• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jasa Profesional untuk Memfasilitasi Kemajuan Individu

N/A
N/A
Ancelina Simbolon

Academic year: 2023

Membagikan " Jasa Profesional untuk Memfasilitasi Kemajuan Individu"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal, pengembangan perilaku yang efektif, pengembangan lingkungan, dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu, yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan, membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan, membelajarkan individu untuk mengembangkan, merubah dan memperbaiki perilaku. Bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi, melainkan layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. (ABKIN,2007).

Oleh karena itu, bimbingan dan konseling merupakan layanan ahli oleh konselor (guru bimbingan dan konseling). Konselor adalah salah satu kuali fikasi pendidikan, yaitu tenaga kependidikan, yaitu tenaga kependidikan yang memiliki kekhususan pada bidang bimbingan dan konseling, yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Seberapa pentingkah pelaksanaan bk di sekolah?

Pentingnya pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah sangat berpengaruh pada upaya yang dilakukan oleh konselor untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugasnya dan dalam mengamban tugas konselor masih mengalami hambatan salah satu hambatan dari pelaksanaan bimbingan dan konseling yaitu persepi negatif siswa terhadap bimbingan dan konseling. Konselor sebagai orang yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling melakukan upaya yang tepat untuk memperbaikinya karena pada dasarnya persepsi itu bisa dirubah. Kurangnya pemahaman tentang peran dan tugas sebagai guru bimbingan konseling di sekolah dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap pelaksanaan bimbingan konseling. Sedangkan persepsi positif siswa akan muncul apabila guru bimbingan konseling menjalankan tugas dan perannya sesuai kode etik dan memenuhi syarat seorang guru

bimbingan konseling.

Proses bimbingan dan konseling disekolah dapat berhasil apabila mempunyai tujuan yang jelas yang akan dicapainya. Tujuan diberikannya pelayanan bimbingan adalah agar individu dapat merencanakan kegiatan penyelesaian studi, mengembangkan seluruh potnsi yang dimilikinya seoptimal mungkin, menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, menghadapi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam masa pendidikannya.

Fungsi konseling

(2)

TERPOPULER TERBARU PILIHAN EDITOR TOPIK PILIHAN K-REWARDS KLASMITING EVENT

Bule Jowo

Mhs unisnu - Mhs unisnu Pgsd a7

FOLLOW EDUKASI

Apakah Itu Konsep Dasar BK?

15 November 2019 00:05 Diperbarui: 15 November 2019 00:05 1060 0 0 +

Lihat foto

Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

(3)

ESSAY

TEMA : KONSEP DASAR BK dan model bk

Sebelum membahas lebih jauh tentang konsep dasar bimbingan dan konseling, saya akan memaparkan terlebih dahulu pengertian bimbingan dan konseling.

Apa itu yang di maksud bimbingan?

Bimbingan adalah proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri yang dibutuhkan untuk melakukan menyesuaian diri secara maksimum kepada sekolah, keluarga dan mesyarakat.(Miller, 1961)

Bimbingan yang di maksud adalah bantuan yang diberikan Guru kepada siswa untuk mengatur atau mengembangkan pandangan hidupnya sehingga mampu membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri. Konsep bimbingan tak lepas dari kata konseling.

Sedangkan konseling adalah serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha untuk membantu konsel/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan/masalah khusus. (Winkel, 2005)

Apa juga yang di maksud konseling?

(4)

Konseling memiliki pengertian yang sama dengan bimbingan. Bedanya konseling lebih bersifat individual dan professional antara konselor yang terlatih dengan klien. untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya.

Sebelumnya, istilah "Bimbingan" berdiri sendiri sama sekali tidak mengandung pengertian konseling.

Kemudian periode berikutnya Kata "Bimbingan" dan "Konseling" (BK) di gunakan bersamaan meskipun maknanya menjadi ambigu karena dalam satu kata berisi dua makna. Kemudian mengalami

perkembangan lanjutan hingga istilah "konseling" berdiri sendiri sekaligus dia memuat pengertian bimbingan juga di dalamnya.

Lantas apa yang di maksud bimbingan dan konseling?

Menurut Prayitno (2004), bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam

bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku.

Bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal, pengembangan perilaku yang efektif, pengembangan lingkungan, dan peningkatan fungsi atau manfaat individu dalam lingkungannya. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses perkembangan individu, yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan melalui interaksi yang sehat dan produktif. Bimbingan dan konseling memegang tugas dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan, membangun interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan, membelajarkan individu untuk mengembangkan, merubah dan memperbaiki perilaku.

Bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks adegan mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi, melainkan layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. (ABKIN,2007).

Oleh karena itu, bimbingan dan konseling merupakan layanan ahli oleh konselor (guru bimbingan dan konseling). Konselor adalah salah satu kuali fikasi pendidikan, yaitu tenaga kependidikan, yaitu tenaga

(5)

kependidikan yang memiliki kekhususan pada bidang bimbingan dan konseling, yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Mengikuti uraian di atas dapat diambil pengertian bahwa pelayanan bimbingan dan konseling di laksanakan dari manusia, untuk manusia, dan oleh manusia. Dari manusia artinya pelayanan itu diselenggarakan berdasarkan hakikat keberadaan manusia dengan dimensi kemanusiaannya. Untuk manusia, di maksudkan bahwa pelayanan tersebut diselenggarakan demi tujuan tujuan yang agung, mulia, dan positif bagi kehidupan kemanusiaan menuju manusia seutuhnya , baik manusia sebagai individu maupun kelompok. Oleh manusia mengandung pengertian penyelenggara kegiatan itu adalah manusia dengan segenap derajat, martabat, dan keunikan masing masing yang terlibat di dalam nya.

Proses bimbingan dan konseling seperti itu melibatkan manusia dan kemanusiaannya sebagai totalitas, yang menyangkut segenap potensi potensi dan kecenderungan - kecenderungan nya, perkembangannya, di namika kehidupannya, permasalahan permasalahannya, dan interaksi dinamis antara berbagai unsur yang ada itu. (surya, 1975).

Seberapa pentingkah pelaksanaan bk di sekolah?

Pentingnya pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah sangat berpengaruh pada upaya yang dilakukan oleh konselor untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugasnya dan dalam mengamban tugas konselor masih mengalami hambatan salah satu hambatan dari pelaksanaan bimbingan dan konseling yaitu persepi negatif siswa terhadap bimbingan dan konseling. Konselor sebagai orang yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling melakukan upaya yang tepat untuk memperbaikinya karena pada dasarnya persepsi itu bisa dirubah. Kurangnya pemahaman tentang peran dan tugas sebagai guru bimbingan konseling di sekolah dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap pelaksanaan bimbingan konseling. Sedangkan persepsi positif siswa akan muncul apabila guru bimbingan konseling menjalankan tugas dan perannya sesuai kode etik dan memenuhi syarat seorang guru

bimbingan konseling.

Proses bimbingan dan konseling disekolah dapat berhasil apabila mempunyai tujuan yang jelas yang akan dicapainya. Tujuan diberikannya pelayanan bimbingan adalah agar individu dapat merencanakan kegiatan penyelesaian studi, mengembangkan seluruh potnsi yang dimilikinya seoptimal mungkin, menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, menghadapi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam masa pendidikannya.

Apa saja Fungsi, Prinsip dan Asas Bimbingan dan Konseling?

(6)

Layanan bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peran yang sangat penting. Oleh karena itu, sebelum kita membahas lebih jauh alangkah baiknya kita mengetahui fungsi, prinsip, dan asas bimbingan dan konseling.

Fungsi Bimbingan dan Konseling Uman Suherman yang dikutip oleh Sudrajat (2008) mengemukakan sepuluh fungsi bimbingan dan konseling, yaitu:

1) Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif;

2) Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak

diharapkan, diantaranya: bolos sekolah, bullying, bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex);

3) Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi- fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas- tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata;

4)Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun

(7)

karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching;

5) Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan;

6) Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembela jaran, maupun menyusun bahan pela jaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseling;

7) Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif;

8) Fungsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbinga dan konseling untuk membantu konseli sehingga

dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif; 9) Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli; dan

10) Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan

produktivitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli.

Fungsi yang dikemukakan di atas dapat di singkat sebagai berikut:

(8)

1) Fungsi pemahaman, yaitu fungsi membantu peserta memahami diri dan lingkungan;

2) Fungsi Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindari diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya;

3) Fungsi Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang didalamnya;

4) Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memlihara dan menumbuh kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya; 5) Fungsi Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.

Prinsip-prinsip tersebut yaitu bimbingan dan konseling:

1) diperuntukkan bagi semua konseling. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah; baik pria maupun wanita;

baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif); dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual);

2) sebagai proses individuasi. Setiap konseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli, meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok;

3) menekankan hal yang positif. Dalam kenyataan masih ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan, karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi . Sangat berbeda dengan pandangan tersebut, bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang

(9)

menekankan kekuatan dan kesuksesan, karena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri, memberikan dorongan, dan peluang untuk berkembang;

4) merupakan Usaha Bersama. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/ Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing- masing. Mereka bekerja sebagai teamwork;

5) pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam bimbingan dan konseling . bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli, yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya, dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk mempertimbangkan, menyesuaikan diri , dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan, tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan;

6) berlangsung dalam Berbagai Setting (adegan) Kehidupan. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah, tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri , lembaga-lembaga pemerintah/swasta , dan masyarakat pada umumnya. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek, yaitu meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan, dan pekerjaan.

Peran Guru Mata Pelajaran dalam Pelaksanaan BK

Guru berusaha membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya, membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka.

sehingga siswa dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri

(10)

dan produktif. Siswa adalah individu yang unik. Artinya, tidak ada dua individu yang sama. Walaupun secara fisik mungkin individu memiliki kemiripan, akan tetapi pada hakikatnya mereka tidaklah sama, baik dalam bakat, minat, kemampuan dan sebagainya. Di samping itu setiap individu juga adalah makhluk yang sedang berkembang. Perkembangan mereka tentu tidaklah sama juga. Perbedaan itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing. Di sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu gurupun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya.

Sanjaya 2006: 20 menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guru yaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing baik guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Sementara itu, berkenaan peran guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling Willis 2004: 34 mengemukakan bahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus manusiawi- religius, bersahabat, ramah, mendorong, konkret, jujur dan asli, memahami dan menghargai tanpa syarat. Lebih jauh, Syamsuddin 2003: 71 menyebutkan bahwa guru sebagai

pembimbing dituntut untuk mampu mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, harus membantu pemecahannya remedial teaching. Berkenaan dengan upaya membantu mengatasi kesulitan atau masalah siswa, peran guru tentu berbeda dengan peran yang dijalankan oleh konselor profesional. Willis 2004 mengemukakan tingkatan masalah siswa yang mungkin bisa dibimbing oleh guru yaitu masalah yang termasuk kategori ringan, seperti: membolos, malas, kesulitan belajar pada bidang tertentu, berkelahi dengan teman sekolah, bertengkar, minum minuman keras tahap awal, berpacaran, mencuri kelas ringan. Soetjipto dan Kosasi 2009: 107-111 menyatakan bahwa peranan guru dalam pelaksanaan fungsi bimbingan di sekolah dapat dibedakan menjadi dua:

1. tugas dalam layanan bimbingan dalam kelas dan 2. di luar kelas.

Dalam layanan bimbingan, guru mempunyai beberapa tugas utama, sebagaimana dituangkan dalam Kurikulum SMA 1975 tentang Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan. Guru perlu mempunyai gambaran yang jelas tentang tugas-tugas yang harus dilakukannya dalam kegiatan bimbingan. Kejelasan ini dapat memotivasi guru untuk berperan secara aktif dalam kegiatan bimbingan dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan itu. Perilaku guru dapat mempengaruhi keberhasilan belajar. Oleh karena itu, guru harus dapat menerapkan fungsi bimbingan dalam kegiatan belajar- mengajar. Sehubungan dengan itu Natawidjaya dan Surya dalam Soetjipto dan Kosasi 2009:108 mengemukakan beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam proses belajar-mengajar sesuai dengan fungsinya sebagai guru dan pembimbing dan konseling, yaitu:

1. Tugas guru dalam layanan bimbingan dalam kelas Kejelasan gambaran tugas dapat memotivasi guru untuk berperan secara aktif dalam kegiatan bimbingan dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan itu. Perilaku guru dapat mempengaruhi keberhasilan belajar, misalnya guru yang bersifat otoriter akan menimbulkan suasana tegang, hubungan guru siswa menjadi kaku, keterbukaan

(11)

siswa untuk mengemukakan kesulitan-kesulitan sehubungan dengan pelajaran itu menjadi terbatas. Oleh karena itu, guru harus dapat menerapkan fungsi bimbingan dalam kegiatan belajar-mengajar. Seorang guru dapat melakukan bimbingan di dalam kelas dengan hal-hal berikut:

a. Guru sebagai pembangkit motivasi belajar Pembangkitan motivasi belajar oleh guru kelas dapat dilakukan secara khusus menggunakan jam pelajaran atau diselipkan sambil mengajar atau memberikan latihan-latihan. Selain itu guru juga harus melakukan upaya-upaya untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik antara lain:

1.Menjelaskan manfaat dan tujuan dari pelajaran yang diberikan. Tujuan yang jelas dan manfaat yang betul-betul dirasakan oleh peserta didik akan membangkitkan motivasi belajar.

2.Memilih materi atau bahan pelajaran yang betul-betul dibutuhkan oleh siswa. Sesuatu yang dibutuhkan akan menarik minat sisiwa, dan minat tersebut merupakan salah satu bentuk motivasi.

3.Memilih cara penyajian yang bervariasi, sesuai dengan kemampuan peserta didik dan banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba dan berpartisipasi. Banyak berbuat dalam belajar akan lebih membangkitkan semangat dibandingkan hanya dengan mendengarkan. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan berbagai kegiatan peserta didik di dalam kelas.

4.Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meraih kesuksesan. Kesuksesan yang dicapai oleh peserta didik akan membangkitkan motivasi belajar, dan sebaliknya kegagalan yang terjadi pada peserta didik dapat menghilangkan motivasi.

5. Memberikan kemudahan dan bantuan kepada peserta didik dalam proses belajar. Tugas guru ialah membantu mengoptimalkan perkembangan siswa. Agar perkembangan peserta didik lancar, guru memberikan kemudahan- kemudahan dalam belajar, dan tidak mempersulit perkembangan belajar yang dialami siswa. Apabila peserta didik mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar, guru

memberikan bantuan baik secara langsung maupun dengan memberi petunjuk kepada siapa atau kemana meminta bantuan.

6 Memberikan pujian, ganjaran, ataupun hadiah untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik.

a. Guru sebagai tokoh kunci dalam bimbingan Guru memiliki hubungan yang erat dengan murid. Karena guru banyak memiliki waktu dan kesempatan untuk mempelajari murid, mengawasi tingkah laku dan kegiatannya. Kedudukan guru dalam pendidikan yaitu memiliki wewenang sepenuhnya dalam mempelajari dan memahami siswa-siswanya, bukan saja sebagai individu tetapi juga sebagai anggota kelompok atau kelasnya. Sejak siswa masuk ke sekolah dari pagi hari sampai sekolah usai, guru akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk membantu BK dalam mengumpulkan data yang diperlukan agar dapat memahami siswa dengan baik. Sebagian dari data tersebut didapatkan dari murid sendiri atau dari orang tuanya dengan mengisi formulir-formulir isian atau melalui informasi lisan. Data lainnya diperoleh dari pelaksanaan tes atau melalui observasi terhadap kegiatan-kegiatan siswa, kebiasaan dan tingkah lakunya baik di dalam kelas maupun diluar kelas. Karena itulah guru memiliki peran penting sebagai anggota utama di antara petugas-petugas bimbingan. Pada umumnya guru tersebut berada pada posisi

(12)

yang lebih baik untuk mengetahui masalah- masalah, sikap dan kebutuhan siswa sehingga memudahkan guru untuk memberikan bantuan kepada siswa yang membutuhkan.

b. Mengetahui murid sebagai individu. Tugas pertama guru dalam bimbingan adalah mengetahui atau lebih mengenal siswanya. Kegiatan bimbingan tidak akan berhasil dengan baik manakala guru kurang memahami siswa. Oleh karena itu diperlukan pemahaman atau pengetahuan terhadap siswa tentang kebiasaannya dalam belajar, dalam bermain, kesehatannya, asal-usulnya, teman-teman karibnya bahkan latar belakang sosial-ekonominya Djumhur 1975: 127-129. Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses belajar-mengajar sesuai dengan fungsinya sebagai guru dan pembimbing, yaitu:

1. Mengusahakan agar siswa-siswa dapat memahami dirinya, kecakapan- kecakapan, sikap, minat, dan pembawaannya.

2. Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan setiap siswa merasa aman, dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapainya mendapat penghargaan dan perhatian.

3. Mengembangkan sikap-sikap dasar bagi tingkah laku sosial yang baik.

4. Menyediakan kondisi dan kesempatan bagi setiap siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

5. Membantu memilih jabatan yang cocok, sesuai dengan bakat, kemampuan dan minatnya.

6.Perlakuan terhadap siswa secara hangat, ramah, rendah hati dan menyenangkan.

7. Perlakuan terhadap siswa didasarkan atas keyakinan bahwa sebagai individu, siswa memiliki potensi untuk berkembang dan maju serta mampu mengarahkan dirinya sendiri untuk mandiri.

8. Kepekaan terhadap perasaan yang dinyatakan oleh siswa dan membantu siswa untuk menyadari perasaannya itu.

9. Kesadaran bahwa tujuan mengajar bukan terbatas pada penguasaan siswa terhadap bahan pengajaran saja, melainkan menyangkut pengembangan siswa menjadi individu yang lebih dewasa.

10.Sikap yang positif dan wajar terhadap siswa, Pemahaman siswa secara empatik. 11. Penghargaan terhadap martabat siswa sebaga individu

12. Penampilan diri secara asli genuine tidak pura-pura, di depan siswa.

13.Kekonkretan dalam menyatakan diri.

14. Penerimaan siswa secara apa adanya.

2. Tugas Guru dalam operasional Bimbingan di Luar Kelas

a. Bimbingan bagi peserta didik yang sesuai tingkat kecerdasannya. Meskipun perkembangan belajarnya normal, tetapi mereka membutuhkan bimbingan, untuk mempertahankan prestasi yang telah

(13)

dicapainya, dan meningkatkannya. Bimbingan terhadap mereka dapat di berikan oleh konselor atau guru pembimbing dan juga guru mata pelajaran. Bimbingan dari konselor lebih bersifat umum, dapat

dilakukan secara individual ataupun kelompok, informatif atau adjustif. Materi bimbingan dapat diarahkan pada perencanaan dan pengembangan diri, peningkatan hubungan sosial, pemeliharaan dan peningkatan motivasi belajar, displin belajar, memperbaiki cara-cara belajar, mengerjakan tugas, latihan dll. Bimbingan yang lebih mengarah pada pemeliharaan dan peningkatan penguasaan materi pelajaran diberikan oleh guru pembimbing dan guru bidang studi. Mereka diharapkan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap perkembangan belajar dari siswa, memperhatikan perbedaan individual siswa, memberikan tugas dan latihan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Guru bidang studi juga diharapkan dapat memberikan layanan remedial terhadap peserta didik yang mengalami kesulitan dan pengayaan terhadap peserta didik yang cepat. Bimbingan terhadap peserta didik

berprestasi rendah juga dapat diberikan oleh konselor, guru pembimbing dan guru bidang studi. Peserta didik berprestasi rendah, dapat di pastikan memiliki masalah, ada faktor penyebab yang

melatarbelakanginya mungkin bersumber pada dirinya mungkin juga di luar dirinya. Guru mata pelajaran harus berusaha menemukan penyebab tersebut. Bila penyebabnya sudah ditemukan langkah

selanjutnya adalah memberikan layanan remedial atau korektif terhadap kelemahannya dan

pengembangan terhadap potensi atau kekuatan yang dimiliknya. Layanan dari guru pembimbing dan guru bidang studi lebih difokuskan pada layanan remedial dalam beberapa mata pelajaran yang kurang.

Konselor juga dapat membantu dalam mendiagnosis kelemahan yang diderita para siswa. Berdasarkan hasil diagnosis tersebut guru-guru memberikan layanan remedial. Disamping memberikan layanan remedial guru bidang studi juga hendaknya berusaha untuk menyiapkan dan memberikan pelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa, menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih

membangkitkan motivasi belajar, lebih permisif dan terbuka pada siswa.

b. Melakukan kunjungan rumah. Kunjungan rumah merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan dan konseling. Fungsi utama dari kunjungan rumah adalah membina hubungan baik dan kerjasama antara guru mata pelajaran dan orang tua siswa. Melalui hubungan baik dan kerjasama ini, diharapkan ada saling pengertian, kesamaan persepsi, sikap dan perlakuan terhadap siswa. Dalam kunjungan rumah, guru mata pelajaran dapat memperolah data lebih luas dan mendalam tentang perkembangan siswa, karakteristik, sikap, kebiasaan serta aktivitasnya dalam keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar, serta kondisi kehidupan keluarga siswa.

c. Menyelenggarakan kelompok belajar. Kegiatan ini bermanfaat untuk:

1.Membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-temannya, bagaimana mengemukakan pendapatnya dan menerima pendapat dari teman lain. 2.Merealisasikan tujuan pendidikan dan pengajaran melalui belajar secara kelompok.

3.Mengatasi kesulitan-kesulitan, terutama dalam hal pelajaran secara bersama-sama. 4. Belajar hidup bersama agar nantinya tidak canggung di dalam masyarakat yang lebih luas.

5.Memupuk rasa kegotong royongan.

(14)

d. Pertemuan guru-murid Sewaktu-waktu apabila dibutuhkan, maka guru perlu mengadakan pertemuan dari hati-kehati dengan murid. Pertemuan itu dapat dilaksanakan sebelum sekolah dimulai, pada waktu istirahat, atau setelah sekolah usai. Dari pertemuan tersebut akan didapatkan data mengenai siswa yang mungkin sedang bermasalah.

Referensi

Dokumen terkait

Pada upaya mengembangkan perilaku etis berbahasa santun siswa di sekolah, Guru Bimbingan dan Konseling dapat meningkatkan kebiasaan berbahasa siswa dalam berkata secara

UPAYA MEMAHAMI INDIVIDU SECARA LEBIH UPAYA MEMAHAMI INDIVIDU SECARA LEBIH TEPAT DENGAN MELAKUKAN LANGKAH- LANGKAH PEMERIKSAAN YANG DAPAT DIANDALKAN, OBJEKTIF, BAKU DAN SISTEMATIK

Supervisi bimbingan konseling adalah upaya untuk mendorong, mengkoordinasikan dan menuntun pertumbuhan petugas bimbingan konseling atau konselor secara

Dalam hal ini bimbingan dan konseling sangat berperan penting untuk membantu individu dalam mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan yang

Bimbingan konseling adalah suatu upaya bantuan yang diberikan kepada individu yang mempunyai masalah secara berkelanjutan supaya individu tersebut dapat mengatasi

Layanan konseling individu merupakan suatu bentuk pemberian bantuan dan bimbingan secara individu / pribadi kepada siswa oleh seorang yang mempunyai keahlian

Secara fungsional, bimbingan dan konseling sangat signifikan sebagai salah satu upaya pendidikan untuk membentuk individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai

Saran: peserta didik hendaknya dapat memanfaatkan dengan baik layanan konseling individu, guru BK hendaknya dapat mengembangkan potensi dalam menguasai layanan bimbingan dan konseling