• Tidak ada hasil yang ditemukan

Budaya Akademik Islam

N/A
N/A
Jusniati Kaffah

Academic year: 2024

Membagikan "Budaya Akademik Islam"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS.3

MKDU4221( PENDIDIKAN AGAMA ISLAM )

Oleh :

Nama : Arie Ismit Riady Poetra Nim : 051281214

Prodi : Teknologi Pendidikan - S1 UPBJJ : Jayapura

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka

2023.2

(2)

1. Budaya akademik yang ingin dibangun oleh Islam, bukan sekedar menjadikan manusia cerdas, tetapi juga manusia yang memiliki kekuatan iman dan kerendahan hati (tawadzu').

a. Tuliskan ayat dan terjemah QS Al-Hajj/22: 54!

َو ْْۗمُهُب ْوُلُق ٗهَل َتِب ْخُتَف ٖهِب ا ْوُنِم ْؤُيَف َكِّبَّر ْنِم ُّقَحْلا ُهَّنَا َمْلِعْلا اوُت ْوُا َنْيِذَّلا َمَلْعَيِلَّو ٍمْيَِِتُّْْم ٍٍاَر ِِ ملِا ا ْوُنَمما َنْيِذَّلا ِِدَهَل َ هللّٰ َّنِا

54. Artinya : Agar orang-orang yang telah diberi ilmu itu mengetahui bahwa ia (Al- Qur’an) adalah kebenaran dari Tuhanmu sehingga mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman ke jalan yang lurus.

b. Jelaskan keterkaitan ilmu pengetahuan, iman, dan hati yang tunduk menurut QS Al- Hajj/22: 54!

Ayat ini menyoroti pentingnya hubungan antara ilmu pengetahuan (ilmu), iman (kepercayaan), dan hati yang tunduk (penerimaan).

1. Ilmu Pengetahuan (Ilmu) : Ilmu pengetahuan atau pengetahuan yang diperoleh melalui pengamatan, pembelajaran, dan pemahaman adalah fondasi bagi manusia untuk memahami kebenaran dan hikmah di sekitar mereka. Dalam konteks ayat ini, ilmu pengetahuan membantu manusia memahami petunjuk Allah dan mengenali jalan yang benar dari yang salah.

2. Iman (Kepercayaan) : Iman atau kepercayaan kepada Allah adalah aspek spiritual yang mendasari keyakinan seseorang terhadap ajaran-Nya. Dengan iman, seseorang memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan hidup dan tuntunan yang diberikan oleh Allah. Iman membantu manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan ajaran-Nya.

3. Hati yang Tunduk (Penerimaan) : Hati yang tunduk menunjukkan sikap seseorang yang menerima dengan sepenuh hati ajaran-ajaran Allah dan menjalankan kehidupan sesuai dengan petunjuk-Nya. Hati yang tunduk

(3)

memperlihatkan kesediaan seseorang untuk mengikuti kebenaran dengan penuh keikhlasan dan ketaatan.

Keterkaitan antara ilmu pengetahuan, iman, dan hati yang tunduk adalah bahwa ketiga unsur tersebut saling mempengaruhi dan melengkapi satu sama lain dalam mencapai pemahaman yang utuh tentang kebenaran dan jalan yang benar. Dengan memiliki ilmu pengetahuan yang memadai, iman yang kuat, dan hati yang tunduk kepada petunjuk Allah, manusia dapat hidup sesuai dengan kehendak-Nya dan menjauhi jalan yang salah. Ayat ini mengajarkan pentingnya memperoleh ilmu pengetahuan yang benar, memperkokoh iman, dan menundukkan hati kepada kebenaran agar dapat mencapai keselamatan dan keberkahan dalam hidup.

c. Tuliskan ayat dan terjemah Q.S. Al-Baqarah/2: 111!

َه ْلُق ْۗ ْمُهُّيِندَمَا َكْلِت ْۗ ى مر مَِن ْوَا اًِ ْوُه َندَك ْنَم َّلَِّا َةَّنَجْلا َلُخَِّْي ْنَل ا ْوُلدَقَو َنْيِقِِ مِ ْمُتْنُك ْنِا ْمُكَندَه ْرُب ا ْوُتد

111. Artinya : Mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani. Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang-orang yang benar.”

d. Jelaskan pengertian budaya akademik menurut Q.S. Al-Baqarah/2: 111!

Ayat ini mengandung pengertian bahwa bukanlah identitas agama atau kelompok tertentu yang menentukan seseorang dapat masuk Surga, tetapi yang menjadi kunci adalah keseriusan seseorang dalam menyerahkan diri kepada Allah SWT dengan ikhlas dan melakukan kebajikan. Pengertian budaya akademik dari ayat ini dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

1. Keseriusan dan Kesungguhan : Budaya akademik membutuhkan keseriusan dan kesungguhan dalam mengejar pengetahuan dan kebenaran. Seperti dalam ayat, keseriusan seseorang dalam menyerahkan diri kepada Allah dengan ikhlas mencerminkan kesungguhan yang diperlukan dalam menapaki jalur akademik untuk mendapatkan pengetahuan yang benar.

(4)

2. Komitmen terhadap Kebenaran : Budaya akademik memerlukan komitmen terhadap kebenaran dan penelusuran yang sungguh-sungguh terhadap pengetahuan yang akurat dan bermanfaat. Sama halnya dengan komitmen seseorang dalam ayat tersebut untuk melakukan kebajikan, hal ini menunjukkan pentingnya komitmen terhadap nilai-nilai yang benar dan bermanfaat dalam konteks akademik.

3. Penerimaan terhadap Keragaman : Ayat tersebut menolak pandangan sempit yang mengklaim bahwa hanya satu kelompok tertentu yang memiliki hak untuk masuk Surga. Demikian pula, dalam budaya akademik, penting untuk menerima dan menghargai keragaman pendapat, pandangan, dan ide-ide yang berbeda, serta bersikap terbuka terhadap berbagai perspektif.

Dengan demikian, ayat ini dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya keseriusan, komitmen terhadap kebenaran, dan penerimaan terhadap keragaman dalam budaya akademik. Budaya akademik yang sehat dan produktif ditandai oleh kesungguhan dalam mengejar pengetahuan, komitmen terhadap nilai-nilai kebenaran, serta sikap terbuka dan inklusif terhadap keragaman.

2. Prinsip-prinsip dalam kehidupan politik dijelaskan langsung dalam QS An-Nisaa’/4: 58- 59 dan tugas amanah bagi siapa saja yang memegang kekuasaan politik dijelaskan dalam QS Al-Baqarah/2:151.

a. Tuliskan terjemah QS. An-Nisaa’/4: 58-59!

ا ْوُمُكْحَت ْنَا ِسدَّنلا َنْيَب ْمُتْمَكَح اَذِاَو ۙدَهِلْهَا ملِا ِت من ممَ ْلَّا اوَُِّؤُت ْنَا ْمُكُرُمْأَي َ هللّٰ َّنِا ۞ َ هللّٰ َّنِا ْۗ ٖهِب ْمُكُظِعَي دَّمِعِن َ هللّٰ َّنِا ْۗ ِلَِْعْلدِب

َهُّيَد مي اًرْي َِِب ۢدًعْيِمَْ َندَك َش ْيِف ْمُتْع َزدَنَت ْنِدَف ْْۚمُكْنِم ِرْمَ ْلَّا ِلوُاَو َل ْوَُّْرلا اوُعْيٍَِاَو َ هللّٰ اوُعْيٍَِا ا ْوُنَمما َنْيِذَّلا د

َلِا ُه ْوُُِّرَف ٍءْي

ُنَْْحَاَّو ٌرْيَخ َكِل مذ ِْۗر ِخ م ْلَّا ِم ْوَيْلاَو ِ هللّٰدِب َن ْوُنِم ْؤُت ْمُتْنُك ْنِا ِل ْوَُّْرلاَو ِ هللّٰ

ًلًْيِوْأَت ࣖ

58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

(5)

59. Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).

b. Sebutkan empat konsep dasar kehidupan politik menurut QS. An-Nisaa’/4: 58-59!

1. Keadilan dan Kebenaran: Menjalankan amanah dengan adil dan berhukum dengan adil merupakan landasan utama.

2. Ketaatan dan Kesatuan: Taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menghindari perpecahan yang melemahkan kekuatan

3. Kesabaran: Menjaga kesabaran dalam menghadapi berbagai rintangan dan ujian.

4. Tanggung Jawab: Bertanggung jawab atas amanah yang diemban dan selalu tunduk kepada Allah.

c. Tuliskan ayat dan terjemah QS. Al-Baqarah/2: 151!

ْلاَو َبمتِكْلا ُمُكُمِّلَعُيَو ْمُكْيِّك َزُيَو دَنِتمي ما ْمُكْيَلَع ا ْوُلْتَي ْمُكْنِّم ًلَّ ْوَُْر ْمُكْيِف دَنْلَْ ْرَا دَمَك َْۗن ْوُمَلْعَت ا ْوُن ْوُكَت ْمَل دَّم ْمُكُمِّلَعُيَو َةَمْك ِح

151. Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat kepadamu), Kami pun mengutus kepadamu seorang Rasul (Nabi Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.

d. Jelaskan secara ringkas amanah-amanah mendasar bagi pemegang kekuasaan politik menurut QS. Al-Baqarah/2: 151!

Dari ayat ini, dapat diambil beberapa amanah mendasar bagi pemegang kekuasaan politik:

(6)

1. Mengikuti Petunjuk Allah : Amanah mendasar bagi pemegang kekuasaan politik adalah untuk senantiasa mengikuti petunjuk Allah dalam menjalankan tugas- tugasnya. Hal ini mencakup penerapan nilai-nilai moral, etika, dan keadilan yang dikehendaki oleh Allah dalam setiap keputusan dan tindakan yang diambil.

2. Menjadi Teladan : Pemegang kekuasaan politik diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjalankan kehidupan yang bermoral dan bertaqwa. Mereka harus menunjukkan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam mengemban amanah yang diberikan kepada mereka.

3. Membuka Jalan bagi Kebaikan : Tugas pemegang kekuasaan politik adalah membuka jalan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, serta menghilangkan hambatan-hambatan yang menghalangi masyarakat untuk mengikuti petunjuk Allah. Mereka harus memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang mereka buat mengarah kepada kemaslahatan umum dan kebaikan bersama.

Dengan demikian, ayat ini menggarisbawahi pentingnya pemegang kekuasaan politik untuk mengikuti petunjuk Allah, menjadi teladan bagi masyarakat, dan membuka jalan bagi kemajuan serta kesejahteraan umat. Ini adalah amanah mendasar yang harus dipegang teguh oleh setiap pemimpin dalam menjalankan tanggung jawabnya.

3. Agama Islam sesuai dengan fitrah interaksi manusia sebagaimana dijelaskan dalam QS An-Nisaa’ (4): 125 melalui istilah al-Dîn dan QS. Ali Imran (3): 67 melalui istilah al- hanîf.

a. Tuliskan ayat dan terjemahan QS An-Nisaa’ (4): 125!

َّتاَوْۗ دًفْيِنَح َمْيِه مرْبِا َةَّلِم َعَبَّتاَّو ٌنِْْحُم َوُهَو ِ ه ِللّٰ ٗهَهْجَو َمَلَْْا ْنَّمِّم دًنْيِِ ُنَْْحَا ْنَمَو ًلًْيِلَخ َمْيِه مرْبِا ُ هللّٰ َذَخ

125. Siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang memasrahkan dirinya kepada Allah, sedangkan dia muhsin (orang yang berbuat kebaikan) dan

(7)

mengikuti agama Ibrahim yang hanif? Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih(-Nya).

b. Sebutkan dengan pihak mana saja fitrah interaksi manusia pada QS An-Nisaa’ (4):

125 tersebut!

1. Interaksi manusia dengan Allah yaitu dalam bentuk manusia berserah diri kepada Allah dalam segala aspek kehidupan.

2. Interaksi manusia dengan manusia lainnya yaitu dalam bentuk mengerjakan amalan kebaikan seperti menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan dalam hal kebaikan.

Selain itu, terdapat juga interaksi horizontal antara manusia dengan manusia lainnya dalam konteks ayat ini. Ketika seseorang menyerahkan dirinya kepada Allah dan mengikuti agama yang lurus, hal ini juga mempengaruhi interaksi manusia dengan sesama. Mereka diharapkan untuk berbuat kebajikan, saling membantu, dan menjaga hubungan yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip agama yang dianutnya, yang dalam konteks ayat ini adalah agama Ibrahim yang lurus.

c. Tuliskan ayat dan terjemahan QS. Ali Imran (3): 67!

َنْيِك ِرْشُمْلا َنِم َندَك دَمَو ْۗدًمِلُّْْم دًفْيِنَح َندَك ْنِك ملَّو دًّيِناَرَِْن َلََّّو دًّيِِ ْوُهَي ُمْيِه مرْبِا َندَكدَم 67. Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan dia adalah seorang yang hanif lagi berserah diri (muslim). Dia bukan pula termasuk (golongan) orang-orang musyrik.

d. Apakah yang dimaksud dengan al-hanafiyyat pada QS. Ali Imran (3): 67 tersebut?

Dalam ayat ini, "al-hanafiyyat" merujuk kepada agama yang lurus atau jalan yang lurus. Ayat ini menyatakan bahwa Allah menerima orang-orang yang lurus dalam keyakinan dan amal perbuatan mereka, terlepas dari agama mereka. Ini menegaskan bahwa kebenaran agama terletak pada keyakinan kepada Allah dan hari kemudian, serta amal perbuatan yang saleh.

(8)

Jadi, dalam konteks ayat ini, "al-hanafiyyat" mengacu pada kebenaran agama yang lurus yang dianut oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta beramal saleh, tanpa memandang agama mereka.

(9)

Referensi

Buku Pendidikan Agama Islam MKDU422

https://www.studocu.com/id/messages/question/7346554/sebutkan-empat-konsep-dasar-kehidupan- politik-menurut-qs-an-nisaa4-58-59

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Kinerja Pimpinan, Budaya Organisasi, Komunikasi Organisasi, Layanan Akademik terhadap Mutu Kinerja Institut Agama Islam Swasta di Jawa Barat .... Pola Pengembangan

Pokok masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah Skripsi ini membahas tentang Akulturasi Budaya Lokal dengan Budaya Islam dalam adalah bagaimana

Pelaksanaan metode deskriptif dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai budaya Minangkabau yang meliputi kerendahan hati dan penghargaan

a) 1. Iman: Iman seorang muslim merupakan keyakinannya kepada Allah SWT. dan ciptaannya melalui lisan, hati, dan perilaku. Islam: Islam berarti selamat, karena setiap

Puji syukur yang tak terhingga penulis ucapkan dengan segala kerendahan hati dan diri kepada Allah SWT, Sang khaliq yang senantiasa mencurahkan segala nikmat Iman, Islam dan

Demak sebagai simbol kekuatan politik hasil akulturasi budaya lokal dan Islam menunjukkan perkawinan antara pedagang Muslim dengan mas- yarakat lokal sekaligus melanjutkan

Nilai budaya Minangkabau yang terkandung di dalam naskah Pasambahan Batagak Pangulu ditemukan nilai kerendahan hati dan penghargaan terhadap orang lain, nilai

Teks tersebut membahas tentang pentingnya sistem akademik terpadu dalam perguruan tinggi dan integrasi prinsip-prinsip ekonomi Islam di UIN K.H. Abdurrahman Wahid