PENDAHULUAN
Definisi Operasional
11 Galang Surya Gumilang, Pengembangan dan evaluasi program bimbingan dan konseling (teori dan praktik), ed. MTs Ma'arif NU 1 Wangon di penelitian sebagai sekolah atau tempat memberikan pelayanan dasar bimbingan dan konseling secara komprehensif.
Rumusan Masalah Penelitian
Penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling dasar komprehensif dalam pengembangan potensi siswa dalam pengembangan potensi siswa. PEDOMAN PEMELIHARAAN PELAKSANAAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF DASAR DALAM PENGEMBANGAN POTENSI SISWA MTS MA'ARIF NU 1 WANGON.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Kajian Pustaka
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan bimbingan dan konseling terpadu dapat berhasil apabila terpenuhi. Namun penelitian ini membahas tentang bimbingan dan nasehat komprehensif dalam perencanaan individu, sedangkan penelitian yang akan peneliti bahas menyangkut penerapan bimbingan dan nasehat komprehensif dalam mengembangkan potensi siswa.
Sistematika Penulisan
Dalam penelitian ini, hasil analisis data bimbingan dan konseling komprehensif pada pelaksanaan perencanaan individu mencapai hasil yang cukup baik di lokasi penelitian. 19 Pembahasan yang dibahas oleh Miranda dan Yuline mengenai pelaksanaan bimbingan dan konseling komprehensif pada tingkat SMP mempunyai kemiripan dengan penelitian yang dibahas peneliti. . BAB III Metode penelitian yang terdiri atas jenis-jenis penelitian dan pendekatan penelitian, topik dan objek, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.
LANDASAN TEORI
Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling Komprehensif
Pelayanan dasar dalam bimbingan dan konseling komprehensif bertujuan untuk membentuk peserta didik dalam mengembangkan kecakapan hidup dasar. Sementara itu, Sukardi menjelaskan bahwa layanan orientasi adalah layanan yang mendukung siswa atau orang tuanya untuk memahami lingkungan sekolah baru yang dimasuki siswa agar peran siswa dalam kegiatan siswa di sekolah menjadi lebih mudah dan nyaman.39 Layanan orientasi merupakan layanan penting bagi siswa baru dalam mengenal lingkungan sekolah barunya, seperti pengenalan kurikulum, peraturan sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler yang nantinya dapat menunjang potensi siswa.40 Sedangkan layanan bimbingan memiliki dua tujuan secara spesifik. 34; Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling Dasar Komprehensif di SMP Negeri 3 Pontianak.” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa.
Layanan informasi merupakan layanan yang memberikan informasi kepada peserta didik melalui komunikasi langsung maupun komunikasi tidak langsung. Dalam layanan ini informasinya mencakup berbagai informasi yang dibutuhkan siswa untuk beradaptasi dalam kegiatan pembelajaran dengan mengembangkan akses informasi untuk mengembangkan potensi diri dan mengembangkan pemahaman diri siswa untuk menggali potensi akademik dan non akademik siswa. Pelayanan ini merupakan pelayanan yang diberikan oleh guru berupa bimbingan dan nasehat kepada siswa dengan tujuan agar siswa dapat memperoleh pemahaman terhadap berbagai materi dengan maksud untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, sehingga diharapkan siswa dapat mencapai perkembangan dirinya. Pelayanan klasikal diberikan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor sekolah dalam upaya membantu siswa berkembang secara optimal.Pelayanan tersebut diberikan secara terstruktur dan sistematis sesuai dengan desain layanan untuk membantu mengembangkan perilaku jangka panjang yang sesuai dengan siswa. dan layanan klasikal yang dirancang dengan tujuan agar guru bimbingan dan konseling dapat menjaga kontak langsung dengan siswa klasikal di kelas secara terjadwal.
Guru bimbingan dan konseling memberikan layanan bimbingan kepada siswa dengan kegiatan yang dapat berupa brainstorming atau diskusi kelas 46 4. Pengumpulan data dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan, penempatan, pendistribusian dan pengembangan siswa dalam berbagai kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. potensi, bakat, minat, serta kapasitasnya dengan pengumpulan data yang dapat dilakukan dengan bantuan berbagai instrumen tes dan non tes 51 Guru bimbingan dan konseling bisa.
Potensi Siswa
Dari beberapa pengertian potensi di atas dapat disimpulkan bahwa potensi adalah suatu kemampuan lahiriah yang sudah ada dalam diri seseorang dan bersifat kekuatan, kesanggupan atau tenaga terpendam yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, seperti potensi minat, bakat, kecerdasan. , fisik, karakter dan nilai-nilai yang terkandung dalam diri seseorang. Bakat merupakan suatu kemampuan bawaan yang dimiliki setiap individu sebagai suatu potensi yang perlu dikembangkan melalui pelatihan atau pendidikan agar bakat yang dimiliki dapat dikembangkan secara optimal. Bakat psikologis yang diungkapkan atau gabungan, yaitu kemampuan yang dalam arti sempit merupakan kemampuan belajar, berorientasi sesuai dengan potensi bakat yang dimiliki individu.
Siswa berbakat mempunyai kebutuhan dan permasalahan khusus, dan jika siswa tersebut mendapat bimbingan yang tepat dalam mengembangkan kemampuan dan bakatnya secara optimal, maka siswa dapat mencapai prestasi yang tinggi sesuai dengan kemampuan, bakat dan potensinya. Minat mempunyai unsur keinginan untuk mengeksplorasi atau mempelajari objek sesuai dengan yang diinginkan sebagai pemahaman pengetahuan bagi diri sendiri. Minat juga berarti sikap mental seseorang mengenai perasaan tertarik, perhatian, keinginan terhadap sesuatu, tanpa adanya pengaruh dari orang lain.
Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan individu yang merasa tertarik pada suatu bidang tertentu untuk mempelajari atau mendalami suatu objek sehingga menimbulkan rasa ketertarikan, perhatian, dan kegembiraan yang lebih besar sehingga dapat menunjang pengembangan potensi siswa. . Sedangkan potensi nonakademik adalah potensi yang nilainya ditentukan melalui tes keterampilan atau kompetisi, keterampilan atau kemampuan yang diperoleh siswa dari kegiatan sekolah di luar jam sekolah atau melalui ekstrakurikuler sekolah.62.
Tugas Perkembangan Pada Siswa SMP
Dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan untuk mempersiapkan karirnya, sehingga dapat berperan dalam kehidupan masyarakat, melanjutkan studi dan menekuni atau melanjutkan studi. Sebagai pria atau wanita, Anda dapat mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya, tergantung pada peran gender Anda. Persiapkan diri, bersikap positif dan menerima serta dinamis dengan perubahan fisik dan psikis yang dilakukan dalam diri untuk mencapai hidup sehat.
Ia dapat mencapai kedewasaan dalam hubungan dengan teman sebaya.63 Harvighurst mengatakan bahwa tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang terjadi sekitar periode tertentu dalam kehidupan seseorang, yang bila berhasil maka akan menimbulkan perasaan bahagia dan dapat menimbulkan keberhasilan dalam pelaksanaan tugas-tugas berikutnya. Namun jika gagal dalam suatu tugas perkembangan, maka akan menimbulkan perasaan tidak bahagia dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas selanjutnya. Untuk membimbing individu mengetahui apa yang diharapkan masyarakat dari mereka pada usia tertentu.
Untuk memberikan motivasi kepada setiap individu agar mampu mewujudkan apa yang diharapkan oleh kelompok sosial pada usia tertentu dalam hidupnya. Sebagai pedoman bagi setiap individu mengenai tindakan apa yang diharapkan dan apa yang akan dihadapinya ketika mencapai tahap perkembangan berikutnya.64.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Kegiatan pengajaran dasar dan layanan konseling komprehensif di MTS Ma'arif NU 1 Wangon dipilih peneliti sebagai objek penelitian. Guru bimbingan dan konseling MTs Ma'arif NU 1 Wangon melakukan penentuan perencanaan dasar berdasarkan landasan teori dan filosofi bimbingan dan konseling. 84 Dokumentasi data administrasi bimbingan dan konseling MT Ma'arif NU 1 Wangon diterima pada tanggal 2 Maret 2022.
94 Hasil dokumentasi data penyelenggaraan bimbingan dan konseling di MTs Ma'arif NU 1 Wangon yang dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2022. Dalam memberikan layanan tersebut, guru bimbingan dan konseling MTs Ma'arif NU 1 Wangon memperhatikan beberapa hal. hal-hal sebagai berikut. Dalam mengembangkan potensi akademik dan non akademik siswa, guru bimbingan dan bimbingan di MTs Ma'arif NU 1 Wangon menerapkan lima layanan dasar (layanan orientasi, layanan informasi, layanan bimbingan klasikal, layanan bimbingan kelompok dan aplikasi instrumen).
Menurut Anda, apakah pemberian dasar bimbingan dan nasehat yang komprehensif sudah cukup membantu mengembangkan potensi siswa? Kendala apa saja yang dialami guru dalam memberikan bimbingan dan bimbingan dalam memberikan layanan dasar dalam mengembangkan potensi siswa?
Sumber Data Penelitian
Metode Analis Data
PEMBAHASAN
Profil Bimbingan dan Konseling Mts Ma’arif NU 1 Wangon
Visi bimbingan dan konseling adalah terwujudnya bimbingan dan konseling yang profesional untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseling menuju individu yang unggul dalam bidang matematika, ilmu pengetahuan dan teknologi, tangguh, mandiri dan bertanggung jawab. Data administrasi (rencana pelayanan BK, kartu pelayanan BK, kartu pelanggan BK, sosiometri, dll). Poster (protokol kesehatan, anti narkotika, dll). Kerangka diagram analisis kohort, bank data BK, mekanisme kerja BK.81 Layanan bimbingan dan konseling di MTs Ma'arif NU 1 Wangon mempunyai banyak tantangan, seperti permasalahan yang dialami sebagian besar siswa bersifat kompleks, seperti siswa yang belum memenuhi perkembangannya tugas sejak masa kanak-kanak, peralihan dari sekolah dasar ke sekolah menengah atas, adaptasi akademik, potensi pengembangan yang belum maksimal, orientasi karir yang belum matang, dan sebagainya.
Implementasi Layanan Dasar Bimbingan Dan Konseling
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling didukung penuh dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh dalam mengembangkan potensi akademik dan non akademik siswa. Guru bimbingan dan konseling MTs Ma'arif NU 1 Wangon memberikan landasan perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan siswa yaitu agar siswa dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan siswa SMP dan agar potensi akademik dan non akademik siswa dapat dimaksimalkan. berkembang dengan baik. Program bimbingan dan konseling komprehensif tahunan di MTs Ma'arif NU 1 Wangon ditujukan untuk pengenalan, kebutuhan, tugas perkembangan dan pemenuhan kebutuhan tugas perkembangan peserta didik.
Selain itu, para konselor juga memasang beberapa poster, flyer, spanduk dan papan arahan dengan topik berbeda-beda sebagai berikut. Dalam layanan konseling kelompok, guna menarik partisipasi siswa, guru bimbingan dan konseling MTs Ma'arif NU 1 Wangon membuat poster dan melakukan sosialisasi tentang dibukanya layanan konseling kelompok bagi siswa yang berminat. Dari uraian data dan hasil observasi dapat dipahami bahwa layanan bimbingan dan konseling di MTs Ma'arif NU 1 Wangon dilaksanakan sesuai dengan teori pemberian layanan konseling kelompok Latipun.
Sedangkan instrumen non tes guru bimbingan dan konseling menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dasar di MTs Ma'ari NU 1 Wangon dalam mengembangkan potensi siswa.
Analisis Data Implementasi Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling
Layanan bimbingan dan konseling dasar komprehensif dilaksanakan yang dibuktikan dengan prestasi siswa baik bidang akademik maupun non akademik dalam kurun waktu yang dibuktikan dengan data administratif hasil prestasi siswa pada tahun 2022. Setelah melakukan penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Dasar Komprehensif Pelayanan Dalam Pengembangan Potensi Siswa di MTs Ma’arif NU 1 Wangon”, peneliti mempunyai beberapa saran bagi guru, sekolah dan siswa sebagai berikut: 1. Azam, Ulul, Pengembangan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Teori dan Praktek, edisi ke-1 (Yogyakarta : Deeppublish, 2016).
Bhakti, Caraka Putra, 'Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif Untuk Pengembangan Standar Kompetensi Peserta Didik', Jurnal Konseling Andi Matappa. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pedoman Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Sekolah Menengah Pertama (SMP) (Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016). Gumilang, Galang Surya, Pengembangan dan Evaluasi Program Layanan Bimbingan dan Konseling (Teori dan Praktek), ed.
Kumara, Agus Ria dan Vivi Lutfiyani, 'Strategi Bimbingan dan Konseling Komprehensif dalam Perencanaan Karir Siswa Sekolah Menengah', G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling. Upaya kolaboratif apa yang dilakukan kepala sekolah dengan bimbingan dan konseling guru untuk membantu mengembangkan potensi siswa? Dengan terbatasnya bimbingan dan konseling guru, apakah menurut Anda cukup untuk menutupi permasalahan siswa dalam mengembangkan potensi akademik dan non-akademik?
Menurut Saudara, apakah pemberian layanan bimbingan dan konseling dasar komprehensif sudah dilaksanakan dengan baik dalam upaya pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik.
PENUTUP