• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara yang mempunyai fungsi sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Pasar modal sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek (Samsul, 2006). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi. Pasar modal sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksadana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya (Martalena dan Malinda, 2011). Pasar Modal Indonesia mulai tumbuh dan berkembang kearah positif pasca krisis ekonomi tahun 1998 hingga sekarang ini. Walaupun, ketika krisis keuangan global pada tahun 2008 kepercayaan investor terhadap pasar saham di Indonesia masih terjaga dibandingkan negara lain yang mengalami koreksi negatif (Permana dan Sularto, 2009).

Saham menjadi salah satu alternatif investasi di pasar modal yang paling banyak digunakan oleh investor, karena keuntungan yang diperoleh lebih besar dibandingkan obligasi (Martalena dan Malinda, 2011). Tujuan perusahaan pada

(2)

umumnya adalah memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham dengan cara memaksimalkan nilai saham perusahaan yang pada akhirnya akan mencerminkan harga saham tersebut. Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan (Aditya, 2014), harga saham muncul dari tingkat penawaran dan permintaan suatu saham. Harga saham mencerminkan nilai saham emiten yang mengalami naik turun sesuai dengan likuiditas saham bersangkutan. Menurut Brigham dan Houston (2014) harga saham adalah harga di mana saham dijual di pasaran.

Harga saham suatu perusahaan ketika mengalami kenaikan, investor akan menilai perusahaan tersebut berhasil dalam mengelola usahanya (Sri, 2012).

Kepercayaan investor sangat bermanfaat bagi emiten, karena semakin banyak permintaan terhadap saham suatu emiten, dapat menaikkan harga saham tersebut.

Jika harga saham yang tinggi dapat dipertahankan maka kepercayaan investor atau calon investor terhadap emiten juga semakin tinggi dan hal ini menaikkan nilai emiten., Ketika harga saham mengalami penurunan terus-menerus berarti dapat menurunkan nilai emiten dimata investor atau calon investor (Sri, 2012). Harga saham mudah berubah dan dipengaruhi oleh beberapa faktor untuk itu investor sebaiknya mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga saham sebelum menginvestasikan dananya ke dalam saham. Menurut Fahmi (2012) beberapa kondisi dan situasi yang menentukan suatu saham itu akan mengalami fluktuasi diantaranya: kondisi mikro dan makro ekonomi, kebijakan perusahaan dalam memutuskan untuk ekspansi (perluasan usaha), pergantian direksi secara tiba-tiba, adanya direksi atau pihak komisaris perusahaan yang terlibat tindak pidana dan kasusnya sudah masuk ke pengadilan, kinerja perusahaan yang terus

(3)

mengalami penurunan dalam setiap waktunya, risiko sistematis dan efek dari psikologi pasar. Faktor-faktor internal yang dapat mempengaruhi penurunan harga saham antara lain kinerja perusahaan, rencana penerbitan harga saham baru (right issue) serta adanya masalah hukum yang dapat menimbulkan impikasi terhadap perkembangan usaha perusahaan (Sihombing, 2008).

Harga saham di pasar modal menjadi indikator ukuran indeks prestasi perusahaan, yaitu seberapa jauh manajemen telah berhasil mengelola dan meningkatkan kekayaan perusahaan atas nama pemegang saham. Tahun 2017 tampaknya merupakan tahun yang cukup menggembirakan bagi pasar saham Indonesia. Fenomena umum berkaitan dengan harga saham terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2017 mengalami tren penguatan sejak awal tahun hingga ke penghujung tahun. IHSG menutup akhir tahun 2016 pada kisaran level 5.296. Kemudian, sepanjang pekan pertama tahun 2017, IHSG tercatat menguat 0,95 persen ke level 5.347,02 dan kapitalisasi pasar pun naik 0,95 persen menjadi Rp 5.808,51 triliun. Pada penutupan perdagangan akhir tahun 2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa dengan naik 41,61 poin atau 0,66%

ke 6.355,65 (www.idx.co.id).

Fenomena menurunnya harga saham di salah satu perusahaan pertambangan dialami oleh di PT Bumi Resources Tbk. PT Bumi Resources Tbk pada awalnya didirikan memiliki kegiatan usaha utama di bidang perdagangan dan penyedia pelumas bagi industri pertambangan. Gambar berikut ini merupakan pergerakan harga saham PT Bumi Resources Tbk. Sejak Januari 2008 hingga Desember 2017.

(4)

Sumber : Laporan Keuangan PT Bumi Resources Tbk Gambar I.1

Pergerakan Harga Saham PT Bumi Resources Tbk (Jan 2008-13 Des 2017)

Berdasarkan gambar, pada perdagangan Desember 2017 harga saham PT Bumi Resources ditutup naik 4,13 persen menjadi Rp 254 per lembar dari penutupan sehari sebelumnya. Jka dibandingkan dengan posisi akhir 2016, saham BUMI di bursa mengalami penurunan 8,63 persen. Harga saham BUMI sempat ditransaksikan hingga di atas Rp 8 ribu per saham pada 2008 seiring naiknya harga batu bara. Pada tahun 2016, BUMI terbebani hutang yang sangat besar dan harga batu bara yang terpuruk membuat sahamnya terus turun hingga ke level terendahnya di Rp 50 per lembar. Sepanjang 2017, harga saham BUMI ditransaksikan di atas Rp 200 per saham.

Nilai tukar suatu mata uang merupakan hasil interaksi antara kekuatan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar valuta asing. Penentuan kurs rupiah terhadap valuta asing merupakan hal yang penting bagi pelaku pasar modal di Indonesia. Kurs valas sangat mempengaruhi jumlah biaya yang harus

(5)

dikeluarkan, dan besarnya biaya yang akan diperoleh dalam transaksi saham dan surat berharga di bursa pasar modal (Tarjo dan Jogiyanto, 2013). Fluktuasi kurs yang tidak stabil akan dapat mengurangi tingkat kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia (Khalwaty, 2010). Ini tentu akan menimbulkan dampak negatif terhadap perdagangan saham di pasar modal, bagi investor asing akan cenderung melakukan penarikan modal sehingga terjadi Capital of Flow dan hal ini akan berimbas pada menurunnya harga saham. Jika harga saham menurun maka hal ini akan mengakibatkan tingkat return yang akan dibagikan juga akan menurun (Khalwaty, 2010).

Nilai tukar suatu mata uang sebenarnya merupakan harga mata uang suatu negara terhadap mata uang asing lainnya. Nilai tukar mata uang tersebut merupakan hasil interaksi antara kekuatan permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang terjadi di pasar valuta asing. Aliran valas yang besar dan cepat untuk memenuhi tuntutan perdagangan, investasi dan spekulasi dari suatu tempat yang surplus ke tempat yang defisit dapat terjadi karena adanya berbagai factor dan kondisi yang berbeda sehingga mempengaruhi kurs valas di masing-masing tempat. Penentuan kurs rupiah terhadap valuta asing merupakan hal yang penting bagi pelaku pasar modal di Indonesia. Berikut ini gambaran nilai kurs Rupiah terhadap US Dollar selama tahun 2008 hingga 2017 seperti pada gambar berikut ini.

(6)

Sumber data: Laporan Moneter Bank Indonesia, 2017 Gambar I.2

Perkembangan KURS Periode Tahun 2008 – Tahun 2017

Sesuai dengan Gambar I.2 dapat diketahui bahwa perkembangan nilai tukar rupiah (KURS) 2008 sebesar Rp. 9.400. Nilai tukar tertinggi terjadi pada tahun 2015 dimana rupiah jauh melemah sampai Rp. 13.795 diakhir tahun 2015.

Sedangkan di tahun 2016 sempat mengalami penurunan yang tidak berlangsung lama sebesar Rp. 13.436 dan kembali naik pada tahun 2017 menjadi Rp 15.548.

Naik turun nilai tukar itu ditentukan adanya relasi permintaan dan penawaran atas mata uang rupiah jika permintaan atas sebuah mata uang meningkat sementara penawaran tetap atau menurun sedangkan dengan rupiah melemah karena penawaran atasnya tinggi dan permintaan atasnya rendah, banyak faktor yang mempengaruhi itu semua keluarnya sejumlah investasi portofolio asing di Indonesia. Neraca nilai perdagangan Indonesia defisit dimana ekspor lebih kecil dari pada impor.

Persoalan inflasi membawa dampak buruk bagi kondisi perekonomian suatu bangsa, selain itu akan mempengaruhi perilaku masyarakat dalam aktivitas ekonominya. Menurut Raharja dan Manurung dalam Huda, dkk (2014) inflasi

9.400

9.400 8.991

9.068

9.670 12.189

12.440 13.795

13.436 13.548

- 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

(7)

adalah gejala kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus menerus. Menurut Nopirin (2012) inflasi adalah kenaikan harga-harga umum barang-barang secara terus-menerus. Inflasi oleh para ekonom modern adalah kenaikan yang menyeluruh dari jumlah uang yang harus dibayarkan (nilai unit penghitungan moneter) terhadap barang-barang/komoditas dan jasa. Sebaliknya, jika yang terjadi adalah penurunan nilai unit penghitungan moneter terhadap barang-barang/komoditas dan jasa didefinisikan sebagai deflasi (deflation) (Karim, 2008).

Bagi mereka yang memiliki pendapatan tetap secara otomatis pendapatan mereka berkurang seiring dengan naiknya harga-harga yang berlaku dimasyarakat.

Secara langsung maupun tidak langsung, inflasi yang terjadi akan memberikan pengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, meski demikian pengaruh inflasi dalam skala mikro atau makro dapat bersifat positif atau negatif. Berikut ini gambaran inflasi yang terjadi di Indonesia selama tahun 2008 hingga 2017 seperti pada gambar berikut ini.

Sumber data: Laporan Moneter Bank Indonesia, 2017 Gambar I.3

11,06%

2,78%

6,96%

3,79% 4,30%

8,38%

8,36%

3,35% 3,02%

3,61%

0,00%

2,00%

4,00%

6,00%

8,00%

10,00%

12,00%

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

(8)

Perkembangan Inflasi Periode Tahun 2008 – Tahun 2017 Berdasarkan Gambar I.3 dapat diketahui bahwa perkembangan inflasi di tahun 2008 sebesar 11.06%, tekanan inflasi tersebut terutama terjadi pada kelompok bahan makanan yang diakibatkan oleh kenaikan harga pangan secara global seperti (jagung, gandum, dan kedelai). Kenaikan terjadi pada tahun 2010 sebesar 6,96% yang disebabkan oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) sehingga mengalami inflasi yang cukup tinggi yang mempengaruhi berbagai faktor. Di tahun 2015 sebesar 3,35% penurunan inflasi terjadi karena naik turun harga bahan bakar minyak (BBM). Di tahun 2016 sebesar 3,02% mengalami penurunan inflasi yang penyebabnya sama seperti tahun 2014 yaitu terjadi karena naik turun harga bahan bakar minyak (BBM). Inflasi terendah terjadi di tahun 2009 sebesar 2.78%, tekanan inflasi tersebut terutama terjadi pada kelompok bahan makanan yang diakibatkan oleh naik turun bahan makanan. Penurunan tekanan inflasi tersebut antara lain tidak lepas dari kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran misalnya kelompok bahan makanan.

Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham Di PT Bumi Resources “

1.2. Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut:

1. Nilai tukar pada tahun 2008-2017 cenderung meningkat.

(9)

2. Inflasi pada tahun 2008-2017 berfluktuatif.

3. Harga saham pada PT Bumi Resources pada tahun 2008-2017 berfluktuatif.

1.2.2 Perumusan Masalah

Sehubungan dengan latar belakang masalah yang telah diuraikan, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana perkembangan nilai tukar pada tahun 2008-2017?

2. Bagaimana perkembangan inflasi pada tahun 2008-2017?

3. Bagaimana perkembangan harga saham pada PT Bumi Resources tahun 2008- 2017?

4. Seberapa besar pengaruh nilai tukar secara parsial terhadap harga saham pada PT Bumi Resources tahun 2008-2017?

5. Seberapa besar pengaruh inflasi secara parsial terhadap harga saham pada PT Bumi Resources tahun 2008-2017?

6. Seberapa besar pengaruh nilai tukar dan inflasi secara simultan terhadap harga saham pada PT Bumi Resources tahun 2008-2017?

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian

Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah nilai tukar berpengaruh terhadap harga saham, apakah inflasi berpengaruh terhadap harga saham, mengolah dan mendapatkan informasi dalam rangka penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan di Fakultas Ekonomi Universitas BSI .

(10)

1.3.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui perkembangan nilai tukar pada tahun 2008-2017.

2. Untuk mengetahui perkembangan inflasi pada tahun 2008-2017.

3. Untuk mengetahui perkembangan harga saham PT Bumi Resources tahun 2008-2017pada tahun 2008-2017.

4. Untuk mengetahui pengaruh nilai tukar secara parsial terhadap harga saham pada PT Bumi Resources tahun 2008-2017.

5. Untuk mengetahui pengaruh inflasi secara parsial terhadap harga saham pada PT Bumi Resources tahun 2008-2017.

6. Untuk mengetahui pengaruh nilai tukar dan inflasi secara simultan terhadap harga saham pada PT Bumi Resources tahun 2008-2017.

1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1 Maanfat Akademis

Manfaat akademis yang diharapkan dari hasil penelitian adalah:

1. Dapat dijadikan rujukan bagi pengembangan ilmu akuntansi.

2. Sebagai referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian dengan permasalahan yang serupa.

1.4.2 Manfaat Praktis

1. PT Bumi Resources, sebagai masukan tentang strategi yang harus diambil untuk meningkatkan harga saham sehingga kinerja perusahaan secara keseluruhan dapat berjalan dengan lancar.

(11)

2. Universitas BSI, sebagai tambahan untuk memperkaya hasil penelitian mengenai variabel nilai tukar, inflasi dan harga saham.

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan perekonomian dewasa ini cenderung terjadi stagnasi akibat dari inflasi yang berlangsung lama yang dapat melumpuhkan perekonomian. Kondisi ini disebabkan krisis

TAHUN 2016 dan 2017 (s.d OKTOBER) (Integrasi Dengan SIMKIM Ditjen Imigrasi).. *Periode Cetak Tanggal 06

Model ini dikembangkan dari penelitian sebelumnya yaitu Ilmi, Maisaroh Fathul (penelitian dilakukan tahun 2017) yang mana judul penelitian tersebut yaitu Pengaruh Kurs, Inflasi

Selama lima tahun terakhir pada periode yang sama, pertumbuhan keunggulan komparatif kopi Indonesia pada posisi minus 9,40%, dimana pada tahun 2008 memiliki nilai

Selama tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 terjadi perkembangan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 6 % (BPS, Sumatera Barat Dalam Angka 2011-2013).. Tinggi rendahnya kemiskinan

Pembangunan prasarana transportasi di Kecamatan Buer selama tahun 2008 hanya berkisar pada perbaikan dan pemeliharaan saja terutama pada prasarana jalan, hal ini dimungkinkan

Sebagaimana dalam kasus tersebut, penulis akan melakukan pengelompokkan kebutuhan air bersih periode tahun 2012-2017 di Indonesia yang membutuhkan paling banyak , sedang dan paling

Saldo arus kas mengalami penurunan yang signifikan pada periode Triwulan IV Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2018 hal tersebut di karenakan meningkatnya nilai saldo piutang Jaminan