ARTIKEL
ETIKA PENULISAN DAN PLAGIASI
Disusun oleh :
Ajwa Zafirah Mas'ud AKF22003
Dica Anjarwati AKF22014
Intan Afsyah Salsa AKF22032
Jelita Hidayatud Diniyah AKF22033
Richardho Virgon Mone AKF22064
AKADEMI FARMASI PUTRA INDONESIA MALANG
TAHUN AJARAN 2022 DAFTAR ISI
BAB 1...1
PENDAHULUAN...1
1.1 Latar belakang...1
1.2 Rumusan masalah...1
1.3 Tujuan masalah...1
BAB 2...2
PEMBAHASAN...2
2.1 Pengertian Etika Penulisan...2
2.2 Macam-macam Sifat Etika Penulisan...2
2.3 Macam-macam Pelanggaran Etika Penulisan...3
2.4 Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah...4
2.5 Pengertian Plagiasi...4
Alasan Seseorang Melakukan Plagiasi dikarenakan :...5
2.6 Menghindari Plagiasi...5
BAB 3...7
PENUTUP...7
3.1 Kesimpulan...7
DAFTAR PUSTAKA...8
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
Saat ini, sering kali kita jumpai banyak penulis suatu karya ilmiah yang dalam penulisannya tidak memperhatikan etika dalam karya ilmiah, yaitu meniru atau mengambil hasil karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. Padahal kita tahu, bahwa seorang penulis selain harus dapat menyajikan karya ilmiahnya dengan metodologi yang baik dan benar, penulis juga dituntut supaya dapat mematuhi etika karya ilmiah tersebut. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan seorang penulis dalam melakukan tindakan penjiplakan (plagiarism).
1.2 Rumusan masalah
1. Jelaskan pengertian dari etika penulisan?
2. Sebutkan dan jelaskan sifat dari etika penulisan?
3. Apa saja yang termasuk pelanggaran dalam etika penulisan?
4. Sebutkan yang termasuk dalam ciri-ciri karya tulis ilmiah?
5. Jelaskan yang dimaksud dengan plagiasi?
6. Bagaimana cara menghindari plagiasi?
1.3 Tujuan masalah
1. Mengetahui dan memahami pengertian etika penulisan 2. Mengetahui dan memahami sifat etika penulisan
3. Mengetahui dan memahami macam-macam pelanggaran etika penulisan 4. Mengetahui dan memhami ciri-ciri karya tulis ilmiah yang baik
5. Mengetahui dan memahami plagiasi 6. Mengetahui cara menghindari plagiasi
1
BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Etika Penulisan
Etika adalah norma atau standar aturan perilaku yang membahas secara kritis (critical), rasional (rational), dan sistematis (systematic) tentang moral serta mengarahkan moral tersebut untuk memilih perilaku kita sendiri dan hubungannya dengan yang lain( Cooper dan Schindler, 2011).
Sedangkan, Etika penulisan ilmiah adalah norma atau standar aturan perilaku yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh penulis tentang baik atau buruknya cara penulisan ilmiah. Dalam hal ini, yang dinilai bukanlah benar (true) dan salahnya (false) suatu karya tulis ilmiah, melainkan baik dan buruknya cara penulisan ilmiahnya serta penulis tahu dampak baginya. Seorang penulis bisa saja telah menulis dengan benar suatu karya tulis ilmiah, tetapi tetap ada risiko bisa melanggar etika penulisan ilmiah. Oleh karena itu, etika penulisan ilmiah bertujuan agar penulis dapat mengetahui bahwa walaupun ia memiliki kebebasan dan bisa bertindak secara mandiri dalam menulis karya tulis ilmiah, penulis harus mampu mempertanggungjawabkan apa yang ditulisnya.
2.2 Macam-macam Sifat Etika Penulisan
Sifat etika penulisan ilmiah terdiri atas kejujuran (honesty), bebas dari plagiarisme, menjunjung hak cipta, serta keabsahan (validity), Berikut penjelasannya :
1. Kejujuran
Kejujuran adalah sifat dan syarat dasar yang harus dimiliki oleh penulis. Penulis yang mengungkapkan hasil dari suatu metode ilmiah atau aplikasi ilmiah harus bebas dari berbagai pengaruh dan tekanan mana pun. Penulis dituntut untuk mengungkapkan apa adanya secara baik agar tidak menyimpang dari kaidah yang sudah baku sehingga tulisannya dapat lebih mudah dapat dipertanggungjawabkannya.
2. Bebas dari Plagiarisme
Bebas dari plagiarisme, yaitu penggunaan suatu gagasan, hasil, pernyataan, ataupun kalimat orang lain yang diakui sebagai karya tulisnya tanpa menyebutkan sumbernya. Pencantuman sumber itu sangat penting guna memberikan penghargaan kepada penulisnya berupa pengakuan yang semestinya atas tulisan tersebut. Pengakuan tersebut dapat dengan menyebutkan sumber kutipannya, seperti nama penulis, tahun terbitan.
3. Menjunjung Hak Cipta
Hak cipta berkaitan erat dengan hak atas keaslian hasil temuan ilmu dan pengetahuan. Maka itu, hak cipta adalah hak penemu atas keaslian hasil temuannya
dalam ilmu dan pengetahuan serta hak untuk mengumumkan atau memperbanyak hasil temuannya, seperti yang dijelaskan dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
“Hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”
4. Keabsahan
Suatu karya tulis ilmiah memiliki sifat keabsahan. Keabsahan terkait dengan konsep atau gagasan yang diungkapkan. Setiap penulis karya tulis ilmiah harus mampu mengungkapkan konsep atau gagasan yang diuraikannya secara baik bahwa gagasannya adalah sebenar-benar gagasan yang menjadi dasar uraiannya.
2.3 Macam-macam Pelanggaran Etika Penulisan
Dalam teknik menulis karya ilmiah banyak pelanggaran yang harus diwaspadai penulis agar tidak mendapatkan hukuman, akhir-akhir ini pelanggaran itu sering timbul karena ketidaktahuan. Biasanya pelanggaran tersebut timbul dari teknik menulis sang penulis, bukan tata aturan kaidah menulis buku yang baik dan benar. Menurut LIPI pelanggaran etika penulisan sebagai berikut :
1. Pemalsuan
Pemalsuan adalah memanipulasi bahan penelitian, peralatan, atau proses atau mengubah atau menghilangkan data atau hasil sehingga penelitian tidak terwakili secara akurat dalam catatan penelitian. Pemalsuan dapat mencakup manipulasi instrumentasi, bahan, atau proses penelitian.
2. Fabrikasi
Fabrikasi adalah konstruksi dan / atau penambahan data, pengamatan, atau penokohan yang tidak pernah terjadi dalam pengumpulan data atau menjalankan eksperimen.
3. Plagiat
Plagiarisme, mungkin, merupakan bentuk kesalahan penelitian yang paling umum, yaitu menggunakan ide, pendapat, hasil penelitian orang lain dengan mengakui sebagai karya sendiri. Peneliti harus “sadar” untuk mengutip semua sumber dan mencatat dengan cermat semua karya orang lain dalam karya tulisnya. Menggunakan atau mewakili karya orang lain sebagai karya sendiri merupakan plagiarisme.
4. Eksploitasi
Pemerasan tenaga peneliti dan pembantu peneliti seperti, Peneliti senior memeras tenaga Peneliti junior dan pembantu penelitian untuk mencari keuntungan,
3
kepentingan pribadi, mencari, dan/atau memperoleh pengakuan atas hasil kerja pihak lain.
5. Injustice
Perbuatan tidak adil sesama peneliti dalam pemberian hak kepengarangan dengan cara tidak mencantumkan nama pengarang atau salah mencantumkan urutan nama pengarang sesuai sumbangan intelektual seorang Peneliti. Dapat juga dikatakan peneliti juga melakukan perbuatan tidak adil dengan mempublikasi data atau hasil penelitian tanpa izin lembaga penyandang dana penelitian atau menyimpang dari konvensi yang disepakati dengan lembaga penyandang dana tentang hak milik karya intelektual (HKI) hasil penelitian..
2.4 Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah
Menurut Nanas Sudjana (2014) karya tulis ini diakui dalam ilmu pengetahuan.
Baik teknologi atau seni yang ditulis atau dikerjakan harus sesuai tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau aturan yang telah ditetapkan.
Sementara Arifin (1983) menyampaikan bahwa karya tulis tersebut sebagai hasil penuangan data lapangan ke dalam bentuk karangan dengan mengikuti aturan dan metode ilmu pengetahuan. Hasilnya, dapat didiskusikan dan disebarluaskan ke masyarakat juga perpustakaan. Sesuai dengan kaidah penulisan ciri-ciri karya tulis ilmiah yang baik adalah sebagai berikut :
Objektif dalam melakukan pemaparan
Kalimat yang digunakan efektif dan efisien
Disusun berdasarkan sistematika yang berlaku
Isi teks berdasarkan teori
Membahas materi secara lugas
Penjelasan logis 2.5 Pengertian Plagiasi
Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai. Sedangkan, Plagiator adalah orang perseorang atau kelompok orang pelaku plagiat, masing-masing bertindak untuk diri sendiri, untuk kelompok dan atas nama suatu bada.
Plagiasi memiliki lingkup yang dapat dibagi, yaitu :
Mengacu dan mengutip istilah, kata-kata , kalimat, data informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan tanpa menyatakan sumber secara memadai.
Menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai.
Merumuskan dengan kata-kata atau kalimat sendiri dari sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai.
Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan atau yang telah dipublikasikan oleh pihak ľain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadai.
Alasan Seseorang Melakukan Plagiasi dikarenakan :
Tidak begitu paham mengenai kapan dan bagaimana harus menggunakan kutipan
Keterbatasan waktu dalam membuat karya ilmiah yang menyebabkan melakukan tindakan plagiasi terhadap karya orang lain.
Minat baca yang rendah sehingga tidak bergairah melakukan analisis terhadap sumber referensi.
Kurangnya perhatian dari instansi terkait seperti pembimbing, dosen, hingga pembimbing mengenai plagiasi.
2.6 Menghindari Plagiasi
Langkah yang harus diperhatikan untuk mencegah dan menghindari dari plagiarisme yaitu melakukan parafrase. Dalam A Sequence for Academic Writing disebutkan parafrase adalah suatu bagian yang menyajikan poin penting, penjelasan dan argumen namun tidak mengandung kata-kata yang mudah untuk diingat atau secara langsung. Selain itu parafrase juga disebutkan sebagai ringkasan, ditulis dengan kata- kata secara singkat menyatakan kembali poin utama dari penulis ( L. Bahrens, 2009 ).
Dalam parafrase terdapat beberapa prinsip dan teknik yang dapat kita terapkan saat melakukan parafrase, yaitu :
1. Perubahan Tata Bahasa
Dalam jenis parafrase ini adanya perubahan tata berbahasa pada teks, mulai dari kata kerja dan kata benda hingga kata sifat hingga kata keterangan diganti menggunakan kata-kata yang baru. Hanya bentuk kata yang diubah tanpa mengganti makna dari kata yang digunakan dalam kalimat.
2. Perubahan Struktur Kalimat
Jenis parafrase ini menunjukkan adanya perubahan pada struktur kalimat, misalnya dalam kalimat aktif menjadi kalimat pasif atau sebaliknya. Parafrase yang mengubah struktur kalimat dapat dilakukan guna memperlihatkan interpretasi dari seorang penulis terhadap konten aslinya.
3. Pengurangan Klausul
Jenis parafrase yang satu ini fokus pada pengurangan jumlah klausa dalam sebuah kalimat, cara yang digunakan adalah memasukkan frase ke dalam kalimat.
Namun sekali lagi tidak mengurangi makna yang ada dalam kalimat.
4. Pergantian Sinonim
5
Prafrase jenis ini merupakan bentuk atau jenis parafrase yang paling sederhana, yakni dengan mengganti kata-kata ke dalam teks atau kalimat dengan menggunakan atau memakai kata-kata yang mirip atau sinonim dari kata tersebut.
5. Parafrase Bebas
Dalam hal ini parafrase yang tidak wajib menggunakan kata-kata asli suatu karya rujukan untuk membangun karya sastra lain. Meskipun dalam hal ini tetap mempertahankan inti dan makna karya sastra tersebut, maksud dari jenis parafrase ini adalah adanya kebebasan penulis dalam memilih kata yang diinginkan atau tidak diinginkan.
6. Parafrase Terikat
Parafrase terikat atau parafrase otomatis merupakan penulisan yang mewajibkan memakai kata-kata asli dalam karya sastra rujukan. Kemudian ditambahkan dengan kata yang lain guna membangun karya sastra baru dan dalam bentuk berbeda, meskipun intinya dan maknanya harus sama.
2.6.1 Mendekteksi Plagiasi dengan Software
Di era modern ini, berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan membuat hidup kita menjadi lebih mudah dalam melakukan segala aktivitas, contohnya adalah mendekteksi plagiasi ini. Kita sudah diberikan kemudahan dalam mengakses software antiplagiasi guna mendeteksi adanya plagiasi dalam sebuah karya tulis, hal ini sangatlah menguntungkan kita sebagai penulis agar karya kita tidak tercemar dan dapat melindungi hak karya cipta penulis. Cara mengakses software (Plagscan) inipun sangatlah mudah yaitu:
1. Diperlukan akses internet.
2. Kunjungi laman https://www.plagscan.com pada internet browser yang kalian miliki 3. Register akun terlebih dahulu ( gmail, yahoo, facebook )
4. Log in akun
5. Masukkan user name (email) dan password akun Plagscan
Berikut merupakan aplikasi-aplikasi antiplagiasi selain plagscan yang dapat kita gunakan :
Grammarly
Duplichecker
Turnitin
Quetext
Check-plagiarism
Copyleaks
Viper
BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan
Mempelajari tentang etika penulisan dan plagiasi sangat diperlukan oleh masyarakat indonesia tidak hanya yang sedang dalam menempuh pendidikan, 2 hal tersebut sering kita abaikan dalam kehidupan karena kita menggangap hal tersebut kurang penting, namun nyatanya apabila kita salah dalam menerapkan hal tersebut dapat memberikan kita dampak buruk karena negara kita sendiri mengatur dengan ketat dan terdapat sanksi tentang penulisan dan plagiasi. Maka dari itu, memperhatikan tentang etika penulisan an plagiasi tidak akan merugikan diri bahkan memberikan keuntungan ilmu.
DAFTAR PUSTAKA
Azzahra, A. (2019).Etika Penulisan Ilmiah. Jawa Barat : Universitas Padjadjaran Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Cahyadi, D. A. (2018). Kemampuan literasi informasi peneliti dalam penulisan karya ilmiah di Loka Litbangkes Pangandaran. Jurnal Kajian Informasi &
Perpustakaan, 6(2), 139-150.
Nata, A. (2021). Etika dan Adab Karya Tulis Ilmiah Dalam Menbangun Budaya Intelektual. Jurnal Dirosah Islamiyah, 3(1), 1-9.
Napitupulu, D., et al. 2020.Menulis Artikel Ilmiah untuk Publikasi. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Sukamerta, I.M., dkk. (2017). Etika Penelitian dan Penulisan Artikel Ilmiah. Denpasar : UNMAS Press.