• Tidak ada hasil yang ditemukan

Autoimunitas

N/A
N/A
Lestari Rahmah

Academic year: 2025

Membagikan "Autoimunitas"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

AUTOIMUNITAS

AUTOIMUNITAS

(2)

Pendahuluan Pendahuluan

Normal sistem imun dapat Normal sistem imun dapat

membedakan antigen tubuh sendiri dari membedakan antigen tubuh sendiri dari antigen asing, karena tubuh mempunyai antigen asing, karena tubuh mempunyai

toleransi terhadap self antigen.

toleransi terhadap self antigen.

butbut

pengalaman klinis adakalanya timbul pengalaman klinis adakalanya timbul

reaksi autoimunitas.

reaksi autoimunitas.

(3)

Defenisi Defenisi

Reaksi autoimiunitas adalah reaksi sistem Reaksi autoimiunitas adalah reaksi sistem imun terhadap antigen sel jaringan sendiri.

imun terhadap antigen sel jaringan sendiri.

Antigen tersebut disebut autoantigen, Antigen tersebut disebut autoantigen,

sedang antibody yang dibentuk disebut sedang antibody yang dibentuk disebut

autoantibody.

autoantibody.

(4)

Sel autoreaktif adalah limfosit yang Sel autoreaktif adalah limfosit yang

mempunyai reseptor untuk autoantigen.

mempunyai reseptor untuk autoantigen.

Bila sel tersebut memberikan respons Bila sel tersebut memberikan respons

autoimun, disebut sel limfosit reaktif autoimun, disebut sel limfosit reaktif

(SLR).

(SLR).

Pada orang normal , meskipun SLR Pada orang normal , meskipun SLR

berpasangan dengan autoantigen, tidak berpasangan dengan autoantigen, tidak

selalu terjadi respon autoimun selalu terjadi respon autoimun

ada system yang mengontrol reaksi ada system yang mengontrol reaksi

autoimun.

autoimun.

? ok

(5)

Tidak jelas apakah autoantibody tersebut Tidak jelas apakah autoantibody tersebut

merupakan penyebab a timbul sekunder merupakan penyebab a timbul sekunder

akibat suatu penyakit.

akibat suatu penyakit.

harus dibedakan antara fenomena harus dibedakan antara fenomena

autoimun dengan penyakit autoimun.

autoimun dengan penyakit autoimun.

ok

(6)

Reaksi autoantibody dan autoantigen Reaksi autoantibody dan autoantigen

yang menimbulkan kerusakan jaringan yang menimbulkan kerusakan jaringan

dan gejala-gejala klinis disebut penyakit dan gejala-gejala klinis disebut penyakit

autoimun, sedangkan bila tidak disertai autoimun, sedangkan bila tidak disertai

gejala klinis disebut fenomena autoimun.

gejala klinis disebut fenomena autoimun.

(7)

etiologi etiologi

Teori tentang terjadinya penyakit autoimun Teori tentang terjadinya penyakit autoimun

 berubah-ubah. berubah-ubah.

Pada individu normal, terdapat melanisme Pada individu normal, terdapat melanisme toleransi yang dapat membedakan antara toleransi yang dapat membedakan antara

komponen self & non self

komponen self & non self  sehingga sehingga

sistem imun tidak menyerang tubuh host.

sistem imun tidak menyerang tubuh host.

Pada keadaan tertentu toleransi ini dapat Pada keadaan tertentu toleransi ini dapat

terganggu

terganggu  terjadi reaksi imunologis terjadi reaksi imunologis penyakit autoimun.

penyakit autoimun.

(8)

Penyakit autoimmun dibagi menjadi 2 Penyakit autoimmun dibagi menjadi 2

golongan yaitu

golongan yaitu organ spesifikorgan spesifik dan dan non spesifiknon spesifik (sistemik)

(sistemik)

Organ spesifik Organ spesifik

-Miasthenia gravis-Miasthenia gravis -Penyakit Graves -Penyakit Graves -DM tipe I-DM tipe I

- DM tipe II - DM tipe II

- Tiroiditis hashimoto- Tiroiditis hashimoto

Organ non spesifik Organ non spesifik -Tiroiditis hasimoto-Tiroiditis hasimoto

-Miksidema primer -Miksidema primer

-Tirotoksotosis -Tirotoksotosis

-Anemia pernesiosa -Anemia pernesiosa

-Gastritis kronik autoimun -Gastritis kronik autoimun

-Penyakit Addison -Penyakit Addison

-Menopause premature -Menopause premature

-Disbetes juvenile -Disbetes juvenile

-Sindorm goodpasture -Sindorm goodpasture

-Miastenia gravis -Miastenia gravis

-Infertilitas pada pria -Infertilitas pada pria -Lupus eritermatosus-Lupus eritermatosus

sistemik (SLE)sistemik (SLE)

(9)

SLE SLE

(SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS)

(SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS)

(10)

Defen

Defen isi isi

SLE adalah penyakit rematik yang SLE adalah penyakit rematik yang ditandai oleh adanya autoantibodi ditandai oleh adanya autoantibodi

terhadap antigen diri (self-antigen), terhadap antigen diri (self-antigen), pembentukan komplaks imun serta pembentukan komplaks imun serta

disregulasi imun yang menyebabkan disregulasi imun yang menyebabkan

kerusakan pada semua organ.

kerusakan pada semua organ.

(11)

Terutama terjadi pada wanita muda Terutama terjadi pada wanita muda

(90%), usia reproduksi.

(90%), usia reproduksi.

Wanita:pria = 4:1 Wanita:pria = 4:1

Prevalensi SLE di AS adalah 15-50 dari Prevalensi SLE di AS adalah 15-50 dari

100.000 penduduk.

100.000 penduduk.

Etiologi : belum diketahui Etiologi : belum diketahui

? Kombinasi faktor genetik & lingkungan? Kombinasi faktor genetik & lingkungan

(12)

Penyebab penyakit lupus sampai Penyebab penyakit lupus sampai

sekarang belum diketahui secara pasti, sekarang belum diketahui secara pasti,

diduga berhubungan dengan diduga berhubungan dengan

genetik,virus,sinar ultraviolet dan obat- genetik,virus,sinar ultraviolet dan obat-

obatan tertentu.

obatan tertentu.

(13)

Gejala : - gejala muskuloskeletal (artralgia, Gejala : - gejala muskuloskeletal (artralgia,

artritis, mialgia, kelemahan otot).artritis, mialgia, kelemahan otot).

- kelainan mukokutan (malar - kelainan mukokutan (malar

rash, mukus pd mukosa mulut,rash, mukus pd mukosa mulut,

erupsi kulit).erupsi kulit).

Manifestasi hematologik : anemia ( pd Manifestasi hematologik : anemia ( pd

sepertiga kasus disertai tes Coombs sepertiga kasus disertai tes Coombs

positif).

positif).

(14)

Diagnosa : - Antibodi antinuklear (ANA) Diagnosa : - Antibodi antinuklear (ANA) 

95% kasus SLE.95% kasus SLE.

- anti dsDNA - anti dsDNA  spesifik spesifik

(15)

Referensi

Dokumen terkait

T-sitotoksik dan sel NK harus mampu mengenal antigen tumor dan memperantarai/menyebabkan kematian sel-sel tumor.12,16,25 Beberapa bukti yang mendukung bahwa ada peran sistem imun

Antigen-presenting cells/APC : Sel yang menyajikan antigen dan membentuk kompleks dengan T helper cell yang akan memanggil sel imun untuk melemahkan antigen Auskultasi

Reaksi terjadi karena sel T yang sudah disensitasi tersebut, sel T dengan reseptor spesifik pada permukaannya akan dirangsang oleh antigen yang sesuai dan mengeluarkan zat

• Sistem Imun adalah gabungan sel, molekul dan jaringan yang berperan dalam resistensi.. jaringan yang berperan dalam resistensi

Walaupun antigen pada kontak pertama (respons primer) dapat dimusnahkan dan kemudian sel-sel system imun mengadakan involusi, namun respons imun primer tersebut

Reaksi terjadi karena sel T yang sudah disensitasi tersebut, sel T dengan reseptor spesifik pada permukaannya akan dirangsang oleh antigen yang sesuai dan mengeluarkan zat

Reaksi silang (cross-reactivity ) terjadi apabila antigen yang sama muncul pada tipe sel atau jaringan yang berbeda, munculnya epitop yang identik pada permukaan dua antigen

Fungsi primer dari sistem imun adalah untuk mengenal dan mendegradasi antigen asing (nonself) yang timbul dalam tubuh. Dalam immunosurveillance, sel mutan dianggap akan