• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELAJAR TENTANG SATUAN ACARA PENYULUHAN

N/A
N/A
ai

Academic year: 2024

Membagikan "BELAJAR TENTANG SATUAN ACARA PENYULUHAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

SATUAN ACARA PENYULUHAN I.

Identifikasi Masalah

Kesehatan merupakan kebutuhan hak setiap insan agar dapat kemampuan yang melekat dalam diri. setiap insan.Hal ini hanya dapat dicapai bila masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, berperan serta untuk meningkatkan kemampuan hidup sehatnya.

Banyak orang yang bingung ketika menghadapi pernikahan. Ada yang sibuk mempersiapkan pernak – pernik pernikahan dan pesta pernikahan, tetapi lupa mempersiapkan ilmu, mental, spiritual dan kesehatan dalam menjalaninya. Meskipun setiap orang tahu bahwa pernikahan adalah ibadah, menggenapkan setengah agama, tetapi karena kesibukan persiapan perlengkapan nikah dan pestanya sering membuat nuansa ibadah dalam pernikahan tersebut terlupakan.

Dari data pengkajian diperoleh bahwa masih banyak calon pasangan suami istri meremehkan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Oleh karena itu diharapkan dengan diadakan penyuluhan tentang promkes pranikah ini akan menambah informasi pada kalangan remaja baik perempuan maupun laki-laki yang akan menikah.

II.

Pengantar

Topik : Kesehatan Pranikah Sub topik : Persiapan Pranikah

Sasaran : Laki – Laki dan Perempuan Hari/tanggal : Juma’at/ Oktober 2020

Waktu : 30 menit

III.

Tujuan Intuksional Umum (TIU)

Setelah mengikuti kegiatan selama 30 menit, terutama remaja belum menikah dapat memahami persiapan pranikah.

IV.

Tujuan Intuksional Khusus (TUK)

Setelah mengukuti kegiatan selama 30 menit diharapkan dapat memahami tentang : 1. Promosi Kesehatan Pranikah

2. Mengetahui Persiapan Pranikah

3. Mengetahui Informasi Konseling Pranikah

V.

Materi

1. Pengertian Promkes Pranikah 2. Persiapan Pranikah

3. Informasi Konseling Pranikah

(2)

VI.

Metode 1. Ceramah 2. Tanya jawab

VII.

Media

1. Slide 2. Leaflet

VIII.

Kegiatan Penyuluhan

I

N

X.

Tahap Waktu Kegiatan Pengajar Subyek Belajar

1 Pembukaan 4 Menit Memberi salam Menjawab salam

Memfokuskan materi dengan bercerita

Memperhatikan dengan

Menjelaskan tujuan pembelajaran

Seksama Memperhatikan

2 Pengembanga n

20 menit

Menjelaskan pengertian promkes

Memperhatikan dengan seksama pranikah

Memperhatikan Menjelaskan Persiapan Pranikah Mendengarkan

dan mencatat Memberi kesempatan audiens

untuk bertanya Menjawab Menjawab

pertanyaan mengajukan

pendapat

Menjelaskan Informasi Konseling Pranikah

Memperhatikan dan mencatat

(3)

Memberi kesempatan audience

Memperhatikan dan mencatat

untuk bertanya Menjawab pertanyaan

Mengajukan pertanyaan

3 6 Menit Peserta merangkum materi yang

Penutup telah disampaikan Memperhatikan

dan mencatat Menjelaskan prosedur evaluasi

Memperhatikan Memberikan evaluasi secara lisan Menjawab

pertanyaan Memberi salam penutup evaluasi

Menjawab salam

X.

Kriteria Evaluasi

1. Evaluasi Struktur a. Kesiapan materi b. Kesiapan SAP

c. Kesiapan media : slide dan leaflet d. Ada peserta yang hadir pada via zoom

e. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan menggunakan virtual (zoom) f. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya 2. Evaluasi Proses

a. Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan

c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar d. Suasana penyuluhan tertib

e. Ada peserta yang mendengarkan materi penyuluhan f. Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 8 orang 3. Evaluasi Hasil

Peserta penyuluhan dapat:

a. Menjelaskan pengertian promkes pranikah b. Menjelaskan persiapan pranikah

(4)

c. Menjelaskan informasi konseling pranikah

XI.

Pelaksana

1. Penyuluh : ...

2. Moderator : ...

3. Notulen : ...

4. Obserber : ...

5. Fasilitator : ...

(5)

A. Pengertian

MATERI

PROMOSI KESEHATAN PRANIKAH

Promosi kesehatan pranikah merupakan suatu proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya yang ditujukan pada masyarakat reproduktif pranikah. Remaja wanita yang akan memasuki jenjang perkawinan perlu dijaga kondisi kesehatannya. Kepada para remaja di beri pengertian tentang hubungan seksual yang sehat, kesiapan mental dalam menghadapi kehamilan dan pengetahuan tentang proses kehamilan dan persalinan, pemeliharaan kesehatan dalam masa pra dan pasca kehamilan.

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 pengertian pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Perkawinan di Indonesia hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun, sedangkan pihak wanita mencapai umur 16 tahun.

B. Persiapan Pra Nikah

1.

Persiapan Fisik:

a.

Pemeriksaan status kesehatan :

- tanda-tanda vital (suhu, nadi, frekuensi nafas, tekanan darah)

b.

Pemeriksaan Darah rutin :

- Hb, Trombosit, Lekosit,

c.

Pemeriksaan Darah yang dianjurkan : - Golongan Darah dan Rhesus - Gula Darah Sewaktu (GDS) - Thalasemia

(6)

- Hepatitis B dan C

- TORCH (TOksoplasmosis, Rubella, Citomegalovirus dan Herpes simpleks)

d.

Pemeriksaan Urin: Urin Rutin

2.

Persiapan Gizi : Peningkatan status gizi calon pengantin terutama perempuan melalui penanggulangan KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan anemia gizi besi serta defisiensi asam folat. Penilaian status gizi pada Penilaian status gizi pada calon pengantin calon pengantin perempuan dilakukan pengukuran LILA. Ambang batas adalah 23,5 cm.

Apabila ukuran LILA kurang 23,5 cm atau dibagian merah pita LILA, artinya wanita tersebut mempunyai risiko KEK, dan diperkirakan akan melahirkan berat bayi lahir rendah (BBLR). BBLR mempunyai risiko kematian, gizi kurang, gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan anak.

3.

Status Imunisasi TT : Pencegahan dan perlindungan diri yang aman terhadap penyakit tetanus dilakukan dengan pemberian 5 dosis imunisasi TT untuk mencapai kekebalan penuh.

Status TT Interval (selang waktu) Lama

TT I 0

TT II 4 minggu setelah TT I 3 tahun

TT III 6 bulan setelah TT II 5 tahun

TT IV 1 tahun setelah TT III 10 tahun

TT V 1 tahun setelah TT IV 25 tahun

4.

Menjaga kebersihan organ reproduksi

a.

Sebaiknya pakaian dalam diganti minimal 2 kali sehari.

b.

Tidak menggunakan pakaian dalam yang ketat dan berbahan non sintetik.

c.

Pakailah handuk yang bersih, kering, tidak lembab/bau.

d.

Membersihkan organ reproduksi luar dari depan ke belakang dengan menggunakan air bersih dan dikeringkan menggunakan handuk atau tisu.

e.

Khusus untuk perempuan :

- Tidak boleh terlalu sering menggunakan cairan pembilas vagina.

- Jangan memakai pembalut tipis dalam waktu lama.

- Pergunakan pembalut ketika mentruasi dan diganti paling lama setiap 4 jam sekali atau setelah buang air.

- Bagi perempuan yang sering keputihan, berbau dan berwarna harap memeriksakan diri ke petugas kesehatan.

f.

Bagi laki-laki dianjurkan disunat untuk kesehatan.

5. ketidaksetaraan gender dalam pernikahan

Bentuk Ketidaksetaraan gender dalam kehidupan berumah tangga antara lain :

a. Stereotipi (pelabelan kepada perempuan atau laki-laki. misalnya : laki-laki

(7)

kuat, perempuan lemah, perempuan emosional, laki-laki rasional).

b. Subordinasi (yang diutamakan adalah laki-laki terlebih dahulu baru perempuan)

c. Marginalisasi (perempuan ditempatkan sebagai orang yang tidak memiliki peran penting)

d. Beban ganda (beban kerja perempuan lebih lama dan lebih banyak, perempuan dituntut menjadi ibu rumah tangga sekaligus pencari nafkah keluarga).

Pernikahan ideal dapat terjadi ketika perempuan dan laki-laki dapat saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Akan tetapi apabila hal diatas tidak terjadi, maka hal-hal yang harus dihindari dalam pernikahan adalah melakukan :

1.

Kekerasan secara fisik (memukul, menendang, menampar, menjambak rambut, menyundut dengan rokok, melukai)

2.

Kekerasan secara psikis (menghina, komentar-komentar yang merendahkan, melarang istri mengunjungi saudara atau temantemannya, mengancam)

3.

Kekerasan seksual (memaksa dan menuntut berhubungan seksual)

4.

Penelantaran (tidak memberi nafkah istri, melarang istri bekerja)

5.

Eksploitasi (memanfaatkan, memperdagangkan dan memperbudakan )

6.

Kekerasan lainnya

C. Informasi konseling pranikah

1.

Kesehatan Reproduksi

Kesehatan reproduksi adalah keadaan yang menunjukkan kondisi kesehatan fisik, mental, dan sosial seseorang dihubungkan dengan fungsi dan proses reproduksinya termasuk di dalamnya tidak memiliki penyakit atau kelainan yang mempengaruhi kegiatan reproduksi tersebut.

Dalam kesehatan reproduksi pembagian peran sosial perempuan dan laki-laki mempunyai pengaruh besar terhadap kesehatan perempuan dan laki-laki. Peran sosial laki-laki dan perempuan itu semakin dirasakan dalam kesehatan reproduksi.

Masalah kesehatan reproduksi dapat terjadi sepanjang siklus hidup manusia, misalnya masalah pergaulan bebas pada remaja, kehamilan remaja, aborsi yang tidak aman, kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi. Status/posisi perempuan di masyarakat merupakan penyebab utama masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi perempuan karena menyebabkan perempuan kehilangan kendali terhadap kesehatan,

(8)

tubuh, dan fertilitasnya. karena menyebabkan perempuan kehilangan kendali terhadap kesehatan, tubuh, dan fertilitasnya

2.

Hak reproduksi dan seksual

Kedua calon pengantin mempunyai kebebasan dan hak yang sama dan secara bertanggungjawab dalam memutuskan untuk berapa jumlah anak mereka, jarak kelahiran antara anak satu dengan yang kedua dan seterusnya serta menentukan waktu kelahiran dan dimana anak tersebut dilahirkan. Hak Rerpoduksi dan seksual menjamin keselamatan dan keamanan calon pengantin, termasuk didalamnya mereka harus mendapatkan informasi yang lengkap tentang kesehatan reproduksi dan seksual, serta efek samping obatobatan, alat dan tindakan medis yang digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi.

Hak reproduksi juga mencakup informasi yang mudah, lengkap, dan akurat tentang penyakit menular seksual, agar perempuan dan laki-laki terlindungi dari infeksi menular seksual (IMS) serta dan memahami upaya pencegahan dan penularannya yang dapat berakibat buruk terhadap kesehatan reproduksi laki-laki, perempuan dan keturunannya.

3.

Organ reproduksi

a.

Organ Reproduksi Perempuan

1) Ovarium (Indung Telur). Organ yang terletak di kiri dan kanan rahim di ujung saluran telur (fimbrae/umbai-umbai) dan terletak di rongga pinggul, indung telur berfungsi mengeluarkan sel telur (ovum), s

2) Tuba Fallopii (saluran telur). Saluran di kiri dan kanan rahim yang berfungsi untuk mengantar ovum dari indung telur menuju rahim.

3) Fimbrae (umbai-umbai). Dapat di analogikan dengan jari-jari tangan, umbai- umbai ini berfungsi untuk menangkap sel telur yang dikeluarkan indung telur.

4) Uterus (rahim). Merupakan tempat janin berkembang, bentuknya seperti buah pir dan berat normalnya antara 30-50 gram.

5) Serviks (leher rahim). Bagian rahim yang berbatasan dengan vagina. Pada saat persalinan tiba, leher rahin membuka sehingga bayi dapat keluar

6) Vagina (liang senggama). Merupakan sebuah saluran berbentuk silinder dengan diameter depan ± 6,5 cm dan dinding belakang ± 9 cm yang bersifat elastis dengan berlipat lipat. Fungsinya sebagai tempat penis berada saat bersanggama, tempat keluarnya menstruasi dan bayi.

7) Klitoris (kelentit). Merupakan organ kecil yang paling peka rangsangan

(9)

dibanding dengan bagian-bagian alat kelamin perempuan yang lain.

Klitoris banyak mengandung pembuluh darah dan syaraf.

8) Labia (bibir kemaluan). Terdiri dari dua bibir, yaitu bibir besar(labia mayor) dan bibir kecil (labia minor)

b.

Organ Reproduksi Pria

1) Testis (buah zakar). Berjumlah dua buah untuk memproduksi sperma setiap hari dengan bantuan testosteron. Testis berada dalam skrotum, diluar rongga panggul karena pembentukan sperma membutuhkan suhu yang lebih rendah dari pada suhu badan (36,7 o C). Sperma merupakan sel yang berbentuk seperti berudu (kecebong) berekor hasil dari testis yang dikeluarkan saat ejakulasi bersama cairan mani dan bila bertemu dengan sel telur yang matang akan terjadi pembuahan.

2) Skrotum (kantung buah zakar). Kantong kulit yang melindungi testis, berwarna gelap dan berlipat lipat. Skrotum adalah tempat bergantungnya testis. Skrotum mengandung otot polos yang mengatur jarak testis ke dinding perut dengan maksud mengatur suhu testis agar relatif tetap.

3) Vas deferens (saluran sperma). Saluran yang menyalurkan sperma dari testis- epididimis menuju ke uretra/ saluran kencing pars prostatika. Vas deferens panjangnya ± 4,5 cm dengan diameter ±2,5 mm. Saluran ini muara dari Epididimis yaitu saluran- saluran yang lebih kecil dari vas deferens. Bentuknya berkelok-kelok dan membentuk bangunan seperti topi.

4) Prostat, vesikula seminalis dan beberapa kelenjar lainnya. Kelenjar-kelenjar yang menghasilkan cairan mani (semen). yang berguna untuk memberikan makanan pada sperma.

5) Penis. Berfungsi sebagai alat sanggama dan sebagai saluran untuk pengeluaran sperma dan air seni. Pada keadaan biasa, ukuran penis kecil.

4.

Persiapan pra nikah:

a.

Fisik

b.

Gizi

c.

Imunisasi TT

d.

Kebersihan organ reproduksi dalam pencegahan IMS

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Kesehatan RI. 2015. Buku Saku Kesehatan Reproduksi dan Seksual Bagi Calon Pengantin.Jakarta.

Manuaba, I.A.C., I.B.G.F. Manuaba, dan I.B.G. Manuaba. 2017. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : EGC.

Nugroho, T. 2014. Obsgyn : Obstetri dan Ginekologi. Yogyakarta : Nuha Medika.

Susilowati. Kuspriyanto, 2016. Gizi dala daur kehidupan. Bandung: PT Refika Aditama

Referensi

Dokumen terkait

Siswa SD menjelaskan tentang manfaat perilaku membuang sampah yang benar  Siswa SD menjelaskan tentang manfaat perilaku membuang sampah yang benar ... Trusted by over 1

f. Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien. Membuat pencatatan dan pelaporan... 4) Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi serta

Setelah mengikuti penyuluhan selama 1 x 40 menit, 80% pengunjung dapat memahami tentang pengertian keluarga berencana, manfaat dari  program keluarga berencana, jenis-jenis alat

Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 x 45 menit, Lansia Dusun Sapen, Desa Banyu Bening dapat memahami dan menjelaskan kembali tentang penyakit hipertensi dan

Dimana kegiatan pengabdian masyarakat hendak dilakukan, memberi dukungan dalam kegiatan ini dengan memudahkan koordinasi pengadaan kegiatan penyuluhan tentang “Edukasi Kebutuhan Gizi

Penutup 1.Memberi komentar dan menjawab, menyampaikan kesimpulan 2.Memperhatikan 1.Mengundang Komentar atau pertanyaan bagi mahasiswa sedangkan mahasiswa yang lain untuk

Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1x30 menit, diharapkan kepada warga mengetahui, seputar sampah, jenis organic dan anorganik, serta

Tahap 1 Pembukaan  Mengucapkan salam  Memperkenalkan diri  Menyampaikan tentang tujuan pokok materi  Meyampaikan pokok pembahasan  Kontrak waktu 5 Menit Menjawab salam