ASAL USUL DAN SEJARAH PENULISAN AL-QUR,AN
Ahmad LC, M.pd.i
Kelompok 1
ACHMAD RIFAI MADURA 10620220017 ERNI KURNIAWATI 10620220022
JULIANTY RESKI NURHALIPA 10620220001
A. Asal-usul Al-Qur’an
Al-Quran mulai diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sekitar abad ke-7 Masehi.
Saat itu, Arab merupakan daerah yang kaya akan tradisi lisan, di mana puisi dan sastra lisan sangat dihargai. Masyarakat Arab pada masa itu memiliki kebiasaan menghafal puisi dan cerita secara lisan, dan ini menjadi tradisi yang berpengaruh dalam penulisan dan penghafalan Al-Quran.
Namun para ulama telah berbeda pendapat dalam menjelaskan kata Al-Qur’an dari sisi:
derivasi (isytiqaq, cara melafalkan (apakah memakai hamzah atau tidak, dan apakah ia merupakan kata sifat atau kata jadian.
Para ulama yang mengatakan bahwa cara melafalkannya menggunakan hamzah pun telah terpecah menjadi dua pendapat:
1. Al-Lihyani, berkata bahwa kata “Al-Qur’an” merupakan kata jadian dari kata dasar “qara’a” (membaca) sebagaimana kata rujhan dan ghufran.
2. Al-Zujaj, menjelaskan bahwa kata “Al-Qur’an” merupakan kata sifat yang berasal dari kata dasar “al-qar” (yang artinya menghimpun).
Rasullullah juga pernah menantang orang-orang arab dengan Al-Qur’an, padahal Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa mereka dan mereka pun ahli dengan bahasa itu dan retorikannya. Namun ternyata mereka tidak mampu membuat apa pun seperti Al-Qur’an, atau membuat sepuluh surah saja, bahkan satu surah pun seperti Al-Qur’an. Maka terbuktilah kemukjizatan Al- Qur’an dan terbukti pula kerasulan Nabi Muhammad SAW.
B. Proses Penulisan Al-Qur’an
Proses penulisan Al-Qur’an terdiri dari beberapa tahapan atau masa. Yaitu pada masa Nabi Muhammad SAW, masa khulafa’ur rasyidin, dan pada masa setelah khulafa’ur rasyidin.
1. Pada Masa Nabi Muhammad SAW
Kedatangan wahyu merupakan sesuatu yang sangat dirindukan oleh Nabi Muhammad SAW. Sehingga kerinduan Nabi Muhammad SAW terhadap kedatangan wahyu tidak sengaja diekspresikan dalam bentuk hafalan, tetapi juga dalam bentuk tulisan.
Oleh karena itu penulisan Al-Qur’an pada masa Nabi Muhammad ditempuh dengan dua cara :
a. Pertama, al Jam’u fis Sudur.
b. Al Jam’u fis Suthur.
2. Pada masa khulafarausyidin
1. Pada Masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq
Sepeningal Rasulullah SAW, istrinya `Aisyah menyimpan beberapa naskah catatan (manuskrip) Al Quran, dan pada masa pemerintahan Abu Bakar r.a terjadilah Jam’ul Quran yaitu pengumpulan naskah-naskah atau manuskrip Al Quran yang susunan surah-surahnya menurut riwayat masih berdasarkan pada turunnya wahyu (hasbi tartibin nuzul).
2. Pada Masa Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan.
Pada masa pemerintahan Usman bin ‘Affan terjadi perluasan wilayah islam di luar Jazirah arab sehingga menyebabkan umat islam bukan hanya terdiri dari bangsa arab saja (’Ajamy). Kondisi ini tentunya memiliki dampak positif dan negatif.
3. Pada Masa Setelah Khulafa’ur Rasyidin.
Pada masa ini, Al-Qur’an mulai dalam tahap penyempurnaan dalam penulisannya. Mushaf yang ditulis pada masa ‘Utsman bin ‘Affan tidak memiliki harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qira’at yang tujuh.