• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II "

Copied!
180
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Apa pengaruh motivasi belajar terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Apa pengaruh lingkungan keluarga terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Apa pengaruh lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa di kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo.

Tujuan Penulisan

Bagaimana pengaruh motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah secara simultan berpengaruh terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Untuk mendeskripsikan apakah terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo.

Manfaat Penulisan

Bagi sekolah, sebagai masukan untuk memberikan fasilitas yang baik kepada siswa agar siswa dapat meningkatkan keterampilannya. Bagi peneliti selanjutnya, sebagai bahan masukan ketika melakukan penelitian yang berkaitan dengan motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa atau dengan penelitian lain yang sejenis.

KAJIAN PUSTAKA

Motivasi Belajar

Semakin tinggi tujuan yang ingin dicapai seseorang maka semakin tinggi pula motivasi dalam dirinya untuk mencapai tujuan tersebut. Yang termasuk dalam motivasi spiritual adalah motivasi yang timbul karena adanya kemauan atau keinginan. Motivasi ini juga dapat dikatakan sebagai motivasi yang membentuk kegiatan belajar dan kemudian berlanjut berdasarkan dorongan dari luar.

Lingkungan Keluarga

Orang tua bertanggung jawab untuk menanamkan karakter yang baik pada anak dan keterampilan yang dapat membawa manfaat bagi anak. Lingkungan keluarga yang baik juga akan menciptakan suasana yang baik di rumah sehingga anak dapat menggali ilmu pengetahuan. Untuk mencapai proses belajar yang baik pada anak, diperlukan hubungan yang baik antar keluarga.

Lingkungan Sekolah

Jadi, proses keterampilan menulis narasi pada dasarnya terdiri atas tahap pramenulis (penentuan ide), perumusan ide dalam bentuk draf, penulisan (pengembangan ide), penyuntingan, dan penerbitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan menulis karangan narasi siswa. Selain itu, faktor keluarga dan lingkungan sekolah juga harus diperhatikan dalam keterampilan menulis narasi siswa.

Hipotesis

Ada dugaan terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Ada dugaan terdapat pengaruh lingkungan keluarga terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Ada dugaan terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo.

Diduga terdapat pengaruh motivasi belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah secara bersamaan terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Medresah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo.

METODE PENELITIAN

  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Metode Pengumpuan Data
  • Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian
  • Teknik Analisis Data

Hipotesis: terdapat pengaruh secara parsial motivasi belajar terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo. H0 : 1 = 0 Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel motivasi belajar terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo. Ha : 1  0 Artinya terdapat pengaruh yang signifikan variabel motivasi belajar terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo.

Hipotesis: terdapat pengaruh secara parsial variabel lingkungan keluarga terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo. H0 : 1 = 0 Artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel lingkungan keluarga terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo. Ha : 1  0 Artinya terdapat pengaruh yang signifikan variabel lingkungan keluarga terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo.

Hipotesis: terdapat pengaruh secara parsial variabel lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo. Ha : 1  0 Artinya terdapat pengaruh yang signifikan variabel lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo. H artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah secara simultan terhadap keterampilan menulis narasi kelas V MIN 1 Wajo.

Ha Artinya terdapat pengaruh yang signifikan variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo.

Tabel 3.1 Jumlah Seluruh Populasi
Tabel 3.1 Jumlah Seluruh Populasi

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Lokasi Penelitian

Nama Madrasah : Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo.. 5) Provinsi : Sulawesi Selatan Jumlah guru dan pegawai : 25 guru dan 6 pegawai.

Deskripsi Penelitian

Penelitian ini menguji multikolinearitas dengan melihat nilai TOL (tolerance) dan variance inflasi faktor (VIF) masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil koefisien terlihat nilai TOL (toleransi) variabel motivasi belajar sebesar 0,392, variabel lingkungan keluarga sebesar 0,437 dan variabel lingkungan sekolah sebesar 0,625. Sedangkan nilai VIF (Variance Inflation Factor) variabel motivasi belajar sebesar 2,549, variabel lingkungan keluarga sebesar 2,289 dan variabel lingkungan sekolah sebesar 1,601.

Jika dilihat pada variabel motivasi belajar VIF (Variance Inflation Factor) 2,549, lingkungan keluarga 2,289 dan lingkungan sekolah 1,601 kurang dari 10, maka model regresi yang dirancang tidak menunjukkan gejala multikolinear. Metode tersebut mengkorelasikan skor yang diperoleh setiap item pertanyaan dengan total skor individu. Pengujian validitas dilakukan menggunakan komputer dengan SPSS for Windows Versi 21.0. Dalam penelitian ini kami menguji validitas pengambilan keputusan berdasarkan nilai rhitung.

korelasi item-total terkoreksi) > rtabel 0,228, untuk df item/pertanyaan valid dan sebaliknya. a) Uji validitas angket terhadap variabel motivasi belajar. Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel motivasi belajar dengan 15 item pertanyaan, dapat dilihat pada lampiran 3 hasil uji validitas angket tentang variabel motivasi belajar. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pertanyaan pada variabel motivasi belajar mempunyai keadaan valid karena nilai rhitung (adjusted item-total korelasi) > rtabel yaitu 0,228. Jadi hasil koefisien reliabilitas variabel motivasi belajar rll = 0,784, variabel lingkungan sekolah rll = 0,820, variabel lingkungan sekolah rll = 0,779, ternyata nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,600 yang berarti bahwa ketiga instrumen tersebut dinyatakan reliabel atau memenuhi persyaratan.

Tabel 4.2 Coefficients
Tabel 4.2 Coefficients

Pengujian Hipotesis

Nilai konstanta regresi sebesar 7,110 menunjukkan bahwa motivasi belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah dengan kondisi konstan atau X = 0 maka keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo sebesar 7,110. Artinya apabila lingkungan keluarga membaik dengan asumsi variabel lain konstan maka dapat berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo sebesar 0,299. Artinya apabila lingkungan sekolah membaik dengan asumsi variabel lain konstan maka dapat berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo sebesar 0,481.

Selanjutnya untuk memastikan bahwa masing-masing variabel yaitu: motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah berpengaruh terhadap keterampilan menulis narasi maka akan dilakukan uji parsial. Pada SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansi (P-value) = 0,014 atau 1,4% kurang dari 5% maka H0 ditolak, Ha diterima sehingga dapat dikatakan variabel motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo. Pada SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansi (P-value) = 0,035 atau 3,5% kurang dari 5% maka H0 ditolak, Ha diterima sehingga dapat dikatakan variabel lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo, sehingga hipotesis yang diajukan terbukti.

Pada SPSS sehingga melihat probabilitas signifikansi (P-value) = 0,006 atau 0,6% kurang dari 5% maka H0 ditolak, Ha diterima sehingga dapat dikatakan lingkungan sekolah berpengaruh signifikan terhadap penulisan narasi. keterampilan. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui hipotesis yang diajukan yaitu: terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah sekaligus terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo, terbukti benar atau tidak menggunakan Uji F. Dari tabel tersebut diketahui kontribusi variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo dengan melihat hasil Adjusted R.

Square atau (Adjusted R2 ) = 0,540 Artinya variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah menjelaskan perubahan variabel keterampilan menulis narasi sebesar 54%, sedangkan sisanya sebesar 46% dijelaskan oleh faktor lain di luar model.

Tabel 4.5 Hasil Output SPSS Coefficients
Tabel 4.5 Hasil Output SPSS Coefficients

Pembahasan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis. Hal ini menunjukkan bahwa variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel keterampilan menulis narasi sebesar 54,0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah secara simultan berpengaruh terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo.

Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk meningkatkan keterampilan menulis deskriptif pada siswa sekolah dasar. Sebagai bagian dari penyusunan tesis diploma yang berjudul “Pengaruh motivasi belajar, keluarga dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo”, peneliti mengembangkan sebuah angket motivasi belajar. . Sebagai bagian dari penyusunan tesis diploma yang berjudul “Pengaruh motivasi belajar, keluarga dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo”, peneliti mengembangkan sebuah kuesioner tentang lingkungan keluarga.

Dalam rangka penyusunan tesis yang berjudul “Pengaruh motivasi belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo”, peneliti mengembangkan angket tentang lingkungan sekolah. .

SIMPULAN DAN SARAN

Saran

Seluruh guru di Indonesia hendaknya dapat memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk membantu meningkatkan kemampuan narasi siswa. Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Esai Deskriptif Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas IV SD Singonsaren Banguntapan Bantul Yogyakarta. Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Melalui Model Pembelajaran Kontekstual pada Siswa Kelas IV SD Negeri NGawonggo 1 Kabupaten Megelang.

Pengaruh Penguasaan Kalimat Efektif dan Motivasi Terhadap Kemampuan Menulis Narasi Siswa Kelas V SD Negeri Gugus Adiwiyata Kabupaten Banyumas. Hubungan Penguasaan Kosakata Dan Motivasi Belajar Dengan Keterampilan Menulis Teks Narasi Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Sawit Boyolali Tahun Pelajaran 2014/2015. Pengaruh motivasi belajar dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas VIII SMP Mater Dei Pamulang Kota Tangerang Selatan.

Dalam rangka penyelesaian tugas akhir ini, saya sangat mengharapkan partisipasi dan saran dari bapak ibu terhadap instrumen penilaian yang saya kembangkan untuk menilai “PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, KELUARGA, DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS NARASI SISWA KELAS V MEDRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 1 KABUPATEN WAJO KABUPATEN PITUMPANUA , KABUPATEN WAJO". Penilaian Tinjauan Multi Aspek, Penilaian Keseluruhan dan Saran untuk Merevisi Kuesioner Lingkungan Sekolah Siaga. Sebagai bagian dari penyusunan tesis yang berjudul "Pengaruh Motivasi Belajar, Lingkungan Keluarga dan Lingkungan Sekolah terhadap Keterampilan Menulis Narasi di Kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo” peneliti mengembangkan instrumen tes keterampilan menulis narasi.

Gambar

Gambar 2.1     Bagan Kerangka Pikir …………………………………… 48  Gambar 3.1      Desain Penelitian ……………………………………… ..
Gambar 3.1 Desain Penelitian  Keterangan:
Tabel 3.1 Jumlah Seluruh Populasi
Tabel  3.3  Pedoman  Penilaian  Tes  Keterampilan  Menulis  Narasi
+6

Referensi

Dokumen terkait

2.6.5 Evaluasi Hasil Studi Evaluasi hasil studi mahasiswa dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1 Evaluasi hasil studi semester dilakukan pada tiap akhir semester untuk mata kuliah