1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
World Health Organization (WHO),2016 Sehat adalah keadaan sejahtera
secara fisik, mental, dan sosial bukan hanya sekedar tidak adanya penyakit maupun cacat. Menurut Undang – Undang No.18 tahun 2014 kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seseorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri.
Menurut (SDKI, 2017) menyatakan bahwa Perubahan persepsi sensori adalah perubahan persepsi terhadap stimulus baik internal maupun eksternal yang disertai dengan respon yang berkurang, berlebihan atau terdistorsi. Gangguan jiwa yang menjadi salah satu masalah utama di negara-negara berkembang adalah Skizofrenia. Skizofrenia termasuk jenis psikosis yang menempati urutan atas dari seluruh gangguan jiwa yang ada (Nuraenah, 2012).
Penderita gangguan jiwa di dunia terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta orang terkena skizofrenia serta 47,5 juta orang terkena dimensia. Di Indonesia dengan berbagai factor biologis, psikologis dan sosial dengan keanekaragaman penduduk, maka jumlah kasus gangguan jiwa terus bertambah. WHO (2016).
2
Menurut Rikesdas (2018) prevalensi gangguan jiwa berat pada penduduk Indonesia 7,00 per mil, gangguan jiwa berat terdapat di Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh dan Jawa Tengah. Proporsi RT yang pernah memasung ART gangguan jiwa berat 14,0% dan terbanyak pada penduduk yang tinggal di pedesaan sebanyak 17,7%. Didapatkan data jumlah yang dipasung dalam 3 bulan terakhir yakni proporsi RT yang pernah memasung ART gangguan jiwa berat 31,5% dengan jumlah yang sama di pedesaan dan kota Indonesia 9,8%.
Berdasarkan data di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat sebagai pusat rujukan jiwa di Provinsi Jawa Barat menunjukan mayoritas pasien-pasien yang berkunjung adalah gangguan jiwa berat skizofrenia halusinasi. Berdasarkan data periode januari – desember 2016 tercatat sebanyak 13.725 kasus skizofrenia halusinasi dengan rincian Unit Rawat Jalan 10.029 kasus, Unit Rawat Inap 1245 dan Unit Gawat Darurat 245 (Profil RSJ Jabar, 2016).
Menurut hasil laporan rekam medik Klinik Utama Nur Ilahi Bandung pada bulan Januari - Desember 2018 tercatat bahwa jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan sebanyak 7.610 orang, kasus terbanyak pertama Perilaku Kekerasan sebanyak 50%, halusinasi 20%, isolasi sosial 15%, harga diri rendah 10%, dan waham sebanyak 5%. Hasil wawancara dengan perawat pelaksana di Klinik Kesehatan Jiwa Nur Ilahi ditemukan masalah asuhan keperawatan dari intervensi yang diberikan berupa Halusinasi, dimana pasien masih belum bisa mengonttrol
3
halusinasinya. biasanya pada saat sdang halusinasi, pasien cenderung berbicara sendiri .
Berdasarkan pemaparan yang telah dijelaskan diatas maka peneliti tertarik mengangkat kasus tenttang Asuhan Keperawatan Pada pasien dengan Gangguan Halusinasi di Klinik Kesehattan Jiwa Nur Ilahi Tahun 2019.
B. Perumusan Masalah
Bagaimana pemberian “ Asuhan Keperawatan Jiwa pada Ny. R dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi di Klinik Utama Kesehatan Jiwa Nur Ilahi Kota Bandung”
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Umum
Memberikan gambaran “ Asuhan Keperawatan Jiwa pada Ny. R dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi di Klinik Utama Kesehatan Jiwa Nur Ilahi Kota Bandung”
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan pengkajian pada Ny.R dengan maslah utama Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi
b. Mampu menetapkan diagnose keperawatan pada Ny.R dengan masalah utama Gangguan Perspsi Sensori : Halusinasi
c. Mampu membuat intervensi keperawatan pada Ny. R dengan masalah Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi
4
d. mampu melakukan implementasi keperawatan pada Ny. R dengan masalah Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi
e. mampu melaksanakan evaluasi pada Ny. R dengan Masalah gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi
D. Manfaat Penyusunan Tugas Akhir 1. Manfaat Penelitian
Karya ilmiah akhir ini dapat memberikan manfaat bagi keilmuan keperawatan pelayanan kesehatan serta metodologi.
2. Manfaat keilmuan
manfaat keilmuan memberikan gambaran mengenaik teori asuhan keperawatan jiwa pada klien yang mengalami halusinasi sehingga dengan adanya karya ilmiah akhir ini dapat memberikan pencerahan
3. Manfaat pelayanan
Sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya pada masalah kesehatan gangguan jiwa halusinasi.