• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU MODUL PEMBELAJARAN INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE)

N/A
N/A
Gasal23 Bhakta

Academic year: 2024

Membagikan "BUKU MODUL PEMBELAJARAN INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE)"

Copied!
241
0
0

Teks penuh

Modul pembelajaran IPE ini disusun oleh Pusat Pengembangan Pendidikan bersama Tim Penyusun Pembelajaran IPE Institut Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya. Modul pembelajaran IPE ini dapat menjadi panduan bagi dosen dan mahasiswa Politeknik Kemenkes Surabaya dalam menyelenggarakan pembelajaran IPE pada masa transisi menuju tatanan normal baru.

Selain itu, jumlah masyarakat yang mengalami permasalahan kesehatan kompleks dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Setiap sistem kesehatan yang ada memerlukan dukungan unsur SKN lainnya yaitu sumber daya manusia (SDM) kesehatan dan non kesehatan.

Sistem kesehatan dan sistem pendidikan tidak dapat berdiri sendiri, dimana sistem pendidikan akan memberikan masukan kepada sistem kesehatan sebagai pengguna lulusan, kualitas tenaga kesehatan yang dihasilkan akan berdampak pada baik atau tidaknya pelayanan kesehatan, pada kesehatan. sisi lain pendidikan. sistem dipengaruhi oleh sistem kesehatan, misalnya kurikulum akan sangat dipengaruhi oleh kebutuhan Kesehatan masyarakat saat ini dan keterampilan lulusan harus disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan saat ini dan kebijakan di sektor kesehatan. D'Amour dan Oandasan, 2005. Praktik kolaboratif dapat meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan yang terkoordinasi, meningkatkan penggunaan personel spesialis yang tepat, meningkatkan status kesehatan pasien dengan penyakit kronis, dan meningkatkan keselamatan pasien.

Kelola dilema etika yang muncul saat memberikan layanan kepada klien dalam tim interprofesional. Jelaskan peran dan tanggung jawab profesi lain dan bagaimana interprofesional dapat bekerja sama untuk memberikan layanan kepada klien.

Modul pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 19 sebaik mungkin agar mereka dapat memahami dan mengikuti apa yang kami maksud. Mereka sering kali perhatiannya teralihkan, memikirkan apa yang ingin mereka katakan atau memikirkan hal lain.

Modul Pembelajaran Interprofesional Education (IPE) 32 b. pembelajaran kolaboratif interprofesional. kepuasan kerja, stres kerja rendah).

Kode Etik Terapis Gigi dan Mulut Indonesia harus diinternalisasikan, dihormati dan diamalkan oleh setiap anggota dalam menjalankan profesinya. Modul pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 69 lintas sektor, seperti Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM), Ante Natal Care (ANC). 2) Terapis gigi dan mulut dalam melaksanakan tugasnya selalu mengutamakan kepentingan masyarakat sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuannya. Terapis gigi dan mulut merupakan tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi dalam memotivasi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendidikan kesehatan.

KODE ETIKA KOLEGA Pasal 3. 1) Terapis gigi dan mulut memperlakukan rekan kerja sebagaimana mereka ingin diperlakukan. Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 74 (3) Terapis gigi dan mulut membina hubungan baik dan bekerja sama dengan teman. rekan kerja untuk menciptakan suasana kerja yang harmonis. Legalitas seorang dokter gigi dan mulut sebagai anggota profesinya ditunjukkan dengan memiliki kartu tanda anggota (KTA).

Dalam memberikan pelayanan, terapis gigi dan mulut harus menghormati keberagaman suku, agama, ras, dan agama. KODE ETIK PROFESIONAL Pasal 9 1) Terapis gigi dan mulut senantiasa menjaga nama baik profesinya dengan selalu bertindak profesional. Pedoman pelaksanaan tanggung jawab terapis gigi dan mulut terhadap profesinya diatur dalam undang-undang (AD) dan undang-undang (ART).

Belajar menjadi interprofesional memerlukan pemahaman peran dan tanggung jawab masing-masing profesional dalam perawatan “Garis Depan” yang berorientasi pada pasien dan komunitas dalam layanan kesehatan (Suter et al., 2009 dalam Goodman & Clemow, 2010). Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 110 11) Khusus untuk pelayanan kontrasepsi subkutan, pelayanan antenatal terpadu,. Kewenangan bidan untuk memberikan pelayanan kesehatan diluar kewenangannya berakhir dan tidak berlaku lagi apabila didaerahnya sudah terdapat dokter.

Modul pembelajaran elektromedik Interprofessional Education (IPE) 113 selama satu tahun dan pembuatan rencana kerja tahun berjalan disertai rencana kerja dan anggaran yang diperlukan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 20 Tahun 2016 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Praktik Terapi Gigi dan Mulut. Dalam menjalankan praktik profesionalnya, terapis gigi dan mulut berwenang memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, antara lain: . A. upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut; . B. upaya pencegahan penyakit gigi; ..C. pengelolaan pelayanan kesehatan gigi dan mulut; . D. pelayanan kesehatan dasar pada kasus gigi terbatas; dan e. perawatan gigi. Upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut antara lain: . A. promosi kesehatan gigi dan mulut pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat; . B. pelatihan tenaga kesehatan gigi dan mulut, guru dan dokter; ..C. Pembuatan dan penggunaan media/alat bantu visual untuk pendidikan kesehatan gigi dan mulut; Dan . D. penyuluhan tentang upaya promosi dan preventif kesehatan gigi dan mulut.

Menjelaskan di mana ruang lingkup profesinya berakhir dan profesi lain dimulai. Praktek Kolaborasi antar profesional di sektor kesehatan menciptakan optimalisasi.

Faktanya, pada dudukan toilet sering kali terdapat bekas sepatu, hal ini tentu saja menjadikan lingkungan menjadi tidak sehat dan tidak nyaman, apalagi SMK Kesehatan merupakan sekolah kesehatan. Banyak pegawai dan pelajar yang melakukan aktivitas fisik sedentary seperti malas menggunakan tangga, menggunakan kendaraan pribadi dan tidak membawa perbekalan kesehatan dari rumah. Penerapan BHBS di tempat kerja juga belum cukup dilakukan, seperti penerapan kawasan tanpa rokok dan menjaga kebersihan dan kerapian tempat kerja serta seluruh fasilitas tempat kerja belum maksimal.

Sehingga banyak pekerja yang mengalami gangguan kesehatan seperti gangguan muskuloskeletal akibat paparan ergonomi. Poltekkes merupakan lembaga kesehatan tempat mendidik peserta didik dan tempat bekerja bagi berbagai profesi kesehatan yang harus mempunyai pandangan holistik terhadap kesehatan di tempat kerja, yaitu: “Model Tempat Kerja Sehat”. Seorang ibu hamil membeli makanan yang dijual di toko kelontong di luar Kilang Anggur Poltekkes Saat melayani pelanggan, pedagang tidak menggunakan sarung tangan dan ada pula yang mengambil makanan menggunakan tangan yang belum dicuci.

Identifikasi fakta adalah fakta-fakta dari pemicu yang dianggap sebagai masalah/atau bagian dari masalah. MASALAH BELAJAR YANG DAPAT DIJARING (Kelompok membuat pertanyaan yang ditujukan untuk menjawab/menyelesaikan masalah pada trigger). Fasilitator meminta kelompok membuat analisis masalah berupa peta konsep/diagram alir dari masalah di atas.

KATA BARU (KATA BARU adalah kata yang menurut anggota kelompok merupakan kata baru yang mereka ketahui). ANALISIS MASALAH (Artinya kelompok diminta... membuat flowchart/peta konsep penyebab dan proses terjadinya masalah... berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki dan diskusi kelompok).

Oleh karena itu, banyak karyawan yang mengalami gangguan kesehatan seperti gangguan muskuloskeletal akibat paparan ergonomis. Poltekkes merupakan institusi kesehatan tempat dilatihnya mahasiswa dan tempat kerja berbagai profesi kesehatan yang harus mempunyai perspektif kesehatan kerja yang holistik, yaitu: “Model Tempat Kerja Sehat”. IDENTIFIKASI FAKTA (Identifikasi fakta adalah fakta dari pemicu yang dianggap sebagai masalah/atau bagian dari masalah.

Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 160 kelompok sebagai kata-kata. yang baru ditemukan) IDENTIFIKASI FAKTA (Identifikasi fakta adalah fakta-fakta pemicu yang dianggap sebagai masalah/atau bagian dari masalah. KATA-KATA BARU (KATA-KATA BARU adalah kata-kata yang menurut anggota kelompok merupakan kata-kata baru yang mereka ketahui) IDENTIFIKASI FAKTA Identifikasi fakta adalah fakta-fakta dari trigger yang dianggap sebagai permasalahan/atau bagian dari MASALAH UTAMA (yaitu yang merupakan INTI UTAMA dari permasalahan yang ada di trigger).

Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 168 MASALAH UTAMA. Ini adalah inti UTAMA dari masalah pemicunya). Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 171 MASALAH UTAMA. Ini adalah inti UTAMA dari masalah pemicunya). KATA BARU adalah kata-kata yang menurut anggota kelompok merupakan kata-kata baru yang mereka ketahui) IDENTIFIKASI FAKTA (Identifikasi fakta adalah fakta-fakta dari pemicu yang dianggap sebagai masalah/atau bagian dari masalah.

Modul pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 176 membuat flowchart/ . peta konsep penyebab masalah dan prosesnya berdasarkan pengetahuan yang ada dan diskusi kelompok).

Masalah (Frasa pertanyaan yang mengacu pada masalah utama dan data lain yang menjadi pemicu). Mengapa anak usia 10 tahun mengalami sesak nafas dan sulit bergerak). Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 186 (Fakta dari pemicu yang dianggap suatu masalah atau bagian dari masalah). Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 187 membuat .. diagram alir/peta konsep penyebab dan proses. terjadinya permasalahan tersebut berdasarkan pengetahuan yang ada dan diskusi kelompok).

Modul pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 189 utama dan . data lain yang ada di trigger) Data tambahan (Dapat diminta ke fasilitator). Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 191 (Kata-kata yang menurut anggota kelompok merupakan kata-kata baru yang mereka ketahui) Identifikasi Fakta (Fakta-fakta dari pemicu yang dianggap suatu masalah atau bagian dari masalah). Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 192 jawaban .. atau . menyelesaikan masalah pada pemicunya) Analisis masalah (Kelompok diminta membuat diagram alir/peta konsep penyebab dan proses masalah berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki dan diskusi kelompok).

Hipotesis: Seorang anak perempuan usia 6 tahun mengalami demam tinggi, pusing, mual dan kemerahan pada badannya yang mungkin disebabkan oleh riwayat infeksi demam berdarah, lingkungan, populasi khusus.

diagram  alur/peta  konsep dari  penyebab dan  proses
diagram alur/peta konsep dari penyebab dan proses

Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 195 KATA BARU. KATA BARU adalah kata yang menurut anggota kelompok merupakan kata baru yang mereka ketahui). A merasa kecewa dan dirugikan oleh sistem pelayanan kesehatan karena dokter, perawat, dan petugas laboratorium tidak menerapkan keselamatan pasien. Setelah mendengarkan keluhan pasien, dokter langsung menginstruksikan perawat untuk pergi ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan, tanpa menunjukkan formulir permintaan pemeriksaan laboratorium.

Perawat diminta untuk tidak datang langsung ke laboratorium untuk mendampingi pasien tanpa membawa formulir permintaan pemeriksaan laboratorium kepada dokter yang menemui Tn. Pegawai TLM/tenaga laboratorium melakukan pemeriksaan darah dan urin lengkap karena kemungkinan adanya informasi yang salah dari perawat.

Petugas TLM/lab tidak diperkenankan langsung melakukan pemeriksaan laboratorium tanpa lembar permintaan tes dari dokter.

Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 199 dapat menyebabkan otitis, sinusitis, mastoiditis, bronkiolitis, bronkopneumonia, miokarditis, dan perikarditis. A mengambil jarum suntik yang telah dibuka dari plastik di gerobak dan memasukkan obat dan menyuntikkannya ke pasien. Alat suntik tersebut merupakan alat suntik yang digunakan oleh pasien penderita hepatitis B. Perawat A menggunakan alat suntik yang digunakan oleh pasien penderita hepatitis B pada ibu hamil.

Modul Pembelajaran Interprofessional Education (IPE) 209 PEMICU Seorang ibu hamil 12 minggu datang ke IGD rumah sakit. Perawat A segera mengambil jarum suntik yang telah dibuka dari plastik di troli, memasukkan obat dan menyuntikkannya ke pasien. Perawat B mencari jarum suntik bekas pasien hepatitis B yang ia letakkan pada troli 6. Perawat A menggunakan jarum suntik bekas. dari penderita hepatitis B hingga ibu hamil MASALAH UTAMA.

Perawat B sedang mencari jarum suntik bekas pasien hepatitis B untuk dimasukkan ke dalam troli. Perawat A mengambil jarum suntiknya.

Gambar

Gambar 2. Kompetensi profesional menurut Barr (1998)
diagram  alur/peta  konsep dari  penyebab dan  proses

Referensi

Dokumen terkait

Kepada institusi pendidikan disarankan untuk mulai mengembangkan model pembelajaran IPE dalam kurikulum pendidikan karena mayoritas dosen Fakultas Ilmu Kesehatan

Persepsi mahasiswa fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap interprofessional education.. Skripsi program studi ilmu keperawatan

Analisis Persepsi, Motivasi, dan Kesiapan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sumatera Utara pada Interprofessional Education (IPE). Skripsi Fakultas

Perbedaan Persepsi Mahasiswa Tahap Profesi di FKIK UMY tentang Interprofessional Education di Asri Medical Center Yogyakarta.. Yogyakarta, Indonesia: Fakultas Kedokteran dan

Interprofessional education IPE adalah suatu pelaksanaan pembelajaran yang diikuti oleh dua atau lebih profesi yang berbeda untuk meningkatkan kolaborasi dan kualitas pelayanan

Kepada institusi pendidikan disarankan untuk mulai mengembangkan model pembelajaran IPE dalam kurikulum pendidikan karena mayoritas dosen Fakultas Ilmu Kesehatan

Kajian yang akan dilakukan berupa pengukuran persepsi dan kesiapan mahasiswa dan dosen pengajar ilmu kesehatan Indonesia dari tujuh profesi kesehatan terhadap IPE,

Format PICOS systematic Review: interprofessional education sebagai upaya mengembangkan kemampuan perawat berkolaborasi dengan petugas kesehatan lain PICOS Framework Kriteria