut Istibsyaroh, perbedaan tersebut erat kaitannya dengan perbedaan pemahaman terhadap teks Al-Qur'an.

Secara khusus penelitian ini membahas tentang penafsiran Al-Quran, namun tidak terfokus pada satu huruf saja, melainkan hanya pada pembahasan umum saja. Kajian skripsi mengenai perempuan juga cukup banyak, namun fokus penelitian masih hanya pada satu surat saja, terutama surat Al-Nisa'. Pernyataan lain yang membahas tentang perempuan dalam Al-Qur’an adalah pernyataan yang berjudul Kesetaraan Laki-Laki dan Perempuan Menurut Syaikh ‘Imad Zaki al Barudi (Kajian Kitab Tafsir al-Qur’an al ‘Azim li al Nisa’),35 ditulis oleh Aprilia Nurul Ma'rufah.

34 Khoirun Nikmah, Hak-Hak Perempuan dalam Perspektif Majelis Mujahidin (kajian surat Al-Nisa> Jurusan Tafsir Hadits, Ushuludin Fakultas Agama dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2005. 35 Aprilia Nurul Ma'rufah, Laki-Laki Kesetaraan dan Perempuan Menurut Syaikh 'Imad Zaki al Barudi (Kajian kitab Tafsir al Qur'an al 'Azim li Al-Nisa>'), Skripsi, Jurusan Tafsir Hadits, Ushuludin Fakultas Agama dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2009. Oleh karena itu Tesis ini membahas tentang perempuan, namun hanya merupakan kajian terhadap tokoh-tokoh yang menafsirkan ayat-ayat tertentu, dan bukan kajian terhadap ayat-ayat perempuan yang memusatkan perhatian pada keseluruhan Surat Al-Nisa>'.

Dan berdasarkan beberapa pengamatan penulis, terlihat bahwa belum ditemukan penelitian terhadap perempuan yang mengungkapkan bentuk penghormatan terhadap perempuan dalam satu surat, seperti Surat Al-Nisa>'.

Metode Penelitian

  • Jenis Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Pengolahan Data
  • Metode dan Pendekatan

Klasifikasi ayat-ayat yang akan dikaji dalam kajian ini adalah ayat-ayat yang mengandungi penghayatan terhadap wanita.37 Dan kitab-kitab tafsir yang menjelaskan makna dan tafsir ayat tentang penghayatan al-Quran terhadap wanita dalam Surat Al-Nisa>' , seperti Tafsir Al -Qurthubi oleh Imam Qurhubi, Tafsir Fi Zhilalil Qur'an Di Bawah Naungan Al-Qur'an oleh Sayyid Quthub, Tafsir Al-Qur'an Al-Aisar oleh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, dan Tafsir Al -Mishbah Messages, Effects dan Keserasian Al-Quran oleh M. 37 Menurut sebahagian ulama, apabila mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan, tidak semestinya perlu mengumpulkan keseluruhan ayat yang membicarakan tentang tema. Kerana jika penyampaian beberapa ayat sepatutnya mencerminkan tema perbincangan, mereka mengatakan ayat-ayat lain tidak perlu disebut lagi.

Untuk mengolah data yang ada, dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengolahan data deskriptif-analitis (deskriptif-analitis), yaitu mencoba mendeskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterpretasikan materi yang dipelajari,41 dengan bentuk operasional berupa deskripsi dari string yang terhubung. penilaian Al-Qur'an terhadap wanita dalam surat al-Nisa>', disertai dengan uraian tafsir tafsir beberapa ulama, yang kemudian dianalisis oleh penulis. Pencarian dan pengumpulan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik yang akan dibahas dalam penelitian ini,42 dibatasi hanya pada satu surat saja, yaitu surat al-Nisa>'. Carilah saling pengertian ayat-ayat antara yang satu dengan yang lain, sesuai kategori yang telah ditetapkan penulis, utamakan ayat-ayat yang ada dalam surat al-Nisa>' atau didukung dengan ayat-ayat lain yang mungkin di luar surat al-Nisa>' .

Tahapan-tahapan tersebut dimaksudkan untuk menemukan makna dan kesesuaian antara ayat-ayat yang dipelajari, guna menemukan makna dan tafsir yang dicari. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini tidak dapat dikategorikan sebagai pendekatan yang konsisten dalam setiap pembahasan data ayat, melainkan disesuaikan dengan ayat yang diteliti. Untuk itu penulis dalam penerapannya menggunakan pendekatan yang berbeda-beda dalam mengolah data ayat-ayat yang diteliti, misalnya pendekatan kebahasaan yang digunakan pada ayat-ayat yang berkaitan dengan penggunaan kata jujur, mendalam.

Kemudian pendekatan logis normatif (berdasarkan logika dan peraturan perundang-undangan) untuk menjelaskan ayat-ayat yang berhubungan dengan kedudukan perempuan dan laki-laki di hadapan Allah ta'a>la dan alam umum.

Sistematika Pembahasan

Bab kedua menjelaskan tentang sejarah kondisi perempuan, baik sebelum maupun sesudah munculnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah Islam. Sedangkan pada bab ketiga akan kami uraikan bentuk-bentuk penghargaan yang diberikan Al-Qur'an kepada wanita, dengan fokus pada kajian surat Al-Nisa>', serta uraian tafsir yang telah penulis tentukan sebelumnya. Selain itu, hasil analisis penulis juga dijelaskan dengan mengungkap penghayatan dalam ayat-ayat yang ditafsirkan, tanpa terpengaruh oleh ideologi feminis liberal.

Dan pada bab inilah inti karya ilmiah yang mengungkap penghayatan Al-Quran terhadap wanita dalam surat Al-Nisa. Bab keempat akan memaparkan kesimpulan karya penelitian ilmiah ini dengan menjelaskan secara singkat dan rinci jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah.

Kesimpulan

Namun setelah lahirnya Nabi Muhammad SAW, segala tradisi buruk Jaman Jahiliyyah dihapuskan, bahkan diganti dengan aturan-aturan yang membawa kedamaian dan kebahagiaan, sesuai dengan tujuan agama Islam itu sendiri yaitu Rahmat li al-'A n bagi makhluk, agar wanita mendapat kehormatan dan kemuliaan dalam pengobatannya, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai ayat Al-Qur'an dan riwayat Al-Hadis Nabi. Sedangkan kedudukan perempuan dibandingkan laki-laki dalam masyarakat menurut surat Al-Nisa>' ayat 34 berbeda-beda sesuai dengan sifat masing-masing jenisnya. Al-Nisa>' [4] ayat 34 dan 35 untuk masalah nusyu>z dengan beberapa tahapan penyelesaiannya yaitu memberikan nasehat yang baik dan melakukan tindakan persuasif.

12 Ma'ru>f dalam ayat ini dimaksudkan sebagai perintah untuk memperlakukan perempuan dengan baik sesuai dengan norma agama Islam yaitu hukum Islam dan juga sesuai dengan lingkungan sosial masyarakat 12 Hukum Islam yang dimaksud merupakan ajaran agama yang berlandaskan nilai-nilai Islam yaitu bersumber dari Al-Qur'an dan as-Sunnah. Al-Nisa>' ayat 7.14 Maka pembagian antara wanita yang satu dengan wanita yang lain juga berbeda-beda sesuai dengan kedudukan wanita tersebut di samping orang yang meninggal, yaitu kedudukannya sebagai anak-anak (QS. Dalam penelitian tentunya tidak akan ada kesalahan juga. dibandingkan pada penelitian yang dilakukan yang membahas tentang apresiasi Al-Qur’an terhadap wanita dalam surat al-Nisa>’.

Perlunya perluasan objek materi dalam kajian ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan penghayatan terhadap wanita, dengan berusaha mengkaji seluruh ayat-ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan wanita agar diperoleh hasil yang maksimal dan optimal. Kami berharap pembahasan mengenai penghayatan Al-Qur'an terhadap wanita dalam Surat Al-Nisa>' ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan juga menjadi gambaran awal untuk kelanjutan penelitian lainnya. Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan Menurut Syaikh 'Imad Zaki al Barudi (Kajian kitab Tafsir al Qur'an al 'Azim li Al-Nisa>').

Paradigma Tafsir Feminis Membaca Al-Qur'an dengan Optik Perempuan Kajian Pemikiran Riffat Hasan tentang Isu Gender dalam Islam. Tafsir Fi Zhilalil Quran dalam Bayangan Al-Quran (Surat Al Ma'arij An-Na>s) bagian 12 trans. Fakultas : Ushuluddin dan Pemikiran Islam Program Studi : Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Tanggal Lahir : Blitar, 20 Oktober 1991.

Referensi

Dokumen terkait

Pondok Pesantren Ta’mirul Islam , Al- Qur’an disamping menjadi Kitab Suci. juga merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan

Sesuatu fenomena yang menarik dalam Al-Qur‟an berkaitan dengan operasi bilangan adalah bahwa berdasarkan urutan surat, ternyata Al-Qur‟an mengajarkan terlebih dahulu

Alquran sebagai kitab suci yang lengkap, sebagaimana ditegaskan dalam surat al-Maidah ayat 3, memuat konsep pendidikan anak tersebut tentunya memberikan harapan, bahwa

Penambahan redaksi motivasi pada cetakan ketiga itu di samping bertujuan untuk memudahkan masyarakat Bugis yang awam dalam memahami kitab suci al-Qur’an, khususnya

Metode penelitian skripsi ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan deskriptif analisis. Data primer, yaitu Kitab suci al-Qur’an.

Kesimpulan Dari penelitian dan pemaparan yang telah ditulis pada bab-bab sebelumnya, maka penyusun dapat menarik kesimpulan bahwa penafsiran Tim Kementerian Agama dalam kitab

Dalam bab ini penulis memaparkan karakteristik mushaf `Alī bin Abī Tālib dan dalam bab ini juga penulis memberikan contoh-contoh dari mushaf tersebut serta pandangan ulama

Umumnya pada lembaga SDIT swasta daerah Banguntapan Bantul Yogyakarta menggunakan satu metode untuk menghafal Al-Qur‟an10 Sedangkan di SD Qurrota A‟yun menggunakan beberapa metode dalam