BAB II KAJIAN PUSTAKA
2. Lingkungan Keluarga
a. Pengertian Lingkungan Keluarga
Dalam lingkungan keluarga anak-anak menjadikan sebagai tempat untuk belajar tumbuh dan berkembang dalam proses untuk menjadi dewasa. Anggota keluarga terutama orangtua, pembangunan karakater serta kepribadian dari seorang anak akan terbentuk karena adanya hubungan sosial yang terjadi diantara
mereka. Ahmadi (Palangda, 2017: 31) menyatakan bahwa keluarga merupakan suatu hubungan sosial yang terdiri dari ayah, ibu serta anak yang relatif tetap dan dihubungkan atas dasar ikatan darah, perkawinan ataupun adopsi. Keluarga merupakan suatu dasar bagi lembaga sosial lainnya untuk berkembang (Narwoko dan Suyanto, 2013: 87).
Hasbullah (Palangda, 2017: 32), mengatakan bahwa lingkungan keluarga adalah lingkungan anak mendapatkan hal-hal untuk pertama kalinya yakni didikan dan bimbingan. Sedangkan Helmawati (2014: 42) mengatakan bahwa keluarga ialah suatu kelompok yang didalamya terdapat pemimpin dan anggota yang masing-masing mempunyai tugas tersendiri serta mempunyai masing-masing hak dan kewajiban.
Oleh karena itu, mendidik anak dengan baik merupakan pekerjaan yang penting bagi orangtua karena yang membentuk kepribadian dan karakter anak itu terletak pada pola asuh yang diterapkan oleh orangtua. Tanggungjawab serta peran orangtua dimulai ketika anak dilahirkan sebelumya akhirnya anak mengetahui dunia luar.
Di dalam keluarga, tentu seorang anak tidak hanya dipelihara maupun dibesarkan, tetapi sebagai tempat untuk anak dididik dengan baik dan benar. Sehingga dalam kehidupan
selanjutnya anak menjadikan hal tersebut sebagai dasar dan mengembangkan apa yang telah diperolehnya didalam keluarga.
Berdasarkan teori-teori yang telah dijelaskan oleh beberapa ahli, maka dapat dikatakan bahwa lingkungan keluarga itu merupakan lingkungan untuk anak pertama kalinya memperoleh asuhan atau didikan, bertumbuh dan berkembang, serta mulai mengenal nilai dan norma untuk selanjutnya dijadikan sebagai pijakan dalam menghadapi kehidupan lebih lanjut. Dalam penelitian ini, lingkungan keluarga yang menjadi poin penting oleh peneliti ialah pola asuh yang diterapkan orangtua sehingga orangtua memberikan perhatian terhadap anak dalam belajar ketika berada di rumah.
b. Fungsi Keluarga
Fungsi pendidikan keluarga menurut Ihsan (Palangda, 2017:
33) sebagai berikut:
1) Sebagai pengalaman pertama untuk masa anak-anak yang akan berlanjut pada perkembangan berikutnya dalam memberi warna pada perkembangan mereka.
2) Sebagai jaminan terhadap kehidupan emosional anak untuk terus tumbuh dan berkembang mengingat hungungan emosional sangat penting dalam pembentukan karakter anak.
3) Sebagai contoh dalam pemberian pendidikan moral bagi anak yang diberikan melalui cara orangtua berperilaku dan bertutur kata.
4) Sebagai tempat pembentukan anak dalam statusnya sebagai makhluk sosial yang diperlihatkan melalui adanya tolong menolong antar sesama.
5) Sebagai pembentuk bagi anak untuk menjadi makhluk yang religius karena keluarga berperan untuk memberikan ilmu-ilmu agama untuk anak-anaknya.
6) Sebagai pemberi pengarahan agar anak mampu mengembangkan diri sendiri serta menolong diri sendiri untuk memberikan anak pemahaman sebagai mahkluk individu.
Selain itu, fungsi keluarga juga dapat dilihat dari 2 aspek (Soeleman dalam Palangda, 2017: 34), sebagai berikut:
1) Aspek Psikologis, berfungsi:
a) Memberikan rasa aman bagi anggota keluarga.
b) Pemenuhan kebutuhan baik kebutuhan fisik maupun psikis.
c) Sebagai sumber kasih sayang.
d) Menjadi contoh yang baik untuk anak-anak.
e) Sebagai pemberi bimbingan yang baik dalam perilaku sosial.
f) Membentuk anak menjadi pribadi yang tangguh.
g) Sebagai pemberi bimbingan bagi anak dalam belajar yang terdiri dari bimbingan motorik, verbal serta sosial anak.
h) Sebagai stimulator bagi perkembangan anak dalam belajar.
i) Sebagai pembimbing untuk anak dalam mengembangkan aspirasi.
j) Sebagai teman bagi anak.
2) Aspek Sosiologis, yang terdiri darii:
a) Fungsi Biologis
Yakni keluarga sebagai pemenuhan kebutuhan biologis, seperti (1) pangan, sandang, dan papan, (2) hubungan seksual bagi suami isteri, (3) reproduksi/pengembangan keturunan.
b) Fungsi Ekonomis
Dalam hal ini, ayah yang berperan sebagai kepala keluarga memiliki tanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan isteri serta anak.
c) Fungsi Pendidikan
Orangtua bertanggungjawab dalam memberikan penanaman karakter yang baik bagi anak serta keterampilan yang mampu membawa manfaat untuk anak.
d) Fungsi Sosialisasi
Keluarga berperan dalam memberikan pemahaman kepada anak bahwasanya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Karenanya manusia harus senantiasa
saling membantu, bekerja sama serta saling menghargai satu sama lain di tengan masyarakat yang heterogen.
e) Fungsi Perlindungan
Dalam keluarga, antar sesama anggota harus saling memberikan rasa aman dan nyaman dari segala ketidaknyamanan.
f) Fungsi Kreatif
Dalam lingkungan keluarga, harus memberikan rasa hangat keceriaan, kenyaman dan semangat bagi sesama anggota keluarga.
g) Fungsi Agama
Dalam keluarga pemberian ilmu-ilmu agama menjadi hal yang penting karena dengan pemahaman agama yang baik maka akan menjadikan anak memiliki pedoman yang benar.
Lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor penting dan patut untuk diperhatikan, karena lingkungan keluarga memberikan pengaruh yang sangat besar pada proses pertumbuhan serta perkembangan anak. Selain itu, faktor yang memberikan pengaruh yang besar pada tingkat proses belajar anak juga tergantung dari lingkungan keluarga itu sendiri. Lingkungan keluarga yang baik akan menciptakan suasana yang baik pula di rumah sehingga anak mampu untuk mengeksplorasi pengetahuan
yang dimilikinya. Standar keunggulan anak juga tergantung pada lingkungan keluarganya.
c. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak di Lingkungan Keluarga
Menurut Slameto (Palangda, 2017: 36) bahwa dalam proses belajar seorang anak, akan diperoleh beberapa pengaruh dari keluarganya diantaranya: bagaimana orangtua mendidik, hubungan antara anggota keluarga, suasana yang terdapat dalam rumah, keadaan ekonomi keluarga, bagaimana perhatian atau pengertian orangtua terhadapa anaknya, serta asal usul kebudayaan dari keluarganya. Untuk penjelasan mengenai hal tersebut akan diuraikan dibawah ini:
1) Cara Orangtua Mendidik
Dalam hal pola asuh orangtua tentu setiap keluarga mempunyai cara yang berbeda-beda. Ada yang cara didikannya terlalu memanjakan anak sehingga anak akan berbuat sesuka hatinya. Tentu hal tersebut kurang baik jika diterapkan pada anak. Ada pula yang terlalu keras dalam mendidik anaknya sehingga anak akan merasa tertekan. Selan itu, ada juga orangtua yang tidak memedulikan kondisi anak sehingga anak menjadi malas untuk belajar. Oleh karena itu, orangtua hendaknya membangun hubungan yang harmonis terhadap
anak sehingga akan merasa lebih nyaman ketika berada dalam rumah.
2) Relasi antar Anggota Keluarga
Hubungan antar sesama anggota keluarga menjadi hal penting untuk diperhatikan. Untuk tercapainya proses belajar yang baik bagi anak maka diperlukan hubungan yang baik antara keluarga.
3) Suasana Rumah
Suasana rumah yang nyaman dan tentram tentu akan membuat anak lebih tenang ketika belajar. Sebaliknya suasana rumah yang terlalu ramai atau gaduh akan membuat anak menjadi tidak bisa fokus pada proses belajarnya.
4) Keadaan Ekonomi Keluarga
Keadaan ekonomi keluarga juga mempengaruhi perkembangan anak dalam belajar. Jika fasilitas yang dimiliki anak cukup memadai tentu hal tersebut bisa berpengaruh pada perkembangan belajar anak, seperti tersedianya ruang belajar yang nyaman, alat tulis yang lengkap, penerangan yang cukup, serta buku-buku. Hal tersebut bisa terpenuhi jika orangtua memiliki uang yang cukup. Sebaliknya, anak yang tidak memiiki fasilitas yang memadai tentu mempengaruhi juga pada proses belajarnya.
5) Pengertian Orangtua
Perhatian orangtua juga menjadi salah satu hal yang penting dalam proses belajar anak. Jika anak terlihat kesulitan dalam belajar, maka orangtua harus memberikan semangat kepada anaknya untuk tidak berputus asa.
6) Latar Belakang Kebudayaan
Dalam keluarga, anak perlu ditanamkan kebiasan-kebiasaan yang baik. Hal tersebut karena kebiasaan baik yang diberikan di dalam keluarga mempengaruhi sikap anak dalam belajar. Jika anak diperlihatkan perilaku yang baik maka anak akan semangat untuk terus belajar.
Berdasarkan dari paparan tersebut, jelaslah bahwa peran orangtua terhadap anak sangatlah penting karena hal tersebut mampu mempengaruhi proses belajar anak. Orangtua memiliki tanggungjawab serta kewajiban atas pendidkan dan perkembangan anaknya. Dengan demkian, dalam menentukan perkembangan minat belajar anak, orangtua mempunyai peran yang besar.
Selain itu, orangtua juga perlu memperhatikan pergaulan anaknya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Penanaman karakter pun juga menjadi perhatian orangtua kepada anak. Perhatian orangtua terhadap anaknya mampu membuat anak menjadi bersemangat belajar, sehingga apa yang menjadi tujuan
dalam pembelajaran dapat tercapai secara maksimal dan anak memperoreh prestasi yang baik.
Selain dari penjelasan tersebut, ada beberapa faktor yang juga menjadi penyebab keberhasilan anak dalam keluarga menurut Apipah (dalam Palangda, 2017: 39), antara lain:
1) Teman Sebaya
Semakin bertambahnya usia seseorang, maka akan membuat orang tersebut untuk memperluas hubungan- hubungan dengan dengan teman sebaya. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan ada juga yang membangun hubungan sepermainan dengan teman yang relatif jauh perbedaan usianya. Murid yang menunjukkan sikap sebagai pemimpin bahkan menguasai murid-murid lainnya, tentu akan mempengaruhi pembentukan karakter murid tersebut.
Perdebatan dapat terjadi bilamana norma-norma berlainan dengan norma-norma yang ada di lingkungan teman-teman.
2) Keragaman Budaya
Keragaman budaya juga menjadi faktor yang mempengaruhi dalam perkembangan murid. Tentu keragam budaya akan berbeda-beda dengan yang lainnya didalam lingkungan tempat tinggal murid. Di awal masa perkembangan, keragaman budaya sangat mudah mempengaruhi seorang murid, baik itu
perubahan ke arah yang positif maupun perubahan ke arah yang negatif.
3) Media Massa
Di zaman sekarang ini, perkembangan teknologi mengalami perubahan yang sangat pesat. Perubahan itu tentu ada yang bersifat positif dan negatif. Oleh karena itu, hal tersebut harus menjadi perhatian lebih bagi keluarga karena akan mempengaruhi perkembangan murid. Semakin besar perubahan tersebut maka akan semakin besar pula pengaruhnya pada kehidupan.
Berdasarkan dari penjelasan-penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan keluarga menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Karena hal tersebut mempunyai pengaruh yang besar pada proses pertumbuhan dan perkembangan murid dalam rangka mencapai prestasi belajar yang diinginkan.