1.2. Tujuan
Mahasiswa dapat mengetahui dan mengenal bagian-bagian mikroskop
Mahasiswa dapat mengetahui cara penggunaan dan pemeliharaan mikroskop
Mahasiswa dapat mengetahui dan mengenal alat-alat lain yang digunakan dalam praktikum farmakognosi
Mahasiswa dapat mengetahui dan mengenal reagen kimia yang sering digunakan dalam praktikum farmakognosi
1.3. Landasan Teori
Mikroskop merupakan salah satu alat bantu yang diperlukan dalam melakukan pengamatan dan penelitian karena fungsinya yang dapat digunakan untuk mempelajari struktur dan bentuk-bentuk benda yang sangat kecil. Mikroskop sendiri terdiri dari 2 macam:
mikroskop elektron dan mikroskop optik. Mikroskop (dalam bahasa Yunani: ‘Micros’ yang berarti kecil dan ‘Scopein’ yang berarti penglihatan) adalah alat bantu untuk melihat objek yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat hanya dengan mata telanjang.
Mikroskop merupakan penemuan yang berjasa dalam mengembangkan multidisiplin ilmu. Sejarah mikroskop dimulai dari penemuan lensa oleh Thonius Philips Van Leewenhoek (1632-1732) dan komponen mikroskop oleh Robert Hooke (1635-1703) yang kemudian berkembang terus menerus hingga kini ditemukan berbagai jenis mikroskop dengan kegunaannya masing-masing. Beberapa contoh jenis mikroskop misalnya mikroskop cahaya, mikroskop pender, dan mikroskop ultraviolet.
Mikroskop biasanya terdiri dari kombinasi lensa-lensa, berguna untuk memberikan bayangan diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil jika dilihat dengan mata secara biasa. Secara umum bagian-bagian mikroskop terdiri dari statip, teropong, dan alat penerangan.
Setiap mikroskop memiliki kelebihan dan kekurangan satu dengan lainnya. Salah satu kekurangan yang dimiliki antara mikroskop satu dengan yang lainnya adalah daya pisah yang berbeda-beda. Daya pisah ini merupakan kemampuan dalam membedakan dua titik yang berdekatan hingga dapat dibedakan satu dengan lainnya. Perbesaran akan menjadi hal yang sia-sia jika daya pisah dari mikroskop tersebut tidak baik.
Mikroskop adalah instrumen optik canggih yang menjadi salah satu aset dalam laboratorium dan sangatlah penting bagi seorang yang bergerak dibidang kesehatan.
Penggunaan mikroskop yang baik akan menghasilkan gambaran yang baik. Oleh karena itu, setiap praktikan yang bekerja dalam laboratorium yang dalam praktiknya menggunakan mikroskop haruslah mampu untuk menggunakan mikroskop dengan baik dan benar.
Tidak hanya mikroskop saja alat yang digunakan dalam praktikum farmakognosi.
Adapun alat lain yang juga digunakan seperti gelas benda atau gelas objek, gelas penutup, gelas jam atau gelas arloji, pipet tetes, batang gelas, lap katun, lap flannel, papan tetes, kertas
penghisap, vial, lempeng KLT, kapiler, bejana kromatografi, kertas saring dan pinset. Selain alat, dalam praktikum farmakognosi juga digunakan beberapa reagen kimia, diantaranya alkohol, asam klorida atau HCl, kloroglusin, sudan III, kloralhidrat, larutan iodium, asam asetat, dragendorff, anisaldehid, dan amoniak atau NH4OH.