36
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Peneliti ini menggunakan jenis penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas).
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan proses investigasi terkendali untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran dikelas. Akbar dalam Ihsan (2013: 44) mengatakan bahwa Proses pemecahan masalah yang dilakukan dengan cara siklus, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta hasil pembelajaran dikelas tertentu.
Dalam penelitan tindakan kelas dikemas dalam bentuk penelitian kolaboratif dengan bekerjasama guru kelas berperan sebagai kolaborator dikelompok B di Pos Paud Terpadu Kartini Kota Surabaya. Penelitian dilakukan oleh peneliti yang bekerjasama dengan guru (dilakukan oleh guru sendiri yang juga bertindak sebagai peneliti) disekolah ia mengajar. Peneliti dan guru bersama-sama melakukan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran yang dapat meningkatkan minat siswa kelompok B di Pos Paud Terpadu Kartini Kota Surabaya dengan melalui gerakan senam ceria.
Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk memecahkan suatu masalah serta memperbaiki proses pembelajaran. Masalah yang timbul di kelompok B di Pos Paud Terpadu Kartini Kota Surabaya yaitu kurangnya minat dalam kegiatan fisik motorik. Melalui gerakan senam ceria yang
37
dilakukan dengan berulang-ulang diharapkan mampu meningkatkan minat dalam kegiatan fisik motorik pada siswa kelompok B di Pos Paud Terpadu Kartini Kota Surabaya.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Peneliti memilih lokasih di Pos Paud Terpadu Kartini Kota Surabaya.
Ada dua rombel di sekolah. Mereka adalah rombel A dan rombel B. Penelitih memilih rombel B. Ada 10 siswa di kelas; 5 perempuan dan 5 anak laki-laki.
Mereka mendapat pelajaran senam ceria tiga kali seminggu; kamis, Jum‟at, dan Sabtu. Proses pengajaran dilakukan secara bergantian, dan pembelajaran diadakan pukul 08.00 s/d 10.00.
Rombel B melakukan pembelajaran senam di ruangan yang berukuran 4m x 6m. Ada dua sound dan satu DVD Player. Lalu, ada satu kipas di dinding ruangan. Selanjutnya, ada satu lampu di ruangan. Lalu, ada satu meja dan seperangkat komputer. Setiap siswa memiliki satu alas untuk pembatas jarak biar tidak bersentuhan dengan yang lain.
3.3 Subyek dan Obyek Penelitian
Subyek penelitian adalah Guru PAUD, dan Obyek penelitiannya adalah siswa kelompok B di Pos Paud Terpadu Kartini Kota Surabaya. Yaitu ada 10 siswa, 5 siswa perempuan dan 5 siswa laki-laki.
38 3.4 Prosedur Penelitian
Upaya meningkatkan mutu pembelajaran melalui tindakan yang terencana dan dampak dari tindakaan yang telah dilakukan adalah pelaku utama pendidikan. Dalam hal ini pelaku utama adalah guru, dimana perananya pada proses pembelajaran akan menentukan pencapaian hasil belajar.
Dalam melaksanakan penelitian, peneliti melakukan siklus pertama yang terdiri dari proses perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Pada Kemmis dan Mc Taggart, antara setiap langkah dalam siklus tersebut saling keterkaitan.
Munurut Kemmis dan Mc Taggart dalam Arikunto (2006: 97) model alur penelitian itu terdiri dari empat kegiatan pokok yaitu perencanaan pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Adapun model tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
Keterangan :
1. Perencanaan(Planning) 2. Perlakuan/tindakan(acting) 3. Pengamatan(observing) 4. Refleksi (Reflecting)
Gambar 2. Model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis & Mc. Taggart (Arikunto)
39
Model Penelitian Tindakan Kelas mengacu pada penelitian tindakan kelas Kemmis dan Mc. Taggar yang memiliki 4 komponen diantaranya:
1. Perencanaan (planning)
Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini:
a) Penyusunan rencana yang di awali dengan observasi mengenai kemampuan untuk meningkatkan minat siswa dalam fisik motorik melalui aktivias senam.
b) Merumuskan rencana tindakan yang akan dilakukan, dengan mempertimbangkan keadaan dan suasana objektif dan subjektif.
Dalam pengembangan minat siswa dalam fisik motorik melalui penerapan gerakan senam ceria aspek yang di amati oleh peneliti yaitu gerakan jalan di tempat, gerakan tangan, mengkoordinasi gerakan kaki dan tangan.
2. Pelaksanaan/ tindakan (acting)
Pada tahap pelaksanaan, guru melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui media senam ceria untuk meningkatkan minat siswa dalam kegiatan fisik motorik dengan rencana yang dibuat saat tahap perencanaan.
3. Pengamatan (observing)
Pada tahap pengamatan, peneliti mengamati jalannya kegiatan pembelajaran di kelas yang sedang berlangsung. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penerapan pendekatan.
4. Refleksi
Data yang diperoleh dari pelaksanaan dan pengamatan dikumpulkan dan dianalisis, sehingga diperoleh kesimpulan tentang
40
berhasil atau tidaknya kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan meningkatkan minat siswa dalam kegiatan fisik motorik melalui media penerapan gerakan senam ceria. Kekurangan, kelebihan, dan hasil yang diperoleh pada siklus 1 ini dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan pada siklus II.
3.5 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan observasi.
1. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan instrumen untuk mengumpulkan data tentang peristiwa atau kejadian masa lalu yang telah didokumentasikan (Mulyasa, 2009: 69). Dokumentasi adalah untuk mendapatkan serta mengetahui sesuatu dengan buku-buku, arsip yang berhubungan dengan yang diteliti. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data sekolah dan nama siswa kelompok B di Pos Paud Terpadu Kartini. Selain itu, peneliti akan mendokumentasikan kegiatan pembelajaran yang nantinya dapat menjadi salah satu sumber data penelitian ini.
2. Observasi
Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala- gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar (Sugiyono, 2009). Pengumpulan data melalui observasi dilakukan secara
41
sendiri oleh peneliti maupun berkolaborasi dengan guru kelas serta kepala lembaga. Observasi dilakukan pada kelas yang dijadikan subyek penelitian untuk memperoleh gambaran secara langsung kegiatan senam siswa di Pos Paud Terpadu Kartini Kota Surabaya. Observasi yang dilakukan meliputi proses kegiatan senam ceria yang menggunakan musik. Hal-hal yang di observasikan adalah kemampuann siswa dalam mengikuti gerakan senam ceria serta dapat meningkatkan minat siswa tersebut untuk mengkuti kegiatan senam ceria dengan sendirinya dan juga gembira, perhatian siswa terhadap semua yang di sampaikan oleh peneliti, kepercayaan diri saat melakukan kegiatan senam ceria Kelompok B di Pos Paud Terpadu Kartini Kota Surabaya.
Tabel 1. Lembar Observasi siswa
No Inisial
Instrumen
Skor Rata-rata Prosentase (%) Menggerak
kan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan
irama musik/
ritmik
Mengikuti gerakan
senam sederhana
sesuai irama musik
Mengeks presikan diri dalam gerak
Mengekspre sikan diri secara bebas sesuai irama
musik
1. AI
2. AL
3. AR
4. CH
5. ER 6. FA 7. FAT 8. FI
9. KA
10. QI
Jumlah Rata-rata
42 Keterangan :
1. Butir Instrumen :
1) Menggerakkan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan irama musik/ ritmik.
2) Mengikuti gerakan senam sederhana sesuai irama musik 3) Mengekspresikan diri dalam gerak
4) Mengekspresikan diri secara bebas sesuai irama musik.
2. Skor Penilaian :
1) Nilai 1 : Belum Berkembang (BB) 2) Nilai 2 : Mulai Berkembang (MB)
3) Nilai 3 : BerkembangSesuai Harapan (BSH) 4) Nilai 4 : Berkembang Sangat Baik (BSB)
Berdasarkan kriteria penilaian di atas diperoleh:
a. Skor tertinggi tiap indikator adalah 4 b. Skor terendah tiap indikator adalah 1
Kriteria peningkatan perkembangan fisik motorik siswa keseluruhan dibuat dalam 4 kelompok, yaitu Belum Berkembang, Mulai Berkembang, Berkembang Sesuai Harapan, Berkembang Sangat Baik.
Adapun Kriteria Penilaiannya sebagai berikut :
1. Anak mampu menggerakkan kepala, tangan atau kaki sesuai irama musik/ ritmik.
a). Nilai 1 = Belum berkembang (BB), apabila siswa belum mampu menggerakkan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan
43
irama musik/ ritmik, siswa hanya melihat saja gerakan senam.
b). Nilai 2 = Mulai berkembang (MB),apabila siswa mulai mampu menggerakkan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan irama musik/ ritmik tidak sampai selesai, dengan bimbingan guru.
c). Nilai 3 = Berkembang sesuai harapan (BSH), apabila siswa telah mampu menggerakkan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan irama musik/ ritmik sampai selesai, dengan sedikit bimbingan guru.
d). Nilai 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB), apabila siswa mampu menggerakkan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan irama musik/ ritmik sampai selesai, tanpa bimbingan guru.
2. Anak mampu mengikuti gerakan senam sederhana sesuai irama musik.
a). Nilai 1 = Belum Berkembang (BB), apabila siswa belum mampu mengikuti gerakan senam sederhana sesuai irama musik dengan bimbingan guru.
b). Nilai 2 = Mulai Berkembang (MB), apabila siswa mulai mampu mengikuti 2-3 gerakan senam sederhana sesuai irama musik dengan bimbingan guru.
44
c). Nilai 3 = Berkembang Sesuai Harapan (BSH), apabila siswa telah mampu mengikuti 3-5 gerakan senam sederhana sesuai irama musik dengan bimbingan guru.
d). Nilai 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB), apabila siswa mampu mengikuti gerakan senam sederhana sesuai irama musik dari awal sampai akhir dengan bimbingan guru.
3). Anak mampu mengekspresikan diri dalam gerak.
a). Nilai 1= Belum Berkembang (BB), apabila siswa belum mampu mengekspresikan diri dalam gerak, siswa hanya melihat gerakan saja saat diperdengarkan musik senam.
b). Nilai 2 = Mulai Berkembang (MB), apabila siswa mulai mampu mengekspresikan diri dalam gerak, siswa mulai mampu melakukan gerakan saat diperdengarkan musik senam.
c). Nilai 3= Berkembang Sesuai Harapan (BSH), apabila siswa telah mampu mengekspresikan diri dalam gerak, siswa telah mampu melakukan satu atau dua dari tiga rangkaian gerakan senam dengan semangat sesuai contoh dari guru.
d). Nilai 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB), apabila siswa mampu mengekspresikan diri dalam gerak, siswa mampu mengikuti tiga rangkaian gerakan senam dengan semangat sesuai contoh guru.
45
4). Anak mampu mengekspresikan diri secara bebas sesuai dengan irama musik.
a). Nilai 1 = Belum berkembang (BB), apabila siswa belum mampu mengekspresikan diri secara bebas dengan irama musik, siswa hanya melakukan gerakan tanpa disertai dengan senyuman dan nyanyian.
b) Nilai 2= Mulai berkembang (MB), apabila siswa mulai mampu mengekspresikan diri secara bebas sesuai irama musik, siswa mulai mampu melakukan gerakan disertai dengan senyuman.
c). Nilai 3= Berkembang sesuai harapan (BSH), apabila siswa telah mampu mengekspresikan diri secara bebas sesuai irama musik, siswa telah mampu melakukan gerakan dengan disertai nyanyian.
d). Nilai 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB), apabila siswa mampu mengekspresikan diri secara bebas sesuai irama musik, siswa mampu melakukan gerakan dengan disertai senyuman dan nyanyian.
46
Tabel 2.Lembar Observasi Kegiatan Aktivitas Guru
Aspek Indikator Penilaian
Ya Tidak
A. Membuka Pelajaran
1. Menjelaskan tujuan pembelajaran gerakan senam sehat ceria
B. Penggunaan waktu dan media pembelajaran
1. Menyiapkan alat perlengkapan pembelajaran senam sehat ceria
2. Melaksanakan kegiatan senam sehat ceria sesuai dengan tujuan pembelajaran 3. Menggunakan waktu pembelajaran secara
efektif dan efisien
C. Melibatkan siswa dalam proses pembelajara
1. Mengajak siswa untuk ikut serta dalam proses pembelajaran senam 2.Mengamati kegiatan siswa dalam melaksanakan pembelajaran senam sehat ceria
3. Membimbing siswa dalam melaksanakan gerakan senam sehat ceria
E.Menutup Pelajaran
1. Mengulas kembali hasil pembelajaran senam ceria
2. Mengevaluasi kegiatan senam melalui tanya jawab
JUMLAH
3.6 Teknik Analisis Data
Pada teknik analisis data, data yang di analisis oleh peneliti adalah hasil kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan peningkatan minat siswa dalam kegiatan fisik motorik melalui penerapan gerakan senam ceria.
Analisis pembelajaran siswa dilakukan pada setiap pertemuan dalam siklus I dan II. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif prosentase. Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 2009) analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan bahwa tindakan dilaksanakan
47
dapat menimbulkan adanya perbaikan, peningkatan dan perubahan kearah yang lebih baik jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.
Adapun rumus yang digunakan dalam analisa data dengan teknik diskriptif kuantitatif presentasi menurut Anas Sujiono(1986: 146) sebagai berikut :
P = F x 100%
N Keterangan :
P = Angka persentase
F = Frekuensi yang sedang dicari Presentasenya N = Jumlah Frekwensi
Kriteria keberhasilan didalam penelitian ini adalah terjadinya peningkatan aktivitas siswa untuk mengikuti pembelajaran serta menunjukkan peningkatan minat siswa dalam kegiatan fisik motorik melalui gerakan senam ceria. Penelitian ini dikatakan berhasil jika didalam kegiatan gerakan senam ceria 75% (10 siswa) mengalami peningkatan minat dalam fisik motoriknya. Apabila diketahui hasil akhir peningkatan minat siswa, maka dapat dikategorikan sebagai berikut (Zainal Aqip, 2007: 41) :
a) 0% - 44% : Belum Berkembang (BB) b) 45% - 55% : Mulai Berkembang (MB)
c) 56% - 75% : Berkembang Sesuai Harapan (BSH) d) 76% - 100% : Berkembang Sangat Baik (BSB)
48
Hal ini berdasarkan pendapat Zainal Aqip (dalam Ihsani 2013), maka penelitian ini dinyatakan berhasil dan termasuk dalam kategori berkembang sesuai harapan jika 75% dari jumlah siswa mendapat skor 3 atau bintang 3 dan skor 4 atau bintang 4 pada masing-masing indikatornya.