ASPEK TEKNIS DAN OPERASI
LECTURE NOTE : IR. M. YAMIN SIREGAR, MM
Tujuan Aspek Teknis/Operasi
• Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat baik untuk lokasi pabrik, gudang, cabang maupun kantor pusat
• Agar perusahaan dapat menentukan lay out sesuai proses produksi yang dipilih sehingga dapat memberikan efisiensi
• Agar perusahaan bisa menetukan teknologi yang paling tepat dalam menjalankan produksinya
• Agar perusahaan bisa menentukan metode persediaan yang paling baik sesuai dengan bidang usahanya
• Agar dapat menentukan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan sekarang dan masa yang akan datang
Metode Penilaian Lokasi : 3 metode
•
Metode Penilaian hasil value•
Metode perbandingan biaya (cost comparison method)•
Metode analisis ekonomi (economic analysis method)Faktor-faktor yg menjadi pertimbangan dlm Metode penilaian hasil value
•
Pasar•
Bahan baku•
Transportasi•
Tenaga kerja•
Pertimbangan lainnyaMetode Penilaian Hasil Value .
PT. Sinar Layang bermaksud mendirikan pabrik tekstil
Metode Perbandingan Biaya (Cost Comparison Method)
•
Didasarkan pada kebutuhan biaya-biaya utama seperti biaya bahan baku, biaya operasi/pengolahan, biayadistribusi, biaya umum dan biaya lainnya
Metode Perbandingan Biaya (Cost
Comparison Method)
Metode Analisis Ekonomi (Economic Analysis Method)
•
Penilaian yang didasarkan pada berbagai jenis biaya yg akan menjadi beban usaha termasuk biaya perumahan dan biaya sosial seperti sikap masyarakatMetode Analisis Ekonomi (Economic
Analysis Method)
Masalah Proses Produksi dan Operasi
1. Pemilihan strategi produksi
Agar barang atau jasa yg akan diproduksi dapat memenuhi konsumen, biasanya
didahului dengan riset pasar dan pemasaran
2. Pemilihan dan Perencanaan Produk
• Penetuan ide produk dan seleksi
• Pembuatan desain produk awal
• Pembuatan Prototip dan pengujian
• Implementasi
3. Rencana kualitas
Dimensi Kualitas Produk
• Kinerja (Performance) Karakteristik Operasional
• Ciri (Features) Karakteristik khusus yang penting
• Fleksibilitas (Flexibility) Memenuhi spesifikasi operasi
• Daya tahan (Durability) Lama pakai sebelum kinerja menurun
• Kesesuaian (Conformance) Sesuai dengan standar
• Serviceability Kemudahan & kecepatan memperbaiki;
pelayanan normal
• Estetika (Aesthetics) Bagaimana tampilan & rasa sebuah produk
• Perceived quality Penilaian subjektif karakteristik (image produk)
Dimensi Kualitas Jasa
•Tangible, yaitu meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai dan sarana komunikasi.
•Emphaty, yaitu meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memahami kebutuhan para pelanggan.
•Responsiveness, yaitu keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap.
•Reliability, yaitu kemampuan memberikan layanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, kehandalan, dan memuaskan.
•Assurance, yaitu mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat yang dapat dipercaya yang dimiliki oleh para staf (bebas dari bahaya, resiko, dan keragu-raguan).
Faktor yang mempengaruhi Perencanaan Jumlah Produksi
1. Permintaan. Jumlah permintaan konsumen dapat diperkirakan dengan cara seperti dalam aspek pasar dan pemasaran
2. Kapasitas pabrik
3. Suplai bahan baku : Kuantitas, kualitas, kontinuitas dan harga
4. Modal Kerja. Kemampuan modal kerja dalam membiayai produksi hendaknya tersedia sesuai kebutuhannya
5. Peratutan pemerintah dan ketentuan teknis lainnya
PART TWO : INVENTORY MANAGEMENT
LECTURE NOTE : IR. M. YAMIN SIREGAR, MM
Manajemen Persediaan
•
Bersifat independen, sifat permintaan bahan bakunya tidak tergantung pada produksi barang lain• Produk akhir yang diminta oleh pelanggan eksternal
•
Bersifat dependen, sifat permintaan barang tergantung pada jumlah suatu produk yang dibuat• Item yang digunakan secara internal untuk menghasilkan produk akhir
•
Misalnya: permintaan akan seat belt untuk mobil baru bergantung pada jumlah mobil yang diproduksi.Inventory Cost
1. Carrying Cost (CC) : Biaya penyimpanan
2. Ordering Cost (OC) : Biaya pemesanan : processing order, shipping, receiving
.
3. Set up Cost : Biaya penyiapan
4. Shortage Cost : kehilangan penjualan bersifat sementara atau permanen akibat permintaan/demand tidak bisa dipenuhi.
5. Biaya Total atau Total Cost (TC)
Carrying Cost (CC)/Holding Cost
Biaya yang timbul dalam penyimpanan persediaan, didalam usaha mengamankan persediaan dari kerusakan, keusangan atau keausan, dan kehilangan.
Biaya fasilitas penyimpanan (penerangan, pendinginan, pemanasan)
Biaya modal (Opportunity Cost of Capital)
Biaya Keusangan dan Keausan (Amortisation)
Biaya asuransi persediaan
Biaya perhitungan fisik dan konsolidasi laporan
Biaya kehilangan barang
Biaya penanganan persediaan (handling cost)
Ordering Cost (OC)/Procurement Cost
Biaya-biaya yang timbul selama proses pemesanan sampai barang tersebut dapat dikirim eksportir ataupun pemasok
Biaya ekspedisi
Biaya upah
Biaya telepon
Biaya surat menyurat
Biaya pemeriksaan persediaan (Raw Material Inspection)Set up Cost
Biaya-biaya yang timbul didalam menyiapkan mesin dan peralatan untuk dipergunakan dalam proses konversi
Biaya mesin yang menganggur (Idle Capacity)
Biaya penyiapan tenga kerja
Biaya penjadwalan (Schedulling)
Biaya ekspedisiShortage Cost/Stockout Cost
Biaya yang timbul akibat kahabisan persediaan yang timbul karena kesalahan perhitungan
Biaya kehilangan penjualan
Biaya kehilangan pelanggan
Biaya pemesanan khusus
Biaya ekspedisi
Biaya yang timbul akibat terganggunya operasiEconomic Order Quantity (EOQ)
•
Jumlah pesanan optimum yang akan mengurangi total biaya persediaan•
Asumsi EOQ model :• Permintaan diketahui pasti dan selalu ada dari waktu ke waktu
• Kekurangan stok tidak diperbolehkan
• Waktu yang tetap untuk penerimaan barang
• Jumlah order diterima sekaligus
EOQ dengan kebutuhan tetap
•
Q opt =2 CoD Cc
TC = CoD
Q opt + Cc Qopt 2
Dimana :
D = Demand Q = Quantity
Co = Ordering Cost Cc = Carrying Cost
Case 10.2
• Carpet Discount Store in North Georgia stocks carpet in its warehouse and sel it through an adjoining showroom. The store keeps several
brands and styles of carpet in stock : however its biggest seller is Super Shag carpet. The store wants to determine the optimal order size and total inventory cost for this brand of carpet given an estimated annual demand of 10,000 yards of carpet, an annual carrying cost of $ 0.75 per yard, and an ordering cost of $ 150. The store would like also to know the number of orders that will be made annually and the time between orders (i.e the order cycle) given that the store is open every day except Sunday, Thanks giving Day, Christmas Day
EOQ dengan kapasitas lebih
•
Q opt =2 CoD Cc
TC = CoD
Q opt + Cc Qopt 2
Dimana :
D = Demand Q = Quantity
Co = Ordering Cost Cc = Carrying Cost
1- d p
1- d
p
Case 10.3
•
Outlet store has its own manufacturing facility in which itproduces Super Shag carpet. The ordering cost, Co = $150, is the cost of setting up the production process to make Super Shag carpet. Recall that Cc = $ 0.75 per yard and D= 10,000 yards per year. The manufacturing facility operates the sames days the store is oven (i.e 311 days) and produces 150 yards of the carpet per day. Determine the optimal order size, total inventory cost, the length of time to receive an order, the
number of orders per year, and the maximum inventory level.
Safety Stock (SS)
•
Merupakan persediaan pengaman atau persediaantambahan yang dilakukan perusahaan agar tidak terjadi kekurangan bahan
•
Safety stock sangat diperlukan guna mengantisipasimembludaknya permintaan akibat dari permintaan yang tak terduga
Reorder point (ROP)
Tata letak (lay out)
•
Merupakan suatu proses dalam penentuan bentuk dan penempatan fasilitas yang dapat menentukan efisiensi produksi/operasi.•
Lay out dirancang berkenaan dengan produk, proses,sumber daya manusia dan lokasi sehingga dapat tercapai efisiensi operasi
Manfaat lay out :
• Memberikan ruang gerak yang memadai untuk beraktivitas dan pemeliharaan
• Pemakaian ruang yang efisien
• Mengurangi biaya produksi maupun investasi
• Aliran material menjadi lancar
• Pengangkutan material dan barang jadi yang rendah
• Kebutuhan persediaan yang rendah
• Memberikan kenyamanan, kesehatan dan keselamatan kerja yang lebih baik
Jenis lay out didasarkan pada situasi sbb:
•
Posisi tetap (Fixed position) : ditujukan pada proyekkarena ukuran, bentuk atau lain-lain tak mungkin untuk memindahkan produknya. Produk tetap di tempat
sedangkan peralatan dan tenaga kerja yang mendatangi produk, contoh : gedung, pembuatan kapal
Jenis lay out didasarkan pada situasi sbb:
•
Orientasi proses (process oriented), Biasanya jenis lay out ini secara bersamaan menangani suatu produk atau jasa yang berbeda. Contoh : rumah sakit.• Prosess lay out (functional lay out) : jenis lay out dgn menempatan mesin-mesin atau peralatan yang sejenis atau memiliki fungsi
yang sama dalam satu kelompok atau ruangan. Contoh : di
industri tekstil, semua mesin pemotong diletakkan dalam satu
area atau semua mesin jahit diletakkan dalam satu area. Jenis lay out ini biasanya untuk usaha job order (sesuai pesanan)