Asuhan Keperawatan
Pada
Sistem Respirasi
FITRIANI, S.Kep, Ns
Assessment
Riwayat keperawatan
- Masalah pernapasan yg pernah dialami
•
Pernah mengalami perubahan pola pernapasan
•
Pernah mengalami batuk dengan sputum
•
Pernah mengalami nyeri dada
•
Aktivitas apa saja yg menyebabkan
terjadinya gejala-gejala diatas.
Lanjutan…
-Riwayat penyakit pernapasan
• Apakah sering mengalami ISPA, alergi, batuk, asma, TBC dan lainnya.
• Bagaimana frekuensi setiap kejadian?
-Riwayat cardiovascular
• Pernah mengalami penyakit jantung atau peredaran darah
-Gaya hidup
• Merokok, keluarga perokok, lingkungan kerja dengan perokok.
Pemeriksaan fisik -Mata
• Konjunctiva pucat
• Konjunctiva sianosis
• Konjuctiva terdapat pathecia
Lanjutan…
-Kulit
• Sianosis perifer
• Sianosis secara umum
• Penurunan turgor
• Edema
• Edema periorbital
- Jari dan kuku
• Sianosis
• Clubbing finger -Mulut dan bibir
• Membran mukosa sianosis
• Bernapas dengan mengerutkan mulut.
- Hidung
• Pernapasan dengan cuping hidung
Lanjutan…
- Dada
• Retraksi otot bantu pernapasan
• Pergerakan tidak simetris dada kiri dan kanan
• Tactil fremitus tidak rata.
• Suara napas
• Bunyi perkusi - Pola pernapasan
• Eupnea
• Tacypnea
• Bradypnea
Lanjutan…
Pengkajian tanda dan/gejala pernafasan
•
Dispnea
•
Pembentukan sputum
•
Nyeri dada
•
Mengi
•
Jari tabuh
•
Hemoptisis
•
Sianosis
Pemeriksaan penunjang
- Test untuk menentukan keadekuatan sistem konduksi jantung
• EKG
• Exercise stress test
- Test untuk menentukan kontraksi miokardium.
• echocardiography
• Kateterisasi jantung
• Angiografi
- Test untuk mengukur ventilasi dan oksigenasi
• Test fungsi paru dengan spirometri
• Test astrup
• Oksimetri
• Pemeriksaan darah lengkap
Lanjutan…
- Melihat struktur sistem pernapasan
• X-Ray thoraks
• Bronchoscopy
• CT-Scan paru
- Menentukan sel abnormal/infeksi sistem pernapasan
• Kultur apus tenggorok
• Sitologi
• Spesimen sputum (BTA)
Lanjutan…
Diagnosa keperawatan
• Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
• Ketidakefektifan pola napas
• Gangguan pertukaran gas.
1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
Kondisi dimana pasien tidak mampu membersihkan sekret/slem sehingga menimbulkan obstruksi saluran pernapasan dalam rangka mempertahankan kepatenan saluran pernapasan.
Ketidakmampuan membersihkan sekresi
atau obstruksi dari saluran napas untuk
mempertahankan bersihan jalan napas
Kemungkinan berhubungan dengan ;
Infeksi
Disfungsi neuromuskuler
Hiperplasia dinding bronkus
Alergi jalan nafas
Asma
trauma
Lanjutan…
- Obstruksi jalan napas
Spasme jalan napas
Sekresi tertahan
Banyaknya mukus
Adanya jalan napas buatan
Adanya eksudat di alveolus
Adanya benda asing di jalan napas
Lanjutan…
Data
Dyspneu
Penurunan suara napas
Orthopneu
Cyanosis
Kelainana suara napas ( rales,weezing )
Kesulitan berbicara
Batuk tidak efektif atau tidak ada
Produksi sputum
Gelisah
Perubahan frekuensi dan irama napas
Lanjutan…
Tujuan
Mendemonstrasikan batuk efektif dan
suara napas yang bersih,tidak ada sianosis dan dyspneu ( mampu mengeluaran
sputum,bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips )
Menunjukkan jalan napas yang paten ( klien tidak merasa tercekik,irama
napas,frekuensi pernafasan dalam rentang normal,tidak ada suara nafas abnormal
Mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor penyebab
Saturasi oksigen dalam batas normal
Foto thorak dalam batas normal
Lanjutan…
Intervensi
Pastikan kebutuhan oral/tracheal suchtion
Berikan oksigen
Anjurkan pasien untuk istirahat dan nafas dalam
Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
Lakukan fisioterapi dada bila perlu
Keluarkan sekret denga batuk atau suchtion
Auskultasi suara napas,catat adanya suara tambahan
Berikan bronkodilator
Monitor status hemodinamik
Berikan antibiotik
Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan
Monitor respirasi dan status O2
Pertahankan hidrasi tang adekuat
Untuk mengencerkan sekret
Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang penggunaan:
O2, suchtion, inhalasi
Lanjutan…
2. Ketidakefektifan pola napas
Kondisi dimana pola inspirasi dan ekspirasi pasien tidak mampu karena adanya gangguan fungsi paru
Inspirasi dan atau ekspirasi yang tidak memberi ventilasi adekuat
Kemungkinan berhubungan dengan;
Hiperventilasi
Penurunan energi/kelelahan
Perusakan/pelemahan muskuloskeletal
Kelelahan otot pernafasan
Hipoventilasi sindrom
Nyeri
Kecemasan
Disfungsi neuromuskuler
Obesitas
Injuri tulang belakang
Data
Bradipnea
Dyspnea/Napas pendek
Penurunan tekana inspirasi dan ekspirasi
Penurunan ventilasi semenit
Menggunakan otot napas tambahan
Orthopnea
Pernapasan pursed lip
Pernapasan cuping hidung
Fase ekspirasi mamanjang
penurunan kapasitas vital
takipnea
Lanjutan…
Tujuan
Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara napas yang bersih,tidak ada sianosis dan dyspneu ( mampu mengeluaran sputum,bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips )
Menunjukkan jalan napas yang paten ( klien tidak merasa tercekik,irama napas,frekuensi pernafasan dalam rentang normal,tidak ada suara nafas
abnormal
Tanda-tanda vital dalam batas normal
Intervensi
Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
Pasang mayo bila perlu
Lakukan fisioterapi dada bila perlu
Keluarkan sekret dengan batuk atau suchtion
Auskultasi suara napas, catat adanya suara tambahan
Berikan bronchodilator
Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbanga
Monitor respirasi dan status O2
Bersihkan hidung,mulut dan sekret trachea
Pertahankan jalan napas yang paten
Lanjutan…
Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi
Monitor vital sign
Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tehnik relaksasai untuk memperbaiki pola napas
Ajarkan batuk efektif
Monitor pola napas
Lanjutan…
3. Gangguan pertukaran gas
Suatu kondisi dimana pasien mengalami penurunan transport oksigen dan karbon dioksida diantara alveoli paru dan system vascular
Kelebihan atau deficit oksigen dan atau eliminasi karbo dioksida pade membrane alveolar-kapiler
Kemungkinan berhubungan
Ketidakseimbangan perfusi ventilasi
Perubahan membran kapiler-alveolar
Data
diaforesis
Dyspnea
Gangguan penglihatan
Penurunan CO2
Takikardi
Hiperkapnia
Keletihan
Iritabilitas
hypoxia
Kebingungan,somnolen
Sianosis
Hipoksemia
Hiperkarbia
AGD abnormal
pH arteri abnormal
Frekuensi dan kedalaman napas abnormal
Lanjutan…
Tujuan
Mendemonstrasikan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat
Memelihara kebersihan paru paru dan bebas daritanda-tanda distress pernapasan
Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara napas yang bersih,tidak ada sianosis dan dyspneu ( mampu mengeluaran
sputum,bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips
Tanda-tanda vital dalam rentang normal
AGD dalam batas normal
Status neurologis dalam batas normal
Lanjutan…
Intervensi
Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
Pasang mayo bila perlu
Lakukan fisioterapi dada bila perlu
Keluarkan sekret dengan batuk atau suchtion
Auskultasi suara napas, catat adanya suara tambahan
Berikan bronkodilator
Berikan pelembab udara
Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan
Monitor respirasi dan status O2
Catat pergerakan dada,amati kesimetrisan,penggunaan oto
tambahan,retraksi otot supraclaviculat dan intercostal
Monitor suara napas,seperti dengkur
Lanjutan…
Monitor pola napas :
bradipnoe,takipnoe,kussmaul,hiperventilator, cheyne stokes, biot
Auskultasi suara napas, catat area penurunan / tidak adanya ventilasi dan suara tambahan
Monitor TTV,AGD,elektrolit dan status mental
Lanjutan…
Observasi sianosis khususnya membran mukosa
Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang persiapan tindakan dan tujuan penggunaan alat tambahan ( O2, suchtion, inhalasi )
Auskultasi
Lanjutan…