ARSITEKTUR SEBAGAI ILMU
Dengan memahami landasan ontology, epiistemologi dan aksiologi dari pengetahuan arsitektur daptlah kita diyakinkan bahwa, sebagai suatu pengetahuan, arsitektur telah berhak untuk diposisiaknm sebagi pengetahuan ilmiah atau ilmu. Alas an pertama yang dapat dikemukakan adah aspek epistemologisnya yang sudah cukup matang dengan mengandalkan pada mekanisme analisis yang melibatkan cara-cara berpikir baik rasiobal deduktif maupun faktural induktif empiric. Alas an kedua adalah aspek aksiologisnya yang ternyata cukup kompleks dimensi utilitariannya dan tidak hanya tertuju pada maksud-maksud estetis belaka.
Yang kedua, dalam kompleksitas fungsi suatu ibjek arsitektur senantiasa ada misi estetis yang diembannya. Vitruvius mengungkapkan bahwa arsitektur yang berkualitas harus memenuhi kriteria firmitas, venusitas , dan utilitas.
Geoffrey Broadbent menyebutkan salah satu fungsi arsitektur adalh sebagai bentukan artistic di samping fungsi yang lain seperti wadah kegiatan, modifikator iklim, filter lingkungan, pemodikasi perilaku, simbolisasi budaya dan inventasi modal.
Jan Mukarovsky menyebut fungsi eststis sebagao salah satu fungsi arsitektur berdampingan dengan fungsi territorial, fungsi ekspresif, fungsi referensial dan fungsi alusori.
Di negara Inggris, dahulunya pernah dikenal istilah «Teori Lima Seni», yang mengklasifikasikan seni dalam 5 bagian atau cabang, masing-masing Seni Lukis, seni pahat, arsitektur, sajak dan music. Dalam perkembangan selanjutnya, sejumlah teori seni, juga telah menempatkan arsitektur sebagai salh satu cabang kesenian. Salah satu tonggak dalam Sejarah perkembangan teori seni, adalag didirikannya sekolah «Ecole de Beaux-Arts», di Perancis pada abad ke-18. Sekolah ini mengkhususkan diri pada Pendidikan seni, khususnya cabang- cabang seni indah ayng dalam Bahasa Inggrisnya disebutkan sebagai «Fine Art». Yang perlu dicatat di sini, arsitektur ternyata merupakan sah satu «jurusan»
yang ditawarkan di sekolah ini, sejajar dengan cabang-cabang seni indah yang kain seperti seni Lukis, seni pahat, seni tari, seni sajak, dan seni music.
LANDASAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI ARSITEKTUR SEBAGAI PENGETAHUAN
Landasan Ontologi suatu pengetahuan terkait dengan persoalan apa yang dikaji oleh pengetahuan itu. Dengan kata lain landasan ontology pengetahuan arsitektur berbicara tentang apa yang dikaji dalam pengetahuan arsitektur. Dalam penjelasan sebelumnya telah dipaparkan bahwa arsitektru adalah produk manusia
yang ditujuakan untuk menata dan meningkatkan hubungan antara manusia dengan lingkungannya.Fungsi atau kegunaan satu objek arsitektural, yang didasarkan pada spektrum kebutuhan manusia baik yang bersifat fisik maupun non fisik.
Landasan epistemilogi berbicara mengenai acar mendapatkan suatu pengetahuan. Dengan demikian landasan epistemology pengetahuan arsitektur akan mempersoalakn bagaimana pengetahuan arsitektural ini diperoleh.
Dalam penjelasan sebelumnya tentang sistematika pengetahuan arsitektur telah dipaparkan bahwa dalam gugus pengetahuan arsitektur terdapat sejumlah pokok pengetahuan yang saling terkait satu dengan yang lainnya dengan pokok kajian yang terarah pada aspek ontology arsitektur. Dengan kata lain kegiatan analisis arsitektur dapat dipandang sebagi dasar epistemology dari pengetahuan arsitektur.
Landasan aksiologi suatu pengetahuan berbicara tentang untuk apa pengetahuan arsitektural adalah persoalan tentang kegunaan dari pengetahuan tentang arsitektur tersebut dalam kehidupan nyata.
Dalam dunia nyata, kegunaan pengetahuan teoritik tentang arsitektur. Kualitas hidup dan kehidupan manusia, didasari atau tidak, turut ditentukan oleh keberasaan arsitektur yang berinteraksi dengannya setiap saat, entah arsitektur itu adalah tempat tinggalnya, tempat kerjanya, tempat ibadahnya, tempat rekreasinya dan sebagainya.