• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN LITERASI

N/A
N/A
Belinda Reisya Muzdalifah Rahmani

Academic year: 2024

Membagikan " BAB II TINJAUAN LITERASI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

TINJAUAN LITERATUR

2.1. KAJIAN PUSTAKA

Dengan mengambil topik tentang perencanaan persediaan material, maka penulis menggunakan beberapa penelitian terdahulu yang bersangkutan dengan perencanaan persediaan material yang dilakukan menggunakan metode Pareto Analysis. Untuk melihat persamaan dan perbedaan antara penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya, maka perlu adanya pengkajian terhadap penelitian-

penelitian terdahulu.

Beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian yang akan diteliti, yaitu:

1. Yusuf Arnosomosyah 2021, Skripsi ITL TRISAKTI

Yaitu penelitian yang berjudul, “Pengaruh Sistem Manajemen Persediaan dan Pengelolaan Dokumen Barang Terhadap Efektivitas Kinerja Gudang di PT VINFLAIR LOGISTICS INDONESIA Bandara Soekarno-Hatta”1. Penelitian ini berfokus pada pengaruh sistem manajemen persediaan serta pelaksanaan

pengelolaan dokumen di PT VINFLAIR LOGISTICS INDONESIA.

Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif di mana jenis penelitian ini termasuk ke dalam penelitian explanatory research (penjelasan). Populasi pada penelitian ini tidak diketahui dengan jelas namun sampel dapat diketahui dengan pasti sebanyak 81 responden. Melihat dari jenis pendekatan penelitian yang dilakukan, maka metode yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini adalah uji regresi linear berganda, koefisien korelasi berganda, koefisien determinasi, dan uji hipotesis.

Berdasarkan metode yang telah dilakukan oleh peneliti pada penelitian ini, maka hasil dari penelitian ini adalah pengaruh dari sistem manajemen persediaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengelolaan dokumen barang,

1 Yusuf Arnosomosyah, “Pengaruh Sistem Manajemen Persediaan dan Pengelolaan Dokumen Barang Terhadap Efektivitas Kinerja Gudang di PT VINFLAIR LOGISTICS INDONESIA BANDARA

SOEKARNO-HATTA”, S-1 MANAJEMEN LOGISTIK, ITL TRISAKTI, 2021.

(2)

sedangkan pengelolaan dokumen barang berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas kinerja gudang.

Relevansi antara penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan penelitian yang penulis lakukan adalah sama-sama membahas mengenai sistem manajemen persediaan yang ada pada perusahaan, dan menggunakan jenis pendekatan

penelitian kuantitatif. Akan tetapi, penulis menemukan perbedaan pada penelitian terdahulu dan penelitian yang sedang dilakukan penulis, yaitu penelitian terdahulu menggunakan jenis pendekatan penelitian kuantitatif menggunakan metode uji regresi linear berganda, koefisien korelasi berganda, koefisien determinasi, serta uji hipotesis. Sedangkan penulis melakukan penelitian menggunakan jenis pendekatan penelitian kuantitatif menggunakan metode Pareto Analysis untuk menganalisis bagaimana penerapan metode Pareto Analysis dalam perencanaan persediaan material serta solusi yang tepat agar dapat berkontribusi pada

peningkatan kinerja Divisi Logistik Timur Area I.

2. Yogi Prastiaji 2016, Skripsi Universitas Islam Indonesia

Yaitu penelitian yang berjudul, “Analisis Pengendalian Persediaan Obat di Apotek Sendang Farma Dengan Menggunakan Metode Analisis Pareto ABC”2. Penelitian ini berfokus pada analisis pengendalian persediaan obat pada apotek Sendang Farma sehingga pihak apotek dapat mengetahui pengendalian persediaan secara efektif dan efisien.

Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Analisis Pareto ABC. Peneliti melakukan pengumpulan data berdasarkan pada sumber data yang dibutuhkan, yang bersumber dari data primer dan data sekunder. Data yang didapatkan oleh peneliti adalah dengan melakukan beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan studi pustaka. Populasi pada penelitian ini adalah barang persediaan yang ada di Apotek Sendang Farma, sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga jenis produk di Apotek Sendang Farma pada periode tahun 2015.

Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah pihak Apotek Sendang Farma memerlukan pengendalian persediaan untuk kelancaran kegiatan operasi.

Berdasarkan nilai pemakaian menggunakan analisis ABC, didapatkan bahwa Kelompok A memiliki 78,72% dari total persediaan dan terdiri dari 28 item obat,

2 Yogi Prastiaji, “Analisis Pengendalian Persediaan Obat di Apotek Sendang Farma Dengan Menggunakan Metode Analisis Pareto ABC”, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, 2016

(3)

Kelompok B memiliki 15,51% dari total persediaan dan terdiri dari 23 macam item obat, serta Kelompok C memiliki 5,77% dari total persediaan dan terdiri dari 22 macam item obat. Karena dengan melihat pengelompokkan di atas, pihak Apotek harus dapat memberikan kontrol dan perhatian lebih untuk barang yang masuk pada kelompok A. Apabila persediaan tidak bisa dikendalikan dengan baik, maka biaya penyimpanan juga bisa membengkak dilihat dari pengelompokkan hasil analisis ABC berdasarkan nilai investasi.

Relevansi antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah sama-sama membahas mengenai pengendalian persediaan serta menggunakan metode yang sama, yaitu Analisis Pareto ABC. Akan tetapi perbedaan juga ditemukan dengan melihat bahwa populasi serta sampel yang digunakan oleh peneliti pada penelitian terdahulu adalah mengenai obat-obatan, sedangkan penulis menggunakan material yang berada di Divisi Logistik Timur Area I sebagai populasi dan sampel untuk diteliti.

3. Dwi Rela Rifana 2020, Skripsi IAIN METRO

Yaitu penelitian yang berjudul, “Analisis Pengendalian Persediaan Barang Pada Toko Hayu Olshop di 21 Metro Kecamatan Metro Timur”3. Penelitian ini membahas mengenai sistem pengendalian persediaan barang pada toko yang diteliti oleh peneliti, apakah sudah sesuai antara perencanaan dengan

pelaksanaannya.

Berdasarkan penelitian ini, didapatkan relevansi antara penelitian yang penulis lakukan dengan penelitian terdahulu, yaitu sama-sama ingin menganalisis

bagaimana sistem pengendalian persediaan barang pada Toko Hayu Olshop di 21 Metro Kecamatan Metro Timur. Akan tetapi, terdapat banyak perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang penulis lakukan. Hal ini dapat terlihat dari jenis penelitian yang bersifat deskriptif dan dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif di mana penelitian terdahulu dilakukan dengan terfokus pada data yang terkumpul dalam bentuk kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka.

Sedangkan penelitian yang penulis lakukan bergantung pada penggunaan metode penelitian yang bersifat kuantitatif di mana lebih difokuskan pada data yang terkumpul dalam bentuk angka. Selain itu, penelitian terdahulu juga

3 Dwi Rela Rifana, “Analisis Pengendalian Persediaan Barang Pada Toko Hayu Olshop di 21 Metro Kecamatan Metro Timur”, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN METRO, 2020

(4)

melakukan persediaan barang dengan menggunakan sistem perkiraan, yang artinya obyek yang diteliti hanya bisa memperkirakan tanpa mengetahui

keakurasian persediaan barang diadakan dalam jumlah yang ekonomis atau tidak.

Hal ini berbanding terbalik dengan penelitian yang penulis lakukan di mana hasil penelitian diharuskan berdasarkan dengan analisis yang dilakukan

menggunakan metode Pareto Analysis, sehingga tidak bergantung pada perkiraan yang dapat menyebabkan ketidakakurasian persediaan barang di Divisi Logistik Timur Area I.

4. Bella Felicita Rambitan, Jacky S.B. Sumarauw, Arrazi H. Jan 2018, Jurnal EMBA

Yaitu penelitian yang berjudul, “Analisis Penerapan Manajemen Persediaan Pada CV. INDOSPICE MANADO”4. Penelitian ini membahas mengenai penentuan manajemen persediaan yang tepat dari sistem manajemen untuk CV. INDOSPICE agar dapat mengendalikan manajemen persediaan bahan baku didukung oleh efisiensi biaya.

Pendekatan penelitian yang dilakukan pada penlitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif, di mana metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pendekatan kualitatif sendiri pada penelitian ini

menggunakan data berupa kalimat tertulis atau lisan, peristiwa, pengetahuan, atau objek studi. Selain itu, peneliti juga menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) yang bertujuan untuk perusahaan bisa menyimpan lebih banyak total biaya dibandingkan dengan sistem manjemen persediaan perusahaan sekarang ini. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan wawancara dan observasi.

Hasil yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu adalah pengendalian persediaan yang diterapkan oleh CV. INDOSPICE belum optimal. Dengan menerapkan sistem EOQ, maka perusahaan dapat menetapkan persediaan dan kapan harus melakukan pemesanan ulang. Dari data yang telah dianalisis oleh peneliti, maka dapat diketahui perbandingan persediaan bahan baku utama bila menggunakan kebijakan perusahaan dengan menggunakan metode EOQ.

4 Bella Felicita Rambitan dkk, “Analisis Penerapan Manajemen Pada CV. Indospice Manado”, Vol. 6 No. 3 2018, Universitas Sam Ratulangi

(5)

Diketahui seluruh jumlah pemesanan bahan baku utama mengalami penurunan dengan menggunakan metode EOQ.

Relevansi dengan penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian terdahulu melakukan penelitian terhadap sistem manajemen persediaan yang tepat agar dapat mengendalikan manajemen persediaan bahan baku. Namun, penulis menemukan perbedaan di mana penelitian terdahulu menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dan juga peneliti menggunakan metode EOQ untuk mencapai tujuan dari penelitian yang dilakukan. Sedangkan penulis melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan melakukannya dengan menggunakan metode Pareto Analysis agar dapat mencapai tujuan dari penelitian.

5. Hadi Subekti Salam dan Wempi Eka Rusmana 2021, Jurnal SOSAINS

Yaitu penelitian yang berjudul, “Analisis Efisiensi Pengelolaan Obat Berdasarkan Metode Pareto/ABC di Apotek Keluarga 8 Antapani Bandung”5. Penelitian ini

membahas mengenai gambaran dan informasi yang didapatkan oleh peneliti mengenai pengelolaan dan manajemen obat di Apotek Keluarga 8 dengan berdasarkan tingkat pemakaian dan investasinya. Oleh sebab itu, penelitian terdahulu ini dapat

memberikan pengetahuan dan informasi tentang tata cara pengelolaan obat secara efektif dan memberikan gambaran tentang investasi dalam perencanaan obat di tahun berikutnya yang paling sesuai dalam pengelolaan obat di apotek.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif melalui observasi untuk mengevaluasi manajemen pengelolaan obat, pengadaan obat, dan penyimpanan obat di Apotek Keluarga 8 Antapani Bandung. Data diperoleh dengan melakukan penelusuran terhadap dokumen Januari – Desember 2020 dan juga diperoleh saat melakukan penelitian berlangsung. Teknik analisis data yang

digunakan peneliti adalah dengan menggunakan analisis data kuantitatif. Teknik ini digunakan untuk mengetahui perbedaan antar kelompok dan berapa besar volume penjualan yang tercapai serta untuk mencari presentase harga yang selajutnya akan digunakan untuk menganalisis berdasarkan analisis ABC.

Hasil dari penelitian terdahulu yang dilakukan peneliti adalah berdasarkan nilai pemakaian, maka Kelompok A terdapat 665 item obat yang merupakan keseluruhan

5 Hadi Subekti Salam dan Wempi Eka Rusmana, “Analisis Efisiensi Pengelolaan Obat Berdasarkan Metode Pareto/ABC di Apotek Keluarga 8 Antapani Bandung”, Vol. 1 No. 10 2021, Politeknik Pishi Ganesha Bandung

(6)

jenis obat dengan pemakaian sebanyak 428.288 (70,4% dari pemakaian keseluruhan), Kelompok B terdiri dari 739 item obat dengan pemakaian sebanyak 127.808 (21%

dari pemakaian keseluruhan), serta Kelompok C terdiri dari 1.224 item obat dengan pemakaian sebanyak 52.269 (8,6% dari pemakaian keseluruhan). Hasil penelitian yang dilakukan dengan analisis ABC berdasakan investasi, didapatkan bahwa kelompok A memiliki nilai investasi sebesar 80,0%, kelompok B 15,0%, dan kelompok C 5,0%.

Maka, berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode Pareto/ABC, didapatkan bahwa penanganan obat-obatan yang termasuk ke dalam kelompok A harus diperhatikan dengan ketat di mana diperlukan langkah-langkah yang tepat dalam pelaksanaannya. Perencanaan obat adalah satu tahap awal yang penting dalam menentukan keberhasilan tahap selanjutnya karena tahap ini berguna untuk menyesuaikan kebutuhan persediaan obat dengan dana yang tersedia untuk menunjang pelayanan kesehatan di bidang farmasi.

Relevansi dengan penelitian yang penulis teliti adalah sama-sama melakukan penelitian mengenai persediaan dan menggunakan metode analisis yang sama, yaitu Pareto/ABC. Akan tetapi perbedaan juga ditemukan dengan melihat bahwa populasi serta sampel yang digunakan oleh peneliti pada penelitian terdahulu adalah mengenai obat-obatan, sedangkan penulis menggunakan material yang berada di Divisi Logistik Timur Area I sebagai populasi dan sampel untuk diteliti.

Untuk mempermudah melihat perbandingan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang sedang dilakukan, maka penulis juga menyajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Tabel 2.1

Perbandingan Penelitian No

. Nama, Tahun, Judul

Penelitian Persamaan Perbedaan

1. Yusuf Arnosomosyah, 2021, Pengaruh Sistem Manajemen Persediaan dan Pengelolaan Dokumen Barang Terhadap Efektivitas Kinerja Gudang di PT VINFLAIR LOGISTICS INDONESIA BANDA SOEKARNO - HATTA

sama-sama membahas mengenai sistem manajemen persediaan yang ada pada

perusahaan, dan menggunakan jenis pendekatan kuantitatif.

penelitian terdahulu menggunakan jenis pendekatan penelitian kuantitatif menggunakan metode uji regresi linear berganda, koefisien korelasi berganda, koefisien determinasi,

(7)

serta uji hipotesis.

2. Yogi Prastiaji, 2016, Analisis Pengendalian Persediaan Obat di Apotek Sendang Farma Dengan Menggunakan Metode Analisis Pareto ABC

sama-sama membahas mengenai pengendalian persediaan serta

menggunakan metode yang sama, yaitu Analisis Pareto ABC.

populasi serta sampel yang digunakan oleh peneliti pada penelitian terdahulu adalah mengenai obat-obatan.

3. Dwi Rela Rifana, 2020, Analisis Pengendalian

Persediaan Barang Pada Toko Hayu Olshop di 21 Metro Kecamatan Metro Timur

sama-sama ingin

menganalisis bagaimana sistem pengendalian persediaan barang.

jenis penelitian yang bersifat deskriptif dan dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif di mana penelitian terdahulu dilakukan dengan terfokus pada data yang terkumpul dalam bentuk kata atau gambar, sehingga tidak

menekankan pada angka.

4. Bella Felicita Rambitan dkk, 2018, Analisis Penerapan Manajemen Persediaan Pada CV. INDOSPICE MANADO

penelitian terdahulu melakukan penelitian terhadap sistem

manajemen persediaan yang tepat agar dapat mengendalikan

manajemen persediaan bahan baku.

penelitian terdahulu menggunakan

pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dan juga peneliti

menggunakan metode EOQ untuk mencapai tujuan dari penelitian yang dilakukan.

5. Hadi Subekti Salam dan Wempi Eka Rusmana, 2021, Analisis Efisiensi

Pengelolaan Obat Berdasarkan Metode Pareto/ABC di Apotek Keluarga 8 Antapani Bandung

sama-sama melakukan penelitian mengenai persediaan dan

menggunakan metode analisis yang sama, yaitu Pareto/ABC.

melihat bahwa populasi serta sampel yang digunakan oleh peneliti pada penelitian terdahulu adalah mengenai obat- obatan.

Sumber: dibuat oleh peneliti.

2.2. LANDASAN TEORI 2.2.1. Manajemen

Secara umum, manajemen diartikan sebagai pengelolaan. Suatu proses menata atau mengelola organisasi dalam mencapai tujuan yang diinginkan dipahami dengan manajemen. Manajemen merupakan inti dari pelaksanaan dari segala kegiatan operasional dalam suatu organisasi, yang menjadi serangkaian aktivitas pengelolaan sumber daya yang ada dalam suatu organisasi oleh sumber daya manusia yang ada di

(8)

dalam organisasi tersebut untuk mencapai tujuan organisasi. (‘No 主観的健康感を中 心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title’, 2023)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, manajemen merupakan proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran (Arti kata manajemen - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online). Sedangkan menurut George R.

Terry, manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan- tindakan: perencanaan, pengorganisasian, penggiatan, dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.

(‘Manajemen_Administrasi_dan_Organisasi_Pe’, no date)

Manajemen adalah suatu ilmu, seni, dan proses kegiatan yang dilakukan dalam upaya mencapai tujuan bersama dengan mengelola sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara optimal melalui kerjasama antar anggota organisasi. (Salehah, 2018) Manajemen merupakan suatu proses agar suatu usaha dapat berjalan dengan baik memerlukan perencanaan, pemikiran, pengarahan, dan pengaturan serta mempergunakan/mengikut sertakan semua potensi yang ada baik personal maupun material secara efektif dan efisien. (Eni, 2018)

Menurut Massie dan Douglas, manajemen adalah suatu proses saat suatu kelompok orang bekerja sama mengarahkan orang lainnya untuk bekerja mencapai tujuan yang sama. Menurut Kreitner, manajemen merupakan suatu proses bekerja sama dengan dan melalui lainnya untuk mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan secara efisien menggunakan sumber daya yang terbatas di lingkungan yang berubah-ubah6. Maka, berdasarkan definisi-definisi sebelumnya, didapatkan bahwa manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien dengan menggunakan sumber daya organisasi. (Mamduh, 2015)

Dari sejumlah, manajemen diperkenalkan sebagai suatu upaya teratur untuk mencapai tujuan tertentu. Upaya tersebut dapat dijabarkan mulai dari planning, organizing, actuating, dan controlling, atau dikenal dengan POAC.(Sondita, 2012)

6 Dr. Mamduh Hanafi, Konsep Dasar dan Perkembangan Teori Manajemen (Jakarta: Universitas Terbuka, 2015), Vol. 1 hal. 7

(9)

2.2.2. Persediaan

Persediaan adalah aktiva yang meliputi barang-barang milik

perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha normal.

Persediaan merupakan sejumlah barang yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari konsumen setiap waktu dan merupakan salah satu unsur yang aktif. (Mulyani, 2020)

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2007:14.1), “persediaan adalah aset yang:

a. Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal;

b. Dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan; atau

c. Dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa” (Lufritayanti and Annisa, 2013)

Konsep persediaan merupakan simpanan material yang berupa bahan mentah, barang dalam proses, dan barang jadi. Dari sudut pandang sebuah perusahaan maka persediaan adalah sebuah investasi modal yang dibutuhkan untuk menyimpan material pada kondisi tertentu. Pengendalian terhadap persediaan adalah aktivitas mempertahankan jumlah persediaan pada tingkat yang dikehendaki. (‘16/41935.pdf Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka’, no date)

Persediaan barang jadi merujuk pada sejumlah barang jadi yang disimpan untuk dijual sebagai barang dagangan. Pengendalian persediaan penting dilakukan agar investasi pada barang jadi yang disimpan tidak terlalu besar. Fungsi persediaan berusaha menekan jumlah stock serendah mungkin agar dana yang ada dapat digunakan untuk kepentingan lain. (Septiana, Purba and Baskoro, 2020)

Secara umum, pengertian persediaan merupakan suatu aset yang ada dalam bentuk barang-barang yang dimiliki untuk dijual dalam operasi perusahaan maupun barang-barang yang sedang dalam proses pembuatan.

Persediaan dapat diklasifikasikan menurut jenis perusahaan, apabila

perusahaan membeli barang yang akan dijual kembali, maka klasifikasi hanya ada satu macam persediaan barang dagangan. Sedangkan, bila jenis

(10)

perusahaannya pabrikasi, maka perusahaan tersebut mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi. (Koher, 2014)

2.2.3. Manajemen Persediaan

Manajemen persediaan barang merupakan kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang diperlakukan dalam membuat keputusan sehingga kebutuhan akan bahan ataupun barang untuk keperluan kegiatan perusahaan baik produksi maupun penjualan dapat terpenuhi secara optimal dengan risiko yang sekecil mungkin. (Iqbal, Aprizal and Wali, 2017)

Manajemen persediaan merupakan aktivitas manajemen operasi inti.

Manajemen persediaan yang baik adalah penting bagi keberhasilan operasi dari sebagian besar bisnis dan rantai pasokan mereka. Operasi, pemasaran, dan keuangan mempunyai kepentingan dalam manajemen persediaan yang baik. Manajemen persediaan yang buruk akan menghambat operasi, mengurangi kepuasan pelanggan, dan meningkatkan biaya operasi. Menurut Sofyan Assauri (2008), manajemen persediaan adalah sejumlah bahan-bahan, parts yang disediakan, dan bahan-bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta barang- barang jadi, atau produk yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari komponen atau langganan setiap waktu. (Muliati, 2016)

Manajemen persediaan menurut Irham Fahmi (2012:109), adalah kemampuan suatu perusahaan dalam mengatur dan mengelola setiap kebutuhan barang baik barang mentah, barang setengah jadi, maupun barang jadi agar selalu tersedia baik dalam kondisi pasar yang stabil ataupun berfluktuasi. (Noviyanti, 2020). Manajemen persediaan memiliki beberapa peranan bagi perusahaan, di antaranya adalah untuk menemukan tahap yang seimbang antara biaya perusahaan dan biaya pengadaan serta penyimpanan. Hal ini bertujuan untuk mencapai persediaan yang semaksimal

mungkin dengan biaya seminimal mungkin. (Rambitan et al., 2018)

Manajemen persediaan memiliki banyak tujuan, yaitu untuk mengantisipasi risiko keterlambatan datangnya barang, untuk mengantisipasi pesanan bahan yang tidak sesuai dengan apa yang diperlukan sehingga harus dikembalikan. Selain itu, manajemen persediaan juga dibutuhkan apabila bahan yang diperlukan tidak tersedia di pasaran, sebagai tahapan untuk menjamin kelancaran proses produksi, untuk

(11)

memanfaatkan penggunaan mesin secara optimal, dan untuk memenuhi kebutuhan pasar secara optimal. (Rambitan et al., 2018)

2.2.4. Pareto Analysis

Hukum Pareto sebenarnya dipopulerkan oleh Joseph M Juran (Ahli

Manajemen Mutu) yang lebih bersifat universal. Juran meyakini bahwa konsep 80/20 dapat diterapkan dalam seluruh sendi kehidupan manusia mulai dari sosial-budaya, sosial-ekonomi, sosio-politik, dan lain-lain. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan prinsip Pareto adalah dalam dunia produksi, 20% produk akan

menghasilkan 80% nilai penjualan. Prinsip Pareto lebih mudah implementasinya bila kita telah memiliki data dari hasil pengamatan, yang kemudian data tersebut dianalisis dan diinformasikan hasilnya dalam bentuk diagram Pareto. (Sunarto, 2020)

Analisis ABC atau Pareto adalah salah satu metode pengklasifikasian barang berdasarkan peringkat nilai dari nilai tertinggi hingga terendah, dan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok A, B, dan C. Dengan mengetahui kriteria masing- masing kelas, dapat diketahui barang persediaan mana yang harus mendapat perhatian khusus atau hanya sekedar mengecek sesekali saja. (Pratiwi and Saifudin, 2021)

Dilansir dari Pengertian Prinsip Pareto: Jenis, Manfaat, Penerapan, dan Contoh Diagram - Gramedia Literasi, ada beberapa manfaat yang didapatkan dengan

menerapkan prinsip analisis Pareto di antaranya:

1. Untuk mencari penyebab atau faktor dominan dari suatu masalah. Masalah tersebut biasanya berkaitan dengan biaya, kerugian, keefisienan mesin, dan lain-lain.

2. Untuk menentukan dan mengidentifikasi prioritas permasalahan yang akan diselesaikan.

3. Untuk menunjukkan nilai aktual dari setiap parameter yang ditinjau.

4. Sebagai alat interpretasi dalam menentukan frekuensi atau tingkat kepentingan relatif dari berbagai permasalahan.

5. Untuk menunjukkan hasil perbaikan melalui diagram pareto.

Prinsip Analisis Pareto dapat diterapkan dalam berbagai bidang keilmuan yang berkaitan dengan tindakan penaksiran, salah satunya di bidang logistik dan

pengawasan kualitas produksi. Menurut Rushton dan Croucher (2000) dalam website Pengertian Prinsip Pareto: Jenis, Manfaat, Penerapan, dan Contoh Diagram -

(12)

Gramedia Literasi, prinsip ini digunakan pada banyak pengawasan kualitas. Prinsip Pareto berguna di berbagai langkah, misalnya sebagai suatu garis dasar untuk menganalisis ABC dan XYZ, digunakan dalam logistik secara luas, dan usaha mendapatkan optimisasi persediaan barang-barang.

Hasil dari Analisis Pareto biasanya ditampilkan dengan menggunakan Diagram Pareto. Diagram mewakili berbagai faktor yang dipertimbangkan dalam urutan peringkat. Penyajian diagram ini biasanya dalam bentuk grafik batang dengan urutan menurun dan da[at membantu memprediksi dengan mudah faktor mana yang penting dengan memberikan indikator yang jelas, dan juga membantu menentukan faktor-faktor yang memiliki jumlah manfaat paling sedikit maupun sebaliknya. (Talib et al., 2010)

2.2.5. Implementasi

Secara umum, implementasi berarti pelaksanaan atau penerapan. Istilah ini biasanya dikaitkan dengan suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Implementasi merupakan sebuah penempatan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, maupun nilai dan sikap. (Hernita Ulfatimah, 2020)

Istilah implementasi telah dirumuskan secara singkat pada Kamus Webster bahwa implementation (implementasi) adalah suatu aksi atau contoh menerapkan sesuatu, atau proses membuat sesuatu menjadi aktif atau efektif. Tesaurus dari kata implementasi berarti melakukan suatu tindakan, dengan kata lain atau sinonimnya adalah execution (eksekusi). [ CITATION Mer23 \l 1057 ]

Adapun pengertian implementasi menurut Usman (2002) sebagai

berikut,”implementasi adalah bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan, atau adanya mekanisme suatu sistem. Implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan”. Menurut Harsono (2002), implementasi adalah suatu proses untuk melaksanakan kebijakan menjadi tindakan kebijakan dari politik ke dalam administrasi. Pengembangan kebijakan dalam rangka penyempurnaan suatu program. (Rosad, 2019)

Pengertian lain dari Donald S. Van Metter dan Carl E. Vadalam Widodo (2011) mengenai implementasi adalah “Policy implementation encompasses those

(13)

action by the public and private individual (or group) that is directed at the

achievement of objectives set forth in prior policy decisions. This includes one-time efforts to transform decisions into operational terms and continuing to achieve the large and small changes mandated by a policy decision”. (Ma’ruf et al., 2023)

2.2.6. Solusi

Kata solusi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah suatu penyelesaian, pemecahan (masalah dsb), atau jalan keluar. Solusi merujuk pada jawaban, penyelesaian, atau cara untuk menyelesaikan masalah atau mengatasi suatu situasi yang sulit atau kompleks. Hal ini dapat berupa ide, strategi, tindakan, atau langkah konkret yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan tertentu. Kata ini bisa bervariasi tergantung pada jenis masalahnya, dan seringkali melibatkan pemikiran kreatif, analisis, dan pemahaman yang mendalam terhadap akar permasalahan. Istilah yang terkait dengan kata solusi adalah alternatif, pemecahan, strategi, inovasi, ataupun pembaharuan. [CITATION Glo19 \l 1057 ]

Kata solusi menurut Merriam-Webster merupakan suuatu tindakan atau proses dari penyelesaian suatu masalah. Solusi juga dikatakan bisa membawa atau

mengakhiri ke dalam keadaan diskontinuitas. Pengertian lain dari solusi juga bisa berupa jawaban dari suatu masalah yang dapat disebut dengan penjelasan.

[CITATION Mer231 \l 1057 ] Sedangkan menurut tesaurus Merriam-Webster, solusi merupakan sesuatu yang dicapai dengan upaya mental dan terutama dengan

perhitungan. Sinonim dari kata solusi dapat berupa hasil, kesimpulan, penjelasan, kunci, dan lain-lain. [ CITATION Mer232 \l 1057 ]

Solusi merupakan sebuah konsep atau metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah atau mengatasi suatu kesulitan. Solusi dapat ditemukan melalui berbagai cara, baik melalui pemecahan masalah secara logis maupun dengan pendekatan kreatif. Penting untuk memiliki kemampuan dalam menemukan solusi yang tepat dalam menghadapi berbagai permasalahan membuat konsep ini menjadi sangat relevan dalam kehidupan manusia.

Dalam konteks bisnis, solusi memiliki peran yang sangat penting. Perusahaan seringkali menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dalam menjalankan

operasionalnya. Dalam hal ini, solusi diartikan sebagai strategi atau langkah-langka yang dapat diambil untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Solusi bisnis dapat

(14)

berupa perubahan dalam sistem manajemen, pengembangan produk baru, atau bahkan restruktrusasi organisasi. [ CITATION Geo23 \l 1057 ]

2.3. KERANGKA KONSEPTUAL

Berdasarkan kerangka konseptual yang telah digambarkan di atas, penulis dapat menarik hipotesis sebagai berikut:

H1 = Akurasi perencanaan persediaan material berpengaruh terhadap Analisis Pareto.

H2 = Identifikasi hambatan berpengaruh terhadap Analisis Pareto.

H3 = H1 dan H2 berpengaruh terhadap Implementasi Solusi.

(15)

‘16/41935.pdf Koleksi Perpustakaan Universitas terbuka’ (no date).

Eni (2018) ‘(Salehah, 2018)Salehah, A. (2018). Manajemen’, Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., (Mi), pp. 5–24.

Hernita Ulfatimah (2020) Implementasi Tabungan Baitullah Ib Hasanah Dan Variasi Akad Pada Pt. Bni Syariah Kantor Cabang Pekanbaru, Skripsi.

Iqbal, T., Aprizal, D. and Wali, M. (2017) ‘Aplikasi Manajemen Persediaan Barang Berbasis Economic Order Quantity (EOQ)’, Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi), 1(1), p. 48. doi: 10.35870/jtik.v1i1.33.

Koher, E. L. A. (2014) ‘Manajemen persediaan (inventory)’, Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, pp. 1–20.

Lufritayanti and Annisa (2013) ‘Disusun Oleh : Disusun Oleh ’:, Pengetahuan dan

(16)

Sikap Dalam Penelitian Kesehatan, (11150331000034), pp. 1–147.

Ma’ruf et al. (2023) ‘Implementasi Pelayanan Publik Berbasis Aplikasi Laika Di Kelurahan Tobuuha Kecamatan Puuwatu Kota Kendari’, Jurnal Ilmiah

Administrasita’, 14(1), pp. 22–29. doi: 10.47030/administrasita.v14i1.484.

Mamduh, H. (2015) ‘Konsep Dasar dan Perkembangan Teori Manajemen’, Manajemen, 1(1), p. 7. Available at: http://repository.ut.ac.id/4533/1/EKMA4116- M1.pdf.

‘Manajemen_Administrasi_dan_Organisasi_Pe’ (no date).

Muliati (2016) ‘No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指

標に関する共分散構造分析Title’, Revista CENIC. Ciencias Biológicas, 152(3), p.

28. Available at: file:///Users/andreataquez/Downloads/guia-plan-de-mejora- institucional.pdf%0Ahttp://salud.tabasco.gob.mx/content/revista

%0Ahttp://www.revistaalad.com/pdfs/Guias_ALAD_11_Nov_2013.pdf

%0Ahttp://dx.doi.org/10.15446/revfacmed.v66n3.60060.%0Ahttp://www.cenetec.

Mulyani, S. (2020) ‘EKSI4416 – Sistem Pengendalian Manajemen (Edisi 3)’.

Available at: 19/11/2023https://pustaka.ut.ac.id/reader/index.php?

modul=EKSI441603.

‘No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共 分散構造分析Title’ (2023), pp. 1–14. Available at:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558907/.

Noviyanti, N. K. (2020) ‘Model Manajemen Persediaan Kaitannya Dengan Efektifitas dan Efisiensi Bagi Perusahaan (Kajian Teoritis)’, Majalah Ilmiah Widyacakra, 1(1).

Available at: http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?

article=3025247%5C&val=27369%5C&title=MODEL MANAJEMEN

PERSEDIAAN KAITANNYA DENGAN EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI BAGI PERUSAHAAN Kajian teoritis.

Pratiwi, D. N. and Saifudin, S. (2021) ‘PENERAPAN METODE ANALISIS ABC DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAN BAHAN BAKU PADA PT.DYRIANA (Cabang Gatot Subroto)’, Solusi, 19(1), pp. 60–75. doi: 10.26623/slsi.v19i1.3000.

(17)

Rambitan, B. F. et al. (2018) ‘Analisis Penerapan Manajemen Persediaan Pada Cv.

Indospice Manado Analysis of Application of the Inventory Management on Cv.

Indospice Manado’, Analisis Penerapan…… 1448 Jurnal EMBA, 6(3), pp. 1448–

1457.

Rosad, A. M. (2019) ‘Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Managemen Sekolah’, Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 5(02), p. 173. doi:

10.32678/tarbawi.v5i02.2074.

Salehah, A. (2018) ‘Manajemen Kearsipan Dalam Ketatausahaan Di Min 3 Pringsewu’, pp. 1–114.

Septiana, F. A., Purba, O. R. and Baskoro, D. A. (2020) ‘Perencanaan Armada , Pengendalian Persediaan , Dan Peningkatan Layanan Distribusi Air Minum Kemasan Fleet Planning , Inventory Control , And Improvement Of Drinking Water

Distribution Services’, Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi dan Logistik (JMBTL), 6(1), pp. 17–22.

Sondita, M. F. A. (2012) ‘Pengertian Manajemen dan Alasan Mengapa Sumber Daya Perikanan Perlu Dikelola’, Manajemen Sumber Daya Perikanan, pp. 1–53.

Sunarto, S. (2020) Buku Saku Analisis Pareto, Surabaya Health Polytechnic.

Talib, F. et al. (2010) ‘PARETO ANALYSIS OF TOTAL QUALITY

MANAGEMENT FACTORS CRITICAL TO SUCCESS FOR SERVICE Electronic copy available at : at : https://ssrn.com/abstract=2725175 F . Talib , Z . Rahman , M . N . Qureshi Electronic copy available at ’:, International Journal for Quality

research, 4(2), pp. 155–168.

Pengertian Solusi: Definisi dan Penjelasan Lengkap Menurut Ahli - Geograf Pengertian Prinsip Pareto: Jenis, Manfaat, Penerapan, dan Contoh Diagram - Gramedia Literasi

https://www.merriam-webster.com/thesaurus/implementation https://www.merriam-webster.com/dictionary/solution https://www.merriam-webster.com/thesaurus/solution

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini metode yang dipakai adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dipakai untuk menganalisis daya tampung beban

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. 8) pendekatan kuantitatif adalah metode penelitian yang dilandaskan pada filsafat positivisme, penelitian kuantitatif ini

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian ex post facto, karena penelitian yang ingin penulis teliti adalah

Penelitian yang dilakukan penulis sekarang memiliki beberapa kesamaan dengan penelitian-penelitian terdahulu seperti: (1) jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan

Dalam menganalisis data yang telah terkumpul, penulis menggunakan metode statistik, karena jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif.. yang lebih

Dengan kelemahan yang dimiliki oleh ketiga pendekatan tersebut, maka penulis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan atribut, karena pendekatan ini menjelaskan prilaku

Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan rancangan cross sectional, metode ini digunakan untuk mengetahui adakah pengaruh

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian skripsi ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang berlandaskan pada penemuan penemuan yang