GO OPTIMA CIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG BERMAKNA
GO OPTIMA : GONDORIYO OPTIMAL DALAMI TEORI INOVASI MOTIVASI DAN AKSI
2024 adalah tahun ketiga pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka. Kurikulum ini memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada guru untuk berkreasi dan inovasi dalam pembelajaran. Guru yang inovatif membentuk siswa yang kreatif. Pada kenyataannya kesempatan ini belum dipahami secara komperhensif oleh guru. Guru masih ragu untuk menentukan sendiri pembelajaran yang akan dilakukannnya. Guru terbiasa menerima perintah dan pentujuk prihal materi dan metode pembelajaran.
SD Negeri gondoriyo dengan jumlah PTK 22 orang, berusaha mendidik dan membimbing 282 siswa sesuai kodratnya. Dalam pelaksanaanya guru belum yakin akan kemampuannya untuk mengembangakan sendiri pembelajaran yang akan dilakukan. Guru terbiasa mengikuti alur materi dalam buku. Buku adalah pedoman yang sempuran wajib di taati isinya.
Kepala sekolah berinisiatif membentuk komunitas belajar sekolah sebagai tempat belajar Bersama. Komunitas belajar ini diberi nama Go Optima ( Gondoriyo Optimal Dalami Teori Inovasi Motivasi Dan Aksi )
Go Optima terbentuk tanggal 13 Juni 2024. Semangat go optima adalah refleksi dan kolaborasi untuk menciptakan inovasi dan aksi yang berdampak bagi siswa. Go optima terlaksanan secara rutin di hari rabu.
Melalui go optima, guru SD Negeri gondoriyo bersemangat untuk memerdakaan diri dan murid dalam pembelajaran. Go optima menjadi tempat guru untuk berbagi ide dan semangat dalam belajar. Go optima juga menjadi tempat untuk bertukar permasalahan dan Solusi dalam pembelajaran.
kegiatan pertama yang dilakukan go optima adalah diskusi mendalam mengenai Pembagian Capaian Pembelajaran (CP) dan penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Kegiatan ini dihadiri oleh semua guru yang memiliki semangat untuk saling belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Pengurus go optima mencari CP terbaru dari BSKAP.
Pengurus membagikan CP untuk masing-masing guru untuk berdiskusi dalam penyusuanan ATP. Guru masih terlihat ragu dalam berdiskusi. hal ini wajar mengingat ini adalah pengalaman pertama mereka menentukan sendiri materi dan tujuan pembelajannya. Guru berusaha menyesuaikan materi yang mereka pilih dengan buku pedoman yang ada.
Tujuan pertama kegiatan ini memiliki untuk memperdalam pemahaman guru mengenai struktur capaian pembelajaran yang diharapkan dalam kurikulum Merdeka, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. tujuan kedua adalah membantu guru merancang alur tujuan pembelajaran yang runtut dan sistematis, sehingga materi yang diajarkan dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.
Capaian Pembelajaran adalah standar kompetensi yang ingin dicapai siswa dalam suatu mata pelajaran. Capaian ini mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan setelah siswa menyelesaikan pembelajaran pada tingkat atau semester tertentu. Dalam sesi ini, para guru membahas bagaimana membagi CP yang ada ke dalam unit-unit yang lebih kecil agar lebih mudah dikelola dan disesuaikan dengan kebutuhan kelas. Guru juga belajar cara menganalisis CP sesuai dengan tingkat kesiapan siswa, sehingga CP bisa lebih efektif dalam mencapai kompetensi yang diinginkan.
Alur Tujuan Pembelajaran adalah serangkaian tujuan yang berurutan yang mengarahkan kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir. Pada sesi penyusunan ATP, guru belajar untuk membuat alur yang runtut, logis, dan menyesuaikan dengan CP yang telah dibagi. Alur ini bertujuan membantu siswa memahami materi secara bertahap dan memungkinkan adanya penilaian formatif di setiap tahap. Diskusi juga mencakup teknik menyusun ATP yang fleksibel namun tetap terstruktur, sehingga guru dapat menyesuaikannya dengan kondisi kelas, seperti jumlah siswa, minat, dan waktu yang tersedia.
Dalam penyusuan ATP, guru melakukan Identifikasi CP. Menentukan CP yang relevan untuk periode waktu tertentu. Merinci CP menjadi Tujuan Pembelajaran. Setiap CP dibagi menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih kecil, spesifik, dan dapat diukur. Mengurutkan Tujuan Pembelajaran.
menyusun tujuan-tujuan tersebut menjadi alur yang logis dan sesuai dengan perkembangan pembelajaran. Merancang kegiatan pembelajaran.
Menyusun strategi dan kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk mencapai setiap tujuan. Melakukan evaluasi dan melalui kegiatan komunitas belajar ini. Guru tidak hanya memperdalam pemahaman mereka tentang CP dan ATP, tetapi juga mengembangkan kemampuan untuk merancang pembelajaran yang berfokus pada pencapaian kompetensi siswa.
Harapannya, kegiatan ini akan terus berlanjut dan memperkuat kolaborasi antar guru demi peningkatan mutu pendidikan di masa mendatang. Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi dan pembelajaran bersama dapat membantu para guru untuk terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan dalam dunia pendidikan.
menyesuaikan alur pembelajaran berdasarkan respon dan hasil belajar siswa. Setelah kegiatan ini, guru merasakan peningkatan pemahaman mereka terhadap struktur CP dan teknik penyusunan ATP yang lebih efektif.
Mereka juga merasa lebih siap dan percaya diri untuk menyusun rencana pembelajaran yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan siswa.