• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II Kajian Pustaka Posyandu

N/A
N/A
NISRINA NUR

Academic year: 2024

Membagikan " BAB II Kajian Pustaka Posyandu"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Program

Secara umum pengertian program adalah penjabaran daru suatu rencana atau kebijakan yang telah dibuat. Dalam hal ini program merupakan bagian dari perencanaan, sering pula diartikan bahwa program adalah kerangka dasar dari pelaksanaan suatu kegiatan.

Program merupakan pernyataan yang berisi kesimpulan dari beberapa harapan atau tujuan saling bergantung dan saling terkait untuk mencapai suatu sasaran yang sama. Biasanya suatu program mencakup seluruh kegiatan yang berada dibawah unit administrasi yang sama atau sasaran yang saling bergantung dan saling melengkapi, yang semuanya harus dilaksanakan secara bersamaan atau berurutan (Liang Gie & Sutarto, 1997).

Program terdiri atas rencana umum, rencana kerja, dan jadwal kerja. Dari rencana umum akan muncul kegiatan - kegiatan yang perlu dilaksanakan agar program tersebut dapat terwujud, dilihat dari situasi, masalah, tujuan dan cara pemecahan masalah. Kegiatan tersebut akan tertuang pada rencana kerja dengan ketentuan bagaimana melakukannya, siapa pelakunya, siapa sasarannya, dimana akan dilakukan, kapan akan dilaksanakan, sarana yang digunakan, dan dana yang dibutuhkan.

Kemudian rencana kerja dijabarkan menjadi jadwal kerja.

2.2 Pengembangan Program

Perkembangan masing-masing posyandu tidak sama. Dengan demikian, pembinaan yang dilakukan untuk masing-masing Posyandu juga berbeda. Untuk mengetahui tingkat perkembangan Posyandu, telah dikembangkan metode dan alat Tingkat Perkembangan Posyandu, yang dikenal dengan nama Telaah Kemandirinan Posyandu. Tujuan telaah adalah untuk mengetahui identifikasi tingkat perkembangan Posyandu yang secara umum dibedakan atas 4 tingkat sebagai berikut (DepKes RI, 2006) :

(2)

A. Posyandu Pratama Posyandu Pratama adalah Posyandu yang belum mantap, yang ditandai oleh kegiatan bulanan Posyandu belum terlaksana secara rutin serta jumlah kader sangat terbatas yakni kurang dari 5 orang. Penyebab tidak terlaksananya kegiatan rutin bulanan Posyandu, di samping karena jumlah kader yang terbatas, dapat pula karena belum siapnya masyarakat. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perbaikan peringkat adalah memotivasi masyarakat serta menambah jumlah kader.

B. Posyandu Madya Posyandu Madya adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak lima orang atau lebih, tetapi cakupan kelima kegiatan utamanya masih rendah, yaitu kurang dari 50%. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perbaikan peringkat adalah meningkatkan cakupan dengan mengikutsertakan tokoh masyarakat sebagai motivator serta lebih menggiatkan kader dalam mengelola kegiatan Posyandu.

C. Posyandu Purnama adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 orang atau lebih, cakupan kelima kegiatan utamanya lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan, serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat yang pesertanya masih terbatas yakni kurang dari 50%

KK di wilayah kerja Posyandu. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perbaikan peringkat antara lain :

a) Sosialisasi program dana sehat yang bertujuan untuk memantapkan pemahaman masyarakat tentang dana sehat.

b) Pelatihan dana sehat, agar di desa tersebut dapat tumbuh dana sehat yang kuat, dengan cakupan anggota lebih dari 50% KK.

Peserta pelatihan adalah para tokoh masyarakat, terutama pengurus dana sehat desa/kelurahan, serta untuk kepentingan Posyandu mengikutsertakan pengurus Posyandu.

(3)

D. Posyandu Mandiri Posyandu Mandiri adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali pertahun, dengan rata- rata jumlah kader sebanyak lima orang atau lebih, cakupan kelima kegiatan utamanya lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan, serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat yang pesertanya lebih dari 50% KK yang bertempat tinggal di wilayah kerja Posyandu. Intervensi yang dilakukan bersifat pembinaan termasuk pembinaan program dana sehat, sehingga terjamin kesinambungannya. Selain itu dapat dilakukan intervensi memperbanyak macam program tambahan sesuai dengan masalah dan kemampuan masing-masing yang dirumuskan melalui pendekatan

2.3 Definisi Posyandu

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari,oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaran pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Poyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelaksanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar kegiatan dan program untuk kelangsungan pelayanan di posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat (Kemenkes RI, 2013).

Pemberdayaan masyarakat adalah memanfaatkan segala sumber daya yang ada di masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, agar mampu mengidentifikasi masalah kesehatan, kemudian mampu merencanakan dan memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan potensi setempat (Kemenkes RI, 2011).

(4)

Frekuensi kunjungan ke Posyandu dikategorikan menjadi dua, yaitu rutin dan tidak rutin. Hal ini sesuai dengan Kemenkes RI (2008), bahwa dikatakan cakupan pelayanan anak balita, dimana setiap anak umur 12 - 59 bulan memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan setiap bulan, minimal 8xdalam setahun yang tercatat di Kohort Anak Balita dan Pra Sekolah, BukuKIA/KMS, atau buku pencatatan dan pelaporan lainnya.

Pemantauan pertumbuhan adalah pengukuran berat badan pertinggi/panjangbadan (BB/TB). Ditingkat masyarakat pemantauan pertumbuhan adalah 7 pengukuran berat badan per umur (BB/U) setiap bulan di Posyandu. Balita dikatakan rutin ke Posyandu jika balita hadir dalam mengunjungi Posyandu sebanyak ≥ 8 kali dalam 1 tahun, sedangkan balita dikatakan tidak rutin ke Posyandu jika balita hadir dalam mengunjungi Posyandu < 8 kali dalam 1 tahun(Camela dkk, 2015).

2.4 Tujuan Penyelenggaraan Posyandu

Eka (2011: 34) menyebutkan, tujuan dari penyelenggaraan posyandu ialah:

1. Menurunkan angka kematian ibu dan anak,

2. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR atau infant mortality rate / angka kematian bayi,

3. Mempercepat penerimaan NKKBS atau norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera,

4. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan menunjang peningkatan hidup sehat,

5. Pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga tercapai peningkatan cakupan pelayanan kesehatan,

6. Meningkatkan dan membina peran serta masyarakat dalam rangka alih teknologi untuk usaha kesehatan masyarakat

2.5 Sasaran Posyandu

Pos pelayanan terpadu (Posyandu) merupakan program pemerintah dibidang kesehatan, sehingga sasaran posyandu adalah seluruh anggota masyarakat. Tetapi sasaran utamanya adalah bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui dan pasangan usia subur (PUS) (Devi, 2010).

(5)

2.6 Fungsi Posyandu

Fungsi dari posyandu adalah sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesame masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan AKI, AKB, AKABA, dan sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar terutama berkaitan dengan penurunan AKI, AKB, AKABA (Hosea, 2012).

2.7 Kegiatan Posyandu

Kegiatan Posyandu dilaksanakan setiap sebulan sekali, untuk tanggal dan waktunya ditentukan oleh kader, bidan desa atau petugas kesehatan dari puskesma. Pelayanan masyarakat dilakukan dengan sistem 5 meja, yaitu meja 1: Pendaftaran, meja 2: Penimbangan, meja 3:

Pencatatan atau Pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat), meja 4:

Komunikasi atau penyuluhan perorangan berdasarkan KMS, meja 5:

Tindakan (pelayanan imunisasi, gizi, dan konsultasi atau suntik KB).

Petugas pada meja 1 sampai dengan 4 dilaksanakan oleh kader Posyandu, sedangkan meja 5 dilaksanakan oleh petugas kesehatan. Kegiatan Posyandu terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan atau pilihan. Secara rinci kegiatan Posyandu adalah sebagai berikut:

A. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

Kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan pelayanan yang diselenggarakan untuk ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, bayi dan balita. Tujuan dari usaha kesehatan ibu dan anak (KIA) adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu-ibu secara teratur dan terus-menerus pada waktu sakit dan sembuh pada masa antepartum, intrapartum, postpartum, dan masa menyusui serta pemeliharaan anak- anak dari mulai lahir sampai masa prasekolah. (Titiek, 2019)

B. Keluarga Berencana (KB)

Keluarga berencana merupakan usaha untuk mengukur jumlah anak dan jarak kelahiran anak yang diinginkan. Maka dari itu, Pemerintah mencanangkan program atau cara untuk mencegah dan menunda kehamilan (Dinkes, 2018). Pelayanan KB di Posyandu yang dapat

(6)

diberikan oleh kader adalah pemberian kondom dan pemberian pil ulangan. Jika ada tenaga kesehatan Puskesmas dapat dilakukan pelayanan suntikan KB dan konseling KB. Apabila tersedia ruangan dan peralatan yang menunjang serta tenaga yang terlatih dapat dilakukan pemasangan IUD dan implant.

C. Imunisasi

Imunisasi adalah memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap suatu penyakit tertentu. Sedangkan vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan kedalam tubuh melalui suntikan, seperti vaksin, BCG, DPT, campak dan melalui mulut seperti vaksin polio. Pelayanan imunisasi di Posyandu hanya dilaksanakan oleh petugas Puskesmas.

Jenis imunisasi yang diberikan disesuaikan dengan program terhadap bayi dan ibu hamil.

D. Gizi

Pelayanan gizi di Posyandu dilakukan oleh kader. Jenis pelayanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, deteksi dini gangguan pertumbuhan, penyuluhan dan konseling gizi, pemberian makanan tambahan (PMT) lokal, suplementasi vitamin A dan tablet Fe. Apabila ditemukan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK), balita yang berat badannya tidak naik 2 kali berturut-turut atau berada di bawah garis merah (BGM), kader wajib segera melakukan rujukan ke Puskesmas atau Poskesdes.

E. Pencegahan dan Penanggulangan Diare

Diare merupakan penyakit yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer. Pada umumnya, diare terjadi akibat makanan dan minuman yang terpapar virus, bakteri, atau parasit (Tjandra Yoga, 2011). Pencegahan diare di Posyandu dilakukan dengan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penanggulangan diare di Posyandu dilakukan melalui

(7)

pemberian oralit. Apabila diperlukan penanganan lebih lanjut akan diberikan obat Zinc oleh petugas kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Anita, Dwi. 2011. Materi Kuliah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Boyolali: Akademi Kebidanan Estu Utomo.

Devi Punikasar. Peran Posyandu Dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Di Dusun Karangwatu Desa Pucungrejo Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang. Skripsi 2010. Diakses pada 21 Febuari 2024 dari situs https://eprints.uny.ac.id/22087/1/Skripsi%20Devi

%20Punikasari.pdf

Dinas Kesehatan Dompu, Pengertian, Tujuan dan Kegiatan Posyandu, tahun 2018 Festy, P. (2013). Studi Perkembangan Posyandu Pasca Revitalisasi Posyandu Di

Wilayah Puskesmas Kenjeran Surabaya.

Hosea Ocbrianto. Partisipasi Masyarakat Terhadap Posyandu Dalam Upaya Pelayanan Kesehatan Balita Kelurahan Meruyung Kecamatan Limo Depok. Skripsi 2012. Diakses pada 21 Januari 2024 dari situs http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20280831-Hosea%20Ocbrianto.pdf Kemenkes. 2012. Profil Kesehatan Indonesia 2014. Jakarta: Kemenkes RI.

Kusuma, C., Fatmasari, E., Wulandari, J., Dewi, P., Pahlevi, R., Djiara, S., &

Katmawati, S. (2021). Literature Review: Peran Kader Posyandu Terhadap Pemberdayaan Masyarakat. In Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone.

The Liang Gie, dan sutarto, Pengertian, Kedudukan dan Perincian Ilmu Administrasi. (Yogyakarta: Karya Kencana, 1997).

(8)

Titiek Soeharto, 2019. (Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya), Posyandu Jadi Garda Terdepan Cegah Penyakit Ibu dan Anak

Tjandra Yoga Aditama, 2011. (Ketua Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian), Ada Kampanye Hitam Larang Vaksinasi, Surat kabar, Compas.com

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

Referensi

Dokumen terkait

Posyandu mandiri adalah posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 orang atau lebih, cakupan

Posyandu Madya adalah posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 orang atau lebih, tetapi

Posyandu purnama adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 orang atau lebih, cakupan

pelaksanaan.. Tugas kader pada kegiatan bulanan Posyandu. a) Tugas kader pada hari buka Posyandu disebut

Posyandu Madya adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 orang atau lebih, tetapi cakupan

Posyandu Purnama adalah posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kadernya sebanyak lima orang atau cakupan

Posyandu Purnama adalah posyandu dengan frekuensi kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih, dan cakupan 5 program utamanya

3 Posyandu Purnama Posyandu Purnama adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak lima orang atau lebih,