• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Ekonometrika.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Buku Ekonometrika.pdf"

Copied!
138
0
0

Teks penuh

PENGERTIAN STATISTIK, DATA, SKALA

Pengertian Data

Jenis dan Macam Data

Pembagian Data Menurut Sifatnya

Pembagian Data Menurut Waktunya

Cara Pengambilan Sampel

SPSS

Pengertian SPSS

SPSS merupakan salah satu paket perangkat lunak yang dapat menganalisis data berbagai disiplin ilmu khususnya ilmu sosial. Program SPSS memberikan hasil perhitungan statistik yang dapat berupa tabel, grafik yang bersumber dari variabel tunggal atau perhitungan statistik yang berupa hubungan antar variabel. SPSS merupakan aplikasi komputer yang menyediakan program statistika, awalnya SPSS merupakan singkatan dari Statistical Package for the Social Sciences yang diciptakan oleh Norman Nie pada tahun 1968.

Yang berguna untuk .SPSS adalah dapat mengakses data dari berbagai format data yang tersedia seperti dBase, Lotus, Access, file teks, spreadsheet, bahkan dapat mengakses database melalui ODBC (Open Data Base Connectivity) sehingga data yang ada, dalam berbagai formatnya, bisa dibaca langsung dengan SPSS untuk dianalisis. SPSS menawarkan tampilan data yang lebih informatif yaitu menampilkan data menurut nilainya (menampilkan label data dengan kata-kata), yaitu memberikan skala untuk data dalam bentuk kategori. Teknis dan Terapan Ekonometri dengan SPSS 14 Selain analisis data deskriptif, SPSS juga mempunyai kemampuan menganalisis data statistik berupa hubungan antar variabel.

Analisis korelasi SPSS juga memberikan kemudahan bagi peneliti yang ingin menganalisis data nominal, ordinal, dan rasio. Dalam analisis regresi dengan menggunakan SPSS memudahkan dalam menganalisis uji T, uji F dan uji lainnya.

Tampilan SPSS

Koma: Data numerik dengan koma ditampilkan untuk setiap 3 angka (memisahkan ribuan) dan titik untuk memisahkan desimal. Titik: Data numerik dengan titik ditampilkan untuk setiap 3 angka (memisahkan ribuan) dan koma untuk desimal yang dipisahkan. Teknik dan Aplikasi Ekonometri dengan SPSS 17. Misal kita mempunyai data jenis kelamin: 1 = laki-laki, 2 = perempuan, lalu masukkan angka 1 pada “Nilai” dan “Laki-laki” pada kolom “Label”, lalu klik “Tambah”, ulangi untuk 2 = betina, lalu klik. OKE .

STATISTIK DESKRIPTIF

Menu Frekuensi

Menu Deskriptive

Menu Eksplore

Menu Crosstabs

KORELASI SEDERHANA

Uji Korelasi Dengan Data Nominal

Data nominal merupakan data kualitatif dengan kategori dimana angka merupakan simbol tanpa tingkatan. Untuk menguji data nominal dapat menggunakan uji koefisien berbeda yaitu Phi, Cramer's V, dan Koefisien Kontingensi. Kemudian akan muncul tampilan seperti di bawah ini, pindahkan variabel pada baris atau kolom sesuai keinginan lalu klik statistik. Teknis dan Aplikasi Ekonometri dengan SPSS 41 Nilai sig kurang lebih 0,342 > 0,05 artinya H0 diterima dan Ha ditolak. Jadi tidak ada hubungan antara usia dan pengalaman kerja.

Uji Korelasi Data Ordinal

Uji Korelasi Data Rasio

KORELASI BERGANDA

REGRESI LINIER SEDERHANA

REGRESI LINIER BERGANDA

Analisis regresi linier berganda merupakan analisis statistik yang digunakan untuk menguji hubungan antara pengaruh lebih dari satu variabel bebas atau variabel prediktor atau variabel bebas terhadap satu variabel terikat atau variabel terikat. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel harga dan pendapatan terhadap jumlah barang yang diminta? Ekonometri Teknis dan Terapan dengan SPSS 64 H1: terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel harga terhadap variabel jumlah barang yang diminta.

H0 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pendapatan terhadap variabel jumlah barang yang diminta H2 : terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pendapatan terhadap variabel jumlah barang yang diminta. H0 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel harga dan pendapatan terhadap jumlah barang yang diminta secara simultan. H3 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel harga dan pendapatan terhadap jumlah barang yang diminta secara simultan.

UJI ASUMSI KLASIK NORMALITAS

Uji Normalitas Dengan Menggunakan Grafik

Teknik dan Aplikasi Ekonometri dengan SPSS 117 3. Masukkan seluruh instrumen pada kolom item lalu klik statistik.

Uji Normalitas Dengan Kolmogorof-Smirnov

UJI ASUMSI KLASIK

Beberapa Sebab Timbulnya Multikolinieritas

Beberapa Cara Deteksi Multikolinieritas

Berdasarkan hasil di atas terlihat bahwa model regresi bebas dari multikolinearitas yang dibuktikan dengan nilai R2. Teknik dan Penerapan Ekonometri dengan SPSS 86 model regresi linier dipengaruhi multikolinearitas dengan menggunakan korelasi berpasangan antar variabel independen. Teknik dan Aplikasi Ekonometri dengan SPSS 88 Dari hasil output diatas diperoleh nilai korelasi berpasangan pada tabel koefisien korelasi antara variabel pendapatan dan harga sebesar -0,223.

Dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi antara harga dan pendapatan dengan menggunakan Pair Wise Correlation sebesar -0,223 lebih kecil dari 0,70 yang berarti pemodelan regresi tidak mengalami gejala multikolinearitas.

Cara Mengatasi Apabila Data Terkena

Teknik ekonometrika dan penerapannya dengan SPSS 95 Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa model tidak menunjukkan adanya heteroskedastisitas, karena titik sampel tersebar dan tidak membentuk pola tertentu. Ekonometrika Teknis dan Terapan dengan SPSS 107. Pada hasil output diatas terlihat nilai Watson Durbin sebesar 1,5273. Pengujian ini memerlukan dua nilai bantu yang diperoleh dari tabel Watson Durbin yaitu nilai DU dan DL dengan α=. Ekonometri Teknis dan Terapan dengan SPSS 108 Karena nilai statistik Durbin Watson berada di antara dl dan du, yaitu berada pada zona non-terminasi namun tidak mengalami autokorelasi positif.

Ekonomi Teknis dan Aplikasi dengan SPSS 113 4. Kemudian klik statistik – pilih skala dan skala untuk item bertanggal. Teknik ekonometrika dan aplikasi ekonometrika dengan SPSS 115 masih belum valid, instrumen tidak mewakili variabel yang diteliti.

UJI ASUMSI KLASIK

Ada Beberapa Sebab Terjadi Heteroskedastisitas

Beberapa Cara Mendeteksi adanya

UJI ASUMSI KLASIK OTOKORELASI

UJI VALIDITAS DAN REABILITAS

Uji Reabilitas

Uji reliabilitas merupakan pengujian untuk mengetahui apakah suatu data mempunyai konsistensi atau keteraturan pada hasil pengukurannya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen tersebut cocok atau tidak untuk digunakan sebagai alat ukur responden. Instrumen yang reable mempunyai kriteria data yang dapat dipercaya sehingga data tersebut baik dan dapat dilanjutkan untuk penelitian.

Metode pengujian realitas yang digunakan adalah metode Alpha Conbach yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu data dapat dipercaya atau tidak. Pengukuran Conbach Alpha menggunakan skala 0 sampai 100; jika nilai alpha lebih dari 70% maka instrumen dianggap reliabel. Dari hasil diatas data tidak reliabel karena nilai cronbach alpha kurang dari 70% sehingga instrumen ini perlu diperbaiki kembali.

Uji Validitas

Jika nilai korelasi item-total yang dikoreksi > r-tabel maka data tersebut valid, jika nilai korelasi item-total yang dikoreksi adalah. Selain menggunakan r hitung dibandingkan r tabel, dalam melihat keabsahan data juga dapat menggunakan signifikansi dibandingkan alpha. Dari hasil diatas terlihat ada tujuh instrumen yang tidak valid, baik kita menggunakan perbandingan antara r hitung dibandingkan r tabel atau sig dibandingkan alpha sehingga perlu dilakukan eliminasi pada instrumen tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan output “SPSS Statistics Viewer” diketahui bahwa nilai koefisien korelasi sebesar .509 dengan signifikasi pada level 0.01 yang jika dilihat pada skala Guilford

Berdasarkan output SPSS, hasil penelitian pengujian diatas dapat dilihat : Hasil penelitian hipotesis yang pertama menunjukkan bahwa hipotesis H1 diterima dan H0

Menentukan nilai d U , dan d L yang dapat dilihat dari table Durbin-Watson (DW) dengan memperhatikan jumlah sampel, jumlah variabel bebas, dan taraf signifikan. Apabila penelitian

Prototipe yang telah memiliki sistem kontrol diuji untuk melihat kemampuannya dalam memberikan output pupuk, pada pengujian ini akan dilihat hubungan antara kecepatan putaran

Uji Koefisin Determinasi R2 Hasil Output SPSS Pseudo R-Square Cox and Snell .232 Nagelkerke .263 McFadden .124 Interpretasi Output : Dapat dilihat pada nilai Nagelkerke sebesar

Dengan alat bantu IBM SPSS Statistic versi 22 , kriteria pengujian adalah sebagai berikut melihat tabel model Summary, melihat nilai R Square koefisien Determinasi jika nilai R²

Dependent Variable: LPKMK Hasil perhitungan menunjukkan bahwa koefisien determinasi Durbin-Watson memiliki nilai sebesar 0,918 dilihat dari tabel 4.7, yang menunjukkan bahwa variabel

Predictors: Constant, Kompetensi Sumber Daya Manusia , Standar Akuntansi Pemerintahan Sumber : Output SPSS.20 Hasil pengujian hipotesis secara simultan dengan melihat nilai Fhitung,