Quality in Design Implementation
Selamat pagi, minggu ini kita akan membahas Quality in Design. Kita akan memulai dengan diskusi topik yang pertama:
Dari pengalaman dan observasi di sekeliling anda, berikan contoh aplikasi penerapan Quality in Design. Bagaimana kita menerapkan quality
management dalam perencanaan dan pengembangan produk baru?
Contoh aplikasi penerapan Quality in Design yang pernah saya amati adalah pengembangan produk hand soap dengan menggunakan design pump berbentuk bunga yang dapat dioperasikan oleh konsumen dengan hanya menggunakan satu tangan dan output dari foam berbentuk bunga. Selain itu produk detergent cair yang menggabungkan dua fungsi yaitu detergent dan softener dalam satu produk. Design produk detergent akan mempertimbangkan besaran anionik surfaktan atau active agent yang berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan sedangkan kationik surfaktan diperlukan pada softener untuk memberikan sifat anti statis pada pakaian.
Penerapan quality management dalam perencanaan dan pengembangan produk baru adalah dengan mempertimbangan kebutuhan dari customer (karakteristik, atribut, dan fitur) berdasarkan informasi aktual di lingkungan dengan memperhatikan voice of customer. Kemudian pengembangan fitur-fitur pada produk idealnya mampu memenuhi apa yang dibutuhkan oleh customer.
Quality Function Deployment
Replied on 26 Nov 2023, 10:52 GMT+7
Topik kedua untuk minggu ini adalah tentang Quality Function Deployment seperti yang dapat dibaca di materi PPT dan textbook, dan juga dari website ASQ
https://asq.org/quality-resources/qfd-quality-function-deployment.
Bagaimana kita mendapatkan komponen Customer Needs - Customers Voice (What's) and mendefinisikan Technical Requirements - Product Characteristics (How's)? Berikan penjelasan dan contohnya.
Untuk memperoleh komponen Customer Needs – Customer Voice (What’s) maka perlu dilakukan terlebih dahulu Customer Survey dengan beberapa metode sebagai berikut:
1. Melakukan survei kepada customer saat ini dan customer target masa depan.
Survei kepada customer dilakukan untuk mengetahui kebutuhan serta tingkat kepentingannya dari kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda. Informasi ini juga dapat diperoleh dari ketertarikan customer terhadap produk pesaing. Contoh survei
pelanggan dapat dilakukan dengan interview by phone, interview secara personal, email, atau menggunakan questionnaire.
2. Memperoleh dan mengelola informasi mengenai customer complaint serta layanan-layanan garansi customer.
3. Mendengarkan fokus grup (riset secara kualitatif) dari pelanggan seperti toko untuk supplai produk, fleet operator, dll.
4. Mempelajari pengalaman dari anggota tim dengan lintas fungsi.
Berdasarkan hasil customer survei maka akan diperoleh informasi mengenai kebutuhan dari customer. Selain itu, penentuan ”What’s” customer dapat dilakukan menggunakan diagram afinitas dengan melakukan penjabaran terhadap penyebab masalah-masalah yang terjadi. Kemudian menggunakan diagram pohon untuk memecahkan masalah yang telah didefiniskan. Penentuan kepentingan konsumen dapat dilakukan menggunakan penentuan rating.
Untuk mendefinisikan Technical Requirements - Product Characteristics
(How's) merupakan jawaban bagaimana perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Proses mendefinisikan persyaratan teknis dapat dilakukan
menggunakan tools diagram afinitas atau pohon. Pada diagram akan dikategorikan menjadi tiga elemen berdasarkan kriteria penerimaan pelanggan. Contohnya adalah pengembangan produk detergent untuk memenuhi kebutuhan customer agar produk mudah ditakar. Maka persyaratan teknis dan perancangan perbaikan adalah dengan pengembangan produk detergent yang berbentuk kapsul sekali pakai.
Referensi:
Krishnamoorthi, K. S., Krishnamoorthi, V. R., & Pennathur, A. (2019). A First Course in Quality Engineering Integrating Statistical and Management Methods of Quality Third Edition. Boca Raton: CRC Press.
Lecture Notes. (n.d.). Quality Engineering: Week ke 2 Kualitas dalam Design (Quality in Design). Jakarta: Binus University Online Learning.
QFD Implementation
Replied on 26 Nov 2023, 11:24 GMT+7
Di thread/topik ketiga ini kita akan membahas tentang penerapan QFD, attached bisa dicek bagaimana QFD digunakan dalam pengembangan produk baru (lipstik) yang cukup menarik.
Berikan contoh implementasi penggunaan QFD yang lain, apa yang dapat bapak/ibu simpulkan dari kasus tersebut.
alah satu contoh implementasi penggunaan QFD adalah peningkatan kualitas produk madu pada perusahaan budidaya lebah madu PT Kembang Joyo Sriwijaya.
Perusahaan tersebut memproduksi Super Honey dengan 3 komposisi material yaitu pure honey, royal jelly, dan bee pollen. Metode QFD diawali dengan
mengidentifikasi kebutuhan konsumen kemudian melakukan perencanaan perbaikan produk, desain perbaikan produk, perencanaan peningkatan proses, serta peningkatan terhadap control proses.
Berdasarkan aspek kebutuhan customer, disimpulkan terdapat tiga aspek kualitas yang perlu diperbaiki yaitu harga, warna dari packaging dan warna dari produk.
Technical response yang ditentukan sebagai priotitas adalah peningkatan aspek warna dari packaging. Kemudian techical response terhadap harga dilakukan dengan mengurangi volume dari 660 ml menjadi 600 ml sehingga menjadi lebih murah dibndingkan harga kompetitor. Sedangkan technical response terhadap warna dari produk dilakukan dengan mengatur ulang komposisi dari 3 material.
Jurnal: Dian, T. M., & Sucipto. (2021). Quality Improvement of Honey Product Using Quality Function Deployment (QFD) Method. Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol. 10 No. 3 ISSN 2252-7877 , 260 - 273.