• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II

N/A
N/A
Lusi Apriyani

Academic year: 2025

Membagikan "BAB II"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Persediaan adalah istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan. Penelitian dilakukan di UKM MSA Image yang berkaitan dengan pemesanan bahan baku karena terjadi kekurangan saat permintaan bertambah dan penumpukan barang saat permintaan menurun.

Kali ini dilakukan simulasi dengan software Arena 10.0, SPSS dan Excel.

Tujuannya untuk menghindarkan perusahaan dari kekurangan stok bahan baku serta menunjukkan biaya persediaan yang minimum. Menurut Rangkuti, Freddy (1995 : 1) Persediaan merupakan sejumlah bahan-bahan, bagian- bagian yang disediakan dan bahan-bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, barang-barang jadi/produksi yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari konsumen atau langganan setiap waktu. Menurut Rangkuti, Freddy (1995 : 15) fungsi-fungsi persediaan antara lain :

1. Fungsi “Decoupling” Adalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa tergantung pada supplier. Persediaan bahan mentah diadakan agar perusahaan tidak akan sepenuhnya tergantung pada pengadaan dalam hal kuantitas dan waktu pengiriman.

2. Fungsi “Economic Lot Sizing” Persediaan lot size ini perlu mempertimbangkan penghematan-penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit menjadi murah dan sebagainya.

Hal ini disebabkan karena perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar, dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa, gudang, investasi, risiko dan sebagainya).

4

(2)

3. Fungsi Antisipasi Perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dab diramalkan berdasar pengalaman atau datadata masa lalu, yaitu permintaan musiman (seasional inventories). Disamping itu, perusahaan juga sering menghadapi ketidakpastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang-barang selama periode tertentu.

Dalam hal ini perusahaan memerlukan persediaan ekstra yang disebut persediaan pengaman (Safety stock / inventories).

Menurut Render dan Heizer (2001 : 314) persediaan (inventory) dapat memiliki berbagai fungsi penting yang menambah fleksibilitas dari operasi suatu perusahaan. Ada lima penggunaan persediaan, yaitu :

1. Untuk memberikan suatu stok barang-barang agar dapat memenuhi permintaan yang diantisipasi akan timbul dari konsumen.

2. Untuk memasarkan produksi dengan distribusi. Misalnya, bila akhir tahun permintaan produknya tinggi, perusahaan dapat membentuk stock dan kehabisan stock dapat dihindari. Demikian pula bila pasokan suatu perusahaan berfluktuasi, persediaan bahan baku ekstra mungkin diperlukan untuk memasangkan proses produksinya.

3. Untuk mengambil keuntungan dari potongan jumlah, karena pembelian dalam jumlah besar dapat secara substansial menurunkan biaya produk.

4. Untuk melakukan heading terhadap inflasi dan perubahan harga.

5. Untuk menghindari dari kekurangan stok yang dapat terjadi karena cuaca, kekurangan pasokan, masalah mutu, atau pengiriman yang tidak tepat. Stok pengaman misalnya, barang di tangan ekstra dapat mengurangi resiko kehabisan stok.

Jenis Persediaan Menurut Herjanto (1999 : 220) persediaan dapat dikelompokkan dalam empat jenis, yaitu :

1. Fluctuation stock Merupakan persediaan untuk menjaga terjadinya fluktuasi permintaan yang tidak diperkirakan sebelumnya, dan untuk mengatasi jika terjadi kesalahan atau pemyimpanan dalam perkiraan penjualan, waktu produksi, atau pengiriman barang.

(3)

2. Anticipation stock Merupakan persediaan untuk menghadapi permintaan yang dapat diramalkan, misalnya pada waktu permintaan tinggi, tetapi kapasitas produksi pada saat itu tidak mampu memenuhi permintaan.

Persediaan ini juga dimaksudkan untuk menjaga xxviii kemungkinan sukarnya diperoleh bahan baku sehingga tidak mengakibatkan terhentinya produksi.

3. Lot-size inventory Merupakan persediaan yang diadakan dalam jumlah yang lebih besar daripada kebutuhan pada saat itu. Cara ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dari harga bahan baku (potongan kuantitas) karena pembelian dalam jumlah (lot-size) yang besar, atau untuk mendapatkan penghematan dari biaya pengangkutan per unit yang lebih rendah.

4. Pipeline inventory Merupakan persediaan yang sedang dalam proses pengiriman dari tempat asal ke tempat dimana barang itu akan digunakan. Misalnya barang yang dikirim dari pabrik menuju tempat penjualan, yang dapat memakan waktu beberapa hari atau beberapa minggu.

Menurut Yamit (1999 : 289) biaya dalam keputusan persediaan terdapat lima kategori, sebagai berikut:

1. Biaya pemesanan (ordering cost) Adalah biaya yang dikaitkan dengan usaha untuk mendapatkan bahan baku atau barang dari luar.

2. Biaya penyimpanan (carryng coat atau holding cost) Adalah biaya yang memiliki komponen utama yaitu: biaya modal, biaya simpan, dan biaya resiko.

3. Biaya kekurangan persediaan (stock-out cost) Adalah biaya yang terjadi apabila persediaan tidak tersedia digudang ketika dibutuhkan untuk produksi atau ketika langganan memintanya.

4. Biaya yang dikaitkan dengan kapasitas Adalah biaya yang terjadi karena perubahan dalam kapasitas produksi.

(4)

5. Biaya bahan atau barang itu sendiri Adalah harga yang harus dibayar atas item yang dibeli. Biaya ini akan dipengaruhi atas besarnya diskon yang diberikan oleh supplier

B. Landasan Teori

1. Pengertian Simulasi

Simulasi merupakan salah satu cara untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi di dunia nyata (real world). Banyak metode yang dibangun untuk kepentingan pengambilan keputusan dengan menggunakan berbagai analisis data. Pendekatan yang digunakan untuk memecahkan berbagai masalah yang tidak pasti dan kemungkinan jangka panjang yang tidak dapat diperhitungkan dengan seksama adalah dengan simulasi.

Menurut Wikipedia (2009) Simulasi adalah suatu peniruan sesuatu yang nyata, keadaan sekelilingnya (state of affairs), atau proses.

Aksi melakukan simulasi sesuatu secara umum mewakilkan suatu karakteristik kunci atau kelakuan dari sistem-sistem fisik atau abstrak.

2. Pengertian Persediaan

Persediaan dalam hal ini mengenai bahan yang akan diproses menjadi suatu produksi bagi perusahaan industri merupakan hal penentu dalam kelancaran produksinya maka perlu adanya suatu persediaan yang memadai, karena adanya dorongan untuk memiliki persediaan itu, bukan berarti perusahaan menyediakan sebesar-besarnya. Memang dengan mempunyai persediaan yang tinggi, misalnya untuk barang jadi, akan meminumkan kemungkinan perusahaan tidak mampu memenuhi permintaan para langganan. Menurut John E.Bigel (1990 : 90) persediaan dapat berbentuk bahan baku untuk procesing, barang setengah jadi dan barang jadi yang siap untuk dijual sehingga persediaan sesungguhnya mempunyai fungsi yang sangat penting bagi perusahaan industri.

(5)

Menurut M. Munandar (1991 : 56) bahwa yang dimaksud dengan inventory adalah persediaan barang-barang yang menjadi objek usaha pokok perusahaan, bagi perusahaan perdagangan barang-barang tersebut berupa persediaan barang dagangan, sedangkan bagi perusahaan yang berproduksi (industri) berupah persediaan barang mentah, persediaan bahan pembantu, persediaan barang yang sedang diproses dan persediaan barang jadi.

Berdasarkan bentuk fisiknya. Persediaan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni:

a. Bahan Baku (Raw Material) adalah barang-barang yang dibeli dari pemasok (supplier) dan akan digunakan atau diolah menjadi produk jadi yang akan dihasilkan oleh perusahaan.

b. Bahan Setengah Jadi (Work In Process), adalah bahan baku yang sudah diolah atau dirakit menjadi komponen namun masih membutuhkan langkah-langkah lanjutan agar menjadi produk jadi.

c. Barang Jadi (Finished Goods), adalah barang jadi yang telah selesai diproses, siap untuk disimpan di gudang barang jadi, dijual, atau didistribusikan ke lokasi-lokasi pemasaran.

Terdapat empat faktor yang dijadikan sebagai fungsi perlunya persediaan yaitu (Zulian Yamit, 2005):

a. Faktor waktu

Menyangkut lamanya proses produksi dan distribusi sebelumbarang jadi sampai ke tangan konsumen. Waktu diperlukan untuk membuat jadwal produksi, memotong bahan baku,pengiriman bahan baku, dan pengiriman barang jadi ke pedagang besarkonsumen. Persediaan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan selama waktu tunggu (lead time).

b. Faktor ketidakpastian waktu

Datang dari supplier menyebabkan perusahaan memerlukan persediaan, agar tidak menghambat proses produksi maupun keterlambatan pengiriman terhadap konsumen. Persediaan bahan

(6)

baku terikat pada supplierpersedian barang dalam proses terikat pada departemen produksi, dan persediaan barang jadi terikat pada konsumen. Ketidakpastian waktu datang mengharuskan perusahaan membuat jadwal operasi lebih teliti pada setiap level.

c. Faktor ketidakpastiaan pengguna

Faktor ketidakpastiaan pengguna dari dalam perusahaan disebabkan oleh kesalahan dalam peramalan permintaan, kerusakan mesin, keterlambatan operasi, bahan cacat dan berbagai kondisi lain.

Persediaan dilakukan untuk mengantisipasi ketidaktepatan peramalan akibat lainya tersebut.

d. Faktor Ekonomis

Terjadi karena adanya keinginan perusahaan untuk mendapatkan alternatif biaya rendah dalam memproduksi atau membeli item dengan menentukan jumlah yang paling ekonomis.

Pembelian dalam jumlah besar memungkinkan perusahaan mendapatkan potongan harga. Selain itu pengiriman dalam jumlah besar menyebabkan biaya transportasi lebih rendah sehingga menurunkan biaya.

Referensi

Dokumen terkait

suatu perusahaan mampu mendapatkan keuntungan yang sama dengan kompetitior tetapi dengan biaya produksi yang lebih rendah (cost advantage), atau mampu mendapatkan keuntungan

Barang Dalam Proses Digunakan untuk mencatat biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik (debit), dan harga pokok produk jadi yang

“1) Selisih harga bahan baku pada dasarnya adalah tanggungjawab dari bagian pembelian karena bagian-bagian tersebut telah membeli bahan baku dengan harga lebih

Dengan adanya pengendalian, diharapkan perusahaan dapat memperoleh manfaat besar seperti kualitas, kuantitas bahan baku, waktu pembelian, total biaya yang dihasilkan

Bahan baku -- Upah langsung -- BOP (Variabel) -- BOP Tetap XXXX Harga pembelian XXXX Total Biaya XXXX.. Oportunity Cost : Peluang untuk mendapatkan laba tertentu yang

Strategi cost leadership mengharuskan perusahaan untuk menjadi produsen dengan biaya terendah dari suatu produk atau jasa sehingga mendapatkan keuntungan atas rata-rata,

Mencatat Harga Pokok Pembelian Untuk menentukan biaya barang dagangan yang dibeli, harga pembelian kotor harus disesuaikan dengan dampak 1 setiap potongan tunai yang diberikan oleh

Analisis untuk proyek kedua pada tabel 4.1 Varian Harga Bahan Baku, Varian Kuantitas Bahan Baku dan Varian Harga Kuantitas pada Renovasi Kantor Kas Plamongan Indah Semarang total