• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab 2 gambaran pelayanan perangkat daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "bab 2 gambaran pelayanan perangkat daerah"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

Menyatakan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya, dokumen Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021 dapat disusun pada waktunya. Renstra ini disusun untuk menentukan arah, tujuan dan masa depan yang ingin dicapai sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta visi dan misi BPBD Kabupaten Purworejo yang fokus pada optimalisasi kinerja bidang penanggulangan bencana menuju tata kelola yang baik. . Renstra bertujuan untuk menerjemahkan visi dan misi kepala daerah yang dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021 menjadi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai selama 5 (lima) tahun, disertai dengan program prioritas BPBD Kabupaten Purworejo.

Tujuan Jangka Menengah Pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Wilayah Purworejo Tahun 2016-2021 beserta indikator dan sasarannya. Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Indikatif Pendanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purworejo.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dokumen RPJMD merupakan penjabaran visi, misi, dan program daerah yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan memperhatikan RPJM Nasional. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama para pemangku kepentingan sesuai dengan peran dan kewenangannya menyusun RPJMD 2016-2021 yang merupakan dokumen perencanaan daerah lima tahunan; yang memuat strategi, arah kebijakan dan program pembangunan daerah berdasarkan kondisi dan potensi daerah di provinsi Purworejo. Merujuk pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Purworejo Tahun 2016-2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purworejo telah menyusun rencana strategis tahun 2016-2021.

Fungsi Renstra ini adalah untuk memperjelas secara tegas visi dan misi Kepala Daerah serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (MDPRP), kemudian dijabarkan ke dalam suatu cara strategis yang sistematis dan diintegrasikan ke dalam tujuan, strategi, kebijakan dan program prioritas Perangkat Daerah serta standar pencapaiannya. Penyusunan Renstra Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021 dilakukan dengan empat pendekatan, yaitu politik, teknokratis, bottom-up/top-down dan partisipatif.

Landasan Hukum

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587); Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah; Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Sistem Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828);

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

Maksud dan Tujuan

  • Maksud
  • Tujuan

Hubungan Antar Dokumen

Berdasarkan undang-undang tersebut, Renstra Perangkat Daerah merupakan Rencana Perangkat Daerah lima tahunan yang menjadi pedoman Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Purworejo tahun 2016-2021. Sementara itu, RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021 secara hierarki juga memperhatikan isu dan arah kebijakan pembangunan di tingkat provinsi dan nasional, yaitu melalui RPJMD Provinsi Jawa Tengah 2013-2018 dan RPJMN 2015-2019. Secara teknis keterkaitan Renstra Perangkat Daerah dengan dokumen perencanaan lainnya dijelaskan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyiapan, Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan daerah.

Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, penyusunan rencana strategis daerah bagi aparatur harus memperhatikan dokumen perencanaan lain seperti dokumen RTRW dan dokumen kajian lainnya. Keterkaitan renstra dengan dokumen perencanaan lainnya secara teknis menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 dapat disajikan pada gambar berikut:.

Sistematika Penulisan

Berisi tentang Visi dan Misi Perangkat Daerah, Maksud dan Tujuan Jangka Menengah Perangkat Daerah, Strategi dan Kebijakan Perangkat Daerah. Berisi rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan indikatif pendanaan Perangkat Daerah selama lima tahun. Di dalamnya memuat indikator kinerja Perangkat Daerah yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai Perangkat Daerah dalam lima tahun ke depan sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian maksud dan tujuan RPJMD.

Bagian ini memberikan gambaran mengenai tugas, fungsi, dan susunan organisasi Perangkat Daerah, Sumber Daya Aparatur.

Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah

  • Tugas Pokok dan Fungsi
  • Struktur Organisasi Perangkat Daerah

Menetapkan pedoman dan pedoman upaya penanggulangan bencana, termasuk pencegahan bencana, penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi, secara adil dan merata; Melaporkan pelaksanaan penanggulangan bencana kepada Bupati sebulan sekali dalam keadaan normal dan sewaktu-waktu apabila diperlukan pada saat terjadi bencana; Merumuskan dan menetapkan kebijakan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi dengan selalu bertindak cepat, tepat, efektif dan efisien;

Sumberdaya Perangkat Daerah

  • Sumberdaya Manusia
  • Sarana dan Prasarana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo menempati lokasi di Komplek Gedung Pemkab Purworejo di Jl. Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo terus dilakukan untuk menunjang kelancaran dan optimalnya pelayanan.

Tabel  2.1. Daftar   Sarana   dan   Prasarana   Badan   Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2016
Tabel 2.1. Daftar Sarana dan Prasarana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2016

Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

  • Capaian Kinerja Pelayanan

Namun peningkatan atau penurunan jumlah kecelakaan bukan merupakan target kinerja karena semua kejadian kecelakaan merupakan faktor alam dan faktor tidak wajar yang tidak dapat diperkirakan jumlah dan frekuensi kejadiannya dalam setahun. Desa-desa terdampak dan titik api bencana sebagaimana diuraikan di atas mempunyai karakteristik yang berbeda-beda jika dilihat berdasarkan jenis bencana yang terjadi sepanjang tahun. Jenis bencana yang terjadi menunjukkan bahwa risiko potensi bencana di Provinsi Purworejo relatif tinggi, khususnya banjir dan tanah longsor.

Sepanjang tahun 2015, jika dilihat sebarannya, bencana paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Kemiri dengan 222 titik bencana dan Kecamatan Pituruh dengan 199 titik bencana yang mendominasi bencana banjir. Sedangkan daerah bencana terendah terdapat di Kecamatan Kutoarjo, Kecamatan Grabag, dan Kecamatan Nkombol dengan masing-masing satu titik kejadian bencana. Selain bencana yang terjadi seperti pada tabel, Kabupaten Purworejo pada tahun 2015 juga mengalami bencana kekeringan yaitu pada bulan Juli hingga November 2015.

Dari data kejadian bencana yang telah diuraikan, jika dianalisa lebih dekat dari segi waktu kejadian bencana pada tahun 2013-2014 mempunyai pola yang relatif sama yaitu periode pertama terjadi pada bulan Mei-Juli dan periode kedua pada bulan Oktober. -Februari tahun berikutnya. Pada tahun 2015 terlihat waktu terjadinya bencana di Kabupaten Purworejo mempunyai periodisasi potensi ancaman bencana yang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Frekuensi kejadian bencana jika dikaitkan dengan waktu menunjukkan pola waktu puncak yaitu antara bulan Februari-April 2015.

Dari tabel diatas terlihat bahwa sepanjang tahun 2015, BPBD Kabupaten Purworejo berhasil menangani 100% kejadian bencana dengan korban jiwa sebanyak 4 orang, luka ringan 1 orang dan mengungsi sebanyak 247 orang. Terhadap potensi ancaman bencana yang mungkin terjadi di Kabupaten Purworejo, BPBD Kabupaten Purworejo didukung dengan sumber daya. Berdasarkan beberapa kejadian bencana yang terjadi, jumlah relawan dan unsur yang terlibat relatif sulit dihitung, justru karena banyak relawan yang turun langsung ke lokasi bencana.

Tabel 2.2 Pencapaian  Indikator Kinerja Penanggulangan Bencana Tahun 2010-2015 N
Tabel 2.2 Pencapaian Indikator Kinerja Penanggulangan Bencana Tahun 2010-2015 N

UBALOKA

  • Capaian Kinerja Anggaran
  • Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah
    • Tantangan
    • Peluang

Sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana terdiri dari pejabat BPBD Kabupaten Purworejo, Kanwil, relawan dan berbagai pemangku kepentingan terkait yang berkoordinasi langsung pada saat prabencana, tanggap darurat bencana, dan pascabencana. Namun dari data yang ada di BPBD mengenai jumlah relawan dan pemangku kepentingan yang siap terlibat berjumlah lebih dari 500 orang, dimana kenyataannya terkadang jumlah yang terlibat langsung di lapangan jauh lebih banyak karena tingginya tingkat keterlibatan. masyarakat. partisipasi. Capaian kinerja anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo didasarkan pada alokasi pagu yang diterima sejak tahun 2013, yaitu sejak terbentuknya BPBD sebagai Badan Daerah.

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi bidang penanggulangan bencana, BPBD Kabupaten Purworejo mempunyai tantangan dan pengembangan pelayanan sebagai Perangkat Daerah untuk lima tahun ke depan. Masih adanya ego sektoral yang memungkinkan sebagian pejabat daerah merasa keberatan jika diatur, dikenai pajak, atau ditetapkannya kewajiban penanggulangan bencana, sehingga berpotensi menghambat berkembangnya manajemen atau sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang menghambat. dunia dalam sistem manajemen bencana terpadu ini. Pola pikir sebagian masyarakat beranggapan jika terjadi bencana maka masyarakat akan mendapat banyak bantuan.

Adanya pihak-pihak yang berkepentingan dalam pembentukan citra terkadang berjalan sendiri-sendiri tanpa memiliki etika berkoordinasi dengan BPBD dan tidak mau mengetahui prosedur atau tata kelola serta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam sistem penanggulangan bencana terpadu. . Peluang merupakan kondisi di luar BPBD yang dapat dijadikan pemicu untuk mempercepat kelemahan dan tantangan yang ada. Dukungan dari banyak pihak yang peduli terhadap bencana sangat tinggi, baik dari relawan, swasta, dan khususnya masyarakat umum;

Tabel  2.8. Capaian Kinerja Anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah   Kabupaten   Purworejo   Tahun   2013-2016  (Belanja Langsung)
Tabel 2.8. Capaian Kinerja Anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2013-2016 (Belanja Langsung)

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN

  • Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah
    • Belum terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana penanggulangan bencana yang dimiliki
    • Sumberdaya Manusia masih terbatas
    • Koordinasi antar stakeholders belum optimal
  • Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
  • Telaahan Renstra Kementerian/Lembaga dan Renstra
  • Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
    • Kawasan Rawan Bencana Tanah Longsor
    • Kawasan Rawan Bencana Banjir
    • Kawasan Rawan Bencana Kekeringan
    • Kawasan Rawan Bencana Tsunami
  • Penentuan Isu-isu Strategis

Belum terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana dalam penanggulangan bencana merupakan salah satu permasalahan yang tidak hanya dihadapi oleh BPBD Kabupaten Purworejo saja, namun juga menjadi permasalahan di banyak daerah. Berdasarkan jumlah personel BPBD yang ada, keadaan tersebut tentunya akan sangat menyulitkan dalam pelaksanaan penanggulangan bencana di daerah tersebut, apalagi Kabupaten Purworejo merupakan daerah dengan potensi risiko bencana yang tinggi. MEWUJUDKAN KABUPATEN PURWOREJO YANG LEBIH TERDISTRIBUSI BERBASIS PERTANIAN, PARIWISATA, INDUSTRI DAN PERDAGANGAN YANG BERKESADARAN BUDAYA, LINGKUNGAN DAN KESADARAN.

Terwujudnya Kabupaten Purworejo sebagai pintu gerbang perekonomian utama Provinsi Jawa Tengah bagian selatan berbasis pertanian, pariwisata, industri dan perdagangan. Menjadikan Kabupaten Purworejo sebagai kabupaten yang memiliki aparatur pemerintahan yang mampu menyelenggarakan pemerintahan yang baik, bersih, dan partisipatif yang diarahkan pada optimalisasi pelayanan publik. Terwujudnya desa di Kabupaten Purworejo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang.

Berdasarkan Misi 6, salah satu prioritas pembangunan di wilayah Purworejo salah diarahkan pada upaya optimalisasi penanggulangan bencana. Rencana Strategis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah juga dikaji ulang dalam penyusunan Renstra Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purworejo periode 2016-2021. Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah periode 2016-2021 juga memperhatikan Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Purworejo dan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis.

Lokasi daerah rawan banjir di Kabupaten Purworejo terletak di bagian selatan yaitu Kecamatan Grabag, Kecamatan Butuh, Kecamatan Bagelen, Kecamatan Ngambol, Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Bayan dan. Daerah rawan kekeringan di Kabupaten Purworejo ada dua jenis, yaitu kekeringan di daerah irigasi dan daerah pemukiman. Lokasi daerah rawan bencana tsunami di Kabupaten Purworejo terletak di bagian selatan yaitu Kecamatan Grabag, Kecamatan Ngambol dan Kecamatan Purwodadi.

Gambar 3.2 Peta Daerah Rawan Bencana Banjir Kabupaten Purworejo
Gambar 3.2 Peta Daerah Rawan Bencana Banjir Kabupaten Purworejo

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah

Tujuan yang ingin dicapai adalah: Optimalisasi pelayanan administrasi, dukungan infrastruktur, kapasitas manusia dan kinerja organisasi.

Tabel  4.1 Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tahun 2016- 2016-2021 beserta Indikator dan Target
Tabel 4.1 Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tahun 2016- 2016-2021 beserta Indikator dan Target

Strategi dan Kebijakan Perangkat Daerah

Mengoptimalkan ketersediaan sumber daya manusia, peralatan serta sarana dan prasarana yang ada sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Tabel  4.2 Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan
Tabel 4.2 Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,

INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG

Banyaknya rumah/lingkungan yang terkena bencana pada tahun N-1 dan tahun N dibagi jumlah rumah/lingkungan yang diperbaiki pada tahun N dikalikan 100%. Jumlah desa prioritas rawan bencana yang tersedia infrastruktur kesiapsiagaan dibagi jumlah desa prioritas rawan bencana dikalikan 100%.

Tabel  6.1. Indikator Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021
Tabel 6.1. Indikator Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021

PENUTUP

Gambar

Gambar 1.1. Hubungan Antar Dokumen
Tabel  2.1. Daftar   Sarana   dan   Prasarana   Badan   Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2016
Tabel 2.2 Pencapaian  Indikator Kinerja Penanggulangan Bencana Tahun 2010-2015 N
Gambar 2.2 Jumlah  Desa   Terdampak   dan   Titik   Kejadian   Bencana Kabupaten Purworejo Tahun 2013-2015
+7

Referensi

Dokumen terkait

Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Klaten Tahun 2016-2021 - 85 - BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SERTA KERANGKA PENDANAAN Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Klaten

LKjIP Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tahun 2020 Page 11 Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja Bupati dengan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo