• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Masalah dalam Upaya Kesehatan Manajemen Puskesmas Wates Tahun 2022

N/A
N/A
Abu Almas

Academic year: 2023

Membagikan "Identifikasi Masalah dalam Upaya Kesehatan Manajemen Puskesmas Wates Tahun 2022"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

IDENTIFIKASI MASALAH

A. IDENTIFIKASI MASALAH

Identifikasi masalah dilaksanakan dengan melihat dari nilai kinerja dari masing-masing kegiatan. Proses identifikasi masalah dengan membuat daftar masalah yang dikelompokkan menurut jenis program, cakupan, mutu, dan ketersediaan sumber daya. Hasil identifikasi masalah pada masing-masing program dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 35. Identifikasi Masalah Upaya Kesehatan Manajemen Puskesmas Wates Tahun 2022

No Program Target Pencapaian Masalah

1. Manajemen Umum

a. RUK (N+1) 10 7 Dokumen belum lengkap

b. Lokakarya Mini Bulanan 10 7 Dokumen belum lengkap

2. Manajemen Pemberdayaan Masyarakat

a. Survei Mawas Diri 10 7 Dokumen belum lengkap

b. Pertemuan dengan masyarakat dalam rangka pemberdayaan individu, keluarga, dan kelompok

10 7 Dokumen belum lengkap

3. Manajemen Peralatan dan Sarana a. Pemeliharaan Prasarana

Puskesmas 10 7

Belum semua prasarana dilakukan pemeliharaan sesuai jadwal

4. Manajemen Sumber Daya Manusia a. SK, uraian tugas lengkap

seluruh pegawai Puskesmas 10 4 Uraian tugas belum semua pegawai

b. SOP manajemen sumber daya

manusia 10 4 Belum ada SOP

c. Penilaian kinerja pegawai 10 7 SKP system baru 5. Manajemen Pelayanan

Kefarmasian

a. Sarana prasarana kefarmasian 10 9,25 Peralatan ruang farmasi belum sesuai dengan jumlah obat yang ada

b. Pengelolaan obat dan BMHP 10 9,25 Penyimpanan dan

pendistribusian obat belum memenuhi standar

c. Pelayanan farmasi klinik 10 9,67 Pelaporan efek samping obat belum sampai ke dinkes

(2)

kabupaten

d. Administrasi obat 10 9,67 Pengelolaan resep belum

memenuhi syarat 6. Manajemen Data dan Informasi

a. Data dan informasi lengkap dilakukan validasi dan analisa, rencana tindak lanjut, tindak lanjut dan evaluasi serta dilaporkan ke kab/kota

10 7 Belum memenuhi target

b. Penyajian / updating data dan

informasi 10 7 Belum memenuhi target

7. Manajemen Program UKM Pengembangan

a. KAK kegiatan masing- masing

UKM pengembangan 10 4 KAK belum lengkap semua

program b. Pencatatan dan pelaporan

kegiatan 10 4

c. Data program, analisa pelaksanaan program UKM pengembangan, rencana tindak lanjut, tindak lanjut dan evaluasi

10 4 Data belum lengkap

8. Manajemen Program PISPK a. Cakupan kunjungan keluarga

baru 10 4

b. Cakupan IKS 10 7

9. Manajemen Mutu

a. SK Tim mutu dan uraian tugas 10 7 Belum dilakukan evaluasi uraian tugas

b. Pengelolaan risiko di

Puskesmas 10 7 Belum dilakukan evaluasi

tindak lanjut

c. Audit internal 10 7 Tindak lanjut belum dilakukan

d. Rapat Tinjauan Manajemen 10 7 RTM hanya dilaksanakan 1x

Tabel 35. Identifikasi Masalah Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Puskesmas Wates Tahun 2022

No Program Target Pencapaian Masalah

1 Upaya Kesehatan Perorangan

a. Rasio Prolanis

Terkendali

5% 4,8% Belum tercapai

b. Pelayanan konsultasi

Gizi

5% 4,5 % Belum tercapai

(3)

2

Pelayanan Gawat Darurat

Masa berlaku sertifikat PPGD

sudah habis di tahun 2022 100% 12,5 % Belum tercapai 3 Laboratorium

a. Ketepatan waktu tunggu penyerahan hasil pelayanan laboratorium

100% 98,05% Belum tercapai

b. Kesesuaian hasil pemeriksaan baku mutu internal (PMI)

100% 90% Belum tercapai

Tabel 35. Identifikasi Masalah Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Essensial dan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)

Puskesmas Wates Tahun 2022

(4)

No Program Target Pencapaian Masalah 1. Upaya Promosi Kesehatan

a. Kegiatan intervensi pada tempat

kerja 100% 52,38% Belum tercapai

b. Mendampingi pelaksanaan SMD dan

MMD 100% 50,00% Belum tercapai

2. Upaya Kesehatan Lingkungan

a. Pengawasan Sarana Air Bersih 15% 6,75% Belum tercapai b. AB yang memenuhi syarat 85% 45,01% Belum tercapai

c. TPM Memenuhi syarat 71 % 68,63 % Belum tercapai

d. Rumah yang memenuhi syarat

kesehatan 73 % 66,30 % Belum tercapai

e. TTU Prioritas yang memenuhi syarat

kesehatan 95 % 95,55 % Sudah tercapai

f. Konseling sanitasi 15 % 4,86 % Belum tercapai

3. Upaya Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana

a. Pelayanan Kesehatan Neonatus

0 - 28 hari (KN lengkap) 100 % 99,54 % Belum tercapai b. Pelayanan kesehatan bayi (29 hari -

11 bulan) 97 % 78,39 % Belum tercapai

c.

Pelayanan kesehatan anak balita (12

- 59 bulan) sesuai standar 83 % 31,78 % Belum tercapai d. Pelayanan kesehatan balita (0 - 59

bulan) 100 % 40,81 % Belum tercapai

e. Setiap anak pada usia pendidikan dasar mendapatkan Pelayanan

kesehatan sesuai standar 100 % 77,83 % Belum tercapai f. Sekolah setingkat SMP/MTs/SMPLB

yang melaksanakan pemeriksaan 100 % 38,46 % Belum tercapai g. Sekolah setingkat SMA/MA/SMK/

SMALB yang melaksanakan

pemeriksaan penjaringan kesehatan dan atau Pemeriksaan berkala

100 % 0 % Belum tercapai h. Setiap anak Usia Pendidikan Dasar

setingkat SMP/MTs/SMPLT

mendapatkan penjaringan kesehatan dan atau pemeriksaan berkala sesuai standar

100 % 44,45 % Belum tercapai i. Setiap siswa setingkat

SMA/MA/SMK/SMALB mendapatkan penjaringan kesehatan dan atau pemeriksaan berkala sesuai standar

100 % 0 % Belum tercapai j. Pelayanan kesehatan remaja sesuai

standar 82,5 % 58,10 % Belum tercapai

4. Upaya Pelayanan Gizi Masyarakat

a. Balita naik berat badannya (N/D) 60 % 44,23 % Belum tercapai

b. Balita wasting < 5 % 9,36 % Sudah tercapai

5. Upaya Pencegahan dan Pengendalian

(5)

Tabel 36. Identifikasi Masalah UKM Pengembangan Puskesmas Wates Tahun 2022

No Program Target Pencapaian Masalah

1 Pelayanan Kesehatan Gigi Masyarakat PAUD dan TK yang mendapat

penyuluhan/pemeriksaan gigi dan mulut 50% 0% Belum mencapai target 2 Pelayanan Kesehatan Olahraga

Pembinaan kebugaran jasmani pada

anak sekolah 25% 18,81% Belum mencapai target

3 Pelayanan Kesehatan Kerja

a. Pembinaan Pos UKK yang ada di

wilayah 100% 50% Belum mencapai target

b. Pendataan tempat kerja sektor

formal di wilayah kerja puskesmas 100% 50% Belum mencapai target

Tabel 37. Identifikasi Masalah Mutu Puskesmas Wates Tahun 2022

No. Program Target Pencapaian Masalah

1 Indikator Nasional Mutu

1) Kepatuhan penggunaan Alat

Pelindung Diri (APD) 100% 92,61%

2) Kepatuhan identifikasi pasien 100% 96,72%

3) Survei Kepuasan Pasien >76,61% 68,61%

2 Sasaran Keselamatan Pasien a. Keamanan obat yang perlu

diwaspadai 100% 98,27%

b. Kepatuhan petugas melakukan

hand hygiene 100% 89,09%

B.

PENETAPAN PRIORITAS MASALAH

Dalam penetapan urutan prioritas masalah masalah di UPT Puskesmas Wates menggunakan metode Matriks yaitu masing-masing kriteria ditetapkan dengan nilai 1-5. Nilai semakin besar jika tingkat urgensinya (U) sangat mendesak, atau tingkat keseriusan (S) dan tingkat perkembangan (G) semakin perlu diatasi. Kemudian dari ketiganya ditambahkan (U + S + G). Prioritas masalah diurutkan berdasarkan hasil penjumlahan yang paling besar dari ketiga hal tersebut dan disusun dalam bentuk matriks.

(6)

Tabel . Penentuan Prioritas Masalah Manajemen Puskesmas Wates Tahun 2022

No

. Masalah

Urgen si (U)

Keserius an (S)

Perkemba ngan

(G)

U+S +G

Rankin g

1. Administrasi Manajemen 4 2 2 8 5

2. Manajemen Pemberdayaan Masyarakat 4 3 2 9 4

3. Manajemen Peralatan dan sarana 3 2 2 7 7

4. Manajemen Sumber Daya Manusia 4 4 2 10 2

5. Manajemen Pelayanan Kefarmasian 2 2 1 5 9

6. Manajemen Data dan Informasi 3 3 2 8 6

7. Manajemen Program UKM Pengembangan 3 2 1 6 8

8. Manajemen PISPK 4 4 3 11 1

9. Manajemen Mutu 3 4 2 9 3

Tabel . Penentuan Prioritas Masalah Upaya Kesehatan Perorangan Puskesmas Wates

No Masalah

Urgen si (U)

Keserius an (S)

Perkemba ngan

(G)

U+S+

G

Rankin g 1 Pelayanan Rawat Jalan

a. Pasien HT & DM tidak rutin control 5 5 5 15 1

b. Konsultasi gizi dari layanan Umum, KIA,

dan MTBS belum mencapai 5% 4 4 3 11 2

2. Pelayanan Gawat Darurat

a. Masa berlaku sertifikat PPGD sudah

habis di tahun 2022 5 5 5 15 1

3 Pelayanan Laboratorium

a. Waktu tunggu penyerahan hasil

laboratorium belum tercapai 5 4 3 12 2

b. PMI Belum tercapai 5 4 4 13 1

(7)

Tabel . Penentuan Prioritas Masalah Program Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas Wates Tahun 2022

1. Upaya Promosi Kesehatan

Masalah Urgensi

(U)

Keserius an (S)

Perkemba ngan

(G)

U+S +G

Rankin g

a.

Capaian kegiatan intervensi pada tempat kerja kurang dari target (52,38%)

3 4 3 10 1

b. Capaian kegiatan mendampingi pelaksanaan SMD dan MMD kurang

dari target (50%) 4 5 5 14 2

2. Upaya Kesehatan Lingkungan

Masalah Urgensi

(U)

Keserius an (S)

Perkemba ngan

(G)

U+S +G

Rankin g a. Capaian pengawasan Sarana Air

Bersih (SAB) 6,75% kurang dari target (15%)

5 5 4 14 1

b. Capaian SAB yang memenuhi syarat kesehatan 52,95% kurang dari target

(85%) 3 3 4 10 3

c. Capaian TPM yang memenuhi syarat kesehatan 68,63% kurang dari target

(71%) 2 3 3 8 6

d. Capaian rumah yang memenuhi syarat kesehatan 66,3% kurang dari

target (73%) 3 2 4 9 5

e. Capaian TTU Prioritas yang memenuhi syarat kesehatan 94,55%

kurang dari target (95%)

4 3 3 10 4

f. Capaian konseling sanitasi kurang

4,86% dari target (15%) 4 3 4 11 2

3. Upaya Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak, dan Keluarga Berencana

Masalah Urgensi

(U)

Keserius an (S)

Perkemba ngan

(G)

U+S +G

Rankin g a. Upaya Pelayanan Kesehatan

Bayi

1) Capaian pelayanan Kesehatan Neonatus 0-28 hari (KN lengkap) 99,80% belum mencapai target (100%)

5 5 2 12 1

2) Capaian pelayanan kesehatan bayi

29 hari - 11 bulan 80,82% belum 4 4 3 11 2

(8)

mencapai target (100%)

b. Upaya Pelayanan Kesehatan Balita

1) Capaian pelayanan kesehatan anak balita (12 - 59 bulan) sesuai standar 31,78% kurang dari target (83%)

4 4 3 11 1

2) Capaian pelayanan kesehatan balita (0 - 59 bulan) 40,81% kurang dari target (100%)

4 4 2 10 2

c. Upaya Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja

1) Capaian setiap anak pada usia pendidikan dasar mendapatkan Pelayanan kesehatan sesuai standar 77,83% belum mencapai target (100%)

5 5 4 14 1

2) Capaian sekolah setingkat

SMP/MTs/ SMPLB yang

melaksanakan pemeriksaan 38,46% kurang dari target (100%)

3 4 3 10 3

3) Kegiatan sekolah setingkat SMA/MA/ SMK/SMALB yang melaksanakan pemeriksaan penjaringan kesehatan dan atau Pemeriksaan berkala tidak terlaksana

3 2 3 8 5

4) Capaian setiap anak Usia Pendidikan Dasar setingkat mendapatkan penjaringan kesehatan dan atau pemeriksaan berkala 44,45%sesuai standar kurang dari target (100%)

3 2 4 9 4

5) Kegiatan penjaringan kesehatan dan atau pemeriksaan berkala sesuai standar setiap siswa setingkat SMA/MA/ SMK/SMALB tidak dilaksanakan

4 3 4 11 2

4. Upaya Pelayanan Gizi Masyarakat

Masalah Urgensi

(U)

Keserius an (S)

Perkemba ngan

(G)

U+S +G

Rankin g a. Capaian Balita naik berat badannya

(N/D) 44,23% kurang dari target (60%) 5 5 5 15 1

b. Capaian Balita wasting 9,36%

melebihi target <5% 5 5 4 14 2

5. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular

(9)

Masalah Urgensi (U)

Keserius an (S)

Perkemba ngan

(G)

U+S +G

Rankin g

a.

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Diare

1) Capaian Pelayanan Diare Balita

7,44% kurang dari target (100%) 5 5 4 14 1

2) Capaian penggunaan oralit pada balita diare 82,05% kurang dari

target (100%) 5 4 3 12 2

b.

Upaya Pencegahan dan Pengendalian ISPA

Capaian penemuan penderita Pneumonia balita 8,89% kurang dari

target (70%) 5 4 3 12 1

c.

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Kusta

1) Capaian proporsi tenaga kesehatan Kusta tersosialisasi

8,00% kurang dari target (95%) 5 4 3 12 1

2) Capaian kader kesehatan Kusta tersosialisasi 0% dari seharusnya

95% 4 3 2 9 2

d.

Upaya Pencegahan dan Pengendalian TBC

1) Capaian terduga TBC yang mendapatkan pelayanan diagnostik baku/ sesuai standar 20,82%

kurang dari target (100%)

5 4 3 12 1

2) Capaian angka Keberhasilan pengobatan kasus TBC (Success Rate/SR) 50% kurang dari target (90%)

4 3 4 11 2

e.

Upaya Pencegahan dan Pengendalian TBC

1) Sekolah (SMP dan SMA/

sederajat) yang sudah dijangkau penyuluhan HIV/AIDS 55,56%

kurang dari target (100%)

5 4 3 12 2

2) Capaian orang yang beresiko terinfeksi HIV mendapatkan pemeriksaan HIV 93,33% kurang dari target 100%

5 5 4 14 1

f.

Upaya Pencegahan dan Pengendalian DBD

Angka bebas jentik (ABJ) 5 5 3 13 1

g. Imunisasi

Capaian UCI desa 87,5% 5 4 3 12 1

(10)

6. Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Masalah Urgensi

(U)

Keserius an (S)

Perkemba ngan

(G)

U+S +G

Rankin g a. Desa/ Kelurahan yang melaksanakan

kegiatan Posbindu PTM 87,5% kurang

dari target (100%) 5 4 4 13 2

b. Setiap penderita diabetes melitus usia

>15 tahun mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 30,91%

kurang dari target (100%)

5 3 3 11 3

c. Setiap penderita hipertensi usia >15 tahun mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 17,05%

kurang dari target (100%)

4 3 2 9 4

d. Wanita usia 30 - 50 tahun yang melaksanakan deteksi dini kanker payudara dan atau kanker leher Rahim 5,18% kurang dari target 10%

5 5 4 14 1

7. Upaya Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat

Masalah Urgensi

(U)

Keserius an (S)

Perkemba ngan

(G)

U+S +G

Rankin g Rasio kunjungan rumah baru 5,77% dari

target 100% 5 5 4 14 1

Tabel . Penentuan Prioritas Masalah Program Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan Puskesmas Wates

Masalah Urgensi

(U)

Keserius an (S)

Perkemba ngan

(G)

U+S +G

Rankin g 1. Pelayanan Kesehatan Gigi

Masyarakat

PAUD dan TK yang mendapat penyuluhan/pemeriksaan gigi dan mulut

5 4 3 12 1

2. Pelayanan Kesehatan Olahraga Pembinaan kebugaran jasmani pada

anak sekolah 5 4 3 12 1

3. Pelayanan Kesehatan Kerja a. Pembentukan Pos UKK bagi

pekerja informal belum berjalan 5 3 3 11 1

b. Pembinaan tempat kerja sektor

formal 5 3 2 10 2

(11)

Tabel . Penentuan Prioritas Masalah Mutu Puskesmas Wates

No Masalah Urgensi

(U)

Keserius an (S)

Perkemban gan

(G)

U+S+

G

Rankin g

1 Kepatuhan Penggunaan Pelindung

Diri 4 4 3 12 2

2 Kepatuhan Identifikasi Pasien 3 4 2 10 3

3 Keberhasilan pengobatan pasien

TB sesuai kasus sensitive obat 5 5 5 17 1

C. Penyebab Masalah

Perumusan penyebab masalah mencakup apa masalahnya, siapa yang terkena masalahnya, berapa besarnya masalahnya, dimana masalah itu terjadi dan bilamana masalah itu terjadi (What, Who, When, Where, and How). Kemungkinan penyebab masalah dapat berasal dari Input (sumber daya), proses (pelaksanaan kegiatan) atau lingkungan. Metode yang disepakati dalam mencari akar penyebab masalah di UPT Puskesmas Wates yaitu dengan metode Fishbone/Tulang Ikan. Kategori yang digunakan antara lain : Metode, Sarana, Manusia, Dana, dan Lingkungan.

1. Pelayanan Rawat Jalan

a. Pasien HT dan DM tidak rutin kontrol

(12)

2. Pelayanan Gawat Darurat

a.Masa berlaku sertifikat PPGD sudah habis di tahun 2022

3. Pelayanan Laboratorium

(13)

Program Upaya Kesehatan Masyarakat

KB

(14)

D. Pemecahan Masalah

Berdasarkan pada akar masalah tersebut, kemudian dilanjutkan menetapkan cara pemecahan masalah. Dimulai dengan membuat matrik untuk merumuskan alternatif pemecahan masalah.

Tabel 5. Cara Pemecahan Masalah Puskesmas Wates Tahun 2022

No Prioritas Masalah Penyebab masalah Alternatif

pemecahan masalah Pemecahan masalah terpilih Pelayanan Promosi Kesehatan

Mendampingi SMD & MMD

Belum semua kalurahan melaksanakan kegiatan SMD/MMD dengan aasan PPKM

1. Melakukan pendekatan kepada semua kalurahan umtuk bisa melaksanakanan Kegiatan SMD dan MMD

2. Kegiatan SMD dan MMD bisa dibarengkangka dengan pertemuan rutin kader dengan agenda khusus pembahasab SMD dan MMD

1. Melakukan pendekatan kepada semua kalurahan umtuk bisa melaksanakanan Kegiatan SMD dan MMD

2. Kegiatan SMD dan MMD bisa dibarengkangka dengan pertemuan rutin kader dengan agenda khusus pembahasab SMD dan MMD

Pelayanan KIA dan KB

(15)

No Prioritas Masalah Penyebab masalah Alternatif

pemecahan masalah Pemecahan masalah terpilih KB pasca persalinan Belum semua ibu pasca

salin bersedia segera ber- KB

1. Edukasi pada Bumil untuk mengikuti KB Pasca Salin melalui ANC Rutin dan Kelas BUMIL

2. Kunjungan rumah pada Ibu Nifas Yang belum ber=KB

3. Edukasi pada Bumil untuk mengikuti KB Pasca Salin melalui ANC Rutin dan Kelas BUMIL

4. Kunjungan rumah pada Ibu Nifas Yang belum ber=KB

Pelayanan Kesehatan Neonatus 0 - 28 hari (KN lengkap)

Ada 2 bayi yang meninggal sebelum KN lengkap

Pelayanan kesehatan anak balita (12 - 59 bulan) sesuai standar

Tidak semua bayi datang berkunjung ke posyandu sehingga tbelum

mendapatkan pelayanan sesuai standar

1.Refreshing kader

2.Peningkatan kegiatan pencatatan dan pelaporan

3.Optimalisasi Daerah Binaan

1. Refreshing kader 2. Peningkatan kegiatan

pencatatan dan pelaporan 3. Optimalisasi Daerah Binaan Setiap anak pada usia

pendidikan dasar

mendapatkan Pelayanan kesehatan sesuai standar

Jumlah sasaran yang cukup banyak Jumlah SDM dan kesulitan menjdawalkan waktu skrening

1. Skrening untuk siswa SLPT

dilakukan pada sekolah prioritas 1. Skrening untuk siswa SLPT dilakukan pada sekolah prioritas

Pelayanan P2P

Pelayanan Diare Balita Kasus yang terdata baru data kunjungan pasien ke

puskesmas, untuk kasus dari jejaring belum terdata

1. Meningkatkan koordinasi dengan jejaring puskesmas

2. Melakukan kunjungan ke faskes jejaring

1. Meningkatkan koordinasi dengan jejaring puskesmas

2. Melakukan kunjungan ke faskes jejaring

(16)

No Prioritas Masalah Penyebab masalah Alternatif

pemecahan masalah Pemecahan masalah terpilih Penemuan penderita

Pneumonia balita Kasus yang terdata baru data kunjungan pasien ke

puskesmas, untuk kasus dari jejaring belum terdata

1. Meningkatkan koordinasi dengan jejaring puskesmas

2. Melakukan kunjungan ke faskes jejaring

1. Meningkatkan koordinasi dengan jejaring puskesmas

2. Melakukan kunjungan ke faskes jejaring

Proporsi tenaga kesehatan

Kusta tersosialisasi Pengelola Program P2 baru mengetahui bahwa Kusta masuk dalam indikator PKP Dokter dan pengelola P2 baru mendapatkan sosialisasi tentnag Kusta pada pertengan tahun 2022

1. Sosialisasi ulang tentang P2 Kusta kepada Petugas Puskesmas dan Kader

1. Sosialisasi ulang tentang P2 Kusta kepada Petugas Puskesmas dan Kader

Terduga TBC yang mendapatkan pelayanan diagnostik baku/ sesuai standar

Pencarian suspek masih kurang Programer TB belum pernah mendapatkan pelatihan pengelolaan TBC

1. Meningkatkan kualitas pelaksanaan Investigasi Kontak TB

2. Peningkatan Kapasitas Petugas TB

1. Meningkatkan kualitas

pelaksanaan Investigasi Kontak TB

2. Peningkatan Kapasitas Petugas TB

Orang yang beresiko terinfeksi HIV mendapatkan

pemeriksaan HIV

Tidak semua ibu hamil periksa di puskesmas sehingga tidak tercatatat status HIVnya

1. Meningkatkan koordinasi dengan

jejearing puskesmas 1. Meningkatkan koordinasi dengan jejearing puskesmas

Angka Bebas Jentik (ABJ) Kesadaran masyarakat untuk melaksanakan PSN secara rutin masih rendah

1. PSN oleh kader, pembentukan kader PJB Tk.Dusun,

2.

Mengoptimalkan Tim Pokjanal Kecamatan .

3. Sosialisasi DBD tingkat desa dan dusun

4.

Ddiharapkan adanya dukungan dana dari Desa untuk kegiatan PSN Kader.1

5. Usulan untuk melaksanakan kegiatan Lethal Ovitrap

1. PSN oleh kader, pembentukan kader PJB Tk.Dusun,

2.

Mengoptimalkan Tim Pokjanal Kecamatan .

3. Sosialisasi DBD tingkat desa dan dusun

4.

Ddiharapkan adanya dukungan dana dari Desa untuk kegiatan PSN Kader.1 5. Usulan untuk melaksanakan

kegiatan Lethal Ovitrap

(17)

No Prioritas Masalah Penyebab masalah Alternatif

pemecahan masalah Pemecahan masalah terpilih

UCI desa Masih ada sasaran yang

menolak vaksin dan prosentasenya meningkat dibanding tahun 2021

1. Melakukan pendekatan kepada sasaran melalui pihak yang kompeten

2. Sosialiasi Imunisasi Dasar Lengkap

1. Melakukan pendekatan kepada sasaran melalui pihak yang kompeten

2. Sosialiasi Imunisasi Dasar Lengkap

Wanita usia 30 - 50 tahun yang melaksanakan deteksi dini kanker payudara dan atau kanker leher Rahim

Kesadaran sasaran untuk periksaa IVA dan sadari masih kurang

Sasaran malu untuk periksa IVA dan sadari

Masih dalam situasi pandemi

1. Peningkatan upaya edukasi kepada wanita usia 30-50 tahun untuk bersedia periksa IVA

1. Peningkatan upaya edukasi kepada wanita usia 30-50 tahun untuk bersedia periksa IVA

Pelayanan Gizi Masyarakat Balita naik berat badannya

(N/D)

Balita sakit Pola asuh orang tua Adanya penyakit penyerta Dacin lama tidaK dilakukan kalibrasi

1.

Konseling pada balita 3T.

2.

Rujuk pada balita yang mempunyai penyakit penyerta.

3.

Refresing kader.

4. Kerjasama dengan desa untuk menganggarkan dana

5. Sosialisasi PMBA

1.

Konseling pada balita 3T.

2.

Rujuk pada balita yang mempunyai penyakit penyerta.

3.

Refresing kader.

4. Kerjasama dengan desa untuk menganggarkan dana

5. Sosialisasi PMBA Pelayanan Kesehatan

Lingkungan

Pengawasan Sarana Air

Bersih Keterbatasan SDM Sanitasi

Lingkungan dengan jumlah sasaran yang besar ( 2.026)

1. Pendekatan melalui pemicuan STBM

2.

Peningkatan Kunjungan rumah dalam rangka pengawasan kuatitas Air ( SKAMRT )

1. Pendekatan melalui pemicuan STBM

2.

Peningkatan Kunjungan rumah dalam rangka pengawasan kuatitas Air ( SKAMRT ) Pelayanan Perkesmas

(18)

No Prioritas Masalah Penyebab masalah Alternatif

pemecahan masalah Pemecahan masalah terpilih Rasio kunjungan rumah Kunjungan rumah

diprioritaskan pada 4 indikator ( ODGJ, KB, HT, TBC) Yang belum tercapai di KK dengan HT Masih dalam kondisi pandemi

1. Perbaikan pencatatan dan pelaporan kasus prioritas ( ODGJ,KB,HT, TBC)

2. Peningkatan kerjasana lintas program pada indikator prioritas

1. Perbaikan pencatatan dan pelaporan kasus prioritas ( ODGJ,KB,HT, TBC)

2. Peningkatan kerjasana lintas program pada indikator prioritas Upaya Kesehatan gigi

masyarakat

PAUD dan TK yang mendapat penyuluhan/pemeriksaan gigi dan mulut

Pelayanan kesehatan olahraga Pembinaan kebugaran jasmani pada anak sekolah

No Prioritas Masalah Penyebab masalah Alternatif Pemecahan masalah terpilih

(19)

pemecahan masalah 1 Pasien HT & DM tidak rutin

control

- Pasien merasa tidak

sakit - Edukasi saat berobat ke

Puskesmas

- Edukasi melalui Kelas Hipertensi - Edukasi saat PHN

- Edukasi saat berobat ke Puskesmas

- Edukasi saat PHN Linsek dan kader belum

berperan aktif dalam edukasi HT dan DM

Leaflet belum tersedia Belum ada perencanaan update ilmu untuk petugas PHN tentang HT & DM belum optimal

Belum ada kolaborasi antar programer untuk intervensi

- Meningkatkan peran aktif Linsek melalui kegiatan

rapat,koordinasi dg OPD, Lokmin Linsek

- PHN ( kunjungan rumah )

Meningkatkan peran aktif Linsek melalui kegiatan rapat,koordinasi dg OPD, Lokmin Linsek

PHN ( kunjungan rumah )

Kelas hipertensi yang sudah terbentuk belum aktif

- Belum semua desa memiliki kelompok/

kelas Hipertensi - Leaflet tentang HT

dan DM belum tersedia

- Video edukasi HT yang sudah ada belum dimaksimalkan dan belum semua pendamping bisa ikut - Belum semua desa

memiliki kelompok/

Aktivasi Kelas Hipertensi Mengoptimalkan video edukasi hipertensi

Kolaborasi antar programer melalui kegiatan validasi kegiatan validasi data gizi dan KIA,advokasi bumil dg HT pada kegiatan pendampingan bumil risti

Gerakan bumil sehat

Optimalisasi peran kader di posbindu dalam penemuan, tindak lanjut dan pelaporan kasus baru dan edukasi pasien HT dan DM

Kolaborasi antar programer melalui kegiatan validasi kegiatan validasi data gizi dan KIA,advokasi bumil dg HT pada kegiatan pendampingan bumil risti

- Aktivasi Kelas Hipertensi - Mengoptimalkan video edukasi

- mengoptimalkan pelaksanaan posbindu

(20)

kelas Hipertensi - Belum ada kolaborasi

data antar programer - Posbindu PTM belum

optimal dilaksanakan disemua desa

Kemudahan akses dalam segala hal (transportasi, makanan) mengubah pola hidup masyarakat

Konsumsi harian dan kegiatan

dimasyarakat belum

memperhatikan germas

Penyuluhan Germas pada kegiatan jambore kader

Gerakan bumil sehat

- Penyuluhan Germas pada kegiatan jambore kader

- Gerakan bumil sehat

Belum ada anggaran khusus untuk kelompok hipertensi Kalurahan dan kelurahan belum mengalokasikan anggaran kesehatan khusus untuk HT dan DM

Koordinasi dengan OPD dan

perangkat desa

-

Koordinasi dengan OPD

dan perangkat desa pada saat lokmin linsek

Pelayanan Gawat Darurat - -

Masa berlaku sertifikat PPGD

sudah habis di tahun 2022 Masih ada petugas yang belum mau berangkat pelatihan

Petugas kesehatan dan manajemen belum proaktif Pelatihan masih berupa penawaran, belum perintah Belum ada target jumlah petugas yang dikirim pelatihan

- Pembuatan daftar masa berlaku sertifikat PPGD baik di unit UGD maupun Managemen

- Pelatihan PPGD bersifat perintah wajib dengan surat tugas - Adanya penentuan target jumlah petugas yang dikirim untuk pelatihan PPGD setiap tahunnya - Alokasi dana yang jelas untuk

Alokasi dana yang jelas untuk PPGD di RPK tahunan

Adanya penentuan target jumlah petugas yang dikirim untuk pelatihan PPGD setiap tahunnya Pelatihan PPGD bersifat perintah wajib dengan surat tugas

Petugas Kesehatan dan

managemen sama-sama proaktif

(21)

setiap tahunnya

belum ada warning system bagi petugas yang masa aktif sertikat hampir habis

Tidak setiap bulan ada penawaran pelatihan Akses ke tempat pelatihan jauh

Masa pandemi sehingga belum banyak pelatihan PPGD Belum ada aturan yang jelas untuk mewajibkan petugas bagi yang PPGDnya tidak aktif Alokasi dana untuk pelatihan PPGD belum jelas

PPGD di RPK tahunan - Memanfaatkan setiap penawaran pelatihan PPGD dengan mengirimkan petugas sesuai daftar urutan pelatihan

- Petugas Kesehatan dan managemen sama-sama proaktif untuk berkomitmen sesuai RPK berjalan

untuk berkomitmen sesuai RPK berjalan

Pelayanan Laboratorium - -

PMI Belum tercapai Alat sudah tidak stabil karena sudah terlalu lama

Listrik tidak stabil sering mati listrik

Usulan alat baru belum terealisasi

UPS belum tersedia

- Usulan alat baru pada DAK - Penggunaan stailitator alat - Pengusulan UPS pada RPK - Pengusulan stabilitator alat

- Usulan alat baru pada DAK - Penggunaan stailitator alat - Pengusulan UPS pada RUK

- Pengusulan stabilitator alat

Mutu Puskesmas - -

1 Keberhasilan pengobatan pasien TB semua kasus sensitive obat baru mencapai 42,86% dari target 90%

Tidak semua pasien batuk (terduga TB) bersedia diperiksa dahaknya.

Kemampuan petugas untuk mendiagnosa suspect TB belum optimal

- Edukasi terhadap pasien terduga TB

- Mengajari cara berdahak yang benar

- Refresing petugas tentang

- Edukasi terhadap pasien terduga TB

- Mengajari cara berdahak yang benar

- Refresing petugas

(22)

Kesadaran masyarakat untuk periksa bukan batuk biasa masih rendah

TB

- Edukasi kader tentang TB - Optimalisasi peran kader dalam edukasi, penjaringan, dan pemantauan penderita TB

tentang TB

- Edukasi kader tentang TB

Optimalisasi peran kader dalam edukasi, penjaringan, dan pemantauan penderita TB - Anggaran dari BOK

yang pemakaiannya sudah ada aturannya

- Penyesuaian kegiatan

dengan anggaran BOK - Penyesuaian kegiatan dengan anggaran BOK

Belum ada kerja sama dengan jejaring

Kerjasama lintas sektor masih kurang dalam perannya untuk

mengedukasi masyarakat perlunya periksa bukan batuk biasa

- Advokasi jejaring untuk ikut berperan serta dalam penjaringan suspek TB

- Mengoptimalkan lokmin Linsek untuk penyampaian informasi tentang TB

- Advokasi jejaring untuk ikut berperan serta dalam penjaringan suspek TB

- Mengoptimalkan lokmin Linsek untuk penyampaian informasi tentang TB

- Masyarakat sekitar kurang mendukung, terkadang penderita dikucilkan, dan masih ada stigma terhadap penderita TB

- Melibatkan tokoh

masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif pada penderita TB

- Melibatkan tokoh masyarakat untuk

menghilangkan stigma negatif pada penderita TB melalui rapat koordinasi forkomkap

- Kurangnya form TB - Belum ada sarana

khusus untuk berdahak (pojok dahak)

- Mencetak form TB - Membuat pojok dahak

- Mencetak form TB Membuat pojok dahak

Manajemen Puskesmas - -

(23)

- - -

(24)

F. Identifikasi Harapan dan Kebutuhan Masyarakat ANALISA IDENTIFIKASI KELUHAN PELANGGAN UPT PUSKESMAS WATES

FARMASI TAHUN 2022

SUMBER : MASUKAN PELANGGAN DARI SURVEY KEPUASAN DAN KOTAK SARAN FARMASI

NO BUL AN

MASUKAN PELANGGAN

KESESUAIAN DENGAN VISI DAN

MISI

IDENTIFI KASI PENYEB

AB

RENCANA TINDAK LANJUT

TINDAK LANJUT

SESUAI SESUAITIDAK

1 Agus tus

perlu ditambah pengeras suara

sesuai

pasien tidak mendeng ar pemangg ilan di Farmasi

menyampaika n ke

penanggung jawab SARPRAS untuk memasang pengeras suara di Farmasi

sudah ditindak lanjuti dengan memasang pengeras suara diunit Farmasi

ANALISA IDENTIFIKASI KELUHAN PELANGGAN UPT PUSKESMAS WATES

LABORATORIUM TAHUN 2022

SUMBER : MASUKAN PELANGGAN DARI SURVEY KEPUASAN DAN KOTAK SARAN LABORATORIUM

NO BULAN MASUKAN PELANGGAN

KESESUAIAN DENGAN VISI

DAN MISI

IDENTIFIKA SI PENYEBAB

RENCANA TINDAK LANJUT

TINDAK LANJUT

SESUAI SESUAITIDAK

1 Mei

Pelayanan dan Hasil

pemeriksaan kalau bisa dipercepat

sesuai

pasien lama menunggu , dari pagi dan belum mulai pelayanan

Menyampaik an tim UKP

Memasukkan ke RPK Tim Audit internal tentang waktu tunggu pelayanan di semua unit layanan

(25)

NO BULAN MASUKAN PELANGGAN

KESESUAIAN DENGAN VISI

DAN MISI IDENTIFIKASI PENYEBAB

RENCANA TINDAK LANJUT

TINDAK LANJUT

SESUAI SESUAITIDAK

1 Maret

ada petugas yang tidak ramah dalam memberikan informasi di pelayanan Vaksin

sesuai beberapa

petugas tidak ramah di pelayanan VAKSIN

dilakukan pembinaan pada petugas di pelayanan vaksinasi ( klarifikasi karena salah paham informasi )

pembinaan dan

pendampingan petugas oleh Tim Etik

ANALISA IDENTIFIKASI KELUHAN PELANGGAN UPT PUSKESMAS WATES

SARPRAS TAHUN 2022

SUMBER : MASUKAN PELANGGAN DARI SURVEY KEPUASAN DAN KOTAK

SARAN SARPRAS

(26)

ANALISA IDENTIFIKASI KELUHAN PELANGGAN UPT PUSKESMAS WATES

BP UMUM TAHUN 2022

(27)

ANALISA IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT UPT PUSKESMAS WATES TAHUN 2022

SUMBER : MASUKAN PELANGGAN DARI GOOGLE FORM MARET 2022

(28)

ANALISA IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT UPT PUSKESMAS WATES TAHUN 2022

SUMBER : MASUKAN LOKMIN LINSEK , 8 NOPEMBER 2022

(29)

ANALISA IDENTIFIKASI KELUHAN PELANGGAN UPT PUSKESMAS WATES

PENDAFTARAN TAHUN 2022

SUMBER : MASUKAN PELANGGAN DARI SURVEY KEPUASAN DAN KOTAK

SARAN PENDAFTARAN

Referensi

Dokumen terkait

Puskesmas Bandar Dolok telah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen logistik, namun masih terdapat beberapa masalah yaitu banyak alat kesehatan yang rusak, alat dan barang yang

bahwa Puskesmas merupakan instansi pelayanan kesehatan terdepan dalam melaksanakan upaya kesehatan masyarakat, upaya kesehatan perorangan dan administrasi manajemen

menyelenggarakan fungsi manajemen puskesmas untuk mendukung kinerja, menyelenggarakan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat, dan menyelenggarakan kerja sama lintas

Manajemen Resiko Puskesmas Medono merupakan suatu upaya sistematis yang Manajemen Resiko Puskesmas Medono merupakan suatu upaya sistematis yang dilakukan dalam rangka

ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS SIMPUS DI PUSKESMAS SATUI TAHUN 2022 Ermawati Alfitriani ¹, Meilya Farika Indah ², Chandra ³ ¹Program Studi Kesehatan

Grafik 4.1.2 Jumlah Tenaga Medis Di Kota Gunungsitoli Tahun 2022 Sumber : Bidang PSDK, Seksi SDMK, RS Bethesda Gunungsitoli 4.2 Tenaga Kesehatan di Puskesmas Berdasarkan

Dokumen ini berisi tugas evaluasi program kesehatan Puskesmas Sukatani berdasarkan data demografi dan sumber daya

Analisis masalah capaian indikator kinerja Puskesmas Lawang tahun 2022 dengan prioritas masalah berdasarkan metode