• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab vi penutup

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "bab vi penutup"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VI PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil studi asuhan keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien yang mengalami pneumonia dengan intervensi inhalasi daun mint di ruang kecak RSD Mangusada Badung dapat disimpulkan:

1. Pengkajian keperawatan pada Ny. WP sudah sesuai dengan SDKI, dimana ditemukan 80% data mayor dan 62,5% data minor.

2. Diagnosa Keperawatan yang ditemukan berdasarkan hasil pengkajian dan analisis keperawatan pada Ny WP sudah terdapat unsur problem, etiologi dan symptom sesuai SDKI. Masalah yang ditemukan adalah bersihan jalan napas tidak efektif dengan etiologi hipersekresi jalan napas.

3. Perencanaan keperawatan yang dirumuskan berpedoman pada SLKI dan SIKI. Penulis menggunakan tujuh kriteria hasil dari 12 kriteria hasil yang ada dalam SLKI. Intervensi yang diambil dalam kasus keloaan adalah tiga intervensi utama mencakup kegiatan obsevasi, terapeutik, edukasi dan kolaborasi. Intervensi tersebut terdiri dari delapan tindakan dari manajemen jalan napas, 11 tindakan dari latihan jalan batuk efektif, dan 11 tindakan dari pemantauan respirasi. Dan tindakan intervensi inovasi inhalasi daun mint.

4. Implementasi yang dilakukan sesuai dengan intervensi keperawatan yang sudah direncanakan. Implementasi dilakukan selama tiga hari dengan melakukan semua kegiatan pada observasi, terapeutik, edukasi dan kolaborasi. Intervensi inovasi inhalasi daun mint dilakukan dua kali dalam sehari dengan waktu 5-10 menit selama tiga hari.

(2)

61

5. Hasil evaluasi keperawatan yang didapatkan pada Ny WP setelah dilakukan implementasi selama 3 x 24 jam dapat tercapai semua kriteria hasil yang ingin dicapai dalam perencanaan keperawatan. Assesment (A) bersihan jalan napas tidak efektif teratasi dan planning (P) tingkatkan kondisi pasien dengan menerapkan manajemen jalan napas dengan penurunan dosis pemberian nebulizer menjadi kalau perlu dan mengimplementasikan inhalasi sederhana rebusan daun mint.

6. Pemberian intervensi inovasi pemberian inhalasi rebusan daun mint mampu mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien pneumonia, Dengan demikian inhalasi rebusan daun mint dapat digunakan sebagai alternatif pemecahan masalah bersihan jalan napas tidak efektif oleh perawat sebagai salah satu tindakan mandiri perawat berbasis komplementer.

B. Saran

Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil dari asuhan keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien yang mengalami pneumonia di Ruang Kecak RSD Mangusada sebagai berikut:

1. Bagi perawat di Ruang Kecak RSD Mangusada

Diharapkan dapat mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu keperawatan terkait asuhan keperawatan di ruang rawat inap dengan menggunakan standar acuan SDKI, SLKI dan SIKI yang berlaku di Indonesia dalam memberikan asuhan keperawatan serta dapat mengaplikasikan intervensi inovasi terapi inhalasi rebusan daun mint karena sudah terbukti dapat menangani

(3)

62

masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien yang mengalami pneumonia.

2. Bagi peneliti selanjutnya

Karya ilmiah ini diharapkan dapat dijadikan bahan dalam penelitian selanjutnya serta dapat dikembangkan menjadi asuhan keperawatan yang lebih komprehensif yang tidak hanya memfokuskan aplikasi terapi keperawatan pada aspek fisik tetapi juga pada aspek psikososial dan spiritual.

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang dapat dilakukan untuk menangani bersihan jalan napas ini sesuai dengan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebersihan jalan napas, salah

Pada diagnosa keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan, intervensi yang diberikan menurut Standar Intervensi Keperawatan

Hasil:  Dalam asuhan keperawatan ini masalah keperawatan yang muncul antara lain ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan sputum,

4.2 Diagnosa Keperawatan Diagnosa Keperawatan yang muncul pada pasien pneumonia menurut Nurarif & Kusuma 2015 adalah : 4.2.1 Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan

4.3 Intervensi/Rencana Tindakan Keperawatan 4.3.1 Diagnosa 1 bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mengeluarkan secret yaitu dengan dilakukan

Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan pemberian aromaterapi peppermint pada anak dengan bersihan jalan napas tidak efektif akibat pneumonia dalam bentuk

A dengan diagnosis demam tifoid dengan diagnosis keperawatan hipertermia setelah diberikan asuhan keperawatan dan inovasi terapi kompres daun dadap serep yaitu keluarga mengatakan An.A

Jadi, bersihan jalan napas tidak efektif pada pneumonia merupakan suatu masalah keperawatan yang ditandai dengan ketidakmampuan batuk secara efektif atau obstruksi jalan napas untuk