1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia. Menurut penelitian American Cancer Society, pada tahun 2011 di US sejumlah 39.520 orang meninggal akibat kanker payudara.
Di Indonesia, kanker payudara merupakan kanker kedua paling banyak diderita kaum wanita, setelah kanker mulut/leher rahim dengan prevalensi sebesar 15,6 % dari keseluruhan jenis kanker di Indonesia (Oemiatiet al, 2011).
Penatalaksanaan kanker payudara dilakukan dengan se-rangkaian pengobatan meliputi pem-bedahan, terapi radiasi sinar X intensitas tinggi, kemoterapi dan reseptor hormonal. Pengobatan ini ditujukan pada upaya pengangkatan jaringan, memusnahkan sel kanker atau membatasi perkembangan penyakit serta menghilangkan gejala-gejalanya dan meminimalkan efek yang tidak diinginkan terhadap sel normal (King et al, 2000).
Pengobatan kanker memerlukan dana yang sangat besar. National Institute of Health (USA) memperkirakan pengobatan kanker di Amerika Serikat selama tahun 2003 sebesar 189,5 milyar dolar, terdiri dari biaya kesehatan langsung (direct medical cost) sebesar 64,2 milyar dolar, biaya tidak langsung karena sakit dan kehilangan produktivitas (indirect morbidity cost) sebesar 16,3 milyar dolar dan kehilangan produktivitas karena kematian awal (indirect mortalitycost) sebesar 106 milyar dolar(American Cancer Society, 2004). Menurut Aryandono (2008) persentase untuk pembiayaan kesehatan pada penyakit kanker diIndonesia belum diketahui dengan pasti.
Dengan banyaknyaobat-obat baru untuk kanker saat ini, dengan harga yang cukup mahal,pertimbangan seperti ini sangatlah diperlukan oleh dokter, karena harus selalu diingat bahwa tujuan pengobatan adalah perbaikanketahanan hidup, dengan penekanan pada terapi dengan
Cost Effectivenes Analisys..., Susintawati, Farmasi UMP, 2013
2
morbiditasyang rendah dan perbaikan kualitas hidup ( Morrow and Gradishar,2002).
Contoh obat kemoterapi yang digunakan Siklosfosfamid, Adriamicin, 5- Fluorourasil(CAF), kemoterapi kombinasi Docetaxel, Doxorubisin, Siklosfosfamid (TAC),Siklosfosfamid, metrotexat, 5-Fluorourasil (CMF) (Mulyani, 2010). Di RSUD Margono Soekarjo jenis kemoterapi yang biasa digunakan yaitu kombinasi Siklosfosfamid, Adriamicin, 5- Fluorourasil(CAF)dengan kemoterapi kombinasi Paxus, Epirubisin, Siklosfosfamid (PEC).Paclitaxel (Paxus) diklasifikasikan sebagai taxane, antimicrotubulin suatu agen dengan mekanisme aksi yang unik dan aktivitas kuat terhadap jenis tumor, termasuk kanker payudara(Perez, 1998).
Penelitian mengenai cost effectiveness analiys antara kemoterapi kombinasi CAF dan PEC belum pernah dilakukan.Namun sudah banyak penelitian tentang cost effectiveness analisys tentang kemoterapi kombinasi FAC dan TAC, dimana kedua kombinasi obat tersebut sama-sama berbasis antrasiklin dan berbasis taxan. Berdasarkan penelitian sebelumnya biaya pengobatan pasien kanker payudara kelompok taxan hampir tiga kali lebih tinggi daripada kelompok FAC. Pasien yang mendapatkan kemoterapi golongan taxan mempunyai profil outcome yang lebih buruk daripada kelompok FAC (Setiawan, et al, 2011). Sedangkan menurut Martin (2005) TAC memberikan disease-free survival lebih lama dibandingkan FAC tetapi memiliki toksisitas hematologi lebih berat dibandingkan FACsehingga penggunaan TAC lebih dibatasi
Cost-effectiveness dari suatu terapi harus dipertimbangkan pula dengan benar, karena akan mengurangi biaya yang harus ditanggung penderita, keluarga, masyarakat maupun negara. Dalam penelitian ini, dilakukan studi farmakoekonomi untuk membandingkan cost effectivenes terapi antara kemoterapi kombinasi CAF (Siklosfosfamid, Adriamicin, 5-Fluorourasil) dengan kemoterapi kombinasi PEC (Paxus, Epirubisin, Siklosfosfamid) pada pengobatan kanker payudara di RSUD PROF. Dr. Margono Soekarjo.
Cost Effectivenes Analisys..., Susintawati, Farmasi UMP, 2013
3
B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang diatas peneliti ingin meneliti cost effectivenessdari kedua terapi antara kemoterapi kombinasi CAF dengan kemoterapi kombinasi PEC pada penyakit kanker payudara di RSUD Margono Soekarjo.
C. Tujuan Penelitian
Penelitin ini bertujuan untuk membandingkan cost effectiveness kemoterapi kombinasi CAF dengan kemoterapi kombinasi PEC pada penyakit kanker payudara di RSUD Margono Soekarjo.
D. Manfaat Penelitian
1. Memberikan khasanah ilmu pengetahuan di bidang farmakoekonomi yang berkaitan dengan ilmu farmakoekonomi
2. Memberikan masukan para klinisi dalam pemilihan obat yang bersifat cost effective pada pengobatan penyakit kanker payudara.
3. Sebagai data awal umtuk penelitian berikutnya yang terkait dengan studi farmakoekonomi dan kanker payudara.
Cost Effectivenes Analisys..., Susintawati, Farmasi UMP, 2013