Dalam Peraturan Pemerintah no. 57 tahun 2010, Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua badan usaha atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan satu badan usaha baru yang karena hukum memperoleh aktiva dan pasiva dari badan usaha yang meleburkan diri dan status badan usaha yang meleburkan diri berakhir karena hukum.
Pada era konvergensi media seperti sekarang, sudah lumrah jika satu lembaga penyiaran saling terhubung dalam bentuk televisi, radio, internet dan media sosial. Saat ini wacana peleburan TVRI dan RRI ke dalam satu lembaga bernama Radio dan Televisi Republik Indonesia (selanjutnya disingkat RTRI) telah mengemuka beberapa tahun belakangan. Alasan peleburan yang paling mendasar adalah adanya tuntutan perkembangan teknologi yang menuju multiplatform dan cross function.
Tujuan peleburan TVRI dan RRI adalah mencegah pemborosan sumberdaya sehingga pengelolaannya menjadi lebih efisien.
Wacana peleburan tadi muncul demi menjawab tantangan-tantangan ini yang diharapkan menjadi salah satu model penyelesaian dan antisipasinya untuk 20 hingga 30 tahun ke depan dengan tetap memperhatikan kondisi yang ada. DPR pun menyambutnya dengan mulai membentuk Panja RTRI di Komisi I untuk membahas dan menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) RTRI.
Rencana peleburan tersebut setidaknya mencakup konsep kelembagaan, pengawasan, pertanggungjawaban, anggaran, model bisnis serta pengelolaannya. Dalam konteks kelembagaan, peleburan ini akan membuat struktur lebih efektif dan efisien yang akhirnya dapat memudahkan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai tujuan lembaga. Manajemen kelembagaan akan lebih lincah yang dapat menghasilkan kerja-kerja yang progresif, inovatif dan tentunya menyegarkan.
Dari segi pengawasan, peleburan akan menghasilkan mekanisme yang tidak terlalu birokratis.
Peleburan juga akan memudahkan konsep penyampaian pertanggungjawaban. RTRI sebagai penyelenggara dapat langsung bertanggung jawab kepada Presiden dan/atau DPR.
Dengan deikian, peleburan ini pasti akan mengabaikan beberapa hal yang harus diperhatikan, misalnya akan hilangnya sisi historis dari RRI dan TVRI yang telah berjasa dalam sejarah perjuangan kemerdekaan serta peran pentingnya dalam mengokohkan pembangunan bangsa tadi.
Tantangan-tantangan
Sebagai lembaga baru nantinya, RTRI akan menghadapi sejumlah tantangan diantaranya budaya dan manajemen kelembagaan yang berbeda, terlebih yang satu dengan yang lain berbeda objek kerjanya yaitu televisi dengan radio. Selain itu lembaga pemerintah pada masa sebelumnya dikenal dengan organisasi yang birokratis dan memiliki mental serta budaya kerja yang kurang inisiatif dan inovatif.
Oleh karena itu diperlukan sebuah model bisnis dan manajemen lembaga baru itu yang memungkinkan RTRI bergerak lincah, produktif, kreatif dengan tetap mengedepankan aspek pencapaian visi misi bangsa.
Referensi:
Sukamta. Peleburan TVRI-RRI dan Tantangannya. www.news.detik.com Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2010. www.hukumonline.com