• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asesmen Diagnostik Kondisi Keluarga

N/A
N/A
Masita Masita

Academic year: 2024

Membagikan "Asesmen Diagnostik Kondisi Keluarga"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ASESMEN DIAGNOSTIK KONDISI KELUARGA A. SOAL

1. Bagaimana kamu menggambarkan hubunganmu dengan orang tua?*

a. Sangat dekat dan terbuka

b. Cukup dekat dan sering berkomunikasi c. Kurang dekat dan jarang berkomunikasi

d. Tidak dekat dan hampir tidak pernah berkomunikasi 2. Seberapa sering kamu makan bersama dengan keluargamu?

a. Setiap hari

b. Beberapa kali dalam seminggu c. Hanya pada akhir pekan

d. Jarang atau tidak pernah

3. Bagaimana orang tuamu terlibat dalam kegiatan sekolahmu?

a. Sangat terlibat, sering membantu dan hadir di acara sekolah

b. Cukup terlibat, kadang-kadang membantu dan hadir di acara sekolah c. Kurang terlibat, jarang membantu atau hadir di acara sekolah

d. Tidak terlibat sama sekali

4. Ketika menghadapi masalah, kepada siapa kamu biasanya bercerita?

a. Orang tua

b. Saudara atau teman dekat c. Guru atau konselor sekolah d. Tidak bercerita kepada siapapun

5. Bagaimana orang tuamu mendukung kegiatan ekstrakurikuler atau hobimu?

a. Sangat mendukung dan terlibat aktif

b. Cukup mendukung, tetapi tidak terlalu terlibat c. Mendukung, tetapi jarang terlibat

d. Tidak mendukung atau tidak peduli

6. Seberapa sering kamu berbicara dengan orang tua tentang aktivitas sehari- harimu?

a. Setiap hari

b. Beberapa kali dalam seminggu c. Hanya pada akhir pekan

d. Jarang atau tidak pernah

7. Bagaimana kamu menggambarkan suasana rumah saat akhir pekan?

a. Hangat dan penuh kegiatan bersama

b. Tenang dengan beberapa kegiatan bersama

c. Setiap anggota keluarga sibuk dengan aktivitas masing-masing d. Tegang dan penuh konflik

8. Seberapa sering kamu melakukan kegiatan bersama seluruh anggota keluarga (misalnya, rekreasi, berolahraga)?

a. Setiap minggu

b. Beberapa kali dalam sebulan c. Beberapa kali dalam setahun d. Jarang atau tidak pernah

9. Bagaimana komunikasi antara orang tuamu di rumah?

a. Sangat baik dan terbuka

b. Cukup baik, meskipun kadang-kadang ada perselisihan c. Kurang baik, sering terjadi perselisihan

d. Tidak baik dan sering ada konflik

10. Seberapa sering kamu merasakan dukungan emosional dari keluarga?

a. Selalu merasa didukung b. Sering merasa didukung

c. Kadang-kadang merasa didukung

d. Jarang atau tidak pernah merasa didukung

(2)

B. PANDUAN ANALISIS

 Pengumpulan Jawaban:

Kumpulkan jawaban dari semua siswa. Setiap siswa akan memiliki serangkaian jawaban yang dipilih dari opsi a, b, c, atau d.

 Pemberian Skor:

Berikan skor pada setiap jawaban sesuai dengan tingkat kondisi keluarga yang positif:

a) Jawaban A = 4 poin b) Jawaban B = 3 poin c) Jawaban C = 2 poin d) Jawaban D = 1 poin

 Penjumlahan Skor:

Hitung jumlah poin yang diperoleh setiap siswa untuk keseluruhan soal. Buat tabel sederhana untuk memudahkan proses ini.

Nama Siswa Skor Total

Siswa 1 35

Siswa 2 28

Siswa 3 22

 Analisis Hasil:

Skor 30-40: Menunjukkan kondisi keluarga yang sangat baik, dengan komunikasi dan dukungan yang kuat.

Skor 20-29: Menunjukkan kondisi keluarga yang cukup baik, tetapi ada beberapa area yang mungkin memerlukan perhatian.

Skor 10-19: Menunjukkan kondisi keluarga yang kurang baik, dengan potensi masalah dalam komunikasi dan dukungan.

Skor di bawah 10: Menunjukkan kondisi keluarga yang sangat kurang baik, dengan kemungkinan besar adanya masalah serius dalam hubungan

keluarga.

 Rekomendasi:

Skor 30-40: Pertahankan kondisi keluarga yang positif dengan terus menjalin komunikasi yang baik dan dukungan yang kuat.

Skor 20-29: Identifikasi area yang memerlukan perhatian lebih, seperti meningkatkan frekuensi komunikasi atau keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah.

Skor 10-19: Lakukan pendekatan lebih mendalam untuk memahami masalah yang ada, mungkin melalui konseling keluarga atau kegiatan yang dapat meningkatkan hubungan keluarga.\

Skor di bawah 10: Memerlukan intervensi serius, seperti konseling keluarga atau bimbingan khusus untuk menangani masalah yang ada.

Referensi

Dokumen terkait

Teori belajar Ausubel berkaitan erat dengan proses pembelajaran yang menggunakan model Rally Coach-Schoology dengan asesmen diagnostik karena dalam pembelajaran

Tahap Pelaksanaan Tahap ini mitra guru-guru pendidikan agama hindu akan diberikan pelatihan tentang pelaksanaan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif berbantuan TIK untuk

Bersadarkan hasil penelitian dapar disimpulkan bahwa 1 93% guru sepakat bahwa asesmen diagnostik non-kognitif penting untuk dilakukan; 2 85% guru sangat yakin bahwa asesmen diagnostik

Fokus penilaian dari instrumen asesmen diagnostik yang telah dikembangkan oleh peserta antara lain, kesesuaian soal tingkat pertama dengan konsep yang dipilih, pilihan jawaban pada

yang dinaungi oleh dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi Metode pelaksanaan yang dapat digunakan dalam Pelatihan Kemampuan Asesmen Diagnostik Learning Style dalam Meningkatkan

Contoh Pedoman Penskoran Instrumen Soal Asesmen Diagnostik Non Kognitif untuk Siswa Murid SMP SMA SMK No Nama Siswa Jumlah Jawaban Pilihan A Pilihan B Pilihan C Pedoman Analisis:

Asesmen Diagnostik adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai

hasil asesmen awal hasil asesmen awal Dari hasil asesmen awal guru dapat memetakkan kemampuan murid lebih jelas.. Jadi hasil dari asesmen diagnostik tidak selalu untuk melihat