DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...2
BAB I...3
PENDAHULUAN...3
I. Latar Belakang...3
II. Rumusan Masalah...4
III. Tujuan...4
BAB II...5
PEMBAHASAN...5
A. Bentuk-bentuk Layanan Konseling ABK...5
1. Layanan Dasar...5
2. Perencanaan Individual...6
3.Layanan Responsif...6
4.Dukungan Sistem...7
BAB III...9
PENUTUP...9
A. KESIMPULAN...9
B. SARAN...9
DAFTAR PUSTAKA...10
BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang
Anak berkebutuhan khusus tidak bisa disamakan dengan anak normal pada umumnya dalam pemberian layanan, dikarenakan anak berkebutuhan khusus mengalami hambatan perkembangan dan pertumbuhan yang dialami. Setiap individu ataupun peserta didik yang yang memiliki kekurangan fisik ataupun kecerdasan berhak memperoleh kesempatan serta layanan pendidikan yang sama dengan anak normal lainnya. Keberhasilan dalam pemberian layanan oleh guru Bimbingan dan Konseling yaitu dilihat dari program yang telah dibuat, serta pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling yang sudah sesuai dengan program. Guru Bimbingan dan Konseling di sekolah Inklusi dituntut lebih untuk melaksanakan program Bimbingan dan Konseling, karena dalam pendidikan inklusi tidak terdapat peserta didik yang normal, tetapi terdapat pula peserta didik yang memiliki kekurangan atau keterbatasan dalam hal kecerdasan maupun ketunaan.
Pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah merupakan proses bantuan yang diberikan oleh guru Bimbingan dan Konseling kepada klien atau peserta didik dalam bentuk individu maupun kelompok dengan tujuan untuk memandirikan peserta didik dan mengentaskan suatu permasalah yang dihadapi oleh peserta didik. Hal ini didukung dengan pendapat Prayitno dan Amti (2013) yang menyatakan layanan Bimbingan dan Konseling merupakan proses bantuan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseli) melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya, supaya konseli mempunyai kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mempunyai kemampuan memecahkan masalahnya sendiri.
II. Rumusan Masalah
1. Bentuk-bentuk layanan konseling ABK a. Layanan dasar
b. Layanan individual c. Layanan responsif d. Dukungan sistem III. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami tentang bentuk-bentuk layanan konseling ABK
BAB II PEMBAHASAN
A. Bentuk-bentuk Layanan Konseling ABK
Layanan bimbingan dan konseling bagi anak berkebutuhan khusus tentu lebih ditekankan pada upaya pengembangan kecakapan hidup sehari hari (daily living activities), merupakan intervensi tidak langsung yang lebih terfokus upaya pengembangan yang akan melibatkan banyak pihak, terutama guru pendidikan khusus.
Setiap komponen layanan mempunyai strategi pelayanan masing masing. Keempat komponen pelayanan tersebut akan diuraikan sebagai berikut.
1. Layanan Dasar
Layanan dasar adalah layanan yang harus diberikan kepada seluruh siswa berkebutuhan khusus maupun lingkungan dan bersifat umum dalam rangka mencegah kemungkinan terjadinya gangguan, rintangan, atau hambatan dalam belajar maupun dalam hal perkembangan sehingga mampu membantu memberikan kemudahan bagi siswa dalam mencapai perkembangan optimal." Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar memperoleh dan dapat mencapai tugas tugas perkembangannya, maka pelayanan yang diberikan adalah sebagai berikut:
a) Bimbingan kelas
Layanan dasar diperuntukan bagi semua siswa. Hal ini berarti bahwa dalam peluncuran program yang telah dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para siswa di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan layanan bimbingan kepada para siswa. Kegiatan ini dapat berupa diskusi kelas atau brainstorming
b) Startegi Orientasi
Strategi ini merupakan sebuah layanan bimbingan yang dilaksanakan oleh konselor kepada siswa untuk memperkenalkan lingkungan yang baru dimasukinya atau yang baru diketahuinya terutama hal hala yang terdapat di sekitar lingkungan sekolah maupun madrasah agar memperlancara iklim pendidikan. Startegi orientasi merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan anak berkebutuhan khusus dan anak pada umunya dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya mereka dilingkungan baru tersebut, pelayanan orientasi ini dilaksanakan pada awal program pembelajaran baru. Materi pelayanan orientasi biasanya mencangkup organisasi sekolah, staf dan guru guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler , fasilitas atau sarana prasarana termasuk aksesibilotas yang disiapkan bagi anak berkebutuhan khusus dan tata tertib sekolah.
c. Strategi Informasi.
Berupa layanan yang menitik beratkan pada pemberian informasi kepada peserta didik agar dapat memahami diri dan lingkungannya.
d. Bimbingan kelompok.
Merupakan bentuk layanan bimbingan yang diberikan kepada kelompok kelompok kecil yang beranggotakan 10 sampai 12 peserta didik. Hal ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik agar dapat merespon kebutuhan dan minatnya.
e. Strategi pengumpulan data.
Berupa layanan yang bermaksud mengumpulkan berbagai data/ informasi mengenai peserat didik secara lengkap dan komprehensif.
2. Perencanaan Individual
Perencanaan Individual adalah layanan bimbingan yang bertujuan membantu individu membuat dan mengimplementasikan rencana rencana pendidikan, karir sosial dan pribadinya. Membantu individu memantau dan memahami peetumbuhan dan perkembangannya sendiri.
Tujuan dari adanya perencanaan individual adalah untuk membantu konseli memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya, mampu merumuskan tujuan, perencanaan atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar maupun karir.
Teknik bimbingannya adalah konsultasi dan konseling. Adapun kegiatan layanannya dalah sebagai berikut :
a. Siswa menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya yaitu yang menyangkut pencapaian tugas tugas perkembanganya, atau aspek aspek pribadi, sosial, belajar atau karir
b. Merumuskan tujuan dan perencanaan kegiatan yang menunjang pengembangan dirinya atau kegiatan yang menunjang pengembangan dirinya atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya
c. Melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan atau perencanaa yang telah ditetapkan d. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan.
3.Layanan Responsif
Layanan responsif merupakan layanan yang harus segera diberikan kepada peserta didik. Artinya jangan menunda memberikan bantuan jika peserta didik memiliki masalah. Layanan responsife merupakan layanan bantuan bagi para siswa yang memiliki kebutuhan atau masalah yang memerlukan bantuan atau pertolongan dengan segera.
Layanan ini bertujuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan yang dirasakan saat ini, atau para siswa yang dipandang mengalami hambatan dalam menyelesaikan tugas tugas perkembangannya.
Strategi dalam layanan responsif bersifat kuratif, strategi yang digunakan berupa :
a. Konseling individual, yaitu suatu strategi berupa dialog tatap muka antara konselor dan klien untuk memecahkan berbagai masalah dan mengembangkan segenap potensi yang dimiliki.
b. Konseling kelompok, yaitu suatu strategi yang dilaksanakan untuk membantu siswa memcahkan masalahnya melalui kelompok. Dalam konseling kelompok ini masing masing siswa mengemukakan masalah yang dialaminya, kemudian satu sama lain memberikan masukan atau pendapat untuk memecahkan masalah tersebut.
c. Refeal ( rujukan alih tangan ), guru pembimbing dapat mengalih tangankan masalah peserta didik bila di luar kewenangannya kepada pihak yang lebih berwenang, seperti psikolog, dokter dan pihak kepolisian.
d. Koloborasi dengan guru atau wali kelas, melalui kegiatan ini guru pembimbing dapat memperoleh informasi dan mengidentifikasi aspek aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru guru mata pelajaran untuk memecahkan masalah peserta didik dalam belajar.
e. Koloborasi dengan orang tua, melalui koloborasi atau kerja sama dengan orang tua ini memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi, pengertian dan tukar pikiran antara konselor dan orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta didik.
f. Konsultasi, konselor menerima layanan konsultasi dari orang tua, guru dan pihak sekolah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam bimbingan kepada peserta didik.
g. Koloborasi dengan pihak terkait, yaitu berkaitan dengan upaya sekolah untuk menjalin kerja sama dengan unsur unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan
h. Bimbingan teman sebaya, adalah strategi bimbingan yang dilakukan peserta didik terhadap peserta didik lainnya
4.Dukungan Sistem
Ketiga komponen di atas merupakan pemberian layanan BK kepada siswa secara langsung.
Sedangkan dukungan system merupakan komponen layanan dan kegiatan managemen yang secara tidak langsung. memberikan bantuan kepada siswa, atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa.
Dukungan sistem adalah kegiatan kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan, memelihara dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan professional, hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/ penasehat, masyarakat yang lebih luas dan mengembangan penelitian. Program ini memberikan dukungan kepada guru pembimbing dalam rangka memperlancar penyelenggraan ketiga program layanan diatas, sedangkan bagi personel pendidikan lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah.
Dukungan sistem ini meliputi dua aspek yaitu :
a. Pemberian Layanan, menyangkut kegiatan guru pembimbing, meliputi : 1) Konsultasi dengan guru guru
2) Menyelenggarakan program kerja sama dengan orang tua atau masyarakat 3) Berpartisipasi dalam merencanakan kegiatan kegiatan sekolah
4) Bekerja sama dengan personel sekolah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa
5) Melakukan penelitian tentang masalah masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan konseling.
b. Kegiatan manajemen
Kegiatan manajemen ini merupakan berbagai upaya untuk memantapkan, memelihara dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui kegiatan kegiatan pengembangan program, pengembangan staf, pemanfaatan sumber daya dan pengembangan penataan kebijakan.
Namun ada pendapat lain yang mengungkapkan bahwa ada beberapa jenis layanan konseling anak berkebutuhan khusus secara umum yaitu :
a Layanan bimbingan akademik, yaitu pemberian layanan yang membimbing anak dalam hal-hal yang berbau akademik. Meskipun ABK hidup dengan segala keterbatasannya, namun kebutuhn akademik bagi ABK adalah mutlak perlunya. Layanan ini dapat berupa memberikan fasilitas sekolah di SLB, sekolah anak autis, kursus singkat, les private untk membantu proses pembelajaran dan pengembangan intelegensi, dan aktivitas akademik lainnya.
b. Layanan bimbingan sosial pribadi, adalah salah satu layanan yang memberikan tantangan dan pelatihan terhadap anak berkebutuhan khusus terhadap lingkungan dan pribadinya. Layanan ini merupakan bimbingan yang melatih bagaimana agar anak dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Bahkan, tidak hanya ABK, hampir semua manusia di dunia ini membutuhkan waktu dan proses untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Terlebih lagi ABK yang membutuhkan effort yang lebih dari biasanya. Bisa saja hal- hal yang menghambatnya adalah pengalaman sebelumnya di tempat lain, minder dengan kekurangan fisiknya, atau memang secara mental anak tersebut terjadi pelambanan dan hambatan kecil. Selain itu layanan ini juga untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan kemandirian dalam berkomunikasi dan melakukan kontak serta melatih kepekaan indera-indera tubuh yang masih berfungsi sebagai bekal pemahaman kognitif, afektif dan psikomotornya, ketika berada di lokasi yang jauh dari orang-orang yang selama ini medampinginya
c. Layanan bimbingan karier, yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan.
Aktivitas ini dapat berupa perencanaan jangka panjang ataupun jangka pendek, perencanaan dapat jga
diberikan tantangan untuk mencapai target kecil dalam waktu tertentu dan sesuai kemampuannya.
Apabila dia mampu menyelesaikan tantangan yang sesuai target tersebut dengan baik. meskipun dia mempunyai kekurangan, maka ini merupakan salah satu hasil dari layanan bimbingan karir. Dalam kegiatan lain, ABK juga diajarkan untuk berani bermimpi dan bercita-cita Dengan adanya harapan, anak akan menjadi semangat dan merasa hidupnya berarti. Karenanya, itu membuat dia akan selalu berusaha dengan cara apapun, tentunya dengan cara yang sportif, untuk menggapai targetnya.
BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN
Layanan bimbingan dan konseling bagi anak berkebutuhan khusus tentu lebih ditekankan pada upaya pengembangan kecakapan hidup sehari hari (daily living activities), merupakan intervensi tidak langsung yang lebih terfokus upaya pengembangan yang akan melibatkan banyak pihak, terutama guru pendidikan khusus. Setiap komponen layanan mempunyai strategi pelayanan masing masing. Keempat komponen pelayanan tersebut akan diuraikan sebagai berikut.(1)Layanan Dasar Layanan dasar adalah layanan yang harus diberikan kepada seluruh siswa berkebutuhan khusus maupun lingkungan dan bersifat umum dalam rangka mencegah kemungkinan terjadinya gangguan, rintangan, atau hambatan dalam belajar maupun dalam hal perkembangan sehingga mampu membantu memberikan kemudahan bagi siswa dalam mencapai perkembangan optimal. (2) Perencanaan Individual Perencanaan Individual adalah layanan bimbingan yang bertujuan membantu individu membuat dan mengimplementasikan rencana rencana pendidikan, karir sosial dan pribadinya. (3) Layanan Responsif Layanan responsif merupakan layanan yang harus segera diberikan kepada peserta didik. Artinya jangan menunda memberikan bantuan jika peserta didik memiliki masalah.
(4)dukungan sistem, Dukungan sistem adalah kegiatan kegiatan manajemen yang bertujuan memantapkan, memelihara dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan professional, hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/
penasehat, masyarakat yang lebih luas dan mengembangan penelitian.
B. SARAN
Disini kami sebagai penyusun makalah mengucapkan mohon maaf apabila terdapat kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunan makalah tersebut, oleh karena itu kami mohon atas kritik dan sarannya agar makalah yang kami buat menjadi lebih baik lagi kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA