BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 GAMBARAN UMUM DAN LOKASI PENELITIAN 4.1.1 Perusahaan
Perusahaan tempat peneliti melakukan praktek laut merupakan perusahaan pelayaran INTERNATIONAL ANDROMEDA SHIPPING yang beralamatkan di Le Gildo Pastor Center 7 Reu du Gabian 98000 Monaco, dengan nama kapal SHIP 114 yang beroperasi di terminal Cinta Oil kepulauan seribu sebagai kapal FSO yang merupakan suatu kapal yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan crude oil.
4.1.2 Tempat Penelitian
Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis melakukan praktek laut guna memenuhi tugas akhir yang dilaksanakan selama 1 tahun diperusahaan pelayaran INTERNATIONAL ANDROMEDA SHIPPING dengan tipe kapal FSO (Floating Storage Offloading). Kapal dengan nama SHIP 114 merupakan kapal yang bermuatan minyak yang beroperasi di terminal Cinta Oil.
a. Ship Particulars Tabel 4.1 Ship Particular
39
Name of Vessel SHIP 114
Owner INTERNATIONAL ANDROMEDA
SHIPPING
Region Indonesia
Port of Registry Jakarta
Call Sign PNOT
IMO Number 8011811
Delivered 14-Feb-1984
Tipe kapal FSO
Accounting Code PG 09 (Panama Marine Company)
Official Number 32475 PEXT
Builder Harland & Wolff, Belfast
Hull Number 1719
Gross Tonnage 66,060
Lightship 21,964
L.O.A. 261.313 m
Breadth 39.637 m
Height 63.0 m
Net Tonnage 41,323
4.1.3 Awak Kapal
Diatas kapal SHIP 114 memiliki 22 awak kapal. Awak kapal terdiri dari 12 orang perwira deck, 9 orang perwira mesin dan 1 orang cadet.
4.1.4 Deskripsi Generator
Berikut adalah tipe generator yang digunakan di SHIP 114 beserta rinciannya :
Manufacturer : Peter Brotherhood Turbine
Year 1984
Type : Multistage
Speed : 8570 RPM
Serial No : Port: 51670C /Stbd: 51670D Condenser cooling surface : 205 m2
Max rating T/G : 1000 Kw
Normal Steam Rating : 19 bar at 340 °C
Steam Rate : 28 Kg / Kwhr
T/G also capable : 900 Kw from steam 6.75 bar at 240°C
Maker : Laurence Scott
Type : Totally Enclosed Brushless
Speed : 1800 RPM
Power output : 1000 Kw 440V Hz60 3-phase
Frame : W17 27BP 042
Serial No : Port: D 305E 02/1 / Stbd: D 305E 02/2
Emergency Diesel Generator
Manufactured :MAN Harland Generator
Type :6ASL 25/30
Speed :900 RPM
Serial No 2023
Power output : 900Kw 440V 60Hz 1476A M aker :Laurence Scott
M ach.No :D335E01/1
4.2 HASIL PENELITIAN
4.2.1 Hasil Observasi dan Analisis Data
Dalam mengumpulkan data penelitian, penulis menggunakan metode wawancara, observasi dan tinjauan pustaka. Dalam metode wawancara penulis melibatkan ETO dan masinis 2 karena mereka yang bekerja dan bertanggung jawab dalam proses paralel generator. Berikut ini merupakan hasil dari wawancara antara ETO, masinis II, serta masinis I.
Untuk cara kerja pemaralelan generator menurut electrician dan masinis II dikapal SHIP 114, bahwa proses paralel generator dilakukan dengan cara menyamakan frekuensi, menyamakan voltase, serta memiliki phasa yang sama. Pemaralelan generator di kapal SHIP 114 dilakukan
untuk kebutuhan supply tenaga listrik sehari hari. Diatas kapal SHIP 114, terdapat 2 generator utama dan 1 generator darurat. setiap 1 unit generator akan menghasilkan daya 1,000kW dan generator darurat menghasilkan 900kW. Setiap harinya generator terparalel karena dengan 2 generator daya yang dihasilkan untuk kebutuhan sehari hari terpenuhi.
Pada saat operasi normal, daya yang dibutuhkan hanya disuplai oleh 2 generator utama. Daya listrik tersebut digunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik seperti pompa-pompa, ac, penerangan di main deck, akomodasi, dan kamar mesin.
Oleh karena itu, parallel Generator sangat penting untuk mensuplai kebutuhan listrik sehingga sanggup memenuhi kebutuhan operasional kapal terutama di SHIP 114.
Sedangkan pada saat keadaan darurat, yang disebabkan oleh salah satu generator utama mengalami touble. Ketika keadaan darurat maka emergency generator dijalankan. Daya listrik tersebut di gunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan tertentu saja seperti pompa-pompa, penerangan, dan kamar mesin.
Untuk memenuhi kebutuhandaya listrik selama keadaan darurat yang di dapat dari emergency generator yang akan menghasilkan daya 900kW. jika keadaan darurat emergency generator tidak dijalankan maka akan mengakibatkan blackout.
Adapun masalah-masalah yang sering terjadi saat proses paralel generator terutama yang sering terjadi di SHIP 114 serta cara mengatasinya antara lain :
1. Beban tidak bisa dipindahkan, atau beban listrik lebih dominan menuju kesalah satu generator.
2. Cos phi tidak stabil dan saat beban ditambah selisih cos phi antara 2 generator semakin jauh dan akhirnya beban hanya di tanggung oleh salah satu generator.
3. Saat terjadi beban kejut salah satu generator trip dan beban berpindah ke generator satunya dan akhirnya kedua generator trip.
Meski proses menyatukan (paralel) 2 buah generator telah berhasil dilakukan, setelah kedua generator tersebut berjalan secara bersamaan untuk menanggung beban listrik, ada beberapa hal lagi yang harus diperhatikan agar proses paralel tetap berjalan denganbaik. Ada 3 hal yang harus diperhatikan yaitu pengaturan putaran mesin (Droop Speed), pengaturan Tegangan Drop (Droop Voltage), pengaturan Tegangan yang Stabil (Stability).
1. Pengaturan putaran mesin ( Droop Speed )
Setelah 2 buah Generator diparalelkan, selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah seberapa besar Droop Speed pada masing-masing mesin Generator tersebut.Saat 2 buah generator diparalelkan dan belum diberi beban, maka kondisi paralel akan tetap berjalan normal, namun pada saat kedua generator tersebut diberi beban listrik maka akan terjadi penurunan kecepatan putaran pada mesin atau yang disebut dengan droop speed, dan jika terjadi perbedaan droop speed antara kedua generator maka proses paralel akan mengalami kegagalan. Pengaturan putaran mesin ini biasa juga disebut dengan Pengaturan droop speed ( berkurangnya kecepatan putaran ) pengaturan droop speed ini bertujuan untuk menyesuaikan seberapa besar persentase turunnya
kecepatan putaran mesin saat terjadi perubahan beban maupun beban kejut.
Untuk menjaga kondisi paralel genset tetap berjalan dengan baik, maka pengaturan droop speed pada kedua mesin generator yang diparalelkan harus memiliki nilai yangsama. Pengaturan droop speed ini berada pada sistem pengaturan bahan bakar mesin dan alat yang biasanya digunakan pada mesin genset adalah Governor atau EFC ( Electronic Fuel Control ).
2. Pengaturan Tegangan Drop (Droop Voltage)
Untuk menjaga agar proses berjalannya paralel 2 buah generator, maka hal yang juga harus diperhatikan adalah seberapa besar drop tegangan (Droop Voltage) saat terjadi perubahan beban daya yang diterima kedua generator tersebut.Saat terjadi perubahan beban daya, maka masing-masing generator akan mengalami penurunan tegangan atau disebut dengan droop voltage, jika persentase droop voltage yang terjadi pada kedua generator terdapat perbedaan, maka proses paralel akan mencalami kegagalan. Oleh karena itu pastikan pengaturan droop voltage yang pada masing-masing generator sudah sesuai, dan pengaturan droop voltage ini terdapat pada pengaturan di AVR masing-masing generator.
Pengaturan droop voltage pada AVR umumnya sebesar 5% droop saat beban puncak. Droop kit untuk generator yang akan dioperasikan secara paralel, maka harus dilengkapi dengan perangkat untuk sensor perubahan beban arus listrik pada generator yang disebut dengan droop kit.
Droop Kit adalah sebuah CT (Current Transformer) yang dipasang pada gulungan utama generator sebagai sensor untuk mengetahui nilai arus yang melewati gulungan tersebut sesuai dengan beban daya yang
ditanggungnya, dan droop kit ini terhubung ke terminal AVR dan dapat disesuaikan dengan melakukan pengaturan pada potensio drop di AVR.
Besaran tegangan drop (droop voltage) akan disesuaikan dengan seberapa besar arus listrik yang dibebankan pada generator, dan persentase droop pada masing-masing generator saat diparalel harus memiliki nilai yang sama, agar cosphi tetap stabil dan paralel dapat berjalan dengan baik.
3. Pengaturan Tegangan yang Stabil (Stability)
Untuk menjaga agar proses paralel generator dapat berjalan dengan baik, maka stabilitas tegangan pada m-masing generator juga harus diatur dan disesuaikan agar tercapai kondisi besar tegangan yang selalu seimbang pada masing-masing generator. Pengaturan stability berada pada settingan di AVR masing-masing generator, dan pengaturan stability ini harus dilakukan dengan benar hingga tercapai kondisi yang diinginkan.
5.1 Kesimpulan
BAB V PENUTUP
Dengan memperhatikan permasalahan yang telah diuraikan terlebih dahulu, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa proses paralel generator sangat penting diatas kapal karena jika tidak akan memberikan dampak yang sangat fatal. Dengan adanya proses paralel generator diatas kapal akan memberikan daya listrik yang lebih sehingga bisa untuk memenuhi kebutuhan listrik diatas kapal baik diakomodasi maupun dikamar mesin.
Pemaralelan generator di kapal SHIP 114 dilakukan untuk kebutuhan supply tenaga listrik sehari hari. Diatas kapal SHIP 114, terdapat 2 generator utama dan 1 generator darurat. setiap 1 unit generator akan menghasilkan daya 1,000kW dan generator darurat menghasilkan 900kW. Setiap harinya generator terparalel karena dengan 2 generator daya yang dihasilkan untuk kebutuhan sehari hari terpenuhi.
Pada saat operasi normal, daya yang dibutuhkan hanya disuplai oleh 2 generator utama. Daya listrik tersebut digunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik seperti pompa-pompa, ac, penerangan di main deck, akomodasi, dan kamar mesin.
Oleh karena itu, parallel Generator sangat penting untuk mensuplai kebutuhan listrik sehingga sanggup memenuhi kebutuhan operasional kapal terutama di SHIP 114.
Dalam proses pemaralelan generator tentu juga tidak selamanya berjalan dengan baik, tentu ada gangguan-gangguan yang akan terjadi seperti putaran mesin, tegangan, tegangan yang stabil.
Adapun cara yang digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi saat paralele generator adalah :
46
1. Pengaturan putaran mesin ( Droop Speed )
Setelah 2 buah Generator diparalelkan, selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah seberapa besar Droop Speed pada masing-masing mesin Generator tersebut.Saat 2 buah generator diparalelkan dan belum diberi beban, maka kondisi paralel akan tetap berjalan normal, namun pada saat kedua generator tersebut diberi beban listrik maka akan terjadi penurunan kecepatan putaran pada mesin atau yang disebut dengan droop speed, dan jika terjadi perbedaan droop speed antara kedua generator maka proses paralel akan mengalami kegagalan. Pengaturan putaran mesin ini biasa juga disebut dengan pengaturan droop speed ( berkurangnya kecepatan putaran ) pengaturan droop speed ini bertujuan untuk menyesuaikan seberapa besar persentase turunnya kecepatan putaran mesin saat terjadi perubahan beban maupun beban kejut.
Untuk menjaga kondisi paralel genset tetap berjalan dengan baik, maka pengaturan droop speed pada kedua mesin generator yang diparalelkan harus memiliki nilai yangsama. Pengaturan droop speed ini berada pada sistem pengaturan bahan bakar mesin dan alat yang biasanya digunakan pada mesin genset adalah Governor atau EFC ( Electronic Fuel Control ).
2. Pengaturan Tegangan Drop (Droop Voltage)
Untuk menjaga agar proses berjalannya paralel 2 buah generator, maka hal yang juga harus diperhatikan adalah seberapa besar drop tegangan (Droop Voltage) saat terjadi perubahan beban daya yang diterima kedua generator tersebut.Saat terjadi perubahan beban daya, maka masing-masing generator akan mengalami penurunan tegangan atau disebut dengan droop voltage, jika
persentase droop voltage yang terjadi pada kedua generator terdapat perbedaan, maka proses paralel akan mencalami kegagalan. Oleh karena itu pastikan pengaturan droop voltage yang pada masing-masing generator sudah sesuai, dan pengaturan droop voltage ini terdapat pada pengaturan di AVR masing-masing generator.
Pengaturan droop voltage pada AVR umumnya sebesar 5% droop saat beban puncak. Droop kit untuk generator yang akan dioperasikan secara paralel, maka harus dilengkapi dengan perangkat untuk sensor perubahan beban arus listrik pada generator yang disebut dengan droop kit.
Droop Kit adalah sebuah CT (Current Transformer) yang dipasang pada gulungan utama generator sebagai sensor untuk mengetahui nilai arus yang melewati gulungan tersebut sesuai dengan beban daya yang ditanggungnya, dan droop kit ini terhubung ke terminal AVR dan dapat disesuaikan dengan melakukan pengaturan pada potensio DROOP di AVR.
Besaran tegangan drop (droop voltage) akan disesuaikan dengan seberapa besar arus listrik yang dibebankan pada generator, dan persentase droop pada masing-masing generator saat diparalel harus memiliki nilai yang sama, agar cosphi tetap stabil dan paralel dapat berjalan dengan baik.
3. Pengaturan Tegangan yang Stabil (Stability)
Untuk menjaga agar proses paralel generator dapat berjalan dengan baik, maka stabilitas tegangan pada m-masing generator juga harus diatur dan disesuaikan agar tercapai kondisi besar tegangan yang selalu seimbang pada masing-masing generator. Pengaturan stability berada pada settingan di AVR
masing-masing generator, dan pengaturan stability ini harus dilakukan dengan benar hingga tercapai kondisi yang di inginkan.
5.2 Saran
Adapun saran penulis untuk mengantisipasi sebelum kejadian- kejadian tersebut terjadi adalah :
Untuk proses paralel generator alangkah baiknya selalu dilakukan melihat dampak negative yang akan terjadi, dan untuk mendukung proses paralel generator pastikan semua generator-generator dalam kondisi baik, serta selalu berkoordinasi dengan baik antara mualim dan enginer karena jika proses paralel generator gagal dilaksanakan, enginer bisa melapor mualim untuk tetap mengontrol keadaan di dalam kapal.