Publikasi Dan Informasi Berbentuk Infografis Terkait Potensi Wisata Desa Lompulle Kec. Ganra Kab.
Soppeng
Publications and information in the form of infographics related to the tourism potential of Lompulle Village, Ganra District, Soppeng.
Andi Nurannisa Azzahra
1,2Universitas Hasanuddin; Jl. Perintis Kemerdekaan KM.10, +62 8575 6942 041
3Statistika, Fakultas MIPA, Universitas Hasanuddin e-mail: [email protected]
Abstrak
Pengembangan potensi desa wisata merupakan usaha untuk mengoptimalkan aset dan daya tarik yang dimiliki oleh suatu daerah pedesaan agar dapat menarik wisatawan, mempromosikan kebudayaan lokal, dan menciptakan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat setempat. Banyak daerah pedesaan memiliki kekayaan budaya, tradisi, seni, dan lingkungan alam yang unik. Pengembangan potensi ini dapat menjadi sumber daya utama untuk menarik wisatawan yang mencari pengalaman yang berbeda dan otentik. Pariwisata dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat dengan menciptakan peluang pekerjaan di sektor akomodasi, restoran, kerajinan, dan layanan lainnya. Pariwisata yang berkelanjutan dapat mendorong masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya serta lingkungan mereka. Pengembangan potensi ini dapat menjadi sumber daya utama untuk menarik wisatawan yang mencari pengalaman yang berbeda dan otentik. Pembuatan infografis mengenai “Potensi Desa Wisata” adalah langkah yang baik untuk menunjang perkembangan pariwisata suatu desa.
Kata kunci: Sektor Pariwisata, Desa Wisata, Infografis, Budaya, Publikasi
Abstract
Developing the potential of a tourism village is an effort to optimize the assets and attractions of a rural area in order to attract tourists, promote local culture, and create economic and social benefits for the local community. Many rural areas have a wealth of unique cultures, traditions, arts, and natural environments. Developing this potential can be a key resource for attracting tourists seeking a different and authentic
experience. Tourism can be a new source of income for local communities by creating job opportunities in the accommodation, restaurant, craft and other service sectors. Sustainable tourism can encourage communities to maintain and preserve their culture and environment. The development of this potential can be a key resource to attract tourists who are looking for a different and authentic experience. The creation of an infographic on
"Tourism Village Potential" is a good step to support the development of tourism in a village.
Keywords: Tourism Sector, Tourism Village, Infographic, Culture, Publication
1. PENDAHULUAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah Masyarakat di luar kampus dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang dihadapi. Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan isi dan bobot pendidikan bagi mahasiswa dan untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih besar pada pendidikan tinggi. Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan pada Masyarakat di luar kampus dengan maksud meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan Masyarakat akan ilmu pengetahuan, teknologi, serta seni untuk melaksanakan pembangunan yang semakin meningkat serta meningkatkan persepsi mahasiswa tentang relevansi antara materi kurikulum di kampus dengan realita pembangunan dalam Masyarakat (Syardiansah, 2017).
Perkembangan dan kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari peranan anak- anak bangsa dari berbagai komponen pada berbagai lapisan sosial yang ada. Pihak pemerintah, swasta, dan Masyarakat sipil adalah tiga komponen besar yang menyokong perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Instansi perguruan tinggi sebagai salah satu pelaksana pendidikan kemudian menjadi instrumen utama dalam melahirkan kualitas sumberdaya anak bangsa yang kreatif dan inovatif. Tri Dharma perguruan tinggi melalui modus eksistensi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat kemudian menjadi bingkai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu bentuk pengabdian kepada Masyarakat adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) (Egi Abinowi, 2021).
Modal dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan hanya ilmu yang telah dipelajari secara formal di perguruan tinggi, tetapi juga segala pengetahuan, pengalaman, dan intelegensi yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa dengan kata lain semua yang dikerjakan mahasiswa melalui KKN harus berdimensi luas, namun relevan dengan upaya memajukan Masyarakat dan secara nyata berguna bagi Masyarakat. Salah satu posko pelaksanaan KKN Universitas Hasanuddin yang berada di Kabupaten Soppeng yakni di Posko 6 KKN Tematik Desa Wisata di Desa Lompulle Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng.
Desa wisata diartikan sebagai suatu konsep pengembangan kawasan pedesaan yang menyajikan keaslian dari aspek adat istiadat, sosial budaya, arsitektur tradisional, keseharian, serta struktur tata ruang desa yang ditawarkan dalam komponen pariwisata yang terpadu, yakni antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung (Darsono, 2005). Pengembangan potensi desa wisata merupakan usaha untuk mengoptimalkan aset dan daya tarik yang dimiliki oleh suatu daerah pedesaan agar dapat menarik
wisatawan, mempromosikan kebudayaan lokal, dan menciptakan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat setempat. Banyak daerah pedesaan memiliki kekayaan budaya, tradisi, seni, dan lingkungan alam yang unik. Pengembangan potensi ini dapat menjadi sumber daya utama untuk menarik wisatawan yang mencari pengalaman yang berbeda dan otentik.
Desa-desa seringkali mengalami keterbatasan dalam sumber ekonomi.
Pariwisata dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat dengan menciptakan peluang pekerjaan di sektor akomodasi, restoran, kerajinan, dan layanan lainnya. Pariwisata yang berkelanjutan dapat mendorong masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya serta lingkungan mereka. Pendapatan dari pariwisata dapat digunakan untuk proyek-proyek pelestarian dan pembangunan infrastruktur yang lebih baik. Pengembangan desa wisata seringkali melibatkan perempuan dan komunitas lokal dalam berbagai aktivitas, seperti pembuatan kerajinan, memasak makanan tradisional, dan mengelola homestay. Hal ini dapat meningkatkan status sosial dan ekonomi mereka. Dengan mengembangkan potensi desa wisata, daerah pedesaan dapat menjadi tujuan wisata yang menarik, memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan, melestarikan budaya dan lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal.
Oleh karena itu, dibuatlah program kerja KKN Tematik yaitu Publikasi Dan Informasi Berbentuk Infografis Terkait Potensi Wisata Desa Lompulle Kec. Ganra Kab. Soppeng untuk menunjang potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Lompulle.
2. METODE PELAKSANAAN 2.1. Waktu dan Tempat
Pelaksanaan program kerja dengan judul “Publikasi Dan Informasi Berbentuk Infografis Terkait Potensi Wisata Desa Lompulle Kec. Ganra Kab.
Soppeng” dilaksanakan di Desa Lompulle. Persiapan program dilakukan pada hari Selasa, 1 Agustus 2023 dengan membuat desain dan isi infografis. Setelah itu, pada hari Senin, 7 Agustus 2023, dilakukan asistensi ke Sekretaris Desa dan pencetakan infografis dalam bentuk spanduk. Kemudian, dilakukan pemasangan spanduk infografis berukuran 2x3 m pada Senin, 14 Agustus 2023, pukul 14.00 WITA di Balla Ewako, Desa Lompulle.
2.2. Khalayak Sasaran
Target sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat desa Lompulle khususnya Kelompok Darma Wisata (pokdarwis), sebagai harapan nantinya bisa diperkenalkan kepada pengunjung yang berkunjung ke Desa Lompulle. Selain itu, target lainnya adalah pengunjung Desa Lompulle yakni dengan membagikan infografis ini kepada pengunjung sehingga mampu mempermudah menemukan titik-titik lokasi wisata Desa Lompulle.
2.3. Metode Pengabdian
Metode pengabdian yang digunakan adalah pemasangan spanduk infografis di titik strategis. Sebelum dilakukan pemasangan spanduk, terlebih dahulu pada tahap persiapan dilakukan pembuatan desain infografis dan asistensi. Dalam sosialisasi ini dilaksanakan juga diskusi dengan Ketua Kelompom Darma Wisata Desa Lompulle.
Perlengkapan yang digunakan berupa hard copy dan soft file infografis.
2.4. Indikator Keberhasilan
Terlaksananya pemasangan spanduk infografis Potensi Wisata Desa Lompulle di Balla Ewako, Desa Lompulle untuk menunjang wisata yang ada di Desa
Lompulle. Desain infografis ini diserahkan penuh kepada Kelompok Darma Wisata sebagai penunjang dalam publikasi wisata Desa Lompulle.
2.5. Metode Evaluasi
Dalam proses pelaksanaan program kerja dalam KKN Tematik Gel. 110 sebagai evaluasi awal keberhasilan dilakukan konsultasi dengan Sekretaris Desa Lompulle, sehingga dapat memberikan arahan dan saran tambahan untuk memastikan program kerja dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kriteria peraturan yang ada. Selain itu untuk memastikan program yang dilaksanakan memberi dampak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pelaksanaan program kerja dilakukan observasi keadaan desa terkait kurangnya penyebaran informasi mengenai objek wisata Desa Lompulle. Setelah program kerja dilaksanakan metode evaluasi hasil yang dilakukan dengan memastikan bahwa apakah sasaran proker sudah paham terkait isi materi dari infografis yang telah dibuat.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Keberhasilan
Program kerja KKN Tematik yang telah dirumuskan berdasarkan hasil identifikasi masalah dilapangan, selanjutnya dibuat dalam bentuk rencana kegiatan
“Publikasi Dan Informasi Berbentuk Infografis Terkait Potensi Wisata Desa Lompulle Kec. Ganra Kab. Soppeng” dimana proses pelaksanaanya sebagai berikut: Proses pengumpulan data dan wawancara dengan Ketua Kelompok Darma Wisata Desa Lompulle. Selanjutnya dilakukan proses pengeditan, asistensi, dan pencetakan spanduk. Setelah itu, di akhir prosesnya dilakukan pemasangan spanduk di Desa Lompulle.
3.2. Rencana Tindaklanjut Kegiatan (Pilihan bagi pengabdian yang berkelanjutan)
Dari program kerja yang telah dilaksanakan, diharapkan untuk adanya tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu diharapkan masyarakat khususnya Kelompok Darma Wisata dan Pemerintah Desa Lompulle tetap melakukan penyebaran informasi dan tentang potensi wisata Desa Lompulle agar Masyarakat luas bisa lebih mengenal apa saja objek wisata yang ada di Desa Lompulle.
4. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan
Berdasarkan program kerja yang dilaksanakan pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin Gelombang 110 yang dilaksanakan di Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, dapat ditarik kesimpulan bahwa Publikasi Dan Informasi Berbentuk Infografis Terkait Potensi Wisata Desa Lompulle Kec. Ganra Kab. Soppeng berjalan sesuai rencana dan terlaksana dengan baik. Adapun program kerja ini menurut penulis sangat bermanfaat bagi masyarakat karena mendapat respon positif. Dengan adanya program kerja ini, Masyarakat khususnya Kelompok Darma Wisata lebih mudah untuk mengenalkan objek wisata yang ada di Desa Lompulle.
4.2. Saran
Setelah pelaksanaan program kerja, adapun saran dari pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Sebaiknya perlu menindaklanjuti kebutuhan di objek-objek wisata Desa Lompulle seperti pemasangan spanduk deskripsi twrkait dengan objek wisata.
2. Universitas Hasanuddin sebaiknya kedepannya menyusun kegiatan KKN Tematik Unhas berikutnya dengan lebih kreatif sehingga wawasan mahasiswa akan lebih terbuka dalam melaksanakan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.
5. UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT yang telah memberikan segala limpahan rahmat dan hidayahNya sehingga penyusunan laporan ini dapat terselesaikan. Orang tua tercinta yang selalu memberikan doa dan dukungan baik secara material dan nonmaterial. Bapak Dr. Ir. Samsuddin Amin, M.T selaku DPK KKN Tematik Desa Wisata Soppeng. Pemerintah Desa Lompulle beserta jajarannya.
Pengurus Kelompok Darma Wisata Desa Lompulle. Masyarakat Desa Lompulle.
Mahasiswa KKN Tematik Desa Wisata Soppeng UNHAS Gel. 110 Universitas Hasanuddin
6. DAFTAR PUSTAKA
Egi Abinowi. Pengabdian Kepada Masyarakat Bagian Integral Tri Dharma PT. 2021 [cited 8 Agustus 2022]. Available from: pengabdian kepada masyarakat bagian integral tri dharma pt - komunita (widyatama.ac.id)
Syardiansah. Peranan Kuliah Kerja Nyata Sebagai Bagian Dari Pengembangan Kompetensi Mahasiswa. P-ISSN: 2337-3350. http://lppm.ums.ac.id
Wulandari, M. T. (2013). Kajian Emisi Co2 Berdasarkan Penggunaan Energi Rumah Tangga Sebagai Penyebab Pemanasan Global (Studi Kasus Perumahan Sebantengan, Gedang Asri, Susukan RW 07 Kab. Semarang). http://eprints.undip.ac.id/40699/1/067- Mira_Tri_Wulandari.pdf
Darsono. (2005). Pengertian Desa. http://desasentonorejo.wordpress.com/bab-ii