• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Penelitian

Di era saat ini masyarakat banyak yang mengenal investasi. Investasi yang banyak dikenal masyarakat khsuusnya investasi dipasar modal sehingga pasar modal berperan dalam meningkatkan ekonomi bangsa. Bursa Efek Indonesi (BEI) ialah suatu bentuk alternatif investasi yang mudah dimanfaatkan dan dijangkau masyarakat (Dewati & Marfuah, 2021). Hal itu mendukung perusahaan go public di BEI meningkatkan kualitas laporan keuangan karena laporan keuangan berperan penting dalam mengambil suatu putuan. Laporan keuangan yang baik adalah laporan yang disampaikan tepat waktu (Rachmawati, 2019). Namun pada kenyataanya, perusahaan banyak yang belum menyampaikan laporan keuangannya tepat waktu. Berdasarkan data Indonesia Stock Exchange (IDX) tentang Penyampaian Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat yang Berakhir per 30 Juni 2020, ada 85 perusahaan yang telat menyajikan laporan keuangannya.

Salah satu penyebab telatnya penyampaian laporan keuangan adalah audit delay karena adanya ketentuan dari BAPEPAM bahwasannya penyampaian laporan keuangan paling lambat pada bulan ketiga akhir sesudah tanggal laporan keuangan tahunan. Disisi lain, auditor membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan go public. Pada pelaporan tahun 2020 PT FKS Food Sejahtera mengalami audit delay selama 219 hari, disusul

(2)

dengan PT Argha Prima Karya Industri selama 147 hari dan PT Nipress Tbk selama 145 hari. Makin lamanya rentang audit delay, maka semakin tidak tepat waktu bagi perusahaan untuk menerbitkan laporan keuangan, hal tersebut juga mengggambarkan bahwa relevansi serta keandalan penyajian laporan keuangannya rendah.

Ada dua faktor yang diduga menjadi penyebab adanya audit delay yaitu kepemilikan institusional dan kepemilikan terkonsentrasi. Kepemilikan institusional mempengaruhi audit delay dikarenakan pihak institusi yang memiliki saham akan memiliki pengaruh dan kekuatan dalam penyampaian laporan keuangan manajemen. Kepemilikan terkonsentrasi juga mempengaruhi audit delay dikarenakan makin besarna presentase saham yang dimilikinya makin tinggi kekuatan dalam mengendalikan perusahaan. Pemegang saham terkonsentrasi biasanya memiliki kepentingan pribadi yang menguntungkan mereka sehingga dapat merugikan manajemen.

Ada beberapa penelitian terdahulu yang dapat diandalkan dan bertentangan sehubungan dengan factor-faktor ini. Suparsada (2017) mengatakan kepemilikan institusional berpengaruh buruk terhadap audit delay. Ini karena kepemilikan institusional sebagai investor yang lebih besar seharusnya mempengaruhi pilihan manajemen untuk menghindari audit delay. Kepemilikan institusional bisa menjadi manajer internal yang kuat dengan tujuan agar laporan keuangan bisa didistribusikan tepat waktu.

Sebriwahyuni dan Kurniawan (2020) mengatakan kepemilikan institusional tidak berpengaruh pada terhadap audit delay. Hal itu karena perilaku investor

(3)

hanya berfokus pada imbal balik, return, dan tingkat profitability daripada audit delay. Kepemilikan terkonsentrasi juga tidak berpengaruh terhadap penundaan audit karena kepemilikan terkonsentrasi di Indonesia lebih tersentralisasi.

Rachmawati (2019) menyatakan bahwa kepemilikan institusional serta kepemilikan terkonsentrasi berpengaruh positif terhadap penundaan audit.

Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap penundaan audit karena kepemilikan institusional memiliki hak suara untuk mempengaruhi keputusan manajemen sehingga adanya tekanan dari pihak institusi dapat menyebabkan manajemen menyampaikan keuangan dengan tepat waktu. Kepemilikan terkonsentrasi berpengaruh positif terhadap audit delay karena pihak pemegang saham mayoritas memempunyai kekuasaan mengakses informasi intern manajemen sehingga dapat mempengaruhi keputusan manajemen dan mencegah terjadinya audit delay. Gozali dan Harjanto (2020) menyatakan kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hal itu dikarenakan pihak institusional dapat mencegah tindakan yang merugikan investor sehingga menyebabkan audit delay semakin pendek.

Berdasarkan penjelasan latar belakang tersebut maka judul pada penelitian ini adalah “Pengaruh Kepemilikan Institusional dan Kepemilikan Terkonsentrasi Terhadap Audit delay pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020”.

B. Perumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan penjelasan latar belakang masalah diatas, rumusan masalahnya : 1. Apakah Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Audit delay?

(4)

2. Apakah Kepemilikan Terkonsentrasi berpengaruh terhadap Audit delay?

3. Apakah Kepemilikan Institusional dan Kepemilikan Terkonsentrasi bersama-sama berpengaruh terhadap Audit delay?

C. Batasan Masalah

Dalam penulisan skripsi ini penulis membatasi masalah, hanya berfokus pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 2020.

1. Variabel Kepemilikan Institusional diproksikan dengan membandingkan antara jumlah saham yang dimiliki oleh pihak institusi dengan total jumlah saham beredar.

2. Variabel Kepemilikan Terkonsentrasi diproksikan dengan membandingkan antara jumlah saham yang dimiliki oleh pihak terkonsentrasi dengan total jumlah saham beredar.

3. Variabel Audit delay diproksikan dengan menghitung jumlah waktu penyelesaian pelaksanaan audit lalu dikurangi dengan 90 hari.

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan pada penelitian ini dapat dilihat:

1. Untuk mengetahui pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Audit delay.

2. Untuk mengetahui pengaruh Kepemilikan Terkonsentrasi terhadap Audit delay.

3. Untuk mengetahui pengaruh Kepemilikan Institusional dan Kepemilikan Terkonsentrasi secara bersamaan terhadap Audit delay.

(5)

E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Bisa dijadikan dasar pertimbangan untuk investor dalam mengambil keputusan investasinya berdasarkan aspek audit delay, kepemilikan institusi, dan kepemilikan terkonsentrasi manajemen.

2. Manfaat Praktis

Diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana pengaruh kepemilikan institusional serta kepemilikan terkonsentrasi terhadap audit delay pada perusahaan manufaktur yang tercatat di BEI tahun 2020.

F. Sistematika Penulisan

1. BAB I PENDAHULUAN, berisi latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.

2. BAB II LANDASAN TEORI, membahas tentang teori-teori yang berhubungan dengan masalah penelitian, yang mencakup landasan teori, penelitian terdahulu, dan pengujian hipotesis penelitian.

3. BAB III METODE PENELITIAN, berisi populasi, sampel, jenis dan sumber data, definisi dan pengukuran variabel, metode pengumpulan data, serta metode analisa.

4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN, membahas tentang jenis penelitian, jenis dan sumber data penelitian, populasi dan sampel penelitian, definisi operasional, dan analisis data penelitian.

(6)

5. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN, berisi kesimpulan dan saran penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

terhadap manajemen laba, Kepemilikan institusional berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, dan proposi dewan komisaris independen berpengaruh positif

Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen karena semakin besar kepemilikan saham yang dimiliki institusi atau perusahaan maka semakin besar

Untuk mengetahui apakah Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Dewan Komisaris, Komisaris Independen, dan Komite Audit berpengaruh secara simultan terhadap Non

Pengaruh Dewan Direksi, Komite Audit, Dewan Komisaris, Kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, Dan Intellectual capital Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan

leverage , rasio profitabilitas, rasio likuiditas, Komite Audit, Dewan Komisaris, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional yang. berpengaruh terhadap

Pada penelitian ini akan dianalisis pengaruh kualitas laporan keuangan, maturitas utang, ukuran komite audit, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial,

dari itu judul penelitian yang diambil adalah “Pengaruh Kualitas Audit, Kepemilikan Institusional, dan Manajemen Laba Terhadap Biaya Modal: Studi Empiris pada

Sehingga dengan melakukan CSRD di dalam perusahaan akan meningkatkan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komisaris independen, dan komite audit dalam menjalankan tugasnya