• Tidak ada hasil yang ditemukan

Budaya Politik Islam

N/A
N/A
DIMAS DWI PRABOWO PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Academic year: 2025

Membagikan "Budaya Politik Islam"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BUDAYA POLITIK (TSAQAFAH SIYASIYYAH)

Makalah ini Diajukan Untuk Memenuhi tugaas Terstruktur Mata Kuliah Pendidikan Politik Islam

Dosen Pengampu : Dr..H.Saipudin,Lc.,M.Ag

Disusun Oleh :

M.Syahrofi Adlul Khuluki (12110110606) Najwa Khofifah (12110123627

KELAS D SEMESTER 6

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU 2024 M/1444 H

(2)

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya dan Shalawat serta salam kita limpahkan kepada Nabi Muhammad Saw sehingga makalah ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Pendidikan Politik Islam oleh Dosen Pengampu Bapak Dr.H.Saipudin.,Lc.,M.Ag dengan judul makalah “BUDAYA POLITIK”. Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca.

Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Pekanbaru, 20 Mei2024

Kelompok 9

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………....ii

DAFTARI ISI……….iii

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang Masalah...2

B. Rumusan Masalah... 2

C. Tujuan Penulisan...2

BAB II PEMBAHASAN...2

A.Pengertian Budaya Politik ………...…………..2

B.Jenis-jenis Budaya Politik... 3

C.Budaya Politik dalam Islam...5

BAB III PENUTUP... 7

A. Simpulan... 7

B. Saran...8

DAFTAR PUSTAKA...9

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Indonesia adalah sebuah negara hukum yang berbentuk kesatuan dengan pemerintahan berbentuk republik dan sistem pemerintahan presidensial dengan sifat parlementer. Indonesia tidak tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan melainkan pembagian kekuasaan. walaupun ± 90% penduduknya beragama Islam, Indonesia bukanlah sebuah negara Islam. Pada prinsipnya, budaya politik sebagai salah satu unsur atau bagian kebudayaan merupakan satu diantara sekian jenis lingkungan yang mengelilingi, mempengaruhi, dan menekankan sistem politik. Pembangunan politik Indonesia dapat pula diukur berdasarkan keseimbangan atau harmoni yang dicapai antara lain oleh budaya politik dengan pelembagaan politik yang ada atau akan ada. Konsep budaya politik lebih mengedepankan aspek-aspek nonperilaku aktual berupa tindakan, tetapi lebih menekankan pada berbagai perilaku nonaktual seperti orientasi, sikap, nilai- nilai, dan kepercayaan-kepercayaan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian Budaya Politik ? 2. Apa saja Jenis-jenis Budaya Politik?

3. Bagaimana Budaya Politik dalam Islam

C. Tujuan Masalah

1. Untuk Mengetahui Pengertian Budaya Politik 2. Untuk Mengetahui Jenis-jenis Budaya Politik 3. Untuk Mengetahui Budaya Politik dalam Islam

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Budaya Politik

Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya. Ada banyak sarjana ilmu politik yang telah mengkaji tema budaya politik sehingga terdapat variasi konsep tentang budaya politik yang kita ketahui.

Namun bila diamati dan dikaji lebih jauh, derajat/tingkat perbedaan konsep tersebut tidaklah begitu besar sehingga tetap dalam satu pemahaman dan rambu-rambu yang sama. Berikut ini merupakan pengertian budaya politik menurut beberapa ahli ilmu politik.1 Berikut ini merupakan pengertian budaya politik menurut beberapa ahli ilmu politik adalah sebagai berikut :

a. Rusadi Sumintapura Budaya politik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan poltik yang dihayati oleh para anggota suatu system politik.

b. Sidney Verba Budaya politik adalah suatu system kepercayaan empirik, symbol-symbol eksresif, dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi di mana tindakan politik dilakukan.

c. Alan R. Ball Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sIstem politik dan isu-isu politik.

1M. Yusuf, “Meningkatkan Hasil Pembinaan Kedisiplinan Proses Pembelajaran Melalui Etos Kerja Mandiri Guru SMK Negeri 1 Bireuen”. Jurnal Pendidikan Serambi Ilmu, Vol 25, 2016.

(6)

d. Austin ranney Budaya politik adalah seperangkat pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama, sebuah pola orientasi terhadap objek-objek politik.

e. Gabriel A. Almond dan G. Bingham powell, Jr. Budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai, dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola- pola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi.

Berdasarkan beberapa pengertian tersebut diatas (dalam arti umum atau menurut para ahli), dapat ditarik beberapa batasan konseptual tentang budaya politik sebagai berikut:

1.

Bahwa konsep budaya politik lebih memberikan penekanan pada perilaku- perilaku nonaktual seperti orientasi, sikap, nilai-nilai dan kepercayaan- kepercayaan.

2.

Hal-hal yang diorientasikan dalam budaya politik adalah sisitem politik, artinya pembicaraan tentang budaya politik tidak pernah lepas dari pembicaraan tentang sistem politik.

3.

Budaya politik merupakan deskripsi konseptual yang menggambarkan komponen- komponen budaya politik dalam tataran massif, atau mendeskripsikan masyarakat di suatu Negara atau wilayah, bukan per individu.

Dengan memahami pengertian budaya politik, kita akan memperoleh paling tidak dua mannfaat, yakni:

a.

Sikap warga Negara terhadap system politik akan mempengaruhi tuntutan, tanggapan, dukungan, serta orientasinya terhadap sistem politik itu.

b.

Hubungan antara budaya politik dengan system politik atau factor-factor apa yang menyebabkan terjadinya pergeseran politik dapat dimengerti.

B.

Jenis-jenis Budaya Politik Di Indonesia

Terdapat tiga macam atau tiga jenis tipe budaya politik yang saat ini terdapat di Indonesia, antara lain:2

2Dedi Tipe-Tipe/Jenis-Jenis Budaya Politik. Online :2012

(7)

1. Budaya politik partisipan (participant political culture), yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik sangat tinggi. Dengan kata lain bentuk kultur dimana anggota masyarakat cenderung diarahkan secara eksplisit kepada sistem sebagai keseluruhan dan terhadap struktur serta proses politik serta administratif.

Dengan kata lain, budaya partisipan diarahkan kepada aspek input dan output sistem politik itu sendiri. Anggota pemerintahan yang dapat bekerja sama diarahkan kepada berbagai obyek politik yang beragam.

2. Budaya Politik Kawula

Merupakan tingkat budaya politik yang dimana masyarakatnya sudah relatif maju namun kesadaran atau partisipasi dalam dunia politik masih kurang. Budaya politik kawula juga bisa disebut dengan budaya politik subjek. Meskipun masyarakatnya sudah relatif maju dalam urusan dan ekonomi dan sosial namun tingkat kesadaran akan budaya politik masih cenderung berkurang, contohnya saja Indonesia. Sampai saat ini sebenarnya Indonesia sudah mulai membaik dalam tingkat kesejahteraan masyarakatnya namun sayang tingkat kesadaran yang rendah dalam budaya politik membuat rakyat selalu memilih pemimpin yang tidak begitu amanah, sehingga kembali lagi terdapat banyak rakyat miskin di negeri ini. Budaya politik kaula (subyek political culture), yaitu masyarakat bersangkutan sudah relatif maju (baik sosial maupun ekonominya) tetapi masih bersifat pasif.

Di sini terdapat frekuensi orientasi yang tinggi terhadap sistem politik yang diferensiatif dan aspek output dari sistem itu. Akan tetapi, frekuensi orientasi terhadap obyek-obyek input secara khusus dan terhadap pribadi sebagai partisipan aktif. Subjek politik menyadari otoritas pemerintah, mereka secara efektif diarahkan terhadap otoritas tersebut dan mereka mungkin menunjukan kebanggaanya terhadap sistem itu. Akan tetapi hubungan terhadap sistem secara umum dan hasilnya bersifat pasif. Walaupun ada bentuk kompetensi yang terbatas dan tersedia di dalam kebudayaan subjek.

3. Budaya Politik Parokial

Merupakan budaya politik yang kesadaran (partisipasi) masyarakatnya masih sangat rendah, hal ini dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah pula.

Budaya politik semacam ini biasanya masih terjadi di negara-negara tertinggal dan

(8)

sebagian negara berkembang. Misalnya saja anda bisa membayangkan orang yang tidak berpendidikan sama sekali akan sangat mudah untuk dipengaruhi, misal diberi uang Rp. 20.000 untuk memilih calon Pemimpin A. Jika orang yang berpendidikan seharusnya tidak akan pernah mau suaranya di beli dengan uang seperti itu. Karena satu suara menentukan masa depan bangsa. Budaya politik parokial (parochial political culture), yaitu tingkat partisipasi politiknya sangat rendah, yang disebabkan faktor kognitif (misalnya tingkat pendidikan relatif rendah). Secara relatif parokialisme murni itu berlangsung dalam sistem tradisional yang lebih sederhana sehingga spesialisasi politik berada pada jenjang yang paling rendah.

Parokialisme dalam sistem politik yang diferensiatif lebih bersifat afektif dan normatif ketimbang kognitif. Contohnya suku bangsa terpencil di Nigeria atau Ghana, dapat saja menyadari akan suramnya rezim politik sentral dengan berbagai cara. Akan tetapi perasaannya terhadap hal tersebut bersifat tidak menentu dan mereka tidak membakukan norma-norma untuk mengatur hubunganya dengan hal tersebut.

C. Budaya Politik dalam Islam

Perpaduan budaya politik diyakini memberikan pengaruh yang positif bagi stabilisasi demokrasi, sebagaimana apa yang telah dikembangkan oleh Almond dan Verba bukanlah hanya sekedar budaya politik saja, tetapi merupakan kombinasi dari budaya politik aktifisme dan pasifisme, yang mana akan melahirkan budaya politik yang moderat dan bukan radikal. Para ahli islam beranggapan bahwa dunia Arab atau daerah bagian Timur Tengah merupakan pusat kebudayaan dan peradaban islam, yang menyebabkan bahwa islam identik dengan dunia arab. Kalangan elit muslim, seperti aktifi, dan kaum intelektual ini sering kali menunjukkan identitas, solidaritas, dan persaudaraan keislaman mereka. Sebagai reaksi terhadap budaya dan politik yang non-muslim. Yang kemudian menimbulkan pada wilayah ini rezim yang bersifat otoritas dan tidak demokratis.3

Politik Islam merupakan penghadapan Islam dengan kekuasaan dan negara yang melahirkan sikap dan prilaku politik (political behavior) serta budaya politik (political culture) yang berorientasi pada nilai-nilai Islam Sikap dan prilaku serta budaya politik yang

3 Saiful Mujani. Muslim Demokrat, Islam, Budaya Demokrasi, dan Partisipasi politik di Indoneisa pasca orde

baru, (Jakarta, Pt. Garamedia utama, 2007), h. 13

(9)

memakai kata sifat Islam, menurut Taufik Abdullah, bermula dari suatu kepribadian moral dan doktrinal terhadap keutuhan komunitas spiritual Islam. Islam meletakkan politik sebagai satu cara penjagaan urusan umat (ri'ayah syu-ūn al-ummah). Islam dan politik tidak boleh dipisahkan, kerana Islam tanpa politik akan melahirkan terbelenggunya kaum muslimin yang tidak mempunyai kebebasan dan kemerdekaan melaksanakan syariat Islam.

Begitu pula politik tanpa Islam, hanya akan melahirkan masyarakat yang mengagungkan kekuasaan, jabatan, bahan, dan duniawi saja, kosong dari aspek moral dan spiritual. Oleh kerana itu, politik dalam Islam sangat penting bagi mengingatkan kemerdekaan dan kebebasan melaksanakan syariat Islam boleh diwadahi oleh politik.4

4 Zaki Ulya, “Perbandingan Pemilihan Kepala Negara di Indonesia (Suatu Kajian Hukum Positif Indonesia

(10)

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Dari penulisan dan pembahasan yang ada dapat disimpulkan bahwa:

1. Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya.

2. Menurut Ranney, budaya politik memiliki dua komponen utama, yaitu orientasi kognitif (cognitive orientations )dan orientasi afektif (affective orientation).

Sementara itu, Almond dan Verba dengan lebih komprehensif mengacu pada apa yang dirumuskan Parsons dan Shils tentang klasifikasi tipe-tipe orientasi.

3. Budaya politik Indonesia yang bersifat Parokial-kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di lain pihak, di satu segi masa masih ketinggalan dalam mempergunakan hak dan dalam memikul tanggung jawab politiknya yang mungkin di sebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, bapakisme, dan ikatan primordial.

4. Budaya politik di Indonesia merupakan perwujudan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Indonesia yang diyakini sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan kegiatan polituk kenegaraan. Budaya politik Indonesia selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Tetapi itu hanya terjadi pada daerah perkotaan dan pedesaan yang telah maju, sedangkan pada daerah-daerah terpencil itu tidak terjadi perubahan karena kurangnya pendidikan dan informasi.

5. Kecendrungan Neo-patrimonisalistik dimana salah satu kecendrungan dalam kehidupan politik di Indonesia adalah adanya kecendrungan munculnya budaya

(11)

politik yang bersifat neo- patrimonisalistik; artinya meskipun memiliki atribut yang bersifat modern dan rasionalistik seperti birokrasi, perilaku negara masih memperlihatkan tradisi dan budaya politik yang berkarakter patrimonial.

Saran

Berkaitan dengan kesimpulan di atas, maka dikemukakan saran bahwa peserta didik hendaknya dapat membaca dan memahami sekaligus dapat mempelajari perkembangan budaya politik di Indonesia lainnya, hal ini untuk mendorong motivasi dan kreatifitas siswa dalam mempelajari dan memahami semua aspek budaya politik dalam kehidupan sehari-hari.

(12)

DAFTAR PUSTAKA Dedi Tipe-Tipe/Jenis-Jenis Budaya Politik. Online :2012

M. Yusuf,2015 “Meningkatkan Hasil Pembinaan Kedisiplinan Proses Pembelajaran Melalui Etos Kerja Mandiri Guru SMK Negeri 1 Bireuen”. Jurnal Pendidikan Serambi Ilmu.

Ulya, Zaki.2015 “Perbandingan Pemilihan Kepala Negara di Indonesia (Suatu Kajian Hukum Positif Indonesia Dan Fiqh Siyasah)”, Jurnal Al Qadha.

Mujani, Saiful. 2007. Muslim Demokrat, Islam, Budaya Demokrasi, dan Partisipasi politik di Indoneisa pasca orde baru, Jakarta, Pt. Garamedia utama

Referensi

Dokumen terkait

Belum banyak karya tulis yang membahas tentang politik ekonomi Islam di Indonesia hususnya terkait dengan analisis kebijakan ekonomi Islam terhadap agenda

Selain itu juga banyak lagi buku-buku yang berkaitan tentang partai politik Masyumi yang kesemuanya itu membahas tentang politik Islam Indonesia dan Masyumi, namun dari

Makalah ini membahas tentang perilaku dan politik di

Teks tersebut membahas tentang akulturasi budaya Islam di Indonesia, khususnya dalam arsitektur

Dokumen ini membahas tentang nilai dan prinsip dari politik Islam berdasarkan surah Ali Imran ayat 159

Makalah ini membahas tentang komunikasi bisnis lintas

Dokumen ini membahas tentang budaya akademik yang ingin dibangun oleh Islam, yaitu menjadikan manusia cerdas, memiliki kekuatan iman, dan kerendahan

Makalah ini membahas topik politik luar negeri yang disusun oleh sekelompok