i BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Tahun 2016
Buku Guru MATEMATIKA
SMALB KELAS XI
Tunanetra
ii BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Penulis : ASNAH TAHAR
Penelaah : YUNINA SURTIANA Penyunting Bahasa : Badan Bahasa
Disklamer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi kurikulum 2013.. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan
perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini
Kotak katalog dalam terbitan (KDT)
Cetakan ke-1, 2016
Disusun dengan huruf Bookman Oldstyle , 12pt MILIK NEGARA
TIDAK DIPERDAGANGKAN
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
MATEMATIKA SMALB Tunanetra : Buku Guru/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. –Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.
xi 136, hl : ilus : 25 cm
Untuk SMALB-A Kelas XI
ISBN 978-602-358-508-3 (jilid lengkap) ISBN 978-602-358-510-6 (jilid 2)
I. Matamatika – Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayan
iii BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
KATA PENGANTAR
Buku Guru mata pelajaran Matematika kelas XI merupakan buku panduan guru dalam membelajarkan peserta didik. Materi yang terkandung dalam buku ini meliputi petunjuk umum dan petunjuk khusus.
Buku ini merupakan bagian dari Kurikulum 2013 yang menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Kemampuan matematika dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan: dimulai dengan meningkatkan pengetahuan tentang metode-metode matematika, dilanjutkan dengan keterampilan menyajikan suatu permasalahan sederhana secara matematis dan menyelesaikannya, kemudian dikembangkan nilai-nilai karakter pada pembentukan sikap jujur, kreatif, teliti, dan taat.
Maksud dan tujuan buku ini adalah menuntun guru untuk dapat memaksimalkan kompetensi peserta didik, melatih peserta didik untuk berani mencari informasi melalui berbagai sumber. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan daya serap peserta didik melalui kegiatan yang telah disediakan dalam buku ini, guru dapat memperkayanya dengan kreasi yang lain yang lebih mengena dengan situasi kondisi lingkungan alam setempat maupun melihat kebutuhan peserta didik yang dihadapi.
iv BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Dalam penulisan buku ini masih banyak yang perlu diperbaiki, oleh karena itu ucapan terima kasih yang sedalam- dalamnya pantas diberikan pada pihak yang dengan ikhlas mau menyumbangkan pikirannya guna perbaikan buku ini.
Jakarta, April 2016 Penulis,
Asnah Tahar
v BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
KATA PENGANTAR ...
iiiDAFTAR ISI ...
vBAGIAN I: PETUNJUK UMUM
A. Pembelajaran Matematika ... viii1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ... viii
2. Tujuan Pembelajaran ... ix
3. Materi Pembelajaran... ix
4. Pengalaman Pembelajaran Matematika ... xv
B. Penilaian Pembelajaran ... xv
1. Konsep penilaian dalam pembelajaran ... xv
2. Karakteristik penilaian pembelajaran ... xvi
3. Teknik dan instrumen penilaian pembelajaran ... xvi
4. Pengolahan hasil penilaian dan pelaporan ... xvi
C. Remedial ... xvii
1. Prinsip-prinsip Remedial ... xvii
2. Pembelajaran Remedial ... xviii
D. Pengayaan ... xiv
1. Prinsip-prinsip Pengayaan ... xix
2. Pembelajaran Pengayaan ... xix
E. Interaksi dengan Orangtua... xx
1. Interaksi secara Langsung ... xx
2. Interaksi secara Tidak Langsung ... xx
BAGIAN II: PETUNJUK KHUSUS BAB I PELUANG ...
1A. MEMAHAMI PELUANG TEORITIK ... 2
DAFTAR ISI
vi BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
A. Pembelajaran ... 2
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 10
C. Interaksi dengan Orang tua ... 12
B. MENGHITUNG PELUANG TEORITIK ... 13
A. Pembelajaran ... 13
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 20
C. Interaksi dengan Orang tua ... 21
C. MEMAHAMI PELUANG EMPIRIK ... 22
A. Pembelajaran... 22
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 31
C. Interaksi dengan Orang tua ... 33
BAB II STATISTIKA ...
34A. DATA DALAM BENTUK TABEL ... 35
A. Pembelajaran ... 35
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 42
C. Interaksi dengan Orang tua ... 42
B. PENYAJIAN DATA BENTUK DIAGRAM BATANG ... 43
A. Pembelajaran ... 43
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 49
C. Interaksi dengan Orang tua ... 50
C. PENYAJIAN DATA DALAM BENTUK DIAGRAM GARIS ... 50
A. Pembelajaran ... 50
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 56
C. Interaksi dengan Orang tua ... 57
D. PENYAJIAN DATA DALAM BENTUK DIAGRAM LINGKARAN .. 57
A. Pembelajaran ... 57
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 63
C. Interaksi dengan Orang tua ... 63
E. UKURAN PEMUSATAN DATA ... 64
A. Pembelajaran ... 64
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 70
C. Interaksi dengan Orang tua ... 71
vii BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
BAB III PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL ...
77A. MEMBUAT PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL... 78
A. Pembelajaran ... 78
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 82
C. Interaksi dengan Orang tua ... 83
B. PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL ... 82
A. Pembelajaran ... 82
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 92
C. Interaksi dengan Orang tua ... 93
C. SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL ... 94
A. Pembelajaran ... 94
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 103
C. Interaksi dengan Orang tua ... 104
BAB IV RELASI DAN FUNGSI ... 108
A. CIRI-CIRI FUNGSI ... 109
A. Pembelajaran ... 108
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 115
C. Interaksi dengan Orang tua ... 115
B. PENYAJIAN FUNGSI ... 116
A. Pembelajaran ... 116
B. Penilaian dan Tindak Lanjut ... 121
C. Interaksi dengan Orang tua ... 122
C. MENGHITUNG NILAI FUNGSI ... 122
A. Pembelajaran ... 122
B. Penilaian dan Tindak Lanjut... 126
C. Interaksi dengan Orang Tua... 126
GLOSARIUM ...
132DAFTAR PUSTAKA ...
135viii BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
A. Pembelajaran Matematika
1. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
KI 3: Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian nyata.
3.1 Menemukan peluang empirik dari data yang mungkin diperoleh berdasarkan kejadian tunggal
3.2 Memahami teknik penyajian data dua variabel menggunakan tabel, dan diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran
3.3 Memahami konsep sistem persamaan linear dua variabel.
3.4 Memahami konsep relasi sebagai pemetaan atau Fungsi
KI 4: Mencoba, mengolah, dan menyaji, dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
4.1 Mengaplikasikan konsep peluang dalam kehidupan sehari-hari
4.2 Mengumpulkan, mengolah, menginterpretasi, dan menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel dan diagram batang serta melakukan
pengolahan data tunggal 4.3 Menerapkan konsep
persamaan linier dua variabel dengan cara eliminasi, substitusi dan campuran dalam konteks nyata
4.4 Mengaplikasi konsep relasi dalam kehidupan
BAGIAN I : PETUNJUK UMUM
ix BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
2. Tujuan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran matematika dalam buku ini adalah untuk membantu siswa memecahkan masalah, dan mengembangkan potensi yang dimiliki siswa secara maksimal.Tujuan pembelajaran lebih diutamakan pada prosesnya bukan pada hasilnya. Saat proses pembelajaran berlangsung dibutuhkan keterampilan dalam mengelola kelas dengan baik. Mengenal karakteristik cara belajar masing-masing siswa, memanfaatkan lingkungan sebagai media belajar, dan menyampaikan materi dengan bahasa yang komunikatif.
3. Materi Pembelajaran
Buku ini diperuntukkan anak tunanetra yang mempunyai hambatan intelektual ringan, hambatan emosi, dan komunikasi, sehingga guru wajib melakukan asesmen terlebih dulu sebelum pelaksanaan pembelajaran. Apabila hasil asesmen menunjukkan bahwa kemampuan anak sangat tidak sesuai seperti yang diharapkan (tidak sesuai dengan standar indikator pada buku ini) maka guru wajib melakukan penyerderhanaan pembelajaran. Apabila ternyata hasil asesmen menunjukkan bahwa kemampuan siswa berada di atas standar yang diharapkan maka guru wajib melakukan penambahan pada tingkat kesulitan materi dan atau keluasan materi sesuai kompetensi dasar artinya guru memperkaya indikator dengan tingkat
x BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
kesulitan yang lebih dari standar yang tertulis pada buku ini.
Materi yang dibicarakan dalam buku ini sesuai dengan materi dalam buku siswa antara lain Peluang, Statistika, Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, dan Relasi dan Fungsi.
Petunjuk khusus berisi panduan bagi guru dalam membelajarkan siswa, dengan harapan guru dapat lebih mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan masing- masing daerah.
Pengantar Bab terdiri atas Kompetensi Dasar, indikator, pengalaman belajar, media dan sumber belajar, langkah- langkah pembelajaran, dan penilaian serta tindak lanjut yang diharapkan akan didapatkan siswa setelah pembelajaran. Bagian akhir pembelajaran ini berupa penilaian dan tindak lanjut, serta interaksi dengan orangtua.
1. Peta konsep berisi diagram keterkaitan antar materi pada Bab.
2. Isi materi berupa kegiatan-membelajarkan yang menuntut siswa secara aktif untuk terlibat dalam pembelajaran sehingga siswa akan mendapatkan pengalaman yang diharapkan. Membelajarkan berisi konteks atau masalah terkait dengan kegiatan. Masalah yang disajikan ada yang diberikan beserta
xi BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
pemecahannya, ada yang dilengkapi dengan petunjuk pemecahan masalah, dan ada yang dibiarkan berupa masalah untuk dipecahkan siswa. Pada setiap membelajarkan mengikuti pendekatan ilmiah, yaitu mengamati, menanya, menggali informasi, menalar, dan mengomunikasikan yang disajikan dengan ikon-ikon tertentu. Berikut penjelasan dari setiap ikon tersebut.
Pengalaman belajar pada pembelajaran Ayo Kita Amati dapat dilakukan dengan cara membaca, mendengar, menyimak, mengidentifikasi objek-objek matematika tertentu terkait masalah atau topik kegiatan. Hasil pengamatan dapat berupa definisi, teorema, sifat, grafik dan lain sebagainya. Pengalaman belajar mengamati ini diharapkan dapat memfasilitasi siswa dalam mengembangkan dan melatih kesungguhan, ketelitian, dan kemampuan mencari informasi.
Setelah terjadi proses mengamati, pengalaman belajar peserta didik berikutnya yang difasilitasi guru adalah pengalaman belajar menanya. Pengalaman belajar tersebut dimaknai sebagai menanya dan
Ayo Kita Menanya Ayo Kita Amati
xii BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
mempertanyakan terhadap hal-hal yang diamati.
Terjadinya kegiatan‟menanya‟ oleh peserta didik dapat disebabkan oleh karena belum dipahaminya hal-hal yang diamati, atau dapat pula karena ingin mendapatkan informasi tambahan tentang hal-hal yang diamati. Agar proses menanya oleh peserta didik semakin hari berjalan semakin lancar dan berkualitas, guru dapat memfasilitasi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berfungsi menggiring peserta didik untuk
mempertanyakan hal-hal yang diamati.
Setelah terjadi proses menanya, pengalaman belajar siswa berikutnya adalah menggali informasi. Pada buku siswa disajikan dua jenis informasi, yaitu informasi langsung dan tidak langsung. Pertama, informasi disajikan secara langsung, sehingga menuntut siswa untuk cermat dalam memahami informasi yang disajikan. Kedua, informasi disajikan dengan mengajak siswa melakukan suatu aktivitas yang mengarah pada informasiyang ingin dicapai, untuk itu siswa harus aktif dalam mengikuti panduanbuku siswa dan guru. Selain informasi yang diperoleh dari buku siswa, diharapkan siswa juga aktif membaca informasi sumber lain,
Ayo Kita Menggali Informasi
xiii BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
mengamati objek/kejadian/aktivitas, atau melakukan wawancara dengan narasumber. Dari Membelajarkan mengumpulkan informasi ini data-data yang selanjutnya siap diolah, dihubungkan antara data yang satu dengan yang lainnya (diasosiasikan), dianalisis, dan dinalar.
Setelah mengalami proses mengamati, menanya, dan menggali informasimaka pengalaman belajar pokok berikutnya adalah mengolah informasi atau mengasosiasikan. Membelajarkan mengolah informasi dimaknaisebagai mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatasdari hasil Membelajarkan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari membelajarkan mengamati dan membelajarkan mengumpulkan informasi. Sedangkan proses pengolahan informasi dapat terjadi dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda atau bahkan bertentangan. Pada buku siswa membelajarkan menalar disajikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang diharapkan akan terjawab oleh siswa setelah melalui Membelajarkan mengamati hingga menggali informasi.
Ayo Kita Menalar
xiv BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Hasil dari membelajarkan menalar ini berupa jawaban, pernyataan, atau kesimpulan.
Setelah mengalami proses mengamati, menanya, mengumpulkan, dan mengolah informasi maka pengalaman belajar pokok berikutnya adalah mengkomunikasikan yang dimaknai sebagai membelajarkan menyampaikan hasil pengamatan, atau kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil analisis secara tertulis, lisan, ataupun dengan media.
Tujuan dari membelajarkan berbagi adalah melatih siswa untuk berani menyampaikan ide kepada orang lain. Dengan adanya membelajarkan berbagi, diharapkan akan tumbuh pada diri siswa sikap empati, saling menghargai, dan menghormati perbedaan orang lain.
Berisi pertanyaan-pertanyan yang mengarahkan siswa untuk membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari dalam satu bab.
Ayo Kita Berbagi
Merangkum
xv BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
4. Pengalaman Pembelajaran Matematika
Pengalaman pembelajaran dalam buku panduan ini merupakan salah satu cara membelajarkan siswa tunanetra. Penekanan pengalaman belajar siswa mempertimbangkan prinsip-prinsip belajar siswa tunanetra yang meliputi antara lain kekonkritan, totalitas, individual, dan aktifitas mandiri. Buku panduan ini sekiranya dapat menginspirasi guru dalam mengembangkan pembelajaran di sekolah masing-masing sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat.
B.Penilaian Pembelajaran
1. Konsep Penilaian dalam Pembelajaran
Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian Kompetensi Dasar (KD) yang merupakan penjabaran dari Kompetensi Inti (KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4).
Penilaian menggunakan acuan kriteria, yaitu penilaian yang dilakukan dengan membandingkan capaian siswa dengan kriteria kompetensi yang ditetapkan. Hasil penilaian baik yang formatif maupun sumatif seorang siswa tidak dibandingkan dengan skor siswa lainnya namun dibandingkan dengan penguasaan kompetensi yang dipersyaratkan.
Penilaian dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Artinya semua indikator diukur, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar (KD) yang
xvi BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
telah dikuasai dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan belajar siswa .
2. Karakteristik Penilaian Pembelajaran
Penilaian hasil belajar siswa berkebutuhan khusus pada pendidikan menengah dilaksanakan terus menerus dan berkelanjutan selama proses pembelajaran. Hasil belajar tersebut merupakan sebuah kemajuan yang bertahap, sehingga perlu perekaman kemajuan belajar secara terus menerus.
3. Teknik dan Instrumen Penilaian Pembelajaran
Berbagai teknik penilaian pengetahuan dapat digunakan sesuai dengan karakteristik masing-masing KD. Teknik yang biasa digunakan antara lain tes tertulis, tes lisan, penugasan, dan portofolio.
4. Pengolahan Hasil Penilaian dan Pelaporan
Laporan hasil belajar berisi rekaman tahapan-tahapan kemajuan siswa berkebutuhan khusus berdasarkan kurikulum yang telah dirancang bagi mereka, hal itu perlu dilakukan pengelolaan data dan hasil keputusan dalam pengajaran yang efektif berkaitan dengan pengumpulan data yang diajarkan sebelumnya. Tanpa penggunaan rekaman kemajuan siswa, guru akan mendapatkan kesulitan untuk menentukan dan memutuskan suatu kelanjutan siswa.
Hasil laporan pendidikan berupa angka dan laporan yang dideskripsikan.
xvii BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
C. Remedial
Remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada siswa untuk memperbaiki prestasi belajar agar mencapai kriteria ketuntasan minimal yang harus dicapai oleh siswa. Remedial diperlukan bagi siswa yang belum mencapai kemampuan minimal yang ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.
1. Prinsip-prinsip Remedial
Dalam pemberian pembelajaran remedial, kita harus memperhatikan prinsip-prinsip dalam remedial seperti berikut ini:
a. Adaptif
Setiap peserta didik memiliki keunikan masing-masing dan berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, program pembelajaran remedial harus dapat mengakomodasi perbedaan individual peserta didik dan disusun sesuai dengan kecepatan, kesempatan, dan gaya belajar masing- masing.
b. Interaktif
Pembelajaran remedial memungkinkan peserta didik secara intensif dapat berinteraksi dengan pendidik dan sumber belajar yang tersedia. Remedial bersifat perbaikan maka perlu mendapatkan monitoring dan pengawasan agar dapat diketahui kemajuan belajarnya.
xviii BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Apabila dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan, maka segera diberikan tindakan.
c. Fleksibilitas dalam Metode Pembelajaran dan Penilaian.
Dalam pembelajaran remedial digunakan berbagai metode mengajar dan metode penilaian sesuai dengan karakteristik peserta didik.
d. Pemberian Umpan Balik Sesegera Mungkin
e. Kesinambungan dan Ketersediaan dalam Pemberian Pelayanan.
Program pembelajaran reguler dengan pembelajaran remedial merupakan satu kesatuan sehingga harus berkesinambungan.
2.Pembelajaran Remedial
Siswa yang memperoleh hasil belajar kurang dari yang ditetapkan, wajib diberi pembelajaran remedial.
Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi siswa yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar dibandingkan kawan sekelasnya.
Bantuan dalam pembelajaran remedial mencakup (1) mengkaji ulang materi pada kompetensi dasar yang belum dicapai siswa, (2) pemberian tugas terstruktur yang dilakukan secara mandiri dan pemberian umpan balik atas hasil kerja siswa, (3) kerjasama sekolah dengan orang tua siswa dalam mengatasi masalah belajar siswa.
xix BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan ke dua memberikan perlakuan pembelajaran remedial.
D. Pengayaan
1. Prinsip-prinsip Pengayaan
a. Inovasi guru perlu menyesuaikan program yang diterapkannya dengan kekhasan siswa, karakteristik kelas serta lingkungan hidup dan budaya siswa.
b. Kegiatan yang memperkaya dalam menyusun materi dan mendesain pembelajaran pengayaan dikembangkan dengan kegiatan yang menyenangkan, membangkitkan minat, merangsang pertanyaan, dan sumber-sumber yang bervariasi dan memperkaya materi.
c. Merencanakan metodologi yang lebih bervariasi. misalnya dengan memberikan project, pengembangan minat dan aktifitas menggugah. Menerapkan informasi-informasi terbaru dan program pendidikan terkini.
2. Pembelajaran Pengayaan
Bagi siswa yang lebih cepat dan mudah mencapai penguasaan kompetensi minimal yang ditetapkan, siswa tersebut memperoleh layanan program pembelajaran pengayaan. Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi siswa sehingga mereka
xx BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya
B. Interaksi dengan Orangtua
Hambatan inteligensi ringan merupakan faktor yang menjadi penyebab bahwa pihak sekolah harus selalu berinteraksi dengan orang tua, hal ini merupakan bagian dari membelajarkan siswa, artinya bantuan dari orang tua masih diperlukan ketika belajar di rumah. Bantuan dimaksud dapat dilakukan selaras dengan bantuan yang diberikan guru, Guru juga dapat melakukan interaksi dengan orangtua baik secara langsung atau tidak langsung.
1. Interaksi Secara Langsung
Pembuatan program pendidikan individual memerlukan kehadiran orang tua untuk membicarakan program yang akan disusun sesuai dengan hasil asesmen. Program pendidikan individual dibuat bersama-sama orang tua siswa, atas persetujuan orang tua program tersebut dilaksanakan di kelas. Selanjutnya perkembangan siswa secara periodik dilaporkan pada orang tua.
2. Interaksi Secara Tidak Langsung
Buku penghubung dapat merupakan sarana guru dan orang tua untuk saling berinteraksi. Kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi guru untuk berinteraksi dengan orang tua apabila ada hal mendadak yang perlu
xxi BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
dibicarakan bersama mengenai masalah yang dihadapi siswa.
1 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
BAGIAN II : PETUNJUK KHUSUS
PELUANG
BAB I
Peluang
Peluang Empirik Peluang
Teoritik
Percobaan Perhitungan
Rumus
Membandingkan Peluang Teoritik
dengan Peluang Empirik
Peta Konsep
2 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
A. Pembelajaran
1. Kompetensi Dasar
3.1 Menemukan peluang empirik dari data yang mungkin diperoleh berdasarkan kejadian tunggal 4.1 Mengaplikasikan konsep peluang dalam kehidupan sehari-hari
2. Indikator
Siswa mampu mendeskripsikan dasar-dasar peluang yang meliputi kejadian acak, ruang sampel, dan titik sampel.
3. Pengalaman Belajar
Sesudah mempelajari sub bab peluang teoritik, siswa memperoleh pengalaman belajar sebagai berikut:
a. Menentukan ruang sampel suatu percobaan acak.
b. Menentukan titik sampel dari suatu kejadian pada ruang sampel.
4. Media dan Sumber Belajar
Lingkungan sekitar merupakan media yang tepat bagi siswa, pemanfaatan faktor lingkungan akan sangat membantu proses belajar dan membelajarkan siswa.
Media belajar yang lain dapat berupa model dadu yang
A. MEMAHAMI PELUANG TEORITIK
3 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
dibuat khusus dengan ukuran berbeda, dan mata uang logam.
Sumber belajar dapat diambil dari buku-buku yang relevan (media cetak atau elektronik).
5. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Membelajarkan 1.1 Memahami Peluang Teoritik
a. Sebelum kegiatan 1.1, ajak siswa untuk mendengarkan uraian tentang teori peluang yang banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Berikan penjelasan tentang manfaat peluang dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya memperkirakan peluang siswa dalam dunia usaha apabila mereka membuka usaha industri di rumah.
Apersepsi
Sebelum Pelaksanaan Pembelajaran
Ajak siswa untuk menyimak pengenalan mengenai peluang yang disajikan dalam buku siswa.
Tujuan dari bacaan tersebut untuk mengenalkan tentang peluang teoritik
4 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Guru dipersilakan untuk mengembangkan dengan contoh lain yang dirasa dekat dengan lingkungan sekitar siswa.
Berikut asumsi untuk peluang teoritik
Titik sampelnya saling bebas artinya terjadinya hasil suatu titik sampel tunggal tidak berpengaruh terhadap titik
sampel tunggal lainnya.
Asas keadilan artinya setiap titik sampel mempunyai peluang yang sama untuk terjadi. Misalnya satu mata uang logam, setiap sisi mempunyai peluang sama untuk terjadi yaitu , sedangkan pada dadu masing-masing sisinya mempunyai peluang sama yaitu .
Percobaan acak artinya percobaan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang bukan tertentu. Misalnya dalam pelemparan mata uang logam, tidak boleh disengaja untuk mendapat hasil Angka atau Gambar, artinya peluang hasil A atau G sama.
Langkah awal yang dapat dilakukan untuk memulai pembelajaran adalah menciptakan situasi yang kondusif.
Misalnya menyanyikan lagu kebangsaan atau lagu-lagu wajib dapat merupakan hal yang sangat baik untuk membangkitkan semangat belajar di samping mengajak
Pendahuluan
5 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
P(A) =
) (
) (
S n
A n P
siswa menghargai karya cipta orang lain, dan menimbulkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air.
Siswa bersama-sama guru bernyanyi bersama.
Selanjutnya ajaklah siswa mengamati uraian dalam buku siswa.Bimbinglah siswa untuk menemukan kesimpulan bahwa peluang teoritik kejadian A, yaitu P(A) dirumuskan sebagai berikut:
Ajaklah siswa untuk menemukan konsep tentang kejadian acak. Kegiatan yang paling mudah adalah memanfaatkan benda yang ada di sekitar lingkungan siswa. Apabila kita menggunakan benda yang sudah dikenal dengan baik oleh siswa berpengaruh pada hasil belajar. Kegiatan pelemparan uang logam dapat dipergunakan untuk memahami kejadian acak. Uang logam hanya memiliki dua sisi saja sehingga penanaman konsep dengan uang logam
Ayo Kita Amati! Halaman 3 buku siswa
Mari Kita Gali Informasi! Halaman 5 buku siswa
Kegiatan inti
6 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
adalah langkah yang paling sederhana dan mudah dipahami siswa.
Kegiatan dapat juga diperkaya dengan pelemparan sebuah dadu bermata enam. Kegiatan-kegiatan itu menunjang dalam penanaman konsep ruang sampel, dan titik sampel serta konsep peluang teoritik.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pelemparan dua dadu sekaligus agar tidak terjadi kekeliruan dalam penanaman konsep adalah menggunakan dadu dengan ukuran berbeda (misalnya ukuran dadu pertama lebih kecil daripada ukuran dadu kedua), sehingga siswa dapat membedakan dengan jelas antara dadu satu dengan dadu kedua.
Percobaan dengan menggunakan uang logam lebih dari satu harus menggunakan uang logam yang berbeda misalnya: apabila kita akan melakukan pelemparan 3 keping logam sekaligus gunakan uang logam lima ratus, uang logam dua ratus, dan uang logam seratus. Kegiatan melempar uang logam menjadi bermakna dalam pembelajaran, artinya siswa dapat membedakan antara uang logam pertama, kedua, dan ketiga.
Berikutnya siswa menyimak contoh soal dalam buku siswa (halaman 7 buku siswa). Bimbinglah siswa untuk memahami contoh-contoh soal secara bertahap. Tanyalah siswa apakah mereka sudah memahami contoh soal yang diberikan, bila masih ada kesulitan berikan soal-soal yang
7 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
lain yang sudah dipersiapkan sebelumnya agar siswa memahami materi tersebut dengan baik (kembangkan contoh-contoh soal sesuai dengan lingkungan sekitar).
Ajaklah siswa untuk berdiskusi dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara kelompok atau perorangan. Pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok melatih siswa untuk saling menghargai dan bersikap toleran.
Mintalah siswa mengerjakan latihan 1 (halaman 13 buku siswa) dengan sungguh-sungguh. Pemberian motivasi kepada siswa sangat penting, oleh karena itu hasil latihan diperiksa dan dinilai.
Ayo Kita Menalar! Halaman 13 buku siswa
Saat melakukan interaksi dalam pembelajaran gunakan pemanfaatan indera-indera yang masih berfungsi baik. Kekuatan siswa tunanetra adalah pada indera pendengaran dan indera peraba.
8 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Kunci Jawaban Latihan 1
1. Kejadian acak adalah peristiwa pada suatu percobaan yang hasilnya tidak dapat ditentukan sebelumnya.
Contoh :
Pada pelemparan sekeping uang logam yang bersisi dua, ketika kita melempar kita belum dapat menentukan sisimana yang akan muncul.
2. Ruang sampel satu dadu (S ) = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, n(S1)= 6 Ruang sampel dua keping uang logam (S) = {(A, A), (A, G), (G, A), (G, G)} n(S2) = 4
n(S) = S1 × S2 = 6× 4 = 24
Jadi, banyaknya ruang sampel dari satu buah dadu dan dua keping uang logam = 24
3. Ruang sampel adalah himpunan dari semua hasil yang mungkin terjadi dari suatu percobaan.
Titik sampel adalah anggota dari ruang sampel.
Contoh:
Ruang sampel dan titik sampel pada pelemparan dua keping uang logam.
Ruang sampel: S = {(A, A), (A, G), (G, A), (G, G)}
Titik sampel: (A, A), (A, G), (G, A), (G, G)
4. a. Kejadian munculnya mata dadu pertama bermata 6
= {(6, 1), (6, 2), (6, 3), (6, 4), (6, 5), (6, 6)}
9 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
b. Kejadian munculnya mata dadu pertama = mata dadu kedua= {(1, 1), (2, 2), (3, 3), (4, 4), (5, 5), (6, 6)}
5. Jawab:
Kaleng 1 kaleng 2
Ruang sampel: S = {(stroberi, mint), (stroberi, anggur), (coklat, mint), (coklat, anggur), (kopi, mint), (kopi, anggur)}.
Pada kegiatan ini siswa berlatih untuk dapat berkomunikasi dengan baik di dalam kelas agar dapat menyampaikan pesan dengan benar.
Selain itu mereka diajak belajar menghargai pendapat orang lain dan bersikap toleran terhadap jawaban yang berbeda.
mint stroberi
coklat
anggur Kopi
Ayo Kita Berbagi! Halaman 14 buku siswa
Penutup
10 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Bahaslah hasil latihan 1 dengan tujuan memberikan penjelasan ulang mengenai materi.
B. Penilaian dan Tindak Lanjut 1. Penilaian
Teknik yang biasa digunakan antara lain tes tertulis, tes lisan, penugasan, dan portofolio. Teknik-teknik penilaian pengetahuan yang biasa digunakan disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 1.1 Teknik Penilaian Pengetahuan
Teknik Bentuk
Instrumen Tujuan Keterangan
Tes Tertulis Pilihan Ganda, Isian/ Uraian
Mengetahui penguasaan pengetahuan siswa untuk perbaikan proses pembelajaran dan/atau
pengambilan nilai
Kompetensi Inti 3
Tes Lisan Tanya jawab Mengecek
pemahaman siswa untuk perbaikan proses
pembelajaran
Kompetensi Inti 3 dan 4
Penugasan Tugas yang dilakukan secara individu maupun
kelompok
Memfasilitasi penguasaan pengetahuan (bila diberikan selama proses
pembelajaran) atau mengetahui
Kompetensi Inti 3 dan 4
11 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra penguasaan
pengetahuan (bila diberikan pada akhir
pembelajaran) Kinerja,
Projek, Produk
Unjuk Kerja/
Keterampilan Mengetahui penguasaan keterampilan siswa untuk perbaikan proses pembelajaran dan/atau
pengambilan nilai
Kompetensi Inti 4
Portofolio Sampel pekerjaan siswa terbaik yang diperoleh dari penugasan dan tes tertulis
Sebagai bahan guru
mendeskripsikan capaian
pengetahuan di akhir semester
Kompetensi Inti 4
Teknik penilaian dalam tabel 1.1 dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kegiatan menilai pengetahuan untuk semua mata pelajaran. Penilaian yang dilakukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam menentukan ruang sampel dan titik sampel dapat digunakan tes pilihan ganda dan uraian. Tes uraian diberikan untuk mengontrol hasil kerja siswa dalam bentuk tulisan, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam memahami dasar-dasar peluang.
2. Tindak Lanjut
Pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus diperlukan suatu tindak lanjut sesudah proses belajar tahap tertentu
12 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
yang telah dicapai, supaya ada kesinambungan dan ada upaya untuk memelihara ketercapaian hasil belajar.
Tindak lanjut yang perlu dilakukan meliputi pengelolaan data hasil belajar, komunikasi dengan orang tua, serta komunikasi dengan profesi-profesi lainnya yang terlibat di dalam kolaborasi penanganan siswa (bila diperlukan).
Hasil penilaian setiap siswa ditindaklanjuti oleh guru untuk menentukan kegiatan selanjutnya. Jika semua siswa sudah tepat mengerjakan semua tugas dalam sub bab ini, kegiatan dilanjutkan membahas materi berikutnya. Namun jika masih ada yang belum bisa, kegiatan dilanjutkan dengan remedial. guru mencari faktor penyebab mengapa siswa tersebut masih belum menguasai sub bab ini
C. Interaksi dengan Orang tua
Komunikasi dengan orang tua menjadi bagian yang penting dalam menentukan ketercapaian hasil belajar dalam sub bab ini, karena dengan pemahaman yang baik terhadap konsep dasar peluang adalah menjadi pembuka bagi pengetahuan selanjutnya. Pemberian tugas yang harus diselesaikan di rumah adalah jembatan untuk dapat berkomunikasi baik dengan orang tua.
13 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
A. Pembelajaran
1. Kompetensi Dasar
3.1 Memahami peluang empirik dari data yang mungkin diperoleh berdasarkan kejadian tunggal
4.1 Mengaplikasikan konsep peluang dalam kehidupan sehari-hari
2. Indikator
Siswa mampu melakukan perhitungan peluang teoritik berdasarkan rumus.
3. Pengalaman Belajar
Sesudah mempelajari sub bab bagian B siswa memperoleh pengalaman belajar sebagai berikut:
a. Menentukan dan menafsirkan peluang kejadian untuk berbagai situasi dengan menggunakan konsep peluang.
b. Menyajikan hasil pembelajaran mengenai peluang.
4. Media dan Sumber Belajar
Lingkungan sekitar merupakan media yang tepat bagi siswa, pemanfaatan faktor lingkungan dari dalam diri siswa sendiri dan lingkungan di luar diri siswa akan sangat membantu proses belajar dan membelajarkan siswa.
B . MENGHITUNG PELUANG TEORITIK
14 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Sumber belajar dapat diambil dari buku-buku yang relevan (media cetak atau elektronik).
5. Langkah-langkah Pembelajaran
2. Membelajarkan 1.2 Menghitung Peluang Teoritik
a. Sebelum kegiatan 1.2, ajak siswa untuk mendengarkan uraian tentang konsep peluang.
b. Berikan penjelasan tentang nilai peluang suatu kejadian di antara 0 dan 1.
Langkah awal yang dapat dilakukan untuk memulai pembelajaran sub bab ini adalah menciptakan situasi yang kondusif. Misalnya mengadakan lomba cerdas cermat
Apersepsi
Sebelum pelaksanaan pembelajaran
Ajaklah siswa untuk memahami bahwa menentukan nilai peluang kejadian sederhana dari suatu peristiwa adalah dengan mengetahui terlebih dahulu semua kejadian yang mungkin (ruang sampel) dan kejadian-kejadian yang diinginkan (titik sampel).
Pendahuluan
15 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
dalam kelas. Tanyalah siswa; siapa di antara mereka semalam belajar tentang dasar-dasar peluang? Tanya pendapat mereka siapa kira-kira di antara mereka yang berpeluang menjadi juara!
Kegiatan pendahuluan ditujukan agar siswa dapat berkonsentrasi pada pembahasan menghitung peluang teoritik. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengaitkan pengetahuan yang telah dikuasai sebagai jembatan untuk menerima pengetahuan lain yang masih ada keterkaitannya.
Selanjutnya ajaklah siswa mengamati uraian dalam buku siswa. Mintalah salah seorang siswa membacakan materi dengan suara keras, sementara siswa yang lain mendengarkan. Hal ini dilakukan dengan tujuan melatih keterampilan membaca dan mempertajam perabaan.
Tujuan lain dari kegiatan ini adalah timbulnya sikap saling menghargai di antara siswa, serta melatih konsentrasi sambil membaca dan memahami materi dari buku siswa.
Ayo Kita Amati! Halaman 15 buku siswa
Kegiatan Inti
16 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Berikutnya siswa menyimak contoh-contoh soal dalam buku siswa (halaman 17 buku siswa).
Bimbinglah siswa untuk memahami contoh-contoh soal secara bertahap.
Tanyalah siswa apakah mereka sudah memahami contoh soal yang diberikan, bila masih ada kesulitan berikan soal- soal yang lain agar siswa memahami materi tersebut dengan baik. Saat melakukan interaksi dalam pembelajaran gunakan pemanfaatan indera-indera yang masih berfungsi baik. Kekuatan siswa tunanetra adalah pada indera pendengaran dan indera peraba.
Ajaklah siswa untuk berdiskusi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas!
Pelaksanaannya dapat dilakukan secara kelompok atau perorangan. Pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok melatih siswa untuk saling menghargai dan bersikap toleran.
Caranya:
1. Siswa dibagi dalam kelompok kecil atau berpasangan untuk membahas masalah berikut (halaman 19 buku siswa) :
Ayo Kita Menalar!Halaman 19 buku siswa
17 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Dari sekelompok siswa yang berjumlah 25 orang terdapat 13 orang gemar IPA, 12 orang gemar matematika, dan 8 orang gemar keduanya.
2. Pilihlah satu siswa secara acak dan mintalah siswa tersebut untuk menentukan peluang terpilihnya siswa yang gemar keduanya.
3. Bahaslah materi dari kegiatan “Ayo Kita Menalar” agar semua siswa dalam kelas dapat memahami soal pemecahan masalah yang membutuhkan pembahasan seperti dalam kegiatan “Ayo Kita Menalar”.
Mintalah siswa mengerjakan latihan 2 (halaman 19 buku siswa) tentang perhitungan peluang teoritik dengan sungguh-sungguh. Bahaslah soal-soal latihan 2 untuk memantapkan penguasaan materi.
Kunci Jawaban Latihan 2
1. Jawab:
Ruang sampel A pada uang logam dan mata dadu > 4
= { (A, 5), (A, 6)}
P (A ) = = =
2. Ruang sampelnya adalah S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}sehingga n(S) = 6 K = {1, 3, 5} sehingga n(K) = 3
P(K) = = =
18 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
3. Jawab:
Ruang sampelnya adalah:
S = {AAA, AAG, AGA, AGG, GAA, GAA, GAG, GGA,GGG}
Banyak titik sampel: n(S) = 8
Munculnya 2 angka dan 1 gambar = { AAG, AGA, GAA}
n(K) = 3 P(K) = = 4. Jawab:
Ruang sampel yaitu S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, n (S) = 6 Faktor dari 12 = {1, 2, 3, 4, 6}, n (K) = 5
P(K) = = 5. Jawab:
K adalah munculnya 2 mata dadu berjumlah 12 = {(6,6)}
n(K) = 1 6. Jawab:
a. 45 siswa b. P(A) = c. P(B) = = d. P(C) = e. P(D) = = 7. Jawab:
a. Ruang sampel A pada pelemparan sebuah dadu “kurang dari 2” = {1}
P (A) = =
19 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
b. Ruang sampel B pada pelemparan mata dadu “lebih dari” 6 = { }
P (A) = = 0
c. Ruang sampel C pada pelemparan sebuah dadu (1, 2, 3, 4, 5, 6) = { }
P (A) = = 0 8. Jawab:
S = {(1, 1), (1, 2), (1, 3), (1, 4), (1, 5), (1, 6), (2, 1), (2, 2), (2, 3), (2, 4),(2, 5), (2, 6), (3, 1), (3, 2), (3, 3), (3, 4), (3, 5), (3, 6), (4, 1), (4, 2), (4, 3), (4, 4), (4, 5), (4, 6), (5, 1), (5, 2), (5, 3), (5, 4), (5, 5), (5, 6), (6, 1), (6, 2), (6, 3), (6, 4), (6, 5), (6, 6)}
Banyaknya titik sampel pada tabel tersebut ada 36, ditulis n (S) = 36. Peluang munculnya angka 2 pada dadu pertama K = {(2, 1), (2, 2),(2, 3), (2, 4), (2, 5), (2, 6)}
sehingga n(K) = 6 jadi P (K) = = = Jadi, peluang munculnya angka 2 pada dadu pertama adalah
9. Jawab:
Ruang sampel B pada pengambilan acak bola sebanyak 12 adalah P (B ) = =
10. Jawab:
Ruang sampel B pada pengambilan acak kartu As dari kartu bridge sebanyak 52 adalah P(B) = =
20 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Pada kegiatan ini siswa belajar untuk dapat berkomunikasi dengan baik untuk dapat menyampaikan pesan dengan benar.
Selain itu mereka diajak belajar menghargai pendapat kawannya dan bersikap toleran terhadap jawaban yang berbeda.
B. Penilaian dan Tindak Lanjut 1. Penilaian
Penilaian dilakukan sepanjang proses pembelajaran (bisa melalui observasi, atau berupa tes hasil belajar lisan atau tertulis). Bentuk instrumen penilaian berupa tes hasil belajar bentuk pilihan ganda yang dirancang dan disusun menghindari hal-hal yang bersifat visual.
2. Tindak Lanjut
Pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus diperlukan suatu tindak lanjut sesudah proses belajar tahap tertentu yang telah dicapai, supaya ada kesinambungan dan ada upaya untuk memelihara ketercapaian hasil belajar.
Tindak lanjut yang perlu dilakukan meliputi pengelolaan data hasil belajar, komunikasi dengan orang tua, serta
Ayo Kita berbagi!Halaman 21 buku siswa
Penutup
21 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
komunikasi dengan profesi-profesi lainnya yang terlibat di dalam kolaborasi penanganan siswa berkebutuhan khusus (bila diperlukan).
Hasil penilaian setiap siswa ditindaklanjuti oleh guru untuk menentukan kegiatan selanjutnya. Jika semua siswa sudah tepat mengerjakan semua tugas dalam sub bab ini, kegiatan dilanjutkan membahas materi berikutnya. Namun jika masih ada yang belum bisa, kegiatan dilanjutkan dengan remedial. guru mencari faktor penyebab mengapa siswa tersebut masih belum menguasai sub bab ini
C. Interaksi dengan Orang tua
Komunikasi dengan orang tua menjadi bagian yang penting dalam menentukan ketercapaian hasil belajar dalam subbab ini. Materi pada sub bab ini perlu latihan yang berulang-ulang dengan tujuan melatih daya ingat siswa terhadap perhitungan peluang teoritik berdasarkan rumus.
22 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
2. Membelajarkan 1.3 Memahami Peluang Empirik A. Pembelajaran
1. Kompetensi Dasar
3.1 Memahami peluang empirik dari data yang mungkin diperoleh berdasarkan kejadian tunggal
4.1 Mengaplikasikan konsep peluang dalam kehidupan sehari-hari
2. Indikator
Siswa mampu memahami peluang empirik dan menerapkannya dalam pemecahan masalah.
3. Pengalaman Belajar
Sesudah mempelajari subbab peluang empirik siswa memperoleh pengalaman belajar sebagai berikut:
a. Menentukan peluang empirik berdasarkan ilustrasi percobaan.
b. Menentukan hubungan antara peluang teoritik dan peluang empirik.
4. Media dan Sumber Belajar
Media pembelajaran untuk subbab ini dapat berupa berbagai macam ilustrasi mengenai peristiwa yang berhubungan dengan peluang empirik.
C. MEMAHAMI PELUANG EMPIRIK
23 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Sumber belajar dapat diambil dari buku-buku yang relevan (media cetak atau elektronik),
5. Langkah-langkah Pembelajaran
3. Membelajarkan 1.3 Memahami Peluang Empirik
Mintalah siswa untuk menjawab pertanyaan:
Dapatkah kalian menjawab hal-hal apakah yang telah kalian pelajari pada pertemuan yang lalu?
Kegiatan pendahuluan yang dapat dilakukan untuk memulai pembelajaran sub bab ini adalah pemberian stimulasi.
Apersepsi
Sebelum pelaksanaan pembelajaran
a. Tanyakan pada siswa mengenai pelajaran yang lalu. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengaitkan pengetahuan yang telah dikuasai sebagai jembatan untuk menerima pengetahuan lain yang masih ada keterkaitannya.
b. Berikutnya berikan pertanyaan tentang masalah yang akan dibahas.
Pendahuluan
24 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Ajaklah seluruh siswa berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan atau lagu wajib dengan tujuan membangkitkan rasa cinta tanah air.
Selanjutnya mintalah salah seorang siswa untuk mempraktikkan kegiatan percobaan pelemparan sebanyak 50 kali menggunakan sekeping uang logam lima ratusan.
Hasil perolehan dari pelemparan dicatat dalam bentuk tabel (tercatat dalam tabel 1.5) sebagai contoh.
Guru sebelumnya menyiapkan tabel kosong yang bentuknya seperti tabel 1.5 untuk diisi berdasarkan hasil percobaan yang dilakuan.
Berdasarkan hasil percobaan pelemparan sekeping uang logam bimbinglah siswa dalam merumuskan pengertian peluang empirik.
Berikan kesempatan kepada siswa untuk bertanyatentang peluang empirik yang ingin mereka ketahui jawabannya.
Ayo Kita Amati!Halaman 20 buku siswa Kegiatan Inti
Peluang empirik adalah perbandingan atau rasio banyaknya kejadian yang diamati dengan banyak percobaan
25 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Siswa boleh bertanya dalam bentuk pertanyaan tertulis atau lisan.
Minta siswa menulis pertanyaan berdasarkan uraian yang telah mereka ketahui.
Siswa diminta untuk mengamati ilustrasi percobaan yang dilakukan Emi dan Riko.
Selanjutnya siswa membaca tabel 1.6 yang berisi hasil percobaan pelemparan sekeping uang logam.
Berikutnya siswa menyimak contoh-contoh dalam buku siswa (halaman 24 buku siswa).
Bimbinglah siswa untuk memahami contoh-contoh soal secara bertahap. Tanyalah siswa apakah mereka sudah memahami contoh soal yang diberikan, bila masih ada kesulitan berikan soal-soal yang lain agar siswa memahami materi tersebut dengan baik.
Ayo Kita Menggali Informasi!Halaman 23 buku siswa
Ayo Kita Menanya!Halaman 23 buku siswa
Saat melakukan interaksi dalam pembelajaran gunakan pemanfaatan indera-indera yang masih berfungsi baik. Kekuatan siswa tunanetra adalah pada indera pendengaran dan indera peraba.
26 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Bentuklah siswa secara berkelompok untuk melakukan percobaan menggunakan uang logam dan dadu. Melatih tanggung jawab siswa adalah salah satu tujuan pembelajaran, untuk itu bagilah tugas untuk masing-masing siswa; misalnya siswa 1 sebagai petugas melempar uang logam, siswa 2 petugas menggelindingkan dadu, dan siswa yang lain menjadi petugas yang mencatat hasil percobaan dalam tabel yang sudah disediakan (apabila siswa sulit untuk menuliskan secara langsung dalam tabel, kegiatan dapat dilakukan dengan cara menuliskan hasilnya pada kertas lain kemudian menempelkannya pada tabel, gunakan double tip untuk menempelkan banyaknya kemunculan pada tabel). Guru dipersilakan berkreasi sesuai dengan lingkungan daerahnya.
Kegiatan ini mungkin bisa memakan waktu cukup lama karena selain mempraktikkan percobaan juga melatih siswa dalam keterampilan menghitung peluang empirik.
Kegiatan terakhir adalah berdiskusi dan membuat kesimpulan tentang hubungan secara umum antara peluang empirik hasil percobaan dengan dugaan siswa.
Ajaklah siswa untuk berdiskusi menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas!
Ayo Kita Menalar!Halaman 27 buku siswa
27 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Bimbinglah siswa untuk menemukan hubungan peluang empirik dengan peluang teoritik!
Ulangi percobaan dengan cara memperbanyak lemparan uang logam dan memperbanyak penggelindingan dadu untuk hasil yang lebih baik dan dapat dibuat kesimpulan.
Ajaklah siswa untuk menampilkan hasil yang telah mereka peroleh. Mereka melaporkan hasilnya sesuai dengan hasil percobaan yang mereka lakukan dan katakan pada siswa bahwa hasil tersebut adalah hasil percobaan mereka tanpa rekayasa (guru menekankan makna kejujuran).
Mintalah siswa mengerjakan latihan 3 (halaman 28 buku siswa). Setelah mereka selesai mengerjakan latihan, berikan nilai pada hasil latihan mereka sebagai bentuk pemberian penghargaan atas hasil kerja mereka. Bahaslah soal-soal yang memang masih perlu dibahas!
Kunci Jawaban Latihan 3 1. Jawab:
Banyak hari di bulan Juni 30 hari, pada sore hari Poltak bermain sepak bola 14 kali.
Peluang empirik = =
Ayo Kita Berbagi!Halaman 28 buku siswa
Penutup
28 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
2. Jawab:
a. peluang empirik muncul mata dadu 1 = = = 0,3 b. peluang empirik muncul mata dadu 2 = = = 0,15 c. peluang empirik muncul mata dadu 3 =
= = 0,2 d. mata dadu ganjil (12 + 8 + 6) = 26
peluang empirik muncul mata dadu ganjil= = = 0,65 e. mata dadu prima (6 + 8 + 6) = 20
peluang empirikmuncul mata dadu prima = = 0,5 3. Jawab:
a. peluang empirik = = 0,6
b. Peluang Sri menang lebih besar daripada Emi.
Meskipun demikian Sri tetap harus waspada karena dia baru 3 kali menang dalam 5 kali kompetisi melawan Emi.
Emi harus berlatih keras agar dapat memenangkan kompetisi berikutnya.
4. Jawab:
a. peluang empirik Handini (A) = = = 0,2 b. peluang empirik Nanang (G) = = = 0,16 c. peluang empirik Buyung (A) = = = 0,1 d. setiap anak melakukan lemparan 10 kali
29 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Bentuklah siswa dalam kelompok! Siswa diminta untuk berdiskusi mengerjakan “Tugas Proyek 1”
Kegiatan mengerjakan tugas proyek bertujuan agar siswa dapat menjalin komunikasi dan bekerjasama dengan teman kelompoknya.
Kegiatan akhir bab 1 adalah merangkum. Mintalah siswa untuk merangkum materi yang telah dipelajari dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia di buku siswa sebagai acuan dalam membuat rangkuman.
Mintalah siswa mengerjakan latihan Uji Kompetensi (halaman 31 buku siswa) sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.
Kunci Jawaban Uji Kompetensi 1 I. Pilihan Ganda
1. D 2. B 3. A 4. B 5. B
D. TUGAS PROYEK 1 (Halaman 30 buku siswa)
E. MERANGKUM (Halaman 30 buku siswa)
30 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
6. D 7. D 8. D 9. C 10. A
II. Isian 1. Jawab :
S = {(1, 1), (1, 2), (1, 3), (1, 4), (1, 5), (1, 6), (2, 1), (2, 2),
(2, 3),(2,4),(2, 5),(2, 6), (3, 1), (3, 2), (3, 3), (3, 4), (3, 5), (3, 6),(4, 1), (4, 2), (4, 3), (4, 4), (4, 5), (4, 6), (5, 1), (5, 2), (5,3), (5, 4), (5, 5), (5, 6), (6, 1), (6, 2), (6, 3), (6, 4), (6, 5), (6, 6)}
Mata dadu berjumlah 10 adalah { (5, 5), (4, 6), (6, 4)}
Sehingga P (K) = = =
Jadi, peluang muncul 2 mata dadu berjumlah 10 adalah 2. Ruang sampel pelemparan tiga mata uang adalah:
S = {AAA, AAG, AGA, AGG, GAA, GAA, GAG, GGA,GGG}
Banyak titik sampel: n(S) = 8
Kejadian paling sedikit muncul satu angka adalah:
A = {AAA, AAG, AGA, AGG, GAA, GAA, GAG, GGA}
Banyak titik sampel: n(A) = 7 P (paling sedikit 1 angka) =
3. Banyak anggota ruang sampel dari n mata uang yang dilempar adalah (2)n sehingga n = 4 S = (2)4 = 16
31 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Banyaknya ruang sampel yang terjadi pada pelemparan 4 mata uang secara bersamaan = 16
4. Ruang sampel yaitu S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, n (S) = 6
Muncul mata dadu faktor dari 6 = {1, 2, 3, 4, 6}, n(A) = 5 P (K) = =
Tanyalah pendapat siswa mengenai pemahamannya terhadap materi bab I, apakah masih ada yang perlu dibahas ulang? Bagaimana pendapat mereka mengenai pelajaran tentang peluang?Apakah mereka senang atau tidak terhadap materi peluang?Berikan motivasi agar mereka bisa berusaha lebih baik lagi!
B. Penilaian dan Tindak Lanjut
Teknik yang biasa digunakan antara lain tes tertulis, tes lisan, penugasan, dan portofolio. Selain menggunakan format-format tradisional tersebut, alternatif lain untuk penilaian adalah jenis penilaian otentik.
Penilaian otentik menggunakan format yang memungkinkan siswa untuk menyelesaikan suatu tugas atau mendemonstrasikan suatu performan dalam memecahkan masalah.
H. REFLEKSI (halaman 36 buku siswa)
32 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Berikut adalah contoh format tes performan.
Misalnya pada tes praktik menghitung penggelindingan 2 dadu bermata enam.
No Aspek yang
Dinilai Analisis Aspek
(motorik) Peroleh
an Skor Skor maksimal 1 Gerakan
menggelindi ngkan 2 dadu
Memegang dadu dengan baik skor 2
Memegang dadu dengan cukup baik skor 1
...
...
2
2 Gerakan mengecek mata dadu yang muncul
Dapat mengecek tanpa dibimbing (2) Dapat mengecek dengan bimbingan (1)
...
...
2
Jumlah Skor ... ...
Nilai Akhir
=
x 100%
2. Tindak Lanjut
Pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus diperlukan suatu tindak lanjut sesudah proses belajar tahap tertentu yang telah dicapai, supaya ada kesinambungan dan ada upaya untuk memelihara ketercapaian hasil belajar.
Tindak lanjut yang perlu dilakukan meliputi pengelolaan data hasil belajar, komunikasi dengan orang tua, serta komunikasi dengan profesi-profesi lainnya yang terlibat di dalam kolaborasi penanganan siswa berkebutuhan khusus.
33 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
C. Interaksi dengan Orang tua
Pemberian tugas yang harus diselesaikan di rumah adalah jembatan untuk dapat berkomunikasi baik dengan orang tua.
Komunikasi dengan orang tua menjadi salah satu bagian yang penting dalam menentukan ketercapaian hasil belajar dalam subbab ini, karena dengan pemahaman yang baik terhadap konsep peluang siswa dibimbing untuk dapat menemukan hubungan antara peluang empirik dengan peluang teoritik
34 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra Statistika
Pengolahan Data Penyajian
Data Pengumpulan
Data
Diagram Batang Tabel
Ukuran Pemusatan
Media n
S STATISTIKA
BAB II
Diagram Garis
Diagram Lingkaran
Mean
Modus PETA KONSEP
35 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
A. Pembelajaran 1. Kompetensi Dasar
3.2 Memahami teknik penyajian data dua variabel menggunakan tabel, dan diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran
4.2 Mengumpulkan, mengolah, menginterpretasi, dan menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel dan diagram batang serta melakukan pengolahan data tunggal
2. Indikator
Siswa mampu mendeskripsikan data dalam bentuk tabel.
3. Pengalaman Belajar
Sesudah mempelajari sub bab ini siswa memperoleh pengalaman belajar sebagai berikut:
Membaca data dalam bentuk tabel; mengisi data dan menafsirkan data dalam bentuk tabel.
4. Media dan Sumber Belajar
Media belajar yang digunakan berupa tabel yang dapat dibuat di atas kertas karton berupa garis-garis yang dibentuk oleh goresan alat tulis (pen/pena) dan diatur sedemikian rupa membentuk sebuah tabel. Sumber belajar dapat berupa buku cetak dan dapat juga siswa
A. DATA DALAM BENTUK TABEL
36 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
menggunakan media elektronik untuk mencari sumber belajar yang terkait dengan tabel frekuensi dari internet (sesuaikan dengan kondisi lingkungan).
5. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Membelajarkan 2.1 Penyajian Data dalam Bentuk Tabel
Tanyalah siswa pernahkah mereka mendengar tentang data yang disajikan dalam bentuk tabel?
Kegiatan awal pembelajaran untuk memulai sub bab ini adalah menyodorkan media (berupa tabel frekuensi) yang sudah disiapkan sebelumnya. Tabel frekuensi dibuat 2 atau 3 buah isinya memuat informasi yang berbeda-beda.
Apersepsi
Sebelum Pelaksanaan Pembelajaran
Mintalah siswa menjawab pertanyaan berikut: apakah mereka pernah mendengar tentang istilah survey, wawancara, kuantitatif, dan kualitatif?
Pendahuluan
37 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
Buatlah siswa dalam beberapa kelompok dengan cara mengatur tempat duduk mereka. Kemudian mintalah satu per satu siswa untuk membaca data dalam bentuk tabel tersebut.
Tanyalah siswa, apakah mereka mengerti tentang cara membaca tabel tersebut?Informasi apa yang mereka dapatkan dalam tabel?Dapatkah mereka berbagi?
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Ayo Simaklah (halaman 39 buku siswa)
A. Penyajian Data dalam Bentuk Tabel
Siswa diminta untuk mengamati masalah 1 yang terdapat dalam buku siswa. Kegiatan ini bertujuan agar siswa memperoleh informasi tentang hal-hal yang menyangkut data.
Tegaskan pada siswa agar mereka mengamati poin a sampai dengan h (halaman 39 buku siswa) dengan baik.
Beri kesempatan siswa untuk bertanya, dan mencatat informasi penting dalam buku catatan mereka.
Periksalah catatan mereka!Setelah kegiatan ini hendaknya guru merefleksi pengetahuan dan keterampilan membaca siswanya.
Mintalah siswa membaca tabel 2.2 mengenai data nilai ulangan Matematika dari 21 siswa kelas XI (halaman 38
Kegiatan Inti
38 BUKU GURU: Matematika Kelas XI Tunanetra
buku siswa). Tanyakan pada mereka informasi apa yang dibaca dalam tabel tersebut?
Kemudian pembelajaran dilanjutkan dengan kegiatan menanya (halaman 41 buku siswa) dan menggali informasi (halaman 41 buku siswa).
Mintalah siswa menegamati data nilai ulangan Matematika 14 siswa kelas XI yang ditulis dalam sebaran data. Tabel 2.2 sudah disiapkan lebih dulu (halam