• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU PENGEMBANGAN MATERI PENYULUHAN AGAMA ISLAM

N/A
N/A
Al Mansyur TV

Academic year: 2023

Membagikan "BUKU PENGEMBANGAN MATERI PENYULUHAN AGAMA ISLAM "

Copied!
88
0
0

Teks penuh

Kami berharap buku Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam ini dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan bahan ajar dan penasehat kegiatan pengembangan materi. Kami berharap buku PENGEMBANGAN MATERI KONSELING AGAMA ISLAM ini dapat dijadikan pedoman untuk meningkatkan kualitas keilmuan Konseling Agama.

BAB I PENDAHULUAN

Pengembangan Materi Sebagai Suatu Tugas

Hakikat tugas kegiatan pengembangan materiil adalah sunnah (bukan tugas pokok), yaitu apabila mampu melaksanakan kegiatan tersebut maka akan diberi pahala dengan angka kredit dan jika tidak melaksanakan kegiatan tersebut maka tidak akan mendapat pahala. skor kredit. Angka kredit yang diperoleh dari kegiatan tersebut dimasukkan dalam kegiatan unsur utama bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan tugas pokok.

J enis-jenis Pengembangan

Tafsir Tematik Berasal dari Kami Religius Artinya dalam penyusunan materi lebih banyak/dominan dalam pembahasannya bersumber dari sumber atau rujukan kitab-kitab agama dibandingkan dengan referensi yang lain. SO% bersumber dari kitab agama, 30% bersumber dari Al-Quran dan 20% bersumber dari hadis dan lain-lain.

Bukti Fisik untuk Penilaian

Halaman pertama ditulis dengan penjelasan tematik yang berasal dari kitab al-Qur'anjhadist/agama, di bawahnya ditaip topik yang dibicarakan, di bawahnya ditaip nama penasihat agama sebagai penyusun dan tarikh penyusunan dan pengesahan oleh atasan terdekatnya.

Susunan Materi

Pembukaan ini memberikan poin untuk menguraikan isi topik, dan kegagalan mengemas pembukaan mengakibatkan penerima token bersikap apatis terhadap pengirim token, masalah seperti itu terkadang diabaikan oleh pemancar sehingga hasil perluasan yang diharapkan tidak dapat mencapai tujuannya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penyuluhan adalah agar penerima simbol dapat mengubah dan mewarnai pemikirannya sebagai bentuk perilaku yang diungkapkan oleh pengirim simbol melalui proses komunikasi dalam tuturan atau tulisan yang diberikan.

Kewajiban Menyuluh

34; Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian semua menaati Allah dan menaati para rasul dan pemimpin di antara kalian.” Sejarah menyebutkan bahwa sepanjang hidupnya, Nabi Muhammad SAW dengan ketat menjalankan salat, banyak menyebut Allah dan perilaku ahlaqul kerimah, sehingga Hal inilah yang menjadi sebab keberhasilannya dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Kebijakan Menyuluh

34; Allah akan mendatangkan hikmah (sah) kepada siapa yang Allah kehendaki, dan barangsiapa yang Allah berikan hikmah, maka sesungguhnya ia telah diberi keutamaan yang banyak. Legitimasi adalah kuasa untuk mencapai penggantian dalam politik dakwah, dan Tuhan juga akan menjadikan pemilik legitimasi itu satu darjah ketakwaan di hadapan Tuhan seperti yang dinyatakan oleh Tuhan. Sunnah Allah menetapkan bahawa semakin tinggi keabsahan seseorang, semakin tinggi ketakwaannya kepada Allah, tetapi hakikatnya tidak.

34; Dan Kami kuatkan kerajaannya, dan Kami berikan kepadanya kebijaksanaan (legitimasi) dan hikmah untuk menyelesaikan perselisihan."

Metode Penyuluhan

Maka dapat disimpulkan bahawa bentuk memasukkan huruf 'nida' dan 'munada' alaihi merupakan corak tarikan bagi penerima lambang sebagaimana yang direalisasikan dalam ayat-ayat seperti ini. 34; Dan Allah membuat perumpamaan tentang isteri Fir'aun untuk orang-orang yang beriman ketika dia berkata: "Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu di dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan makhluknya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.". Kedua pola abstraksi ini dapat dijadikan teori bahwa pola abstraksi mukadimah harus mempunyai keseimbangan antara abstraksi yang mengandung makna peringatan sebagaimana terlihat dalam surat at-Tahrim ayat 10, sedangkan yang membawa makna kegembiraan terwujud dalam ayat seterusnya (At-Tahrim ayat 11).

Kepentingan model abstraksi ini pada permulaannya dapat dilihat dalam Surah az-Zumar ayat 27 bahawa model abstraksi mengandungi pengajaran yang berbeza, seperti dalam firman Allah;. 34; Sesungguhnya Kami telah menjadikan dalam Al-Quran ini segala macam perumpamaan bagi tiap-tiap zaman, supaya mereka mengambil pelajaran." adalah dari Allah dan lebih baik menjadi harapan".

Uraian Pokok Pembahasan

Dengan menggunakan pola berpikir ‘induktif’, berpikir ini pada hakikatnya terdiri atas pemindahan lambang-lambang yang berbentuk kata atau tulisan, dari makna-makna yang bersifat parsial (dapat dibagi) dan membawanya kepada makna-makna yang tidak dapat dibagi-bagi (universal). karena sifat yang diberikan. Bentuk pola pikir induktif dapat diilustrasikan dengan sebuah teks atau pepatah yang mengungkapkan simbol “musyrik”. Demikian pula pola pikir induktif lainnya dapat diberikan penafsiran yang berbeda-beda mengenai apa makna ayat-ayat Allah sebagai syiar komunikasi yang harus dipahami oleh pengirim simbol tersebut dan memahami maknanya.

Penggunaan pola pikir deduktif yang merupakan kebalikan dari pola pikir induktif yaitu dari makna universal mengarah pada makna parsial dan hal ini dapat digambarkan dari nash Allah SWT yang hanya mampu memberi petunjuk kepada orang musyrik, kafir dan manusia. . siapa yang menganiayanya.” 34; Sesungguhnya Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran di atas seluruh umat (di masa kebingungan mereka).” Sifat obyektif ayat tersebut terdapat pada teks “Wahai anakku, sampai pada akhir teks yang dianggap sebagai penemuan Lukman”. Hal ini dianjurkan oleh Allah dalam wahyu-Nya.

Uraian Kesimpulan dan Penutup

Penerapan ayat-ayat Allah yang memberikan rumusan dan kontruksi penutup juga terserlah dari rangkaian simbol pengiraan ungkapan masalah, seperti yang diterangkan misalnya pada halaman sebelumnya tentang pendahuluan dari pembahasan Surah al-Kahfi ayat 46, di mana pembinaannya. daripada pendahuluan dalam ayat 45, maka untuk pembinaan kesimpulan dan kesimpulan terdapat dalam ayat 4 7 teks yang dibentangkan. 34. Dan (ingatlah) hari ketika Kami melewati gunung-ganang, lalu kamu melihat bumi itu rata, lalu Kami himpunkannya. Dari ayat ini kepada teks “Dan (ingatlah) sehingga teks seluruh manusia adalah pembinaan kesimpulan dan teks berikut mengandungi ungkapan yang dilambangkan sebagai ungkapan masalah.

Dengan demikian, sistematisasi konstruksi kesimpulan dan ungkapan penutup dalam teks penyuluhan yang merupakan suatu disiplin ilmu hendaknya berpedoman pada konstruksi kesimpulan dan simpulan. Mengapa pembukaan rumusan masalah perlu dipahami agar dapat memberikan gambaran analitis yang berbeda, dapat diberikan dengan menyusun pembukaan yang diberikan atau dengan menyatakan kesimpulan dan kesimpulan dengan deret aritmatika setelah rumusan masalah ke dalam huruf yang sama, misalnya surat Al-Baqarah ayat 148. Dengan memahami pembukaan masalah, uraian pokok masalah dan kesimpulan masalah, maka akan lebih mudah memahami makna pendekatan-pendekatan tersebut dengan berbagai pendekatan kajian lainnya.

Pendekatan Fenomenologi

Naskah-naskah lain maupun peristiwa-peristiwa atau kasus-kasus memerlukan pemahaman terhadap makna-makna yang ditunjukkan karena berkaitan erat dengan perkembangan naskah yang diteliti guna menjawab berbagai permasalahan yang harus dipahami dari segi simbol atau lambang yang bermacam-macam. permasalahan yang difenomenakan. Dengan melakukan pendekatan secara fenomenologis melalui teks, maka konstruksi simbol dapat diberikan analisis dan perkembangan yang berbeda serta dapat memperjelas permasalahan yang berbeda, fenomenologi suatu permasalahan juga dapat diselidiki berdasarkan peristiwa lain yang disimbolkan, dan konstruksinya harus didekati melalui metode lain selain dari teks. satu. melegitimasi berbeda. Misalnya teori Ibnu Khaldun yang mengatakan bahwa dalam sebuah eksistensi terdapat dua entitas berbeda yang saling bersaing sebelum terciptanya bentuk tersebut, dan adanya ketidakadilan dan kezaliman adalah untuk menciptakan suatu bentuk keadilan dalam kehidupan masyarakat.

Pendekatan Semantik

34; Jadi, orang-orang yang kafir, mereka mengikuti kepalsuan, dan orang-orang yang beriman, mereka mengikuti kebenaran (Al-Haq) dari Allah. Demikianlah Allah memberikan perumpamaan kepada manusia (tentang Al-Haq dan Al-Batil dalam kehidupan bermasyarakat).”

Pendekatan Historiography

Pendekatan ini merupakan pengembangan teks yang diberikan oleh orang yang memberikan lambang atau simbol tersebut melalui kegiatan “menerjemahkan atau menafsirkan” simbol atau lambang yang diberikan oleh teks tersebut atau peristiwa yang dilambangkannya. Teori yang merupakan perwujudan dari “teori segmen alkitabiah” ini pada dasarnya menyatakan bahwa penyampaian lambang atau lambang komunikatif dalam bentuk teks atau peristiwa diberikan dengan cara menghubungkan satu teks atau peristiwa dengan teks atau peristiwa lainnya secara holistik dengan tujuan memperoleh informasi yang diberikan. makna. kepada teks atau peristiwa yang diterjemahkan atau kepada apa yang dimaknai oleh orang yang memberikan lambang atau lambang itu. Menerapkan teori “metodologi filologis” dalam menerapkan teori ini, orang yang memberikan lambang itu memberikan analisis kritis terhadap teks atau peristiwa itu dengan cara menghubungkannya. terhadap bahasa dan seni (studi budaya) dan menghubungkannya dengan rumpun bahasa atau kerabat bahasa lain.

Mewujudkan teori “Ilmu Pemahaman Linguistik”, maka pelintas simbol dalam penerapannya menerjemahkan atau menafsirkan makna suatu teks kemudian mengaitkannya dengan suatu legitimasi (pengetahuan). Dengan menerapkannya, orang yang menyampaikan simbol itu menerjemahkan dan menafsirkan suatu teks dari segi gejala-gejalanya dan kemudian memberikan klasifikasi gejala-gejala mana yang ada (keberadaan atau kekuatan) dan mana. Dengan menyadari teori “sistem tafsir” dan dengan menerapkan teori tersebut, maka orang yang menyampaikan simbol tersebut memberikan interpretasi terhadap suatu teks yang kemudian diberikan oleh orang yang menyampaikan simbol tersebut.

KESIMPULAN-KESIMPULAN

Konsekuensi dari pelaksanaan penyuluhan adalah adanya keseimbangan legitimasi antara pihak yang menyampaikan simbol dan penerima simbol. Dalam pembukaan naskah diperlukan suatu pola untuk mengembangkan ketertarikan penerima naskah terhadap realitas penyajian naskah secara mutasyabihat, dihilangkannya simbol huruf nida’ dan munada’ alaihi, dihilangkannya cerita. pola-pola yang mengandung kebenaran, penyajian simbol-simbol yang masih relevan, namun juga mengejutkan. menyampaikan susunan naskah pembukaan tidak melebihi 10%-15% dari jumlah naskah yang diserahkan. Penyampai simbol menggunakan pendekatan fenomenologis, yaitu menyelidiki fenomena suatu teks atau peristiwa tertentu dan kemudian memberikan berbagai analisis terhadap sinyal yang diberikan.

Para simbolis melakukan pendekatan terhadap permasalahan dengan menggunakan metode 'semantik', artinya teks atau peristiwa tersebut diberi simbol-simbol yang berbeda, setelah itu simbol-simbol tersebut dikaji secara holistik. secara keseluruhan) dan apa makna simbol di tempat lain dalam ungkapan permasalahan, yang kemudian mendapat berbagai pembahasan oleh para pemerhati simbol. Penyampaian simbol tersebut melakukan pendekatan secara historiografis dengan memusatkan perhatian pada pola-pola sejarah (sejarah) yang mengambil salah satu bentuk model 'linier peristiwa' atau cyclical of events, bentuk pertama, dengan pola-pola yang meluas melintasi berbagai peristiwa dan waktu (dalam episode). , sedangkan dalam bentuk lain terjadi pengulangan peristiwa yang sama, pada waktu yang berbeda. Pendekatan penyampai simbol melalui “hermeunika”, yaitu dalam penerapan penerjemahan dan interpretasi teks atau peristiwa dengan menggunakan berbagai teori hermeunistik.

PENUTUP

Referensi

Dokumen terkait

dan Barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi

Menurut Rasyid Ridha dalam menafsirkan ayat 59 dalam surat an-Nisâ' , dia mengatakan : " Allah telah memberikan anugerah kemerdekaan dan kebebasan kepada kita dalam urusan

• Al Qur’an surat  ash-Shaff ayat 4 :  Artinya : Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti

Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Allah Bapa Yang Maha Kuasa untuk segala berkat dan penyertaan yang senantiasa diberikan kepada penulis sehingga dapat menyusun

Oleh karena itu, ungkapan bani Adam lebih menekankan pada peringatan terhadap manusia agar memegang nikmat yang telah diberikan kepada Allah, apakah nikmat itu

Arti dari ungkapan sifat jai Allah adalah “ suatu perbuatan yang Allah kehendaki boleh terjadi atau dapat pula Allah kehendaki tidak terjadi.. Ayat yang menerangkan tentang sifat

Orang yang selalu melakukan kebajikan disisi Allah kelak akan mendapat pahala hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 97 اَم ِنَسْحَاِب ْمُهَرْجَا

Dalam Al-Quran Surat Al- Araaf 7 ayat 58: Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada