• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN AJAR PERANCANGAN KONTRAK

N/A
N/A
sarah safira

Academic year: 2023

Membagikan "BAHAN AJAR PERANCANGAN KONTRAK"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN KONTRAK

 Perancangan kontrak merupakan proses atau cara untuk merancang kontrak.

 Kontrak berfungsi untuk mencegah dan meminimalisir timbulnya masalah di kemudian hari.

maka masing-masing pihak yang terikat dalam kontrak dapat mengetahui hak dan juga kewajibannya. sehingga pelaksanaan hubungan bisnis dapat berjalan dengan baik dan lancar.

 Merancang kontrak adalah mengatur dan merencanakan struktur, anatomi, dan substansi kontrak yang dibuatu oleh para pihak.

 Tahapan dalam perancangan kontrak ada 3 (tiga) tahapan di dalam penyusunannya, yaitu : (1) Tahap pra-kontraktual; (2) Tahap kontraktual; dan (3) Tahap pelaksanaan kontrak.

 Ada 3 unsur dalam kontrak, yaitu unsur ESENSIALIA, unsur NATURALIA dan unsur AKSIDENTALIA.

 Unsur Esensialia hal pokok dalam suatu perjanjian, sehingga tanpanya perjanjian menjadi tidak sah dan tidak mengikat para pihak yang membuatnya. (contoh, unsur esensialia pada perjanjian jual beli adalah adanya barang dan harga).

 Unsur Naturalia Unsur naturalia adalah unsur perjanjian yang oleh hukum diatur tetapi dapat dikesampingkan oleh para pihak

 Unsur Aksidentalia unsur pelengkap dari perjanjian yang ditambahkan oleh para pihak, sementara Undang – Undang sendiri tidak mengatur tentang hal tersebut.

 Pasal 1330 KUH Perdata menyatakan “tidak cakap untuk membuat perjanjian” adalah : Orang-orang yang belum dewasa ; Mereka yang ditaruh dibawah pengampuan ; Wanita yang sudah bersuami.

 Dalam hukum kontrak perdata dikenal azas-azas hukum, di antaranya yaitu Asas Kebebasan Berkontrak, Asas Konsensualisme, Asas Pacta Sunt Servanda, Asas Iktikad Baik (Good Faith).

 Perbedaan kontrak dan perjanjian, Perjanjian lebih luas dari kontrak. Kontrak merujuk pada suatu pemikiran adanya keuntungan komersil yang diperoleh kedua belah pihak. Sedangkan perjanjian dapat berarti social agreement yang belum tentu menguntungkan kedua belah pihak secara komersil.

 Kontrak berfungsi untuk mencegah dan meminimalisir timbulnya masalah di kemudian hari.

masing-masing pihak yang terikat dalam kontrak dapat mengetahui hak dan juga kewajibannya. Sehingga pelaksanaan hubungan bisnis dapat berjalan dengan baik dan lancar.

 Fungsi dan Tujuan pembuatan kontrak sama dengan tujuan hukum pada umunya yaitu terciptanya keadilan, ketertiban, dan kepastian hukum. Kontrak atau perjanjian melahirkan perikatan, dan menimbulkan hubungan hukum yang melahirkan hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak.

 Yang harus diperhatikan sebelum melakukan perjanjian kontrak dengan pihak lain terdapat empat syarat sahnya perjanjian, antara lain:

 Adanya kesepakatan kedua belah pihak;

 Kecakapan untuk melakukan perbuatan hukum;

 Adanya objek perjanjian;

 Adanya causa yang halal.

 Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) sebagaimana tercantum pada Pasal 57 Undang- undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan: “Perjanjian kerja untuk waktu tertentu dibuat secara tertulis serta harus menggunakan bahasa Indonesia dan huruf latin”

(2)

 Dalam Pasal 1338 KUHPer menyatakan bahwa : “Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Suatu perjanjian itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan sepakat kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik.”

 Dalam Pasal 1339 KUHPer menyatakan bahwa : “Suatu perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan didalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat perjanjian, diharuskan oleh kepatutan, kebiasaan atau undang-undang.”

NEGOSIASI KONTRAK a. Negosiasi Kontrak, b. Sifat Negosiasi

c. Kode etik dan Perilaku Negosiasi d. Strategi Dasar Dalam Teknik Negosiasi

a. Negosiasi Kontrak adalah Sebuah Proses untuk menyerahkan dan mempertimbangkan penawaran-penawaran sampai suatu penawaran diterima. …

b. Sifat Negosiasi kontrak

Positif : Negosiasi yang kooperatif, jika para pelaku negosiasi hendak mencapai suatu kontrak yang bersifat kerjasama. Jadi, sifat positif itu diperoleh dari maksud orang untuk memulai sesuatu yang baru dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Negatif : Negosiasi yang kompetitif, jika para pelaku negosiasi hendak mencapai suatu perdamaian. Suatu negosiasi untuk mencapai perdamaian bersifat negatif karena melalui negosiasi itu orang hendak mengakhiri sesuatu yang negatif, yaitu perselisihan atau sengketa itu.

c. Kode Etik Dan Perilaku Negosiasi

Win-Win Attitude : Suatu sikap yang dilandasi oleh itikad bahwa negosiasi kontrak itu sedapat mungkin pada akhirnya akan menghasilkan suatu kontrak yang menguntungkan secara timbal balik.

Right or wrong my client/ Gaya Soviet: Umumnya dilakukan oleh orang berpekara, walaupun cara ini sebaiknya dihindari. Alasannya dengan cara seperti ini siapa yang mau berhadapan dengan orang yang hanya mau menang sendiri, yang membuat orang enggan untuk bernegosiasi lebih lanjut.

d. Strategi Dasar Dalam Teknik Negosiasi :

 Membangun kepercayaan.

 Memenangkan commitment.

 Mengelola tentangan.

 Mengkompromikan jalan keluar.

5 Teknik Negosiasi Kontrak Yang Dilarang : 1. Tidak Menyinggung Perasaan

2. Tidak Menipu 3. Tidak Mengancam

4. Tidak meremehkan Penawaran 5. Tidak diskenariokan

Referensi

Dokumen terkait

Asas itikad baik tercantum dalam Pasal 1338 ayat (3) KUHPdt yang berbunyi: “Perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik.” Asas ini merupakan asas bahwa para pihak, yaitu

Ketentuan tentang asas iktikad baik diatur dalam Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata yang menegaskan perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. Apapun yang

Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik, dalam KUHPerdata, ketentuan mengenai itikad baik, khususnya yang berhubungan dengan pelaksanaan

“Suatu perjanjian hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan di dalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat perjanjian, diharuskan

Dengan terpenuhinya keseluruhan syarat sahnya perjanjian sebagaimana pasal 1320 BW, maka sejak saat perjanjian ditandatangani, perjanjian tersebut mengikat para

Demikian juga halnya dengan Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata yang menyatakan bahwa, perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. Hal ini dapat berarti bahwa, sekalipun telah

Hukum perjanjian juga menganut asas itikad baik seperti yang diatur dalam Pasal 1338 ayat (3) Kitab Undang–Undang Hukum Perdata yang menyatakan, “Perjanjian harus

II.3 Kontrak Kerja Konstruksi Definisi kontrak atau perjanjian menurut pasal 1313 KUH Perdata berbunyi: “Suatu persetujuan adalah suatu perbuatan di mana satu orang atau lebih