BAB III METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisis Data
Menurut Hasan (2002: 180) regresi linear berganda adalah regresi linear dimana sebuah variabel terikat (variabel Y) dihubungkan dengan dua atau lebih variabel bebas (variabel X).
Rumus regresi berganda:
Y= α + b1x1 + b2x2 + b3x3+ e Keterangan:
Y : Keterampilan menulis α : kosntanta
X1 : Motivasi belajar X2 : Lingkungan keluarga X3 : Lingkungan sekolah b : parameter yang dicari e : standar error
2. Uji t
Uji t dimaksudkan untuk mengetahui apakah secara individu variabel independen mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen, dengan asumsi veriabel independen lainnya konstan. Dari perhitungan nilai t regresi, terjadi kemungkinan sebagai berikut:
a) Apabila ttabel ≥ thitung, maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah secara parsial terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo.
b) Apabila ttabel ≤ thitung maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah secara parsial terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo.
3. Uji F
Untuk membuktikan kebenaran hipoesis secara keseluruhan atau simultan, maka dilakukan uji F, yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (X1….Xn) yang terdapat dalam model secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel terikat (Y).
Rumus uji F:
F= F = R21 K (1-R2(n – k – 1) Keterangan:
R2 : koefisien regresi n : jumlah sampel
K : jumlah variabel independen
Dari hasil analisis dan perhitungannya, maka langkah selanjutnya adalah membandingkan nilai Fhitung atau menggunakan kriteria pengujian sebagai berikut:
a) Nilai Fhitung ≤ Ftabel berarti menerima Ho dan menolak Ha yang artinya variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah secara simultan tidak memperngaruhi keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
b) Nilai Fhitung ≥ Ftabel berarti menolak Ho dan menerima Ha yang artinya variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah secara simultan mempengaruhi keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
4. Uji Asumsi
Pada langkah ini akan dilakukan evaluasi terhadap kesesuaian model, melalui telaah terhadap berbagai criteria goodness of fit.
a) Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Seperti diketahui bahwa uji t dan uji f mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Apabila asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak berlaku (Ghozali, 2005). Untuk mendeteksi normalitas atau tidaknya data dalam peneltiian ini, maka metode yang akan digunakan adalah dengan cara uji statistik non-parametrik kolmogorov-smirnov, yang merupakan uji normalitas menggunakan fungsi distribusi kumulatif, yang apabila nilai K hitung < K tabel atau nilai Signifikan > alpha, maka nilai residual terstandarisasi berdistribusi normal.
b) Uji Multikolinearitas
Salah satu asumsi model regresi klasik adalah tidak terdapat multikolinearitas diantara variabel independen dalam model regresi. Multikolinearitas berarti adanya hubungan yang erat antara beberapa vaiabel independen atau semua variabel independen dalam model regresi. Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi dikatakan baik apabila tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas dalam persamaan. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya
multikolinieritas dapat dilihat dengan cara korelasi parsial, yaitu dengan membandingkan antara koefisien determinasi (R2) keseluruhan dengan nilai koefisien korelasi parsial semua variabel bebasnya, yang apabila nilai koefisien determinasi (R2) lebih besar dari nlilai koefisien korelasi parsial semua variabel bebasnya, maka model tersebut tidak mengandung gejala multikolinier.
5. Uji Validitas dan Reliabilitas a) Uji Validitas
Untuk menguji validitas, kita dapat melihat nilai loading yang diperoleh dari standardized loading untuk setiap indikator.
Dikatakan sebuah indikator dinyatakan layak sebagai penyusunan konstruk variabel jika memiliki loading factor >
0,40.
b) Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah ukuran konsistensi internal dari indikator- indikator sebuah variabel bentukan yang menunjukkan derajat sampai dimana masing-masing indikator mengindikasikan sebuah variabel bentukan yang umum. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas, yaitu construct reliability dan variance extracted. Cut-off value dari construct reliability minimal 0,70, sedangkan cut-off value variance extracted minimal 0,50.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian
Nama Madrasah : Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Wajo
NPSN : 60728600
Tahun Berdiri :1978
1) No SK : 137 tahun 1991 2) Akreditasi : A
Tanah Bangunan
1) Luas Tanah : 1907 m2 2) luas Bangunan : 1100 m2 Alamat Sekolah
1) Jalan : Tocamming No. 33 2) Desa/kelurahan : Siwa
3) Kecamatan : Pitumpanua 4) Kabupaten : Wajo
5) Provinsi : Sulawesi Selatan Jumlah Guru dan Staf : 25 Guru dan 6 Staf
Alamat Email Madrasah: [email protected]
2. Deskripsi Penelitian a. Uji Asumsi Klasik
1) Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Dalam penelitian ini pengujian normalitas menggunakan pendekatan Kolmogorov-Smirnov. Adapun hasil tabel Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan SPSS adalah sebagai berikut :
Tabel 4.1 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Standardized Residual
N 74
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 6,74021119
Most Extreme Differences
Absolute ,105
Positive ,059
Negative -.105
Kolmogorov-Smirnov Z ,907
Asymp. Sig. (2-tailed) ,383
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Berdasarkan Tabel 4.1 terlihat bahwa nilai Sig. (2- tailed) sebesar 0,383> 0,05. Oleh sebab itu H0 tidak dapat ditolak. Hal itu berarti nilai residual terstandarisasi dinyatakan menyebar secara normal.
2) Uji Multikoliniearitas
Uji multikolinearitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang sempurna diantara beberapa variabel independen yang digunakan dalam persamaan regresi. Dalam penelitian ini untuk menguji ada tidaknya multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai TOL (Tolerance) dan Variance Inflation Factor (VIF) dari masing- masing variable bebas terhadap variabel terikatnya. Jika nilai VIF tidak lebih dari 10, maka model dinyatakan tidak terdapat gejala multikolinier.
Adapun hasil tabel Coefficients dengan menggunakan SPSS adalah sebagai berikut :
Tabel 4.2 Coefficients
Model Collinearity Statistics Tolerance VIF
1
Motivasi Belajar ,392 2,549
Lingkungan Keluarga ,437 2,289 Lingkungan Sekolah ,625 1,601 Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Berdasarkan output pada coefficients terlihat bahwa nilai TOL (Tolerance) variabel motivasi belajar sebesar 0,392, variabel lingkungan keluarga sebesar 0,437 dan variabel lingkungan sekolah sebesar 0,625. Sedangkan nilai VIF (Variance Inflation Factor) variabel motivasi belajar sebesar 2,549, variabel lingkungan keluarga sebesar 2,289 dan variabel lingkungan sekolah sebesar 1,601.
Dengan melihat VIF (Variance Inflation Factor) variabel motivasi belajar sebesar 2,549, lingkungan keluarga sebesar 2,289 dan lingkungan sekolah sebesar 1,601 lebih kecil dari 10, maka pada model regresi yang terbentuk tidak terjadi gejala multikolinier.
b. Uji Validitas dan Uji Realibilitas 1) Uji Validitas
Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan mengkorelasikan antara skor yang diperoleh pada masing-masing item pertanyaan dengan skor total individu.
Pengujian validitas dilakukan dengan bantuan komputer menggunakan program SPSS for Windows Versi 21.0. Dalam penelitian ini pengujian validitas dengan pengambilan keputusan berdasarkan pada nilai rhitung
(Corrected Item-Total Correlation) > rtabel sebesar 0,228, untuk df = 74–2 = 72; = 0,05 maka item/ pertanyaan tersebut valid dan sebaliknya.
a) Uji Validitas Kuesioner Variabel Motivasi Belajar
Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel motivasi belajar dengan 15 item pertanyaan dapat dilihat pada lampiran 3 hasil uji validitas kuesioner variabel motivasi belajar, maka dapat dilihat bahwa seluruh pertanyaan untuk variabel motivasi beajar memiliki status valid, karena nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlation) > rtabel sebesar 0,228.
b) Uji Validitas Kuesioner Variabel Lingkungan Keluarga Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel lingkungan keluarga dengan 20 item pertanyaan dapat dilihat pada lampiran 3 hasil uji validitas kuesioner variabel lingkungan keluarga, maka dapat dilihat bahwa seluruh pertanyaan untuk variabel lingkungan keluarga memiliki status valid, karena nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlation) > rtabel sebesar 0,228.
c) Uji Validitas Kuesioner Variabel Lingkungan Sekolah Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas variabel lingkungan sekolah dengan 15 item pertanyaan dapat dilihat pada lampiran 3 hasil uji validitas kuesioner variabel
lingkungan sekolah, maka dapat dilihat bahwa seluruh pertanyaan untuk variabel lingkungan sekoah memiliki status valid, karena nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlation) > rtabel sebesar 0,228.
2) Uji Realibilitas
Uji reliabilitas dilakukan terhadap item pertanyaan yang dinyatakan valid. Suatu variabel dikatakan reliabel atau handal jika jawaban terhadap pertanyaan selalu konsisten.
Koefisien reliabilitas instrumen dimaksudkan untuk melihat konsistensi jawaban butir-butir pernyataan yang diberikan oleh responden Adapun alat analisisnya menggunakan metode belah dua (split half) dengan mengkorelasikan total skor ganjil lawan genap, selanjutnya dihitung reliabilitasnya menggunakan rumus “Alpha Cronbach’. Penghitungan dilakukan dengan dibantu komputer program SPSS. Adapun reliabilitas untuk masing-masing variabel hasilnya disajikan pada tabel berikut ini.
Tabel 4.3 Hasil Uji Reliabilitas
Sumber : Data primer yang diolah .
No. Variabel r alpha r kritis Kriteria 1 Motivasi belajar 0,784 0,600 Reliabel 2 Lingkungan keluarga 0,820 0,600 Reliabel 3 Lingkungan sekolah 0,779 0,600 Reliabel
Berdasarkan Tabel 4.3, uji reliabilitas dilakukan terhadap item pertanyaan yang dinyatakan valid. Suatu variabel dikatakan reliabel atau handal jika jawaban terhadap pertanyaan selalu konsisten. Jadi hasil koefisien reliabilitas variabel motivsai belajar adalah sebesar rll = 0,784, variabel lingkungan sekolah adalah sebesar rll = 0,820, variabel lingkungan sekolah adalah sebesar rll = 0,779, ternyata memiliki nilai “Alpha Cronbach” lebih besar dari 0,600, yang berarti ketiga instrumen dinyatakan reliable atau memenuhi persyaratan.
3. Pengujian Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara dari suatu penelitian yang akan diuji kebenarannya melalui proses pengolahan hasil penelitian. Pada bab II telah dinyatakan bahwa hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh antara motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi murid, baik secara parsial maupun simultan.
Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan besarnya pengaruh variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap
keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo. Dari hasil perhitungan diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :
Ŷ = 7,110 + 0,488 X1 + 0,299 X2 + 0,481 X3 Tabel 4.4 Hasil Output Estimasi Regresi
Variabel Koefisien
Estimate Beta t-
hitung Sig. Keterangan Keterampilan
Menulis Narasi (Y)
7,110 Motivasi
Belajar (X1) 0,488 0,320 2,523 0,014 Berpengaruh Signifikan Lingkungan
Keluarga (X2) 0,299 0,258 2,151 0,035 Berpengaruh Signifikan Lingkungan
Sekolah (X3) 0,481 0,284 2,823 0,006 Berpengaruh Signifikan F Hitung 29,544
Adjusted R2 0,559
Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Dari persamaan regresi tersebut dapat diinterprestasikan sebagai berikut :
a. Nilai konstanta regresi sebesar 7,110, menunjukkan bahwa motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan kondisi konstan atau X = 0, maka keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo sebesar 7,110.
b. X1 (motivasi belajar) koefisien regresinya sebesar 0,488, mempunyai pengaruh positif terhadap Y (keterampilan menulis narasi). Artinya apabila motivasi belajar semakin baik dengan asumsi variabel lain konstan, maka hal tersebut
dapat berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo sebesar 0,488.
c. X2 (lingkungan keluarga) koefisien regresinya sebesar 0,299, mempunyai pengaruh yang positif terhadap Y (keterampilan menulis narasi). Artinya apabila lingkungan keluarga semakin baik dengan asumsi variabel lain konstan, maka hal tersebut dapat berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo sebesar 0,299.
d. X3 (lingkungan sekolah) koefisien regresinya sebesar 0,481, mempunyai pengaruh yang positif terhadap Y (keterampilan menulis narasi). Artinya apabila lingkungan sekolah semakin baik dengan asumsi variabel lain konstan, maka hal tersebut dapat berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo sebesar 0,481.
1. Uji t (Uji Parsial)
Selanjutnya untuk meyakinkan bahwa masing-masing variabel yaitu : motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah berpengaruh terhadap keterampilan menulis narasi akan dilakukan pengujian secara parsial. Dari perhitungan SPSS, didapatkan nilai thitung sebagai berikut:
Tabel 4.5 Hasil Output SPSS Coefficients
D e p e n d e p e n d e
dependent Variable: Keterampilan Menulis Narasi (Y) Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Dari perhitungan komputer program SPSS tersebut diperoleh nilai thitung sebagai berikut ini.
Tabel 4.6 Hasil Analisis Parsial (
Dengan Signifikansi = 5% uji dua sisi) Sumber : Hasil Olah Data SPSS, 2021
Model Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t-
hitung Sig.
B Std.
Error Beta
1
(Constant) 7,110 6,836 1,040 ,302
Motivasi
Belajar (X1) 0,488 ,193 ,320 2,523 ,014 Lingkungan
Keluarga (X2)
0,299 ,139 ,258 2,151 ,035
Lingkungan Sekolah (X3)
,481 ,170 ,284 2,823 ,006
Variabel t hitung : t tabel Prob. Sig Keterangan Motivasi
Belajar (X1) 2,523 1,994 0,014 0,05 Berpengaruh Signifikan Lingkungan
Keluarga (X2) 2,151 1,994 0,035 0,05 Berpengaruh Signifikan Lingkungan
Sekolah (X3) 2,823 1,994 0,006 0,05 Berpengaruh Signifikan
a. Variabel Motivasi Belajar (X1)
Hipotesis : terdapat pengaruh motivasi belajar secara parsial terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
H0 : 1 = 0 Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel motivasi belajar terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
Ha : 1 0 Artinya ada pengaruh yang signifikan variabel motivasi belajar terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
Kriteria pengujian yaitu :
Secara SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansinya (P-value) = 0,014 atau 1,4% lebih kecil dari 5% maka H0 ditolak, Ha diterima sehingga dapat dikatakan bahwa variabel motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo. Oleh sebab itu, hipotesis yang diajukan terbukti.
b. Variabel Lingkungan Keluarga (X2)
Hipotesis : ada pengaruh variabel lingkungan keluarga secara parsial terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
H0 : 1 = 0 Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel lingkungan keluarga terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
Ha : 1 0 Artinya ada pengaruh yang signifikan variabel lingkungan keluarga terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
Kriteria pengujian yaitu:
Secara SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansinya (P-value) = 0,035 atau 3,5% lebih kecil dari 5% maka H0 ditolak, Ha diterima sehingga dapat dikatakan bahwa variabel lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo, dengan demikian hipotesis yang diajukan terbukti.
c. Variabel Lingkungan Sekolah (X3)
Hipotesis : ada pengaruh variabel lingkungan sekolah secara parsial terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
H0 : 1 = 0 Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel lingkungan sekolah terhadap
keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
Ha : 1 0 Artinya ada pengaruh yang signifikan variabel lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
Kriteria pengujian yaitu:
Secara SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansinya (P-value) = 0,006 atau 0,6% lebih kecil dari 5% maka H0 ditolak, Ha diterima sehingga dapat dikatakan bahwa lingkungan sekolah berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis narasi. Oleh sebab itu, hipotesis yang diajukan terbukti.
2. Uji F (Secara bersama-sama/simultan)
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui hipotesis yang diajukan yaitu: ada pengaruh signifikan antara variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah secara simultan terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo, terbukti kebenarannya atau tidak dengan menggunakan uji F test.
Pengujian ini dilakukan untuk menguji pengaruh X1, X2 dan X3 terhadap Y secara bersama-sama.
Tabel 4.7 Hasil Pengujian Berganda
(Dengan Signifikansi = 5% Uji Dua Sisi) ANOVAb
Model Sum of Squares
D f
Mean
Square F Sig.
1 Regression 4199,09
1 3 1399,6 97
29,54 4
0,000
b
Residual 3316,42 3
7
0 47,377
Total 7515,51
4
7 3
a. Predictors: (constant), lingkungan sekolah (X3), lingkungan keluarga (X2), motivasi belajar (X1)
b. Dependent Variable: keterampilan menulis narasi (Y) Sumber : Hasil Olah Data SPSS, 2021
Uji F digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y.
a. H0: 1, 2, 3 = 0 : Artinya tidak ada pengaruh signifikan dari variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah secara simultan terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
b. Ha : 1, 2, 3 0 : Artinya ada pengaruh signifikan dari variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo.
Kriteria pengujian secara SPSS yaitu dengan melihat probabilitas signifikansinya (P-value) = 0,000 atau 0% lebih
kecil dari 5% maka H0 ditolak, Ha diterima sehingga dapat dikatakan bahwa variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkunagn sekolah adalah berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo, dengan demikian hipotesis yang diajukan terbukti. Dengan demikian hasil koefisien regresi dari semua variabel bebas merupakan nilai yang sebenarnya.
3. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk menghitung kontribusi variabel independent terhadap variabel dependen, dari hasil pengolahan SPSS diperoleh hasil sebagai berikut.
Tabel 4.8 Hasil Nilai Adjusted R Square Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 0,747a 0,559 0,540 6,88313
a. Predictors: (Constant), lingkungan sekolah (X3), lingkungan keluarga (X2), motivasi belajar (X1)
Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2021
Dari tabel tersebut diketahui besarnya kontribusi variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo dengan melihat hasil Adjusted R
Square atau (Adjusted R2 )= 0,540 Hal ini berarti bahwa variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah menjelaskan perubahan pada variabel keterampilan menulis narasi sebesar 54% sedangkan sisanya yaitu 46% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model.
B. Pembahasan
Dari hasil analisis regresi baik secara parsial maupun secara bersama-sama antara variabel motivasi belajar, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo, menunjukkan ada pengaruh antara motivasi belajar terhadap keterampilan menulis narasi. Hal ini diperoleh hasil yang signifikan sebesar 0,488. Oleh karena itu, dengan meningkatnya motivasi belajar sebesar satu satuan maka keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo akan meningkat sebesar 0,488.
Sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semakin naik atau tingginya motivasi belajar murid, maka keterampilan menulis narasi murid akan semakin meningkat.
Sebagaimana yang diketahui bahwa motivasi belajar berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis, hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Arief Setyawan, dkk (2015) yang mengatakan bahwa ada hubungan positif antara motivasi
belajar dan keterampilan menulis teks narasi. Selain itu, penelitian yang telah dilakukan oleh Handara Tri Elitasari (2016) yang menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap keterampilan menulis karangan narasi siswa.
Terbukti dari hasil uji regresi tunggal F hitung = 50,1 > F tabel = 3,34 dan persamaan regresi Y = 31,409 + 0,651X. Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh Sutarya (2018), juga sesuai dengan hasil yang diperoleh yang mana pengujian hipotesis diperoleh bahwa nilai Sig = 0,004 dan t-hitung = 2,943, karena nilai Sig < 0,05, maka H0 di tolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap variabel terikat kemampuan menulis karangan narasi Bahasa Indonesia.
Dalam hasil penelitian yang telah dilakukan ini yaitu motivasi belajar berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis. Maka dapat disimpulan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang sesuai dengan hipotesis penelitian. Oleh sebab itu, hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Arief Setyawan, dkk (2015), Handara Tri Elitasari (2016) dan Sutarya (2018).
Adanya pengaruh yang positif antara motivasi belajar dengan keterampilan menulis, memberikan implikasi bahwa adanya motivasi yang tinggi yang diberikan kepada murid, dapat menyebabkan keterampilan menulis mereka meningkat. Sebagaimana yang diketahui bahwa keterampilan menulis karangan narasi berkaitan dengan
motivasi belajar siswa. Motivasi belajar yang dimiliki murid akan menjadi pendorong dalam kegiatan belajar, termasuk kegiatan belajar menulis narasi. Bagi murid, motivasi ini sangat penting karena dapat menggerakkan perilaku murid ke arah yang positif sehingga mampu menghadapi segala tuntutan dan kesulitan dalam belajar. Murid yang memiliki motivasi tinggi dalam belajar menampakkan minat yang besar dan perhatian yang penuh terhadap tugas-tugas belajar murid. murid yang besar motivasinya akan giat berusaha, tampak gigih, dan tidak menyerah untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasinya. Motivasi menggerakkan murid, mengarahkan tindakan serta memilih tujuan belajar yang dirasa paling berguna bagi kehidupan murid. Dengan mempelajari motivasi, maka akan diketahui mengapa murid berbuat sesuatu. Maka penting untuk mempelajari motivasi agar dapat menggali lebih dalam tentang bagaimana memahami motivasi belajar murid agar dapat mengoptimalkan motivasi yang sudah ada di dalam diri murid untuk belajar.
Pemberian pujian, hadiah, hukuman, fasilitas yang serba lengkap serta kegiatan-kegitan yang menarik perhatian murid merupakan salah satu cara yang dapat diberikan oleh guru dalam rangka memunculkan motivasi belajar murid. Di samping itu, hal yang paling penting atau mendasar ialah menumbuhkan kesadaran murid tentang pentingnya belajar dan betapa besarnya dampak belajar bagi murid. Dengan demikian, motivasi belajar murid tidak hanya berasal
dari luar murid saja melainkan dari dalam diri murid juga yang sudah tertanam dengan baik sehingga keterampilan menulis narasi pun dapat terus meningkat.
Selanjutnya, hasil analisis koefisien regresi variabel lingkungan keluarga diperoleh hasil yang signifikan sebesar 0,299. Hal ini berarti dengan meningkatnya faktor lingkungan keluarga sebesar satu satuan maka keterampilan menulis narasi murid kelas V MIN 1 Wajo akan meningkat sebesar 0,299. Sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semakin baik lingkungan keluarga, maka keterampilan menulis narasi akan semakin meningkat. Adanya hasil penelitian bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap keterampilan menulis murid, memberikan implikasi bahwa dengan adanya dorongan dari keluarga atau dengan meningkatnya faktor yang diberikan oleh keluarga maka dapat meningkatkan keterampilan menulis murid. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Slameto (2010), bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi belajar murid dibedakan menjadi dua golongan yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Adapun faktor intern meliputi jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan dan faktor ekstern meliputi faktor keluarga.
Faktor Keluarga dalam hal ini orangtua yang tidak terlalu memperhatikan pendidikan anaknya dapat menyebabkan anak kurang berhasil dalam belajarnya. Maka cara orangtua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anaknya, yang terpenting adalah
relasi antara orangtua dan anaknya. Misalnya hubungan yang penuh dengan kasih sayang dan perhatian pengertian tidak diliputi dengan rasa kebencian. Suasana rumah juga merupakan faktor yang penting yang tidak termasuk faktor yang disengaja. Suasana rumah yang gaduh tidak akan memberikan ketenagan kepada anak dan proses belajar pun akan terganggu. Selain itu, keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan hasil belajar anak. Anak yang sedang belajar selain itu harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, misalnya makan, pakaian, perlindungan, kesehatan dan lain-lain. Juga membutuhkan fasilitas belajar seperti ruang belajar meja, kursi, buku-buku, alat tulis menulis. Jika keluarga kurang mampu memnuhi kebutuhan anaknya berakibat belajar anaknya juga terganggu.
Dalam lingkungan keluarga anak-anak menjadikan sebagai tempat untuk belajar tumbuh dan berkembang dalam proses untuk menjadi dewasa. Anggota keluarga terutama orangtua, pembangunan karakater serta kepribadian dari seorang anak akan terbentuk karena adanya hubungan sosial yang terjadi diantara mereka. Ahmadi (Palangda : 2017) menyatakan bahwa keluarga merupakan suatu hubungan sosial yang terdiri dari ayah, ibu serta anak yang relatif tetap dan dihubungkan atas dasar ikatan darah, perkawinan ataupun adopsi.
Keluarga merupakan suatu dasar bagi lembaga sosial lainnya untuk berkembang (Narwoko dan Suyanto, 2013: 87).