1 1.1. Konteks Penelitian
Hijrah dikalangan remaja Kota Bandung kian menjadi perhatian dengan adanya aktivitas dan komunitas - komunitas pemuda hijrah yang bermunculan dan kerap kali mengadakan kegiatan - kegiatan positif serta bermanfaat untuk kalangan remaja dan masyarakat.
Hal positif kerap kali di agendakan dalam kegiatan berhijrah tersebut, seperti kajian tentang agama, silaturahmi dengan sesama muslim, berbuat kebaikan dan mencegah terjadinya perpecahan dalam kepercayaan yang di pegang.
Penyebaran dan ajakan untuk hijrah dikalangan remaja pun kian banyak di perbincangkan, yang tadinya hanya berpusat di Kota Bandung, Namun saat ini jamaah yang mengikut sertakan dirinya untuk berhijrah mulai dari berbagai daerah seperti kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cimahi dan Kota – kota lainnya di Jawa Barat.
Menurut Dedih Surana (2010:14), Hijrah sebagai salah satu prinsip hidup, harus senantiasa dimaknai dengan benar. Secara bahasa hijrah berarti meninggalkan, Seseorang dikatan berhijrah jika telah memenuhi 2 syarat, Yang pertama ada hal yang ditinggalkan dan yang kedua ada sesuatu yang dituju (tujuan).
Keduanya harus dipenuhi oleh seseorang yang berhijrah. Meninggalkan segala hal yang buruk, negative, maksiat, kondisi yang tidak kondusif menuju keadaan yang lebih baik, positif dan kondisi yang kondusif untuk menegakkan Agama Islam.
Dari data yang di kutip oleh media Kumparan.com : Taufik, jumlah anggota pemuda hijrah pada saat pertama kali berdiri di tahun 2015 berkisar di bawah 10 ribu anggota yang aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Hal tersebut bisa terjadi karena daya tarik dari cara mengajak berhijrah yang ditawarkan sangat relevan dan cenderung tidak memaksa terhadap individu secara langsung, sehingga pada saat adanya gerakan berhijrah di Kota Bandung sontak remaja Bandung satu persatu kian mengikuti kegiatan tersebut.
Fenomena Hijrah bisa dialami oleh siapa saja, tidak tertuju khusus bagi orang orang yang ternilai baik, karena hijrah bukan paksaan tetapi merupakan suatu panggilan hati yang benar benar ingin menjadi prilaku yang lebih baik lagi dari sebelumnya, Seperti yang dialami oleh Sidik Maulana (22 Tahun), Remaja Bandung yang berlatar belakang sebagai salah satu Anggota geng motor XTC, Yang kerap kali melakukan tindakan anarkis seperti berkalahi kesana kemari, Setelah setahun mengikuti kajian dengan berhijrah hidupnya menjadi berubah.
Dari data harian Detik.com (2017:18), Ustad Effie Effendi pun termasuk salah satu ustad yang bertransisi (berhijrah). Sebelum tahun 2000, beliau adalah salah satu anggota geng motor dan kerap kali keluar masuk sel tahanan, setelah keluar masuk tahanan Ustad yang sering di sebut Ustad Gapleh (Gaul Tapi soleh) memutuskan berhijrah dan menyebarkan kebaikan terhadap sesama pemuda di Kota Bandung dan daerah lainnya.
Dari pemaparan Kejadian diatas, peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian tentang Gerakan Pemuda Hijrah. Bagaimana cara komunitas terebut mengajak dan merubah pola pikir remaja supaya mereka mau mengikuti kegiatan di komunitas Gerakan Pemuda Hijrah, Terutama cara dari Humas Gerakan Pemuda Hijrah yang secara langsung berinteraksi dengan remaja – remaja di Kota Bandung dan Daerah lainnya.
Peneliti mengambil Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah Bandung sebagai tempat penelitian karena di Gerakan Pemuda Hijrah tersebut merupakan salah satu tempat berkumpulnya remaja – remaja dari berbagai kalangan, Serta kalangan yang menjadi tujuan adalah para kaum punk, dan para pemuda yang mempunyai idealisme sendiri. Berbeda dengan gerakan hijrah lainya yang hanya tinggal meneruskan dan cendrung tidak meluruskan dari awal fase perubahan yang signifikan para pemuda yang mengikuti gerakan ini, memiliki sekretariat resmi yang berlokasi di Masjid Al – Lathiif, Jl. Saninten No. 2 Cihapit Bandung Wetan.
Metode yang digunakan disajikan dengan gaya yang tidak biasa saja sehingga banyak remaja – remaja yang merasa isi dari dakwah penceramah relevan dengan apa yang mereka alami sehingga semakin membuat remaja merasa enjoy dan menikmati setiap isi dari dakwah yang di sampaikan. Selain itu, Materi yang disampaikan oleh penceramah tidak kaku karena menyangkut seputar cerita pemuda saat ini, hal itu pun menjadi alasan kenapa Gerakan Pemuda Hijrah Bandung banyak digemari para pemuda (Riki, Detik.com : 2017:31).
Gerakan Pemuda Hijrah ini juga mendapat dorongan Gubernur Jawa Barat pada masa itu, Ahmad Heryawan mengungkapkan, Kegiatan yang di inisiasi oleh para anak muda ini sudah berkembang dengan baik, tujuan mereka untuk
keagamaan, merekatkan ke bhinekaan sampai Dakwah islam, Maka dari itu pemerintah harus terus mendukung perkembangan Gerakan Pemuda Hijrah Ini.
Dan yang terpenting hasilnya menghadirkan generasi islam yang hebat. (JabarNews : 2018).
Humas Gerakan Pemuda Hijrah dan Juga ustad yang memberikan materi dakwah bertindak sebagai pelaksana komunikasi (Komunikator) dan audience atau remaja serta Pemuda yang datang ke kajian adalah sebagai penerima pesan (Komunikan), melalui proses pembelajaran serta memikat untuk ikut serta dan rutin mengikuti kegiatan Gerakan Pemuda Hijrah adalah langkah awal mengajak secara halus para pemuda agar timbul tingkah laku yang sejalan dengan yang di harapkan oleh komunikator.
Menurut Herbet Spencer, Tingkah laku adalah suatu aksi reaksi organisme terhadap lingkungan. Tingkah laku timbul apabila ada sesuatu yang dapat menimbulkan reaksi, yakni disebut dengan rangsangan. Tingkah laku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan dan persuasi.
Berdasarkan pengertian paradigmatik, Effendi, memberi batasan komunikasi, Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang terhadap orang lain untuk memberitahu atau untuk merubah sikap, pendapat atau perilaku baik secara lisan ataupun tidak langsung yakni melalui media, Brembek dan Howell, mendefinisikan persuasi sebagai usaha sadar untuk mengubah pikiran dan tindakan dengan memanipulasi motif orang ke arah tujuan yang sudah di tetapkan.
Komunikasi Persuasif merupakan komunikasi yang memiliki tujuan untuk memberikan pengaruh kepada komunikan dari komunikator terhadap kepercayaan, sikap, hingga perilaku komunikan, dimana komunikasi ini akan memberikan dampak yang membuat komunikan bertindak sesuai dengan apa yang diminta oleh komunikator (Betinghause 1973) Dalam Buku komunikasi Persuasif 2014.
Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui bagaimana proses komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Humas Gerakan Pemuda Hijrah Kepada para remaja untuk bisa secara baik menerima pesan yang disampaikan. Proses komunikasi persuasif menggambarkan alur kerja atau tahapan pesan persuasif dikirim dari komunikator hingga di terima dan diolah oleh komunikan, secara garis besar proses komunikasi persuasif meliputi : Komunikator, Pesan, channel, Komunikan, dan Perubahan Sikap serta perilaku. (Carld Hovland) Adalah salah satu teoritis terkenal yang membuat model komunikasi persuasif pertama kali.
Dalam komunikasi persuasif terdapat pula teknik yang dilakukan dalam menyampaikan pesannya, ada beberapa teknik yang bisa di lakukan dalam komunikasi persuasif, diantaranya : tekni asosiasi, yakni penyajian pesan komunikasi dengan cara menumpangkan pada suatu obek atau peristiwa yang sedang menarik perhatian khalayak, yang sering dilakukan di dunia bisnis dan politik. Selanjutnya teknik Integrasi, yakni kemampuan komunikator menyangkutkan diri secara komunkatif dengan komunikan, menggunankan kata kata verbal atau nonverbal yang menggambarkan komuikator senasib dengan komunikan. Lalu teknik Ganjaran, Tataan, dan teknik Red - Herring teknik ini biasa dilakukan apabila komunikator dalam keadaan terdesak.
Dalam komunikasi persuasif setidaknya ada 7 model komunikasi persuasif diantaranya ialah model Komuniaksi Berlo, Menurut Larson Dalam buku Komunikasi persuasif (Soemirat, 2014 : 2.3). komunikas persuasif model berlo dicetuskan oleh David K. Berlo, terdiri dari empat unsur komunikasi yaitu sumber, pesan, saluran komunikasi dan penerimaan pesan. Selanjutnya ada model persuasi rank, Elaborasi, Respon Kognitif, Perubahan sikap Yale, dua faktor McGuire dan model komunikasi persuasif Heuristik – Heuristik.
Dalam mendukung penelitian ini, peneliti menggunakan teori konsistensi afektif kognitif (Rosenberg), Teori ini memiliki asumsi bahwa komponen afeksi senantisa berhubungan dengan komponen kognisi, dan hubungan tersebut dalam keadaan konsisten. Orang berusaha membuat kognisinya konsisten dengan afeksinya. Dengan kata lain, keyakinan seseorang, pendirian seseorang dan pengetahuan seseorang tentang suatu fakta ditentukan oleh pilihan afeksinya.
Konsekuensinya, bila terjadi perubahan dalam komponen afeksi akan menimbulkan perubahan pada komponen kognisi. Untuk itu dalam komponen afeksi diubah terlebih dahulu kemudian akan mengubah komponen kognisi serta diakhiri dengan perubahan sikap.
Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif, merupakan peneitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Dengan metode studi kasus. Penelitian studi kasus memusatkan perhatian pada satu objek tertentu yang diangkat sebagai sebuah kasus untuk dikaji secara mendalam sehingga mampu membongkar sebuah kasus fenomena. Dalam penelitian ini, kasus tersebut adalah cara komunikasi humas gerakan pemuda hijrah yang dapat mempengaruhi kepercayaan, sikap dan prilaku komunikan.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi lapangan,, wawancara dan dokumentasi, Berdasarkan konteks penelitian diatas, Bahwa Gerakan Pemuda Hijrah melakukan hal yang baik dalam hal perubahan kepercayaan, sikap dan perilaku. Maka peneliti memiliki keinginan untuk mengetahui Komunikasi persuasif Humas Gerakan Pemuda Hijrah dalam membangun minat berhijrah.
1.2. Pertanyaan penelitian
Berdasarkan konteks penelitian diatas, maka peneliti mencoba untuk mengidentifikasi permasalah melalui pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimana Proses komunikasi persuasif dalam membangun minat remaja untuk
berhijrah ?
2. Bagaimana teknik komunikasi persuasif dalam membangun minat berhijrah di kalangan remaja ?
3. Bagaimana model komunikasi persuasif dalam membangun minat berhijrah di Kalangan remaja ?
1.3. Tujuan Penelitian
Fokus pada pertanyaan penelitian diatas, maka peneliti melalukan penelitian ini dengan bertujuan :
1. Untuk mengetahui Proses komunikasi persuasif dalam membangun minat remaja untuk berhijrah.
2. Untuk mengetahui teknik komunikasi persuasif dalam membangun minat berhijrah di kalangan remaja.
3. Untuk mengetahui model komunikasi persuasif dalam membangun minat berhijrah di kalangan remaja.
1.4. Kegunaan penelitian
Meskipun penelitian kualitatif bersifat subjektif dan mengedepankan pandangan dari peneliti, namun tetap saja dalam sebuah penelitian harus memiliki fungsi atau kegunaan lain setelah selesai dilaksanakan kegunaan penelitian memiliki dua macam kategori yaitu secara Teoritis dan praktis, berikut adalah kegunaan penelitian :
1.4.1. Kegunaan Teoritis
Kegunaan teoritis pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan perkembangan baru khususnya dalam ilmu komunikasi yang berkaitan dengan komunikasi persuasif baik itu yang akan dilakukan dengan objek penelitian yang sama atau pun yang akan diterapkan pada objek penelitian lainnya.
1.4.2. Kegunaan Praktis
Penelitian ini diharapkan sebagai bahan pembelajaran dalam proses pengumpulan data dan menjadi sarana pengaplikasian ilmu dari teori yang di dapat selama perkuliahan, Serta diharapkan dalam penelitian ini bisa membantu Gerakan Pemuda Hijrah dalam meningkatkan minat pemuda pemudi kota Bandung dalam berhijrah.
1.5. Pembatasan Masalah
Penelitian ini mempunyai batasan – batasan masalah sebagai kajian teoritis yang sesuai dengan pembahasan pada penelitian ini yang terdiri dari :
1. Komunikasi Persuasif sebagai komunikasi yang mempengaruhi orang lain dengan usahanya untuk mengubah pendapat, perilaku dan sikap sesuai dengan yang diharapkan oleh komunikator sebagai lawan komunikan.
Persuasif sendiri merupakan upaya pengubahan sikap dengan memasukan ide, pikiran, pendapat dan fakta baru melalui pesan pesan yang komunikatif (Dalam Komunikasi Persuasif (Soemirat, 2014).
2. Humas secara umum adalah salah satu bagian dari organisasi yang berfungsi untuk melakukan interaksi, hubungan, dan kerjasama dengan masyarakat yang terkait dengan komunikasi tersebut.
3. Dakwah merupakan bagian integral dari ajaran islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim, perintah untuk mengajak melakukan perilaku positif dan meninggalkan hal yang negative.
4. Hijrah menjadi bahasa yang khas digunakan oleh kalangan muslim yang berusaha mengubah dirinya menjadi perilaku yang lebih baik, taat dan bertakwa. Mandhur (W.711H) Dalam bukunya yang berjudul Lisanul – A’rab menjelaskan bahwa hijrah diartikan dengan keluar dari suatu tempat ke tempat lain.