© Riset Pemasaran: Dwi Suhartanto, 2014
Departemen Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bandung
BAB XIII
Penentuan Ukuran Sampel
Tujuan
1.Menjelaskan pertimbangan-pertimbangan yang perlu dilakukan untuk menentukan ukuran sampel.
2.Mendemonstrasikan penggunaan metode statistik untuk menentukan ukuran sampel.
3.Menggunakan metode jusmen untuk menentukan ukuran sampel.
13-1
Pertimbangan Ukuran Sampel
Pengambilan keputusan terkait dengan ukuran sampel harus mempertimbangkan tiga faktor, yaitu : 1.Batas Kesalahan (Margin of Error)
2.Tingkat Kepercayaan (Level of Confidence) 3.Variasi Populasi
www.company.com
Margin eror
Dengan menggunakan tabel kita memiliki nilai kritis 1,96, dan margin of error = 1.96 / (2 √ 900 = 0,03267, atau sekitar 3,3%
Batas kesalahan: jumlah yang ditambahkan atau dikurangkan terhadap rata-rata sampel (atau proporsi sampel) untuk menentukan nilai akhir dari interval kepercayaan (confidence interval)
Pertimbangan Ukuran Sampel
© Riset Pemasaran: Dwi Suhartanto, 2014
Departemen Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bandung
2. Tingkat kepercayaan
Tingkat kepercayaan (level of confidence atau
confidence coeficient) adalah kemungkinan bahwa suatu interval tertentu akan termasuk dalam nilai populasi sesungguhnya
13-4
Pertimbangan Ukuran Sampel
3. Variasi Populasi
Dalam riset ilmu sosial, termasuk riset pemasaran,
periset akan kesulitan untuk menentukan besarnya variasi dalam populasi secara tepat. Dalam hal ini, lind dkk. Menyarankan tiga hal untuk mengatasi hal tersebut, yaitu:
• Lakukan Pilot Studi
• Gunakan Acuan Studi Sejenis
• Gunakan Pendekatan Range-based
Pertimbangan Ukuran Sampel
© Riset Pemasaran: Dwi Suhartanto, 2014
Departemen Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bandung
Penentuan Ukuran Sampel Secara Statistik
Metode penentuan sampel secara statistik:
1.Ukuran sampel untuk mengestimasi rata-rata populasi
2.Ukuran sampel untuk mengestimasi proporsi populasi
3.Penentuan ukuran sampel dengan formula slovin
13-6
Penentuan Ukuran Sampel Secara Statistik
Penentuan Ukuran Sampel Secara Statistik
1. Ukuran sampel untuk mengestimasi rata-rata populasi.
© Riset Pemasaran: Dwi Suhartanto, 2014
Departemen Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bandung
13-8
Penentuan Ukuran Sampel Secara Statistik
2. Ukuran sampel untuk mengestimasi proporsi populasi
3. Formula Slovin
Penentuan Ukuran Sampel Secara Statistik
Dimana:
© Riset Pemasaran: Dwi Suhartanto, 2014
Departemen Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bandung
1. Pendekatan Barlett dkk.
Sumber : Barlett, Kotrlik,
& Higgins
13-10 Penentuan Sample dengan Jusmen
Ukuran sampel dimana parameter dalam populasi diasumsikan lebih dari 85%
atau dibawah 15%, dengan tingkat keyakinan 95%
Ukuran Populasi Reliabilitas Sampel
+ 1% poin + 2% poin + 3% poin +5% poin
1000 a a 353 235
2000 a 760 428 266
3000 a 890 461 278
4000 a 938 479 284
5000 a 984 491 289
10000 3.288 1.091 516 297
20000 3.935 1.154 530 302
50000 4.461 1.195 538 304
Penentuan Ukuran Sample dengan Jusmen
2.
Pendekatan Zikmund© Riset Pemasaran: Dwi Suhartanto, 2014
Departemen Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bandung
3. Pendekatan Malhotra
# Jenis Studi Ukuran Minimal Jarak Ukuran
1 Identifikasi masalah (mis. Potensi pasar ) 500 1.000-2.500
2 Riset pemecahan masalah 200 300-500
3 Uji Produk 200 300-500
4 Test marketing 200 300-500
5 Iklan TV, radio, atau media cetak 150 200-300
6 Audit Pasar 10 toko 10 -20 toko
7 Fokus group 6/group 6-12/group
13-13
Penentuan Ukuran Sample dengan Jusmen
Faktor Pertimbangan Lain dalam Penentuan Ukuran Sampel
1. Faktor Finansial : Sampel yang besar akan
membutuhkan dana, waktu, dan tenaga yang banyak 2. Faktor Manajerial : tingkat harapan dan keyakinan
manajerial mengenai hasil riset
3. Analisa Data: beberapa analisa data tidak membutuhkan jumlah sampel yang besar.
4. Tingkat Analisa yang Dibutuhkan : memperhatikan sub-grup dalam populasi
© Riset Pemasaran: Dwi Suhartanto, 2014
Departemen Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bandung
1.Pengambilan keputusan terkait dengan ukuran sampel harus mempertimbangkan tiga faktor, yaitu batas
kesalahan, tingkat kepercayaan yang diinginkan, dan variasi populasi.
2.Penentuan ukuran sampel secara statistik
dimungkinkan jika standar deviasi populasi atau proporsi populasi diketahui.
3.Selain metode statistik, metode jusmen juga bisa digunakan untuk menentukan jumlah sampel.
Kesimpulan
13-15