IDENTIFIKASI RUANG PERSONAL PADA RUANG NASKAH LAMA DAN BUDAYA ETNIK NUSANTARA DIPERPUSTAKAAN
UMUM KABUPATEN BADUNG
Oleh: Ketut Karni1
Abstrak
Penelitian yang menitikberatkan terhadap pokok bahasan mengenai ruang personal pada perpustakaan umum yang ada di Kabupaten Badung, Bali. Diawali dengan pemahaman mengenai batasan personal sebagai akar dari permasalahan yang dibahas dengan dukungan landasan teori. Salah satunya teori menurut E.T. Hall tentang batasan personal yang tidak jelas yang fokusnya pada perpustakaan umum maka diadakan penelitian yang lebih mendalam mengenai apa dan faktor penyebabnya dengan merujuk beberapa pendapat tambahan yang berkaitan erat pada pokok bahasan.
Dengan adanya penelitian ini dapat menambah ilmu pengetahuan yang baru tentang pentingnya pemahaman terkait perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan khususnya pada Perpustakaan Umum Kabupaten Badung.
Penelitian yang diharapkan dapat memberi kontribusi positif terhadap proses perancangan perpustakaan yang tepat dan sesuai yang keberhasilannya ditandai dengan kemampuan memberi kenyamanan penggunanya dan lingkungannya.
Kata kunci: Ruang Personal, Jarak, Perpustakaan Umum
Pendahuluan
Ruang personal merupakan pribadi dengan batas-batas territorial tertentu. Ruang personal sebagai pribadi memiliki sifat yang dinamis serta memiliki kecenderungan berubah-ubah sesuai dengan keadaan seseorang. sesuai dengan pendapat Hall (1966) dalam Marcella (2004) yang menyatakan bahwa ruang personal merupakan ruang pribadi dengan jarak interaksi antara individu. Penggunaan jarak ini biasanya ketika suatu ruang banyak orang bisa berinteraksi. Ruang personal sebagai ruang pribadi seseorang ketika berada di fasilitas umum.
Fasilitas umum seperti perpustakaan merupakan tempat untuk orang-orang yang ingin membaca untuk menambah wawasan ilmu pengetahuannya. Perpustakaan biasanya memiliki beberapa area baca yang memiliki kekhususannya. Permasalahannya, banyak perpustakaan yang kurang menyediakan ruang untuk pembaca mempunyai jarak personal.
Pembaca yang tersebut biasanya kurang menyukai area baca yang berkelompok karena akan menghilangkan konsentrasinya akibat dari ketidaknyamanan, kebisingan sekitar dan jarak antar satu dengan yang lain terlalu dekat. Oleh karena itu peneliti merasa perlu untuk mengidentifikasi ruang personal yang ada di Perpustakaan Umum yang ada di Kabupaten
1 Prodi Arsitektur, FT - Unud Email: [email protected]
Ketut Karni
2
Badung. Selain itu, untuk mengetahui seberapa besar tingkat kenyamanan dari jarak-jarak personal yang diterapkan pada penempatan furniture yang ada pada Ruang Naskah Lama Dan Budaya Etnik Nusantara.
Kajian Pustaka a. Ruang Personal
Ruang personal berkaitan dengan wilayah yang dimiliki seseorang dengan batasan yang abstrak atau tidak terlihat. Pada area tersebut tidak sembarang orang bisa masuk. Hal tersebut karena berkaitan dengan hubungan yang dimiliki memiliki jarak yang tertentu yang menjadi factor penyebab terjadinya hubungan yang erat dan tidak erat. Tujuan mengetahui ruang personal ini lebih banyak kepada mempermudah Arsitek untuk membuat rancangan dari pemrograman ruang yang akan digunakan.
Manusia cenderung mengendalikan diri dengan mengatur jarak personal terhadap untuk menghindari diri dari gangguan-gangguan yang ada. Berikut pembagian jarak antar manusia menurut Hall (1966) yaitu Jarak rapat (0,00 – 0,50m), Jarak pribadi (0,50-1,20m), Jarak sosial (1,20 – 3,60m) dan Jarak publik (3,60 – 7,50m). Terdapat juga faktor-faktor yang mempengaruhi ruang personal seperti menurut (Bell, dkk, 1996) dan juga (Halim, 2005) yaitu faktor situasional, individual dan fisikal ruangan.
b. Perpustakaan Umum
Perpustakaan umum merupakan suatu fasilitas umum yang disediakan pemerintah guna meningkatkan minat baca masyarakat. Selain itu, dengan bertambahnya minat baca mayarakat, maka akan mencerdaskan bangsa karena bertambahnya pengetahuan dan wawasan yang dimiliki. Hal tersebut sejalan dengan pendapat dari Sutarno (2006) yang menyatakan bahwa Perpustakaan Umum merupakan salah satu lembaga yang mendukung pendidikan untuk masyarakat dengan tersedianya informasi, buku-buku yang memuat ilmu pengetahuan serta teknologi guna meningkatkan pengetahuan seluruh masyarakat.
Berdasarkan teori tersebut juga dapat ditarik kesimpulan mengenai perpustakaan umum yang menjadi Lembaga yang mendukung Pendidikan dengan keberadaanya yang dekat dengan masyarakat dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
Hasil dan Pembahasan
Perpustakaan Umum Kabupaten Badung adalah sebuah fasilitas yang disediakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan dari membaca. Berlokasi di jalan Sempidi Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, berada di pusat pemerintahan kabupaten badung untuk menyimpan dan memberi peluang masyarakat untuk membaca buku-buku/dokumen- dokumen terdahulu.
Identifikasi Ruang Personal Pada Ruang di Perpustakaan Umum Badung
3 Bangunan ini terdiri dari 2 lantai dengan void di bagian tengahnya diisi dengan bale.
Dimana pada lantai 1 terdapat ruang-ruang seperti ruang naskah lama dan budaya etnik nusantara, ruang sokarno, ruang internet, baca anak, ruang rujukan, toilet dan ruang pustakawan. Sedangkan ruang-ruang yang ada di lantai 2 yaitu terdapat ruang baca utama, ruang resepsionis, ruang referensi dan toilet.
Ruang naskah lama dan budaya etnis nusantara memiliki sifat semi publik yang digunakan untuk menyimpan dan memberi pengetahuan terkait dokumen-dokumen sejarah penting yang masih ada hingga sekarang. Dokumen-dokumen tersebut dapat dibaca, dengan tersedianya meja dan kursi untuk pembaca.
Dalam kaitannya pada ruang personal, jika dilihat berdasarkan pendapat Hall (1966) yang menjelaskan tentang jarak-jarak personal, maka dapat dilihat dari pengaturan furniture pada ruangan terutama meja dan kursi yang menerapkan jarak personal dengan fase dekat (0.5-0.75m). Jarak tersebut cenderung sangat dekat, karena jarak ini baik digunakan untuk percakapan dua orang yang akrab yang menggunakan gerakan-gerakkan tangan.
Namun jarak ini cenderung kurang nyaman bagi pembaca yang datang sendiri dan disebelahnya ada orang lain, karena dapat menggangu konsentrasinya. Oleh karena beberapa orang lebih suka menyendiri dan kurang nyaman bersosialisasi dengan orang lain, maka penempatan kursi pada satu meja sebaiknya hanya untuk 2 orang. Agar terciptanya suasana yang nyaman, dan hening, dan tidak memicu timbunya kebisingan karena jarak-jarak kursi yang berdekatan.
Kesimpulan
Ruang personal adalah jarak personal individu dengan batasan yang tidak jelas. Batasan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya factor situasional, individual dan fisikal ruangan menurut Bell (1996) dan Halim (2005). Ruang personal seseorang memiliki jarak-jarak personalnya sendiri. Jarak tersebut bergantung kepada seberapa dekat (hubungan) individu dengan individu yang lain. Menurut Hall (1966) menjelaskan mengenai pembagian jarak personal seseorang yaitu jarak intim, personal, social dan public.
Gambar 1. Ruang Naskah Lama dan Budaya Etnik Nusantara Sumber: Google Maps
Ketut Karni
4
Perpustakaan umum merupakan fasilitas publik yang disediakan pemerintah untuk masyarakat sekitar. Perpustakaan ini mewadahi buku-buku atau dokumen-dokumen terkait dengan kebudayaan, sejarah, ilmu pengetahuan umum dan sebagainya. Fasilitas ini digunakan untuk melayani seluruh kalangan masyarakat, baik dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Dari studi kasus bangunan perpustakaan umum Kabupaten Badung didapatkan bahwa ruang-ruang yang ada pada bangunan, beberapa mempertimbangkan jarak-jarak personal.
Pada ruang naskah lama dan budaya etnis nusantara kurang mempertimbangkan kenyamanan ruang personal individu, karena penempatan kursi yang cenderung sangat dekat dan tidak adanya sekat pada meja. Oleh karena itu, ruang ini kurang nyaman bagi pembaca yang membutuhkan privasi lebih.
Daftar Pustaka
Bell, P.A., Greene, T.C, Fisher, J.D., & Baum, A. (1996). Environmental Psychology 4ed.
USA: Harcourt College Publishers.
Halim, D. (2005). Psikologi Arsitektur. Pengantar Kajian Lintas Disiplin. Jakarta: PT Grasindo.
Hall, E.T. 1996. The Hidden Dimension. New York: Doubleday.
Sutarno, N.S., 2006. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto.