• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU PENGANTAR PERILAKU ORGANISASI

N/A
N/A
muhammad ariiq Ikbaar

Academic year: 2023

Membagikan " BUKU PENGANTAR PERILAKU ORGANISASI"

Copied!
181
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pengenalan Konsep Perilaku Organisasi

Ada dua hal yang menjadi fokus perilaku organisasi, yaitu tindakan dan sikap orang-orang dalam organisasi (Ratmawati dan Herachwati, 2007). Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, studi tentang perilaku organisasi dapat membantu manajer untuk meningkatkan, mendorong atau mengubah perilaku kerja sehingga individu, kelompok dan organisasi secara keseluruhan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Organisasi

Sedangkan Ruky (2001) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi secara langsung tingkat pencapaian kinerja organisasi sebagai berikut. Dengan pendekatan sistem, banyak faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi dapat digabungkan menjadi faktor internal dan eksternal.

Ruang Lingkup Perilaku Organisasi

Tujuan mempelajari perilaku organisasi yang pertama adalah untuk dapat memahami dan menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu organisasi. Setelah memahami perilaku-perilaku yang terjadi dalam organisasi, tujuan lain dari mempelajari perilaku organisasi adalah untuk dapat memprediksi dan menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam organisasi.

Pentingnya Mengetahui Perilaku Organisasi

Asumsi Dasar Dalam Pendekatan Perilaku Organisasi

Sejarah Singkat Perilaku Organisasi

Pendekatan ini berfokus pada pengembangan tindakan pengelolaan yang paling sesuai dengan situasi spesifik dan karakteristik orang-orang yang terlibat. Setelah melakukan analisis yang cermat terhadap situasi tertentu dan mengamati variabel, meninjau teori dan hasil penelitian literatur, seorang manajer dapat menentukan tindakan yang tepat untuk situasi tertentu.

Daftar Pertanyaan

Kontribusi penting para manajer dan ilmuwan di bidang perilaku organisasi adalah munculnya konsep yang dikenal dengan “pendekatan kontingen atau pendekatan situasional”. Dengan menyadari dan mempertimbangkan variabel-variabel yang relevan dalam situasi tertentu, manajer dapat mengembangkan serangkaian tindakan yang paling tepat untuk menyelesaikan atau mencapai suatu tujuan.

Rangkuman

Oleh karena itu, Weber (1969) berpendapat bahwa masyarakat harus membentuk organisasi “baru” yang berbeda dengan organisasi tradisional. Model organisasi 'baru' (birokrasi) ini memiliki ciri-ciri struktural tertentu yang dapat ditemukan di setiap organisasi yang kompleks dan modern.

PERSPEKTIF MIKRO PERILAKU ORGANISASI

Karakteristik Biografi

Namun, informasi lebih lanjut diperlukan mengenai penyebab dan dampak yang terkait dengan masalah ini. Orang yang mempunyai pengalaman lebih lama/pengalaman profesional akan lebih produktif dibandingkan rekan juniornya.

Kemampuan Individu

Namun dijelaskan penelitian menemukan bahwa karyawan yang menikah memiliki tingkat ketidakhadiran yang lebih rendah dibandingkan karyawan yang belum menikah. Logikanya, seseorang yang sudah menikah akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar sehingga lebih stabil dan terorganisir dalam pekerjaannya.

Persepsi

Perilaku pegawai yang datang terlambat akan memenuhi kriteria ini apabila seluruh pegawai yang menempuh jalur yang sama menuju tempat kerja juga datang terlambat. Rangsangan yang kontras atau menonjol dengan lingkungan sekitar lebih besar kemungkinannya untuk dipilih perhatiannya dibandingkan dengan rangsangan yang sama dengan lingkungan sekitar.

Kepribadian

Dalam pekerjaan yang memerlukan keterampilan negosiasi (seperti negosiator tenaga kerja) atau di mana terdapat imbalan besar jika menang (seperti penjualan komisi), orang dengan Mach tinggi sangat produktif. Orang dengan pengendalian diri yang baik biasanya peka terhadap isyarat eksternal dan mungkin berperilaku berbeda dalam situasi berbeda.

Daftar Pertanyaan

Bukti menunjukkan bahwa orang yang memiliki self monitoring yang baik cenderung memperhatikan perilaku orang lain dan lebih mampu beradaptasi dibandingkan orang yang memiliki self monitoring yang rendah. Orang yang pandai melakukan pemantauan diri juga cenderung lebih baik dalam memainkan politik organisasi karena mereka peka terhadap isyarat dan dapat memanfaatkannya.

Rangkuman

Konflik yang terjadi dalam suatu organisasi dalam batas-batas tertentu sangat diperlukan bagi kemajuan dan perkembangan organisasi. Terdapat empat strategi yang dapat digunakan untuk mengurangi konflik yang terjadi dalam organisasi, yaitu: (i) strategi penghindaran, (ii) strategi intervensi kekuasaan, (iii) strategi demosi, (iv) strategi resolusi.

MOTIVASI DALAM ORGANISASI

Arti Penting Motivasi

Motivasi diartikan sebagai suatu kekuatan yang mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai hasil atau tujuan yang diharapkan. Hal ini muncul dari pengertian motivasi yang diartikan sebagai suatu kekuatan yang mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai hasil atau tujuan yang diharapkan.

Teori-Teori Motivasi

Pondy dalam McShane dan Glinow (2008) menyatakan telah mengembangkan model yang dapat digunakan untuk menganalisis konflik yang terjadi dalam organisasi. Konflik yang timbul dalam suatu organisasi akan diselesaikan melalui beberapa cara, seringkali melalui keputusan yang dibuat oleh manajer senior/puncak.

Gambar 5.1.  Proses Belajar
Gambar 5.1. Proses Belajar

Aplikasi Manajemen Dari Teori-Teori Motivasi

Daftar Pertanyaan

Rangkuman

Interaksi formal yang terjadi dalam suatu organisasi tidak dapat dilakukan secara intensif atau erat karena setiap orang sibuk menjalankan tugasnya. Begitu pula konflik yang terjadi pada organisasi dalam batas-batas tertentu, keberadaan konflik dalam organisasi sangat diperlukan demi kemajuan dan perkembangan organisasi.

NILAI, SIKAP DAN KEPUASAN KERJA

Konsep Tentang Nilai

Konsep Tentang Sikap

Konsep Tentang Kepuasan Kerja

Daftar Pertanyaan

Rangkuman

Salah satu implikasinya adalah memberikan perhatian pada pengembangan orang-orang dengan keterampilan khusus dalam organisasi. Definisi lain yang meminjam dari definisi kecerdasan psikologis menyatakan bahwa OD adalah apa yang dilakukan organisasi untuk mengembangkan orang-orang yang terlibat dalam organisasi tersebut.

PROSES PEMBELAJARAN

Konsep Pembelajaran

Oleh karena itu, definisi belajar yang lebih tepat adalah sebagai perubahan tingkah laku yang relatif permanen dan terjadi sebagai akibat dari pengalaman. Manajer membentuk perilaku karyawan secara sistematis dengan menawarkan imbalan sehingga setiap langkah yang diambil membawa karyawan lebih dekat pada perilaku yang diinginkan.

Sistem Penghargaan atau Imbalan

Posisi tersebut memerlukan sedikit penilaian dan gaji yang lebih rendah mungkin ditawarkan kepada seseorang yang tertarik pada posisi tersebut. Robbins dan Judge (2015) berargumentasi bahwa jenis penghargaan yang dapat diberikan oleh organisasi lebih kompleks daripada yang diperkirakan secara umum.

Pengelolaan Perilaku Individu Dalam Organisasi

Jika manajer ingin menjaga tingkat pengurangan karyawan dan ketidakhadiran tetap rendah, terutama di kalangan karyawan yang lebih produktif, mereka akan melakukan hal tersebut, sehingga menghasilkan sikap kerja yang positif. Pertanyaannya adalah apakah manajer akan membiarkan karyawannya belajar secara tidak teratur, atau apakah mereka akan mengelola pembelajaran melalui penghargaan yang mereka berikan dan contoh yang mereka berikan.

Daftar Pertanyaan

Jika manajer menuntut perilaku A tetapi menghargai perilaku B, maka tidak mengherankan jika karyawan akan belajar menunjukkan perilaku B. Manajer yang selalu terlambat masuk kerja, atau menghabiskan dua jam untuk makan siang, atau menggunakan peralatan kantor perusahaan sesuai kebutuhan pribadinya, harus memprediksi bagaimana karyawan membaca pesan yang mereka kirimkan dan meniru perilaku mereka.

Rangkuman

McShane dan Glinow (2008) juga menyatakan bahwa ketika konflik meningkat, orang-orang dalam organisasi akan merasakan dorongan atau motivasi yang lebih kuat untuk meningkatkan kinerjanya. Oleh karena itu, kami berharap setiap individu yang memiliki latar belakang atau posisi berbeda dalam organisasi akan menggambarkan budaya organisasi dengan cara yang sama.

DINAMIKA PERILAKU DALAM ORGANISASI

Dinamika Kelompok dan Pembentukan Team Kerja

Sedangkan kelompok informal adalah kelompok yang tidak dibentuk secara formal melalui suatu struktur organisasi, yang muncul karena adanya kebutuhan akan kontak sosial. Kelompok komando adalah kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasi dan melaksanakan tugas-tugas rutin organisasi.

Gambar  6.1.  Jenis-Jenis Kelompok  dalam Organisasi
Gambar 6.1. Jenis-Jenis Kelompok dalam Organisasi

Konflik dan Tehnik Negosiasi

Gejolak yang terjadi pada pimpinan puncak seringkali terjadi karena seseorang berusaha mempromosikan dirinya dengan mengorbankan orang lain dalam organisasi. Meski berkaitan dengan sikap, namun dari ketiga komponen tersebut adalah emosi. berinteraksi dengan orang lain dalam organisasi.

Pengelolaan Stres

Kekuasaan dan Perilaku Politik Dalam Organisasi

Perilaku politik dalam organisasi adalah setiap aktivitas yang tidak diperlukan sebagai bagian dari peran formal seseorang dalam organisasi, namun mempengaruhi atau berupaya mempengaruhi distribusi keuntungan atau kerugian dalam organisasi. Dalam bukunya Robbins dan Judge (2013) menyebutkan ada beberapa hal yang nampaknya berkaitan dengan perilaku politik, sebagai berikut.

Daftar Pertanyaan

Di sisi lain, pandangan politik dapat menjelaskan banyak hal tentang perilaku yang tampaknya tidak rasional dalam organisasi. Sebab sebagian besar organisasi yang memiliki jumlah pekerja dalam jumlah besar dengan karakteristik yang kami amati masih menunjukkan perilaku politik yang sangat berbeda.

Rangkuman

Dengan demikian, tidak dapat disimpulkan bahwa teori klasik berasumsi bahwa wewenang pada umumnya sama dengan kapasitas orang yang kepadanya fungsi-fungsi dalam organisasi dituju. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem sosial adalah orang-orang yang bekerja dalam organisasi dan hubungan antar mereka.

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Proses Kepemimpinan

Kedua orientasi ini sejalan dengan konsep perilaku kepemimpinan otokratis (tugas) dan demokratis (hubungan) yang dikemukakan Greiner (1972). Beberapa pemimpin menekankan tugas dan dapat digambarkan sebagai pemimpin otokratis, dan yang lainnya menekankan hubungan antarpribadi dan dapat dilihat sebagai pemimpin demokratis.

Gaya Kepemimpinan

Gaya ini memberikan perhatian maksimal kepada karyawan dan perhatian minimal terhadap tugas dimana perilaku seperti ini tidak sesuai. Gaya ini memberikan perhatian maksimal pada tugas dan perhatian minimal pada karyawan dimana perilaku seperti ini tidak pantas.

Tabel 7.2. Berbagai Macam Gaya Kepemimpinan
Tabel 7.2. Berbagai Macam Gaya Kepemimpinan

Aktivitas Pimpinan

Gaya kepemimpinan di atas hendaknya tidak membuat kita percaya bahwa seseorang yang menjadi pemimpin harus berusaha mempertahankan gayanya secara konsisten dalam segala aktivitasnya. Dia kemudian menentukan gaya manajemen mana yang paling tepat dan mana yang memerlukan perubahan agar lebih efektif.

Syarat Kepemimpinan Efektif

Jika gaya kepemimpinan A tidak sesuai dengan harapan B, dan jika B melakukan pekerjaannya hanya karena kekuatan posisi A, maka kita dapat mengatakan bahwa A berhasil tetapi tidak efektif. Ketika orang hanya memikirkan kesuksesan, mereka cenderung mengutamakan kekuatan jabatannya dan menerapkan pengawasan yang ketat.

Daftar Pertanyaan

Rangkuman

Unsur-unsur dasar dalam proses pengambilan keputusan dalam organisasi adalah: menetapkan tujuan, mengidentifikasi masalah, mengembangkan berbagai alternatif pemecahan, mengevaluasi dan memilih alternatif, melaksanakan keputusan dan evaluasi, pemantauan dan tindakan perbaikan. Pendekatan dasar dalam pengembangan organisasi ada yang bersifat struktural (intervensi struktural), teknis (intervensi teknis dan perilaku) atau pendekatan yang menitikberatkan pada unsur manusia dalam organisasi.

KOMUNIKASI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM

Komunikasi Dalam Organisasi (Proses, Interpersonal dan Teknologi

Karena orang lain mempunyai informasi yang relevan dan Anda tidak, akibatnya komunikasi tidak dapat berlangsung dengan baik. Ini adalah area dimana komunikasi paling tidak efektif, karena baik Anda sendiri maupun orang lain tidak mengetahui informasi yang relevan.

Gambar 8.3. menunjukkan aliran komunikasi formal dalam organisasi.
Gambar 8.3. menunjukkan aliran komunikasi formal dalam organisasi.

Proses Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Meningkatnya penggunaan kelompok dalam proses pengambilan keputusan didasari oleh asumsi bahwa proses pengambilan keputusan dilakukan oleh kelompok. Studi mengenai pengambilan keputusan kelompok menunjukkan bahwa dinamika kelompok sering kali menghambat pengambilan keputusan yang baik.

Daftar Pertanyaan

Setelah masalah teridentifikasi dengan jelas, setiap anggota harus mengembangkan solusi mereka sendiri terhadap masalah tersebut. Pemungutan suara kemudian dilakukan terhadap ide-ide yang diajukan, kemudian setiap ide atau solusi diberi peringkat berdasarkan suaranya.

Rangkuman

Penelitian ini menguji pengaruh budaya organisasi dan perilaku pemimpin terhadap komitmen organisasi, kepuasan kerja, dan kinerja organisasi. Penelitian ini menyelidiki peran kepemimpinan kreatif dan berbagi pengetahuan terhadap inovasi.

TEORI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Teori Organisasi Klasik

Birokrasi dikembangkan dari sosiologi, sedangkan teori administrasi dan manajemen ilmiah dikembangkan langsung dari pengalaman praktik manajemen. Arti pertama, manajemen ilmiah adalah penerapan metode ilmiah untuk mempelajari, menganalisis, dan memecahkan masalah dalam organisasi.

Teori Organisasi Neoklasik

Perkembangan teori hubungan manusia (teori Neoklasik) ditandai dengan eksperimen Hawthorne yang dilakukan pada tahun 1924-1932. Namun Elton Mayo menjadi terkenal karena eksperimen Hawthorne tersebut (atau lebih dikenal dengan Hawthorne Studies).

Teori Organisasi Modern

Teori modern dapat disebut sebagai teori organisasi dan manajemen umum yang menggabungkan teori klasik dan neoklasik dengan konsep yang lebih maju. Pendekatan ini memberikan manajemen cara untuk memandang organisasi secara keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas.

Rancangan Struktur Organisasi

Dengan kata lain, teknologi yang kompleks menimbulkan struktur organisasi yang “tinggi” dan memerlukan tingkat kontrol dan koordinasi yang lebih besar. Semakin banyak manajer di perusahaan yang berteknologi kompleks, semakin banyak layanan pendukung yang diperlukan, seperti menangani dokumen tambahan atau pekerjaan non-produksi seperti administrasi personalia.

Gambar 9.1. Hubungan antara Strategi, Struktur dan Lingkungan 1. Lingkngan Eksternal dan Struktur
Gambar 9.1. Hubungan antara Strategi, Struktur dan Lingkungan 1. Lingkngan Eksternal dan Struktur

Daftar Pertanyaan

Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, latar belakang, tingkat minat terhadap pekerjaan karyawan dan ketersediaan alternatif di luar organisasi merupakan faktor penentu penting dalam struktur organisasi. Orang berketerampilan rendah yang melakukan pekerjaan yang berulang-ulang dan membosankan mungkin akan lebih baik dikelola dengan struktur yang lebih mekanistik.

Rangkuman

Penelitian ini mengkaji tentang peran mediasi budaya organisasi terhadap pengaruh kompetensi dan motivasi ketua LPD terhadap kinerja LPD (Studi pada Lembaga Perkreditan Desa/LPD di Kabupaten Gianyar). Penelitian ini menguji peran orientasi kewirausahaan dalam memediasi pengaruh nilai-nilai budaya lokal Bali terhadap kinerja organisasi.

BUDAYA ORGANISASI

Konsep Budaya Organisasi

Penelitian terkini menunjukkan bahwa terdapat tujuh karakter utama yang kesemuanya merupakan elemen penting dalam budaya organisasi, yaitu. Menilai suatu organisasi dengan menggunakan ketujuh tanda tersebut akan menghasilkan gambaran mengenai budaya organisasi tersebut.

Fungsi dan Peran Budaya Organisasi

Jika suatu organisasi tidak memiliki budaya dominan dan hanya terdiri dari banyak subkultur, maka nilai budaya organisasi sebagai variabel independen akan terlihat sangat kecil. Jika lingkungan berubah dengan cepat, kemungkinan besar budaya organisasi yang ada saat ini tidak lagi memadai.

Mempertahankan dan Mempelajari Budaya

Upaya untuk memastikan kesesuaian, disengaja atau tidak, menghasilkan pengangkatan karyawan baru yang memiliki nilai-nilai yang sama. Sebagus apapun proses rekrutmen dan seleksi suatu organisasi, pegawai baru belum sepenuhnya terindoktrinasi dengan budaya organisasi.

Gambar 10.1.  Model Sosialisasi
Gambar 10.1. Model Sosialisasi

Daftar Pertanyaan

Rangkuman

Analisis dalam penelitian ini adalah: analisis deskriptif dan analisis statistik dengan menggunakan Structure Equation Model (SEM). Analisis dalam penelitian ini adalah: analisis deskriptif dan analisis statistik dengan menggunakan Path Analysis.

HORISON PERILAKU ORGANISASI

Perilaku Individu Dalam Organisasi Global

Lebih dari itu, orang menggunakan imbalan untuk memanipulasi orang – dalam arti yang paling positif – melalui prosedur seperti pengelolaan berdasarkan tujuan, penilaian, dan sebagainya. Namun pada saat yang sama juga diketahui bahwa semakin besar tingkat isolasi, semakin sulit pula perubahan perilaku yang dihasilkan dapat ditransfer kembali ke dalam organisasi.

Perubahan Organisasi

Motif lain yang mungkin kurang berguna adalah apa yang disebut hubungan 'mafia', di mana konsultan sebenarnya dipanggil untuk memperbaiki individu dalam organisasi (Tyson dan Jackson, 2000). Kita perlu memastikan bahwa kita memiliki orang-orang di dalam organisasi yang dapat memulai dan menerapkan serta menjadi anggota kelompok dan jaringan yang efektif.

Pengembangan Organisasi

Namun, selama tahun 1950-an, para pendiri kelompok pelatihan memisahkan orientasi mereka: Lewin beralih ke penelitian spektrum dan Moreno beralih ke pelatihan nasional. Karena adanya kepentingan kelompok pelatihan dan banyaknya konsultan yang melakukan kerja kelompok pelatihan, maka terjadi perubahan orientasi.

Daftar Pertanyaan

Rangkuman

Analisis dalam penelitian ini adalah: analisis deskriptif dan analisis statistik dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Analisis dalam penelitian ini adalah: analisis deskriptif dan analisis statistik dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM PLS).

KASUS-KASUS DALAM PERILAKU ORGANISASI

Bank-Bank Swasta Kembali Merebut Predikat Mumpuni Dalam Melayani

Sayangnya, nama-nama bank yang terlibat sulit dipastikan, bahkan bank pelapor pun sulit diketahui masyarakat. Umumnya, menurut pantauan Infobank, bank yang tidak memiliki standar pelayanan yang jelas lebih mengandalkan kualitas pelayanan dibandingkan menjadi pintu pencucian uang yang tidak memerlukan senyuman atau ruang yang nyaman.

Perusahaan Farmasi “ MAJA”

Jika dilihat secara lebih luas, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa bangkrutnya banyak bank disebabkan oleh praktik kotor, baik dari segi aset maupun liabilitas. Apa yang dimaksud dengan “hal-hal lain” yang diungkapkan oleh manajer perekrutan dalam percakapan dengan Rangga, selain uang, kondisi kerja, dan tunjangan lain yang diperlukan untuk memotivasi karyawan?

Penganalisaan Pola - Pola Motivasional

Rangga lalu menjawab, "Baik, anda adalah seorang ahli HR, apa yang harus kami lakukan untuk mengatasi masalah ini. Bagaimana anda akan menjawab pertanyaan Rangga yang terakhir jika anda adalah manajer HR di perusahaan tersebut?"

CV. Rasa Lezat

Hotel Bintang Cemerlang

Cobalah menerapkan konsep motivasi Maslow (1965) untuk menjelaskan apa yang terjadi pada setiap situasi baik pada keadaan I maupun keadaan II.

Perusahaan Manufaktur PT. Anak Bangsa

PT. POS Indonesia

Sang juru masak telur dadar bahkan berkata, mungkin sambil bercanda, kepada seorang tamu yang duduk di hadapannya sambil menunggu pesanannya diproses: "Apakah Anda juga khawatir kalau telur dadar ini ada kecoa di dalamnya?" . TAPI dari Perum ke PERSERO berdampak pada struktur organisasi dan logikanya perubahan yang terjadi juga akan berdampak pada individu anggota organisasi yang ada di dalamnya.

Pelayanan Prima Bank Niaga

Jelaskan cara membuat kelompok garis depan yang efektif, kaitkan dengan teori yang relevan. Apakah menurut Anda frontliner dapat diputar ke bagian yang bukan bagian frontliner/back office?

William Suryadjaya, Konglomerat Otomotif dan Ong Hok Liong Pendiri

Namun, masih terdapat kendala dalam pemberian layanan, yaitu penyelarasan visi petugas garda depan di setiap daerah dan kota. Bagaimana pendapat Anda mengenai calon penerus bisnis dan penerus bisnis masa depan dilihat dari teori?

Konflik Yang Terjadi pada Perusahaan Keluarga

“Ini bukti bahwa bisnis keluarga pun jika dikelola dengan baik akan mampu bertahan,” kata Jaya Suprana Preskom PT. AB Susanto, Managing Partner The Jakarta Consulting Group menambahkan, pengelolaan bisnis keluarga ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin berat, baik dari lingkungan internal maupun eksternal perusahaan.

Peritel Kesohor Kelas Dunia (Wal Mart, Ahold dan Carrefour)

Pejabat Ahold menyadari hal ini sebagai kunci keberhasilan dalam mematahkan dominasi Wal-Mart di pasar Eropa. Dari segi konsep dan integritas produk, Carrefour dan Wal Mart memiliki banyak kesamaan.

Merger Antara Sears dan Land’End

Memang belum ada produk merchandise Sears yang akan dimasukkan ke dalam katalog atau website Lands'End. Sebelumnya, Spigel mengakuisisi Eddie Bauer, sebuah perusahaan Redmont Washington yang menjual produk serupa dengan merchandise Lands'End.

Transformasi Lembaga Keuangan Berbasis Adat

Variabel dalam penelitian ini adalah: budaya organisasi dan perilaku kepemimpinan sebagai variabel bebas dan komitmen organisasi, kepuasan kerja dan kinerja organisasi sebagai variabel terikat. Penelitian ini mengkaji peran nilai-nilai kepemimpinan, budaya THK terhadap komitmen organisasi dan pengaruhnya terhadap kinerja subak.

Gambar 13.1. Pengaruh sikap pimpinan, partisipasi karyawan, penghargaan dan hukuman terhadap kepuasan karyawan, dan komitmen karyawan atas organisasi.
Gambar 13.1. Pengaruh sikap pimpinan, partisipasi karyawan, penghargaan dan hukuman terhadap kepuasan karyawan, dan komitmen karyawan atas organisasi.

APLIKASI PENELITIAN PERILAKU ORGANISASI

Studi Bourantas et al. (1988) pada 2.250 manajer dan supervisor di

Rachel and Lisa (2000)

Dalam penelitian ini dikatakan bahwa para manajer (pimpinan) sangat sulit mengubah budaya organisasi pada organisasi publik, karena pada organisasi publik sudah merambah secara mendalam;

Kirkman and Shapiro (2001)

Chen (2004)

Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya organisasi dan perilaku pemimpin berpengaruh positif terhadap komitmen pegawai terhadap organisasi dan kepuasan kerja pegawai. Selain itu budaya organisasi, perilaku pemimpin, komitmen pegawai terhadap organisasi, dan kepuasan kerja pegawai berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja organisasi.

Van and Robson (2000)

Ralph J. Masi and Robert A. Cooke (2000)

George Boyne and Jay Dahya (2002)

Supartha (2010)

Terdapat keterkaitan antara budaya organisasi dengan kepemimpinan yaitu saling pengaruh dan kedisiplinan yang mempengaruhi kinerja organisasi.

Supartha dkk. (2014)

Suana et al. (2014)

Variabel dalam penelitiannya adalah: budaya THK, lingkungan kerja, kepribadian dan jiwa wirausaha.

Supartha dkk. (2014)

Supartha et al. (2015)

Artinya semakin meningkatnya kondisi lingkungan medis maka akan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada Puskesmas di Kabupaten Klungkung. Artinya semakin meningkatnya niat untuk berhenti di kalangan tenaga medis akan menurunkan mutu pelayanan kesehatan medis di Puskesmas di Kabupaten Klungkung.

Ratih et al. (2016)

Hal ini berarti semakin meningkatnya kondisi lingkungan tenaga medis maka akan menurunkan niat untuk berhenti pada kalangan tenaga medis di Puskesmas di Kabupaten Klungkung. Artinya semakin meningkatnya kepuasan kerja tenaga medis maka akan menurunkan niat untuk berhenti pada tenaga medis di Puskesmas di Kabupaten Klungkung.

Sapta et al. (2016)

Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kreatif yang dikonstruksi menggunakan tiga sub-item pertanyaan: dimensi kemampuan kreatif, motivasi inspirasional, dan pertimbangan individu dapat meningkatkan proses pengumpulan dan pengetahuan. Kontribusi pengetahuan dan kepemimpinan kreatif pada industri kecil (perak) belum terbukti secara langsung dan signifikan meningkatkan inovasi, namun berperan penting dalam memediasi pertukaran pengetahuan.

Sitiari et al. (2016)

Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan dan keandalan nilai-nilai manajemen mampu sepenuhnya dan benar-benar mempengaruhi peningkatan kinerja Subak. Sebab, nilai-nilai manajemen seperti spiritual, moral, dan manajerial jika dimediasi penuh oleh komitmen organisasi dipandang sebagai variabel penentu peningkatan kinerja Subak.

Martini et al. (2016)

Penelitian ini dilakukan di Provinsi Bali terhadap pengurus koperasi non-KUD yang mempunyai unit simpan pinjam di 8 Kabupaten dan 1 Kota di Bali pada tahun 2016. Karakteristik penerus dan perencanaan suksesi disebut dengan dual mediator yang merupakan mediasi penuh antara pengaruh nilai-nilai. pada kinerja penerusnya.

Budiana (2017)

Kebijakan pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja peternakan ayam broiler di provinsi Bali. Intensitas kemitraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan peternakan ayam broiler di Provinsi Bali.

Gambar

Tabel  1.1. memaparkan ringkasan faktor  yang mempengaruhi tingkat kinerja yang dapat dicapai oleh suatu organisasi
Gambar 5.1.  Proses Belajar
Gambar 5.2. Variabel Kunci Yang Mempengaruhi Perilaku Individu
Gambar  6.1.  Jenis-Jenis Kelompok  dalam Organisasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Setelah pokok bahasan ini selesai mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang teori politik, masyarakat, kekuasaan dan negara dengan benar dan jelas untuk membedakan

Terlaksananya peran Indonesia dalam kerjasama di bidang politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya dengan negara-negara di kawasan Eropa Tengah dan Timur. % fasilitasi

Selanjutnya faktor eksternal yang menjadi hambatan pecalang Desa Pakraman Kalibukbuk dalam menjaga keamanan dan ketertiban Desa Pakraman adalah tidak adanya

Perilaku politik yang ekstrim yang melanggar aturan Politik Organisasi : penggunaan kekuasaan utk mempengaruhi pengambilan keputusan di dalam

Alih-alih mengantisipasi ancaman polemik dan ketertiban umum, pelarangan buku oleh negara mengindikasikan paranoia penguasa atas ancaman terhadap kekuasaan yang

Secara umum situasi perkembangan lingkup strategi yang meliputi bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya yang dapat berpengaruh terhadap kondisi keamanan dan

Pembahasan tentang ideologi politik, undang-undang dasar (konstitusi), pembagian kekuasaan negara secara vertikal, budaya politik dan sosialisasi politik, demokrasi,

Pembahasan tentang ideologi politik, undang-undang dasar (konstitusi), pembagian kekuasaan negara secara vertikal, budaya politik dan sosialisasi politik, demokrasi,