• Tidak ada hasil yang ditemukan

Booklet ARWT Pelantikan

N/A
N/A
Doni Firmansyah

Academic year: 2025

Membagikan "Booklet ARWT Pelantikan"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

SAMBUTAN

KETUA UMUM ARWT INDONESIA DPC KABUPATEN TASIKMALAYA Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul pada hari ini dalam rangkaian acara pelantikan pengurus ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2024. Semoga acara ini berjalan dengan lancar dan membawa manfaat besar bagi kita semua.

Saya, selaku Ketua Umum ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan, para pengurus yang akan dilantik, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan acara ini.

Kehadiran Bapak/Ibu sekalian adalah bentuk dukungan yang sangat berarti bagi kelangsungan organisasi kita.

Pelantikan pengurus hari ini merupakan momentum penting bagi kita semua, terutama dalam memperkokoh semangat kebersamaan dan sinergi antara RT dan RW di Kabupaten Tasikmalaya. Sebagai organisasi yang menaungi dan mewadahi seluruh RT dan RW, ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat di tingkat akar rumput.

Kami percaya, RT dan RW adalah ujung tombak dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Oleh karena itu, kami akan selalu berusaha untuk menjadi "Rumah Besar" bagi seluruh pengurus RT dan RW, menyediakan ruang bagi kolaborasi, peningkatan kapasitas, serta advokasi yang kuat dalam menjalankan peran dan fungsi mereka. Kami juga siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk membangun Tasikmalaya yang lebih baik, sejahtera, dan berdaya saing.

Dengan dilantiknya pengurus baru, kami berharap dapat melanjutkan tugas dan tanggung jawab dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat pengabdian. Saya yakin, bersama- sama kita dapat mewujudkan visi dan misi ARWT Indonesia, memperkuat posisi kita sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

(3)

Akhir kata, saya mengajak seluruh pengurus yang dilantik hari ini untuk bekerja keras dan terus berinovasi, serta tidak pernah lelah berbuat baik demi kesejahteraan masyarakat yang kita layani. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dan meridhai setiap usaha dan perjuangan kita.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tasikmalaya, 2024

Drs. H. Iwa Kartiwa, M.MP.d Ketua Umum ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya

(4)

DAFTAR ISI

Sambutan Ketua Umum ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya Daftar Isi

BAB I : Profil ARWT Indonesia A. Tentang ARWT Indonesia

B. Susunan Pengurus ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya C. Peserta Kegiatan

D. Program Kerja Pengurus ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya

E. Susunan Acara Pelantikan BAB II : Pojok Sekretariat ARWT Indonesia

A. Tantangan Dan Kelemahan Rt Dan Rw Di Kabupaten Tasikmalaya.

B. ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya Sebagai “Rumah Besar”

Bagi RT Dan RW.

C. Rencana Strategis ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya Dalam Bersinergi Dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya BAB III : Kontak dan Informasi

(5)

BAB I

PROFIL ARWT INDONESIA A. Tentang ARWT Indonesia :

Nama Organisasi : Perkumpulan Rukun Warga dan Rukun Tetangga Indonesia (ARWT Indonesia ) DPC Kabupaten Tasikmalaya.

Visi : "Mewujudkan lingkungan yang harmonis, aman, dan nyaman melalui penguatan peran Rukun Warga dan Tetangga dalam kehidupan masyarakat."

Misi :

o Mengoptimalkan peran dan fungsi Rukun Warga dan Tetangga sebagai ujung tombak pembangunan sosial.

o Memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

o Mengembangkan kapasitas pengurus dan anggota dalam mengelola lingkungan yang kondusif dan harmonis.

B. Susunan Pengurus :

Susunan Pengurus ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya Masa Bakti 2023 – 2028 :

Pelindung : Bupati Tasikmalaya

Kapolres Tasikmalaya Dandim 0612 Tasikmalaya Kejaksaan Negeri Tasikmalaya Pengadilan Negeri Tasikmalaya

Pembina : H. Itang, S.IP

Drs. Asep Darisman, MM Drs. Asep Darisman, MM Iwan Ridwan, S.IP Opan Sopyan, S.IP

Ketua Umum : Drs. Iwa Kartiwa, M.M.PD

Wakil Ketua Bidang Hubungan Eksternal : David Supriansyah, S.KM Wakil Ketua Bidang Program dan Kegiatan : H. Endang Ridwan Wakil Ketua Bidang Pengembangan Kapasitas : Bubun Bunyamin

(6)

Sekretaris Umum : Andi Fitriandi

Wakil Sekretaris Umum : Doni Firmansyah, SE

Bendahara Umum : Ees Siwati

Wakil Bendahara Umum : Hj. Ida Rosida

Bidang – Bidang :

1. Organisasi dan Pengembangan Kapasitas : - Organisasi dan Kaderisasi : - Humas dan Informasi Komunikasi :

- Teknologi Informasi :

2. Infrastruktur dan Lingkungan : Jajang Miftah Farid, SKM - Sarana dan Prasarana Umum :

- Lingkungan Hidup :

3. Hukum dan Keamanan :

- Hukum :

- Politik, Hukum dan Keamanan : 4. Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat :

- Kesejahteraan Sosial :

- Kesehatan :

- Keagamaan :

5. Ekonomi dan Pengembangan Usaha :

- Koperasi dan UKM :

- Pariwisata dan Seni Budaya : C. Peserta Kegiatan

1. Calon Pengurus Kecamatan ARWT Indonesia se-Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 39 orang, yang terdiri atas perwakilan :

RAYON I :

 Kecamatan Sukaresik : 1 Orang

 Kecamatan Pagerageung : 1 Orang

 Kecamatan Kadipaten : 1 Orang

 Kecamatan Ciawi : 1 Orang

RAYON II :

 Kecamatan Sukaratu : 1 Orang

 Kecamatan Cisayong : 1 Orang

(7)

 Kecamatan Sukahening : 1 Orang

 Kecamatan Rajapolah : 1 Orang

 Kecamatan Jamanis : 1 Orang

RAYON III :

 Kecamatan Sukarame : 1 Orang

 Kecamatan Cigalontang : 1 Orang

 Kecamatan Leuwisari : 1 Orang

 Kecamatan Padakembang : 1 Orang

 Kecamatan Sariwangi : 1 Orang

RAYON IV :

 Kecamatan Karangjaya : 1 Orang

 Kecamatan Gunung Tanjung : 1 Orang

 Kecamatan Cineam : 1 Orang

 Kecamatan Manonjaya : 1 Orang

 Kecamatan Salopa : 1 Orang

RAYON V :

 Kecamatan Singaparna : 1 Orang

 Kecamatan Mangunreja : 1 Orang

 Kecamatan Tanjungjaya : 1 Orang

 Kecamatan Sukaraja : 1 Orang

 Kecamatan Jatiwaras : 1 Orang

RAYON VI :

 Kecamatan Bojonggambir : 1 Orang

 Kecamatan Sodonghilir : 1 Orang

 Kecamatan Taraju : 1 Orang

 Kecamatan Salawu : 1 Orang

 Kecamatan Puspahiang : 1 Orang

RAYON VII :

 Kecamatan Cibalong : 1 Orang

 Kecamatan Parungponteng : 1 Orang

 Kecamatan Bantarkalong : 1 Orang

 Kecamatan Bojongasih : 1 Orang

(8)

 Kecamatan Culamega : 1 Orang RAYON VIII :

 Kecamatan Cipatujah : 1 Orang

 Kecamatan Karangnunggal : 1 Orang

 Kecamatan Cikalong : 1 Orang

 Kecamatan Pancatengah : 1 Orang

 Kecamatan Cikatomas : 1 Orang

2. Calon Pengurus Pimpinan Perwakilan (PWK) Desa se-Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 351 orang.

3. Calon Pengurus ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya, yang terdiri dari Pengurus, Penasehat, Dewan Pakar sebanyak 25 orang.

4. Tamu Undangan sebanyak 24 orang, terdiri :

 Bupati Kabupaten Tasikmalaya

 Dinas Sosial

 Dinas Kesehatan

 Dinas Pendidikan

 Disbudpar

 Kesbangpol

 Kapolres Kabupaten Tasikmalaya

 Dandim 012 Tasikmalaya

 Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya

 Kepala/Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

 Direktur BPR Artha Galunggung

 Direktur BPR Artha Sukapura

 Direktur BPR CiJ

 LKM Pancatengah

 Direktur PDUP

 Direktur PDAM Tirta Sukapura

 Direktur Bank BRI

 Mitra Usaha ARWT DPC ARWT Indonesia

 APDESI Kabupaten Tasikmalaya

 Asosiasi LPM Kabupaten Tasikmalaya

 Tim Penggerak PKK Kabupaten Tasikmalaya

 Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya

 Ketua Baznas Kabupaten Tasikmalaya

(9)

 Kementrian Agama Kabupaten Tasikmalaya

5. Jumlah Peserta Kegiatan Seluruhnya sebanyak 428 orang.

D. Program Kerja Pengurus ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya PROGRAM PRIORITAS TAHUN 2024 :

1. Peningkatan Kapasitas Pengurus dan Anggota

Pelatihan kepemimpinan, manajemen organisasi, dan pengembangan komunitas.

2. Program Kesejahteraan Sosial :

o Bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu.

o Kerjasama dengan instansi terkait untuk program kesehatan dan lingkungan.

o Kerjasama dengan instansi terkait untuk program Penanganan Stunting dan Penyuluhan Pemberian Makanan Bergizi.

3. Penguatan Kolaborasi dan Kemitraan :

o Membangun hubungan kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta.

4. Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi :

o Pengembangan program usaha bersama dan pelatihan kewirausahaan bagi warga.

E. Susunan Acara Pelantikan 1. Pembukaan

2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Mars ARWT 3. Sambutan-sambutan :

a. Sambutan Ketua Umum ARWT Indonesia b. Sambutan Pembina ARWT Indonesia c. Sambutan ....

4. Pembacaan Surat Keputusan Pengangkatan Pengurus Baru 5. Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Baru

6. Pembacaan Ikrar Pengurus 7. Penyerahan Tanda Jabatan

8. Sambutan dari Ketua Pengurus Baru 9. Doa Penutup

10. Penutupan dan Foto Bersama

(10)

SUSUNAN ACARA

PELANTIKAN PENGURUS ARWT INDONESIA DPC KABUPATEN TASIKMALAYA

TAHUN 2024 Tanggal: [Tanggal Pelantikan]

Tempat: [Lokasi Pelantikan]

Waktu : [Pukul Acara]

No Waktu Kegiatan Keterangan

1 08.00 – 08.30 Registrasi dan Kedatangan Tamu Penerimaan tamu undangan dan peserta

2 08.30 - 08.40 Pembukaan Acara Oleh MC

3 08.40 - 08.45 Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars ARWT Indonesia

Dipandu oleh pemandu acara

4 08.45 - 09.00 Pembacaan Doa Oleh Pembawa Acara

5 09.00 - 09.15 Sambutan dari Ketua Panitia

6 09.15 - 09.30 Sambutan dari Pembina ARWT Indonesia

7 09.30 - 09.45 Sambutan dari Ketua Umum ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya

8 09.45 - 10.00 Acara Inti: Pelantikan Pengurus ARWT Indonesia

DPC Kabupaten Tasikmalaya Oleh Ketua Umum atau Pembina

9 10.00 - 10.30 Pembacaan SK Pengangkatan dan Sumpah Jabatan Dipimpin oleh Pejabat yang berwenang

10 10.30 - 11.00 Penandatanganan Berita Acara Pelantikan Oleh Pengurus yang dilantik

11 11.00 - 11.15 Penyematan Tanda Jabatan Oleh Ketua Umum

12 11.15 - 11.30 Sambutan dari Pengurus yang Baru Dilantik

13 11.30 - 12.00 Hiburan dan Persembahan Seni Penampilan Tari, Musik, atau lainnya

14 12.00 - 12.10 Penutupan Acara Oleh MC

15 12.10 - 12.30 Foto Bersama dan Ramah Tamah Seluruh Pengurus dan Tamu

16 12.30 - 13.30 Makan Siang Seluruh Peserta

(11)

FAKTA EMPIRIK

TANTANGAN DAN KELEMAHAN RT DAN RW DI KABUPATEN TASIKMALAYA

RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga) di Kabupaten Tasikmalaya memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat. Namun, di tengah berbagai upaya mereka untuk menjalankan tugas-tugas sosial dan administratif, terdapat sejumlah tantangan dan kelemahan yang dihadapi :

1. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)

 Kualifikasi dan Kompetensi Pengurus: Banyak pengurus RT dan RW yang tidak memiliki latar belakang pendidikan atau pelatihan formal terkait administrasi publik, manajemen, atau kepemimpinan. Hal ini menyebabkan keterbatasan dalam kemampuan mereka untuk mengelola kegiatan, membuat perencanaan strategis, serta menangani masalah-masalah administratif yang kompleks.

 Minimnya Regenerasi Kepemimpinan: Kecenderungan bahwa posisi kepengurusan RT dan RW sering kali dipegang oleh individu yang sama selama bertahun-tahun. Kurangnya regenerasi menyebabkan terjadinya stagnasi ide dan inovasi dalam pengelolaan lingkungan masyarakat.

2. Kurangnya Dukungan Anggaran dan Fasilitas

 Minimnya Alokasi Dana Operasional: RT dan RW seringkali hanya menerima alokasi dana yang sangat terbatas dari pemerintah daerah. Dana ini sering kali tidak cukup untuk mendanai berbagai program dan kegiatan sosial, serta untuk pemeliharaan fasilitas umum.

 Keterbatasan Fasilitas dan Infrastruktur: Banyak RT dan RW yang tidak memiliki kantor tetap atau ruang yang memadai untuk menjalankan kegiatan administratif dan pelayanan masyarakat. Kondisi ini mempersulit koordinasi dan penyimpanan dokumen penting.

3. Kurangnya Partisipasi Masyarakat

 Rendahnya Partisipasi dalam Musyawarah dan Kegiatan Sosial: Masih banyak warga yang kurang berpartisipasi aktif dalam musyawarah warga (musyawarah RT/RW) dan kegiatan sosial lainnya. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya peran serta masyarakat dalam pembangunan lokal.

 Ketidakpedulian terhadap Program Lingkungan: Sebagian masyarakat kurang peduli terhadap program-program yang diinisiasi oleh RT dan RW, seperti

(12)

kegiatan kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, atau kegiatan sosial lainnya. Hal ini sering membuat program yang direncanakan berjalan tidak optimal.

4. Tantangan dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi

 Rendahnya Pemanfaatan Teknologi Digital: Banyak pengurus RT dan RW yang belum mampu memanfaatkan teknologi digital untuk administrasi dan komunikasi. Kurangnya akses dan kemampuan dalam menggunakan teknologi menyebabkan kesulitan dalam mengelola data, menyebarkan informasi, dan melakukan koordinasi secara efektif.

 Kurangnya Pelatihan dan Pendampingan Teknologi: Tidak adanya program pelatihan yang terstruktur dari pemerintah atau lembaga terkait untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pengurus RT dan RW. Hal ini mengakibatkan ketergantungan pada metode manual dan tradisional dalam mengelola administrasi dan layanan masyarakat.

5. Koordinasi yang Belum Optimal dengan Pemerintah Daerah

Komunikasi yang Tidak Efektif : Terkadang terjadi kesenjangan informasi antara RT dan RW dengan pemerintah daerah, baik mengenai kebijakan baru, program bantuan, atau alokasi anggaran. Ini menyebabkan beberapa RT dan RW tidak mendapatkan informasi yang cukup untuk menjalankan tugas-tugas mereka secara optimal.

Kurangnya Sinergi Program Pembangunan : Program-program pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah daerah terkadang kurang melibatkan RT dan RW dalam tahap perencanaan, sehingga implementasi program tersebut seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan atau kondisi di lapangan.

6. Keterbatasan dalam Pengelolaan Konflik Sosial

Kesulitan dalam Mediasi dan Penyelesaian Konflik : RT dan RW sering menghadapi tantangan dalam mediasi konflik antarwarga, seperti sengketa lahan, masalah sosial, dan ketidaksepakatan lainnya. Kurangnya pelatihan khusus dalam manajemen konflik membuat mereka kurang efektif dalam menangani situasi tersebut.

(13)

7. Beban Kerja yang Tinggi dengan Insentif yang Minim

Beban Kerja yang Tidak Seimbang : Pengurus RT dan RW seringkali menghadapi beban kerja yang tinggi, mulai dari tugas administratif, koordinasi kegiatan sosial, hingga mediasi konflik, tanpa mendapatkan insentif atau penghargaan yang memadai. Hal ini dapat mengurangi motivasi dan komitmen mereka untuk menjalankan tugas dengan maksimal.

Tantangan dan kelemahan ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah, lembaga masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung penguatan peran RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

(14)

ARWT INDONESIA

DPC KABUPATEN TASIKMALAYA SEBAGAI RUMAH BESAR BAGI RT DAN RW

Di tengah berbagai tantangan dan kelemahan yang dihadapi oleh RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga) di Kabupaten Tasikmalaya, kehadiran ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya menjadi sangat relevan dan krusial. Sebagai sebuah organisasi yang berkomitmen untuk memperkuat peran dan fungsi RT dan RW, ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya hadir sebagai "Rumah Besar" yang menyediakan dukungan, fasilitas, dan platform untuk seluruh pengurus RT dan RW di wilayah ini.

A. Mengatasi Tantangan dan Keterbatasan : Bersama dalam Solidaritas

RT dan RW adalah pilar utama dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta kesejahteraan sosial masyarakat di tingkat lokal. Namun, mereka sering kali dihadapkan pada berbagai kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, minimnya dukungan anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, serta tantangan dalam pemanfaatan teknologi informasi. Melalui ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya, seluruh pengurus RT dan RW mendapatkan tempat untuk berkumpul, berbagi pengalaman, dan mencari solusi bersama atas tantangan-tantangan ini.

ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya berperan sebagai wadah yang menghubungkan pengurus RT dan RW dengan pemerintah daerah, lembaga-lembaga terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya. Dengan cara ini, ARWT menjadi jembatan yang memperkuat komunikasi dan koordinasi, sehingga kebijakan dan program pemerintah daerah dapat tersampaikan dengan baik dan diimplementasikan sesuai kebutuhan masyarakat.

B. Meningkatkan Kapasitas dan Kompetensi : Menuju Kepemimpinan yang Lebih Baik

Kehadiran ARWT Indonesia juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pengurus RT dan RW. Melalui berbagai pelatihan, workshop, dan program peningkatan kapasitas, ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya berupaya mencetak pemimpin-pemimpin lokal yang lebih kompeten dan berwawasan luas. Hal ini sangat penting untuk memastikan regenerasi kepemimpinan yang sehat, inovatif, dan berorientasi pada solusi bagi masyarakat.

(15)

Selain itu, ARWT juga menyediakan bimbingan dan pendampingan dalam pemanfaatan teknologi digital, sehingga pengurus RT dan RW dapat mengelola administrasi, data, dan informasi dengan lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, ARWT Indonesia mendorong transformasi digital di tingkat lokal, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

C. Mendukung Partisipasi dan Keterlibatan Masyarakat: Membina Kesadaran Kolektif

Partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam setiap program pembangunan lokal. Namun, rendahnya partisipasi masyarakat menjadi salah satu kendala besar bagi RT dan RW. ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya hadir untuk membina kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya peran serta aktif dalam setiap program dan kegiatan yang digagas oleh RT dan RW. Melalui kampanye kesadaran, sosialisasi, dan kegiatan kolaboratif, ARWT mendorong warga untuk lebih peduli dan terlibat dalam pembangunan lingkungan mereka sendiri.

D. Memfasilitasi Solusi bagi Konflik Sosial : Menjadi Mediator yang Adil

Ketika konflik sosial terjadi di tingkat lokal, pengurus RT dan RW sering kali mengalami kesulitan dalam melakukan mediasi yang efektif. ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya siap menjadi mediator yang adil dengan memberikan panduan, pelatihan, dan strategi penyelesaian konflik yang tepat. Dengan demikian, ARWT membantu menciptakan harmoni dan keharmonisan di tengah masyarakat, serta memastikan bahwa setiap masalah dapat diselesaikan secara damai dan konstruktif.

E. Memberikan Dukungan Logistik dan Insentif : Memotivasi Pelayanan yang Lebih Baik

Beban kerja yang tinggi dengan insentif yang minim adalah kenyataan yang sering dihadapi pengurus RT dan RW. ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen untuk memberikan dukungan logistik dan insentif yang memadai kepada para pengurus, sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik dan penuh semangat. Melalui kerjasama dengan pemerintah daerah dan pihak swasta, ARWT berupaya menghadirkan solusi nyata untuk memastikan setiap pengurus RT dan RW mendapatkan penghargaan yang layak atas dedikasi dan pengabdian mereka.

(16)

F. Kesimpulan : ARWT Indonesia sebagai Pilar Penguatan RT dan RW

Dengan semangat kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong, ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya berdiri sebagai "Rumah Besar" bagi seluruh pengurus RT dan RW. Kami percaya bahwa dengan dukungan dan kolaborasi yang kuat, setiap RT dan RW di Kabupaten Tasikmalaya akan mampu menjalankan perannya dengan lebih efektif dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. ARWT Indonesia siap menjadi mitra terpercaya dalam membangun lingkungan yang lebih baik, aman, dan sejahtera bagi kita semua.

(17)

RENCANA STRATEGIS

ARWT INDONESIA DPC KABUPATEN TASIKMALAYA DALAM BERSINERGI DENGAN PEMERINTAH DAERAH

KABUPATEN TASIKMALAYA

Untuk memperkuat peran RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga) dalam pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya, ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya merumuskan rencana strategis yang berfokus pada sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Rencana strategis ini mencakup beberapa aspek penting sebagai berikut:

1. Penguatan Komunikasi dan Koordinasi

Membangun Forum Komunikasi dan Kolaborasi

Membentuk forum komunikasi yang rutin antara ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya dengan pemerintah daerah, melibatkan berbagai instansi seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Sosial, dan instansi terkait lainnya. Forum ini bertujuan untuk mendiskusikan isu-isu strategis, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan masyarakat yang dihadapi oleh pengurus RT dan RW.

Penggunaan Teknologi Digital untuk Koordinasi

Memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi mobile atau platform online yang memungkinkan komunikasi dua arah antara pengurus RT/RW dan pemerintah daerah secara lebih cepat dan efektif, termasuk penyampaian laporan, pengaduan masyarakat, dan informasi penting lainnya.

2. Pengembangan Kapasitas dan Kompetensi Pengurus RT dan RW

Pelatihan dan Pendidikan Berkelanjutan

Bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengadakan pelatihan berkelanjutan bagi pengurus RT dan RW dalam berbagai bidang seperti kepemimpinan, administrasi, manajemen konflik, penggunaan teknologi, dan penyusunan program kerja. Pelatihan ini dapat dilaksanakan secara rutin atau sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat desa.

Bimbingan Teknis dan Peningkatan Kapasitas Digital

Melaksanakan program bimbingan teknis untuk meningkatkan kapasitas pengurus RT dan RW dalam hal digitalisasi, termasuk penggunaan sistem informasi, aplikasi administrasi, dan pengelolaan data warga. Hal ini akan meningkatkan efisiensi pelayanan publik di tingkat RT dan RW.

(18)

3. Mendorong Partisipasi dan Kesadaran Masyarakat

Kampanye dan Sosialisasi Bersama

Berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengadakan kampanye kesadaran publik tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam program pembangunan, keamanan, kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan sosial di tingkat lokal. Kampanye ini dapat berupa seminar, lokakarya, kegiatan gotong- royong, dan publikasi media.

Program Kolaboratif untuk Pemberdayaan Masyarakat

Menginisiasi program-program kolaboratif dengan pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif warga, seperti program pengembangan ekonomi lokal, pengentasan kemiskinan, pengelolaan lingkungan hidup, dan penguatan ketahanan sosial.

4. Advokasi dan Kebijakan Publik

Partisipasi dalam Perumusan Kebijakan Daerah

ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya berperan aktif dalam proses perumusan kebijakan publik yang menyangkut RT dan RW, melalui keterlibatan dalam musyawarah perencanaan pembangunan daerah (Musrenbang), serta memberikan masukan yang konstruktif terkait kebutuhan dan aspirasi masyarakat di tingkat RT dan RW.

Advokasi Kebijakan Pendanaan dan Insentif

Mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan, termasuk alokasi dana operasional yang memadai untuk RT dan RW, serta insentif bagi pengurus yang aktif berperan dalam pelayanan masyarakat.

5. Optimalisasi Pemanfaatan Dana dan Fasilitas Publik

Pendampingan Penggunaan Dana Desa

Memberikan pendampingan dan bimbingan kepada pengurus RT dan RW dalam pengelolaan dan penggunaan Dana Desa atau anggaran daerah lainnya secara transparan, efektif, dan sesuai peruntukan untuk meningkatkan pembangunan lokal.

(19)

Peningkatan Sarana dan Prasarana RT/RW

Bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk memperbaiki dan meningkatkan sarana dan prasarana di tingkat RT/RW, seperti pembangunan balai pertemuan warga, fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta infrastruktur pendukung lainnya.

6. Penyelesaian Konflik dan Mediasi Sosial

Fasilitasi Mediasi dan Resolusi Konflik

Membentuk tim mediasi bersama pemerintah daerah untuk membantu penyelesaian konflik di tingkat RT dan RW, baik itu konflik antarwarga maupun antara warga dan pihak lain. Tim ini akan memberikan panduan, pendampingan, serta solusi yang tepat untuk menjaga harmoni sosial.

Peningkatan Kapasitas Mediasi Pengurus RT/RW

Memberikan pelatihan khusus mengenai teknik mediasi dan resolusi konflik bagi pengurus RT dan RW agar mereka dapat secara mandiri menangani permasalahan sosial di lingkungan masing-masing.

7. Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan

Sistem Monitoring dan Evaluasi Terpadu

Mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi terpadu untuk mengevaluasi pelaksanaan program-program sinergi antara ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya dengan pemerintah daerah. Sistem ini akan memantau capaian target, hambatan, serta kebutuhan perbaikan yang diperlukan untuk program selanjutnya.

Pelaporan Berkala dan Transparansi

Melakukan pelaporan berkala mengenai hasil program kerja dan kolaborasi yang dilakukan dengan pemerintah daerah, serta memastikan transparansi dalam penggunaan dana dan capaian kegiatan.

Kesimpulan : Sinergi untuk Pembangunan yang Lebih Baik

Melalui rencana strategis ini, ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen untuk menjalin sinergi yang kuat dan produktif dengan pemerintah daerah. Bersama-sama, kita membangun Kabupaten Tasikmalaya yang lebih maju, aman, dan sejahtera dengan mengoptimalkan peran dan fungsi RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

(20)

Rencana strategis ini menekankan pentingnya kerjasama yang erat dan saling menguntungkan antara ARWT dan pemerintah daerah untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

KONTAK DAN INFORMASI

ARWT Indonesia DPC Kabupaten Tasikmalaya

Alamat : Perumahan Cikunir Kencana Raya Blok D RT.004/RW.011 Ds. Cikadongdong Kec. Singaparna Kabupaten Tasikmalaya 46418

Telepon : 085721142503

Email : [email protected] Website : www.arwtindonesia-tasikmalaya.org

Referensi

Dokumen terkait

PEDOMAN PEMBENTUKAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN (LPMK), RUKUN TETANGGA (RT) DAN RUKUN WARGA (RW)c. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan efektifitas penyelenggaraan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sebagai lembaga kemasyarakatan, beberapa ketentuan dalam

Buya Yahya adalah seseorang yang aktif di berbagai organisasi, baik organisasi yang ada dalam intansi pemerintahan seperti rukun tetangga (RT) dan rukun warga

Secara administratif Desa Pandanrejo memiliki 38 Rukun Tetangga (RT) dan 11 Rukun Warga (RW) yang tersebar kedalam empat dusun di wilayah desa Pandanrejo, dimana Dusun

bahwa dengan dicabutnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pembentukan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) serta berdasarkan Peraturan Menteri

Rukun Tetangga dan Rukun Warga atau sebutan lainnya yang selanjutnya disingkat RT dan RW adalah Lembaga Kemasyarakatan mitra kerja pemerintah Desa dan

M-KRPL merupakan konsep model rumah pangan yang dibangun dalam suatu kawasan (rukun tetangga (RT), rukun warga (RW)/dusun, desa, atau kecamatan) dengan

DAFTAR HADIR PEMILIHAN KEPENGURUSAN RUKUN WARGA RW DAN RUKUN TETANGGA RT ...pilih salah satu atau dua_duanya tergantung kondisi dilapangan..... NO NAMA L/P ALAMAT JABATAN TANDA